Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Social innovation of Kampung Kopi Luwak Prangat Baru Village (Kapak Prabu) East Borneo Muhammad Busyairi; Abdul Kahar; Akhmad Rafii; Dharma Saputra; Asih Soenarih; Vivi Apriliyani; Dita Aprilia; Muthia Andriani; Aulia Miftahul Jannah
Community Empowerment Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8034

Abstract

Prangat Baru Village is located in a hilly area, with rainfall of 194.5 and an altitude of 150 meters above sea level. The majority of the community work as garden farmers. Farmers are encouraged to innovate in search of other plantation crop commodities, namely the cultivation of liberika coffee plants by naturally fermenting coffee beans by civets. The main objective of this program is to increase the economic level of the members of the Kopi Luwak Village farmer group through 3 (three) basic foundations, namely (1) liberika coffee cultivation, (2) civet care which pays attention to animal welfare, and (3) edutour of Kampung Kopi Luwak with various educational tourism activities. Through deliberations on the preparation of the 2021 Renja with the management of Pertamina Hulu East Borneo, it was agreed upon the activities of the Kapak Prabu 2021. Among them are a comparative study of coffee cultivation in Pangalengan Malabar, West Java, assistance for PIRT powder & coffee beans with more marketable packaging, procurement and development of liberika coffee seeds, as well as the addition of cages and pandanus civet. Based on the results of the implementation of assistance in the kapak prabu social innovation program, the basic problems of the Prangat Baru Village community were resolved and the need for social innovation had been properly achieved.
PENGARUH KOMPOSISI KETEBALAN MEDIA DAN KECEPATAN ALIRAN PADA REAKTOR BIOSAND FILTER DALAM PENGOLAHAN AIR PERMUKAAN Zharifah, Juliana Azizah; Meicahayanti, Ika; Busyairi, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.14306

Abstract

Penggunaan biosand filter dapat menjadi solusi untuk permasalahan ketersediaan air di wilayah Makroman Samarinda. Pada teknologi filter ini, air baku dialirkan melalui media pasir dengan kecepatan lambat. Komposisi media dan kecepatan aliran merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja biosand filter, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap biosand filter yang digunakan untuk mengolah air permukaan. Terdapat dua reaktor biosand filter dengan panjang 30 cm, lebar 30 cm, tinggi 120 cm, dan ketebalan media 80 cm. Komposisi media yang digunakan pasir halus; pasir kasar; dan kerikil, yaitu 60; 10; 10 cm (Reaktor 1) dan 50; 15; 15 cm (Reaktor 2). Alat dijalankan dengan variasi kecepatan 0,1 dan 0,4 m/jam. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan waktu kontak yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran filter, dimana pada kecepatan aliran 0,1 m/jam dilakukan setiap 8 jam, sedangkan pada kecepatan aliran 0,4 m/jam dilakukan setiap 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media dan kecepatan aliran berpengaruh terhadap kinerja biosand filter. Media pasir halus yang lebih tebal memberikan hasil yang lebih baik karena semakin lambat kecepatan aliran yang terjadi sehingga proses penyaringan polutan pada media semakin lama. Biosand filter mampu menyisihkan kadar pencemar dengan penurunan optimum sebesar 97,56% pada parameter kekeruhan; 94,39% pada parameter TSS; 9,09% pada parameter TDS; dan 58,06% pada parameter zat organik (KMnO4).
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA BANJARBARU DENGAN STATUS BARU SEBAGAI IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Umar, Said; Busyairi, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.13669

