Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Arsitektur ARCADE

PENGEMBANGAN DESA WISATA BATIK DI DESA PUNGSARI KABUPATEN SRAGEN JAWA TENGAH Handayani Dwi Ambarwati; Setiawan Wisnu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.811 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v3i1.196

Abstract

Abstract: Pungsari Village is a center for batik craftsmen who have long held the title of tourism villages in Sragen Regency. The title of this tourist village is one of the starting points for the growth of the creative economy embryo. These strategies make the environment something important and environmentally sound. In fact, the strategy has been programmed by the Ministry of Village with the theme of Development of Green Tourism Village in 2017. The program scenario has not used a development strategy that slogan "village build". For example, the development scenario does not yet entirely cover the village, such as: markets, settlements, rice fields, creative industries, and local socio-culture. Therefore, this article is intended to discuss aspects that can be done to develop Pungsari Tourism Village. This research is one of several definitions that can support the development of the village area. Furthermore, these parameters are to increase the tourism potential of tourist villages. This classification will be the basis for developing an environmentally sound rural area. Based on the results of this study, Pungsari Village has grouped characters into four additional clusters: socio-economic clusters, cultural-cultural clusters, residential clusters, and integrated development clusters.Keyword: Creative Economy; Scenario of Tourism Village Development; Planning ClusterAbstrak: Desa Pungsari merupakan sentra pengrajin batik yang telah lama memiliki gelar sebagai desa wisata di Kabupaten Sragen. Gelar desa wisata ini merupakan salah satu titik awal tumbuhnya embrio ekonomi kreatif. Strategi ini berpotensi sebagai penyerapan sumber daya lokal yang bersifat padat karya dan berwawasan lingkungan. Bahkan sebenarnya, strategi tersebut sudah diprogramkan Kementerian Desa dengan tema Pengembangan Desa Wisata Hijau pada tahun 2017. Skenario program tersebut belum mengacu pada strategi konsep pengembangan yang berslogan “desa membangun”. Sebagai contoh, skenario pengembangan belum seluruhnya mencakup potensi desa tersebut, seperti antara lain: pasar, permukiman, persawahan, industri kreatif batik, dan sosial-budaya setempat. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mendiskusikan aspek-aspek strategis yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Desa Wisata Pungsari. Penelitian ini berangkat dari definisi variabel atau parameter yang dapat mendukung skema pengembangan kawasan desa tersebut. Selanjutnya, parameter tersebut digunakan untuk menyusun klasifikasi potensi desa wisata. Klasifikasi ini akan menjadi landasan pengembangan kawasan desa yang berwawasan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Desa Pungsari mempunyai karakter yang terkelompok menjadi empat kluster diantaranya : kluster sosial-ekonomi, kluster pendidikan-budaya, kluster pemukiman, dan kluster pengembangan terpadu.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif; Skenario Pengembangan Desa Wisata; Kluster Perencanaan
Co-Authors Abdullah, Mu’tashim Agistakumala, Cindy Agus Triyono Alpha Febela Priyatmono An Nuurrika Asmara Dina An Nuurrika Asmara Dina, An Nuurrika Asmara Ananta, Arfian Setia Andika Saputra Ardhiansyah Irsyadi Arfian, Zharfan Al Hafiz RIzkanda Ariefa, Huda Wisnu Arif Budi Sholihah Arif Hidayatullah, Arif Asrul Mahjuddin Ressang Balich, Rama Pratama Brilliani, Indira Dwina Budiwiyono, Akbar Rizky Choirunnisa, Maharani Damayanti, Sekar Deviana, Bella Rizky Alysia Dewi Novita Sari Dhani Mutiari Dwi Budi Santoso Dwi Linna Suswardany Fadhilla Tri Nugrahaini Fathoni, Rois Fatmawati, Denisa Dewi Fitri Ghozie, Muhamad Ezri Saccarhoni Rosa Al Gunawan, Riyan Fahmi Hadiyati, Afina Rahma Hafidasari, Apridina Hananta, Naufal Nurdias Handayani Dwi Ambarwati Hapsari, Regita Hasan, Najib Suwendho Hastono, Tri HIDAYAT, TAUFIK NUR Hijrah Purnama Putra Indah Pratiwi Irsyadi, Ardhiansyah Kuncoro Harsono Kuncoro Harsono, Kuncoro Kuswaji Dwi Priyono Laksana, Nadiifa Firsty Mahadika, Surya Kresna Mahendra, Dewangga Cipta Masruri, Faizal Ramadhan Moch. Solikin, Moch. Mubarak, Fauzi Muhammad Nur Alamsyah Mulyawan, Yudhistira Setya Negoro, Abdul Rafi' Damar Nur Aklis Nur Rahmawati Syamsiyah Pratama, Elbyansyah Rahmat Nur Pratama, Yusuf Agung Prihatin, Silverius Djuni Priyatmono, Alpha Fabela Putra, Iqbal Adiyaksa Eka Putri, Hafizhah Winda Putri, Pramesti Hemartya Rama Sona Ramadhani, Novianti Putri Rini Hidayati Sabila, Zida Salsabila, Syifa Putri Setyobudi, Razin Yogadwilapatri Siti Fatonah Subakti, Imam Aji Sugito, Nur Cahyo Syarifah, Marfuah Nuha Syukur, Muhammad Abdhul Tintya, Tinto Agista Tri Hastono Umar Utama, Dinda Satriya Utami, Dinda Sekar Wibowo, Afif Ari Yayi Arsandrie Yuslimu, Anna Yusuf Agung Pratama Yuwono, Iswahyudi Tejo Zahro, Faridatuz