Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat untuk Pengelolaan Air Secara Berkelanjutan di Desa Pucangan Kabupaten Sukoharjo Anna, Alif Noor; Sari, Dewi Novita; Cholil, Munawar; Priyana, Yuli; Fikriyah, Vidya Nahdhiyatul; Rudiyanto, Rudiyanto
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 1 (2024): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i1.6571

Abstract

This community service aims to increase community knowledge in sustainable water management in Pucangan Village, Kartasura District, Sukoharjo Regency. The service activities are carried out through workshops and Focus Group Discussion (FGD) methods targeting PKK mothers (family welfare development). Pre-tests and post-tests with questionnaires were carried out to measure the level of understanding of PKK mothers in managing water. The results of this community service show that there has been an increase in community knowledge about sustainable shallow groundwater management by an average of 8.8%, which consists of measuring water quality, management, and processing of groundwater.
Prediction of the Erosion and Sedimentation Rate Using SWAT Model in Keduang Sub-Watershed Wonogiri Regency Nugroho, Prima; Priyana, Yuli; Haryadi, Sigit
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2015: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2366

Abstract

Increased rate of erosion and sedimentation undeniably will bring degradation to the affected area, particularly in the watershed ecosystem. This problem, however, can be reduced by applying a proper watershed management, especially in the upstream. Watershed management would be carried out based on analysis of the watershed performance. A hydrological modelfrequently used to determine the impact of the landuse and physical environmental conditions onthe rate of erosion and sedimentation spatially and temporally is Soil Water Assessment Tool(SWAT), This research aimed: (1) to determine the accuracy of the monthly model simulationand, (2) to analyze the rate of erosion and sedimentation in Keduang sub-watershed. The statistical method used to test the model was Nash-Sutcliffe efficiency (NS) and the coefficient of determination. Result of model validation