Abstract

Penetapan Kota Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang sebelumnya adalah Kota Banjarmasin termuat dalam Undang - Undang Nomor 8 Tahun 2022. Perubahan status Kota Banjarbaru tersebut dapat dipastikan diiringi dengan pembangunan wilayah serta urbanisasi akan meningkat dari sebelumnya. Salah satu dari dampak perubahan status yang perlu dipersiapkan adalah jaminan ketersediaan air bersih yang cukup, layak dan aman. Studi ini dilakukan di Kota Banjarbaru, metode penelitian menggunakan metode kuantitatif yang berupa perhitungan jumlah penduduk di masa yang akan datang dengan menghubungkan data penduduk tahun sebelumnya untuk menghitung perkiraan jumlah kebutuhan debit air bersih di masa mendatang. Hasil perhitungan proyeksi penduduk Kota Banjarbaru pada tahun 2036 jumlah penduduk Kota Banjarbaru 272.591 Jiwa, sehingga Kota Banjarbaru memerlukan kuantitas air rata-rata 672 liter/detik setara dengan 0,672 m3/detik untuk memenuhi  target cakupan pelayanan 100 % masyarakat Kota Banjarbaru
PERENCANAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH TERPADU DI KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Sariyadi, Sariyadi; Sarwono, Edhi; Busyairi, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.8522

Abstract

Jumlah penduduk Kecamatan Anggana pada tahun 2018 sebanyak 45.710 jiwa, jumlah penduduk ini akan mempengaruhi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Salah satu praktik pengelolaan sampah di Kecamatan Anggana adalah merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berdasarkan prinsip 3R atau dikenal dengan Tempat Pengolahan  Sampah Terpadu. TPST yang akan dibangun harus berada di lokasi bebas banjir dan berada di pinggir jalan lokal. Pada penyelenggaraan TPST akan diarahkan dengan menggunakan konsep 3R dimana dilakukan upaya untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya pada skala komunal atau kawasan, untuk mengurangi beban sampah yang harus diolah secara langsung di TPA, dimana sampah organik akan diproses menjadi kompos, dan sampah non organik disalurkan ke pihak ketiga yang kemudian akan dilakukan proses daur ulang, sedangkan sampah yang akan dibuang ke TPA hanyalah sampah residu yang berupa popok bayi, pembalut wanita dan sterofoam, dan juga sampah yang tidak layak kompos. Direncanakan rancangan TPST ini akan mengelola sampah sebanyak 20.211,113 kg/hari dan juga volume sebesar 293,638 m3/hari dengan estimasi dana yang dibutuhkan untuk membangun TPST direncanakan sebesar Rp 14.301.992.110 (Empat Belas Milyar Tiga Ratus Satu Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Dua Ribu Seratus Sepuluh Rupiah).
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MULTILAYER (MULTI-LAYERED PACKAGING) SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PAVING BLOCK Rahni, Rifqa; Busyairi, Muhammad; Zulya, Febrina
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.14917

Abstract

Persentase sampah plastik yang tinggi akan menjadi ancaman bagi lingkungan karena sampah plastik bersifat non- biodegradable. Salah satu jenis sampah plastik yang sulit terurai adalah plastik yang dapat digunakan sebagai agregat beton untuk menghasilkan bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum sampah plastik multilayer yang dapat digunakan sebagai agregat dalam pembuatan paving block. Perbandingan semen dan agregat paving block berupa pasir dan cacahan sampah plastik multilayer yang digunakan adalah 1 : 3. Variasi komposisi sampah plastik multilayer pada penelitian ini adalah 0%, 0,3%, 0,4%, 0,5% dan 0,6% dari berat total paving block. Dilakukan pengamatan kondisi fisik paving block serta pengujian berupa kuat tekan dan penyerapan air. Komposisi optimum dalam pembuatan paving block adalah paving block R dengan komposisi 25% semen, 74,6% pasir, dan 0,4% sampah plastik multilayer. Paving block R memiliki sifat tampak dengan permukaan paving block rata, tidak cacat namun terdapat sedikit retakan horizontal pada salah satu sisi, bagian sudut dan rusuk paving block tidak mudah direpihkan dengan kekuatan jari tangan. Berdasarkan SNI 03- 0691-1996, kuat tekan paving block R termasuk dalam mutu B dengan kekuatan 17,5 Mpa dan termasuk dalam mutu C jika dilihat dari kemampuan penyerapan airnya yaitu sebesar 6,5%. Volume sampah plastik multilayer yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan paving block dengan komposisi optimum sebesar 0,4% ialah 240 cm3 atau seberat 0,22 kg/m2.
Innovative social approaches to enhance the ecological sustainability of Kopi Luwak Village in Prangat Baru, East Borneo Muhammad Busyairi; Abdul Kahar; Dharma Saputra; Asih Soenarih; Vivi Apriliyani; Dita Aprilia; Azis Rahmat Pratama; Marista Sihombing; Aulia Miftahul Jannah
Community Empowerment Vol 9 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11182

Abstract

Nestled in the hilly region of Marangkayu District, Prangat Baru Village experiences an annual rainfall of 194.5 mm and sits at an elevation of 150 meters above sea level. The Kopi Luwak Village Ecology Strengthening Program in Prangat Baru is an expansion of a previous initiative. Its primary objective is to enhance the economic standing of the village’s coffee farmers through a three-pronged approach, aiming for program self-sufficiency by 2024. These pillars include cultivating Liberica coffee, conserving the Asian palm civet, and promoting Kopi Luwak Village as an educational tourism destination. The program employs a strategy of socialization, training, and mentorship for the local coffee farmers. Implementation results have demonstrated a significant improvement in the economic well-being of the participating farmers and their community. Moreover, the program’s successful practices have inspired other farmer groups to replicate the initiative.
Semur cendawan: Mushroom cultivation innovation for food security in Waru, East Kalimantan Abdul Kahar; Muhammad Busyairi; Dharma Saputra; Asih Soenarih; Andita Hayuning Kurnia; Mada Marhaenesia; Muthia Andriani; Aulia Miftahul Jannah; Marista Sihombing
Community Empowerment Vol 9 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11183

Abstract

The Semur Cendawan Program was initiated in response to limited agricultural land ownership in Waru Village, Waru District, Penajam Paser Utara Regency. The program aims to shift community mindset towards sustainable agriculture, enhancing food security through intensified land use, and creating new income streams for farmers via mushroom cultivation. Implemented through training and mentorship for the Dahlia Women's Farmers Group and other farmer groups, the program has successfully improved farmers' mushroom cultivation knowledge and skills. Consequently, the community's income has increased through independent mushroom production and marketing. The program has fostered new business opportunities and inspired replication among other farming groups.
PEMANFAATAN LIMBAH RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) UNTUK MEMPRODUKSI PUPUK ORGANIK CAIR KITOSAN SEBAGAI GROWTH PROMOTOR Abdul Kahar; Busyairi, Muhammad; Siswoyo, Eko; Wijaya, Anggono; Nurcahya, Dian
Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol14.iss2.art3

Abstract

Limbah kepiting (Portunus pelagicus) berpotensi menjadi produk yang lebih bernilai yaitu kitin dan kitosan. Kitosan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman merupakan senyawa alami yang bersifat biodegradble dan tidak beracun. Kitosan yang digunakan sebagai pupuk organik cair berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan, karena adanya kandungan senyawa amino yang dapat merangsang tahap awal pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah kepiting (Portunus pelagicus) untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kitosan, kemudian menggunakan kitosan sebagai pupuk organikcair. Karakterisasi spektrum FTIR kitosan hasil isolasi dari rajungan, memperlihatkan nilai serapan gugus hidroksil/amina (OH-, NH2-)ditunjukkan pada puncak 3435,54 adalah 92,17% sedangkan nilai serapan gugus amida/asetamida (CH3CONH-) pada puncak 1654,67 adalah 91,16%. Dan diperoleh Derajat Deasetilasi kitosan dari rajunganberkisar antara 40,25-79,35%. Penggunaan pupuk organik cair-kitosan sebagai pemacu pertumbuhan berpengaruh nyata terhadap pertambahan massa, tinggi, panjang akar dan jumlah daun bawang dayak. Dimana konsentrasi optimum pupuk organik cair-kitosan untuk bawang dayak adalah 60% (v/v).
Inovasi Sosial, Rantai Nilai, dan Dampak Ekonomi Program Menara Marina pada Pemanfaatan Limbah Aluminium dan Polyurethane Foam PT Badak NGL: Social Innovation, Value Chain, and Economic Environmental Impact of the Menara Marina Program on the Utilization of Aluminum and Polyurethane Foam Waste at PT Badak NGL Kahar, Abdul; Busyairi, Muhammad; Jannah, Aulia Miftahul; Sihombing, Marista; Gunawan, Yuli; Putri, Dwi Thia; Sewakotama, Restra; Urfan, M. Yahdi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 10 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i10.7795

Abstract

PT Badak NGL's operations generate non-hazardous waste in the form of aluminum and polyurethane foam (PUF), which accumulates over time. Furthermore, the coastal and island people near Bontang experience low income, diminishing fish harvests, declining seaweed productivity, and high rates of unemployment and poverty. This rubbish is used commercially, socially, and environmentally in the Menara Marina Programme. The Menara Marina Program began with program initiation, capacity building, production trials, non-hazardous waste management and usage, product innovation creation, capital growth, and improved financial management. It focuses on social innovation, value chain development, and economic impact assessments for community organizations. Social innovation successfully encouraged community groups to add value by shifting the value chain between groups through mutually beneficial distribution and manufacturing higher-quality, longer-lasting products. The Telihan Recycle group produces boat propellers from aluminum insulation waste materials, which are then sold throughout Bontang and East Kalimantan. The Tanjung Mamat Fiberglass group utilizes PUF to make fishing boats, which have a durability ratio 1:10.625 compared to wood boats. The Marina Tihi-Tihi group uses PUF to produce floats to replace wasted mineral water bottles, with PUF floats lasting 15 years compared to 3 months.
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PADA PENGOLAHAN AIR BERSIH DI IPA UNIT 1 CENDANA SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT Kinanti, Erdita Cahya; Sarwono, Edhi; Busyairi, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23340

Abstract

IPA Unit 1 Cendana merupakan unit pengolahan air yang memiliki kapasitas sebesar 300 liter/detik. Produksi air bersih pada IPA Unit 1 Cendana memerlukan kinerja unit pengolahan secara maksimal dengan menggunakan bahan kimia dan energi listrik dalam jumlah yang besar, sehingga berpotensi sebagai kontributor dampak negatif terhadap lingkungan akibat emisi yang dihasilkan. Analisis dampak negatif suatu kegiatan ke lingkungan dapat dihitung menggunakan beberapa pendekatan, salah satunya yaitu pendekatan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori dampak yang timbul dan hotspot pada proses pengolahan air bersih di IPA Unit 1 Cendana serta memberikan usulan rekomendasi berdasarkan hasil analisis LCA yang telah dilakukan. Analisis LCA menggunakan bantuan software OpenLCA 2.3.1 dengan metode pendekatan dampak yang digunakan adalah CML v4.8 2016. Hasil penelitian menunjukkan kategori dampak yang timbul adalah climate change sebesar 1,11978  10-9 Pt dengan hotspot yaitu unit reservoir sebesar 5,72134  108 kgCO2eq , eutrophication sebesar 7,30363  104 Pt dengan hotspot yaitu unit sedimentasi sebesar 13.070,6 kgPO₄eq, dan photochemical oxidant formation sebesar 55,47133 Pt dengan hotspot yaitu unit desinfeksi sebesar 4,86292 kg ethylene-eq. Langkah mitigasi yang untuk meminimalisir dampak negatif climate change yaitu dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. Langkah mitigasi dampak eutrophication adalah dengan menambahkan feri-sulfat, pemanfaatan teknologi sistem bioelektrokimia (BES), dan bioreaktor membran osmotik (OMBR). Langkah mitigasi kategori dampak photochemical oxidant formation adalah penggunaan desinfektan alternatif seperti kloramin, peningkatan koagulasi, penggunaan alat prediksi berbasis komputer, dan pre-treatment elektrodialisis yang dilanjut dengan iradiasi vakum UV (VUV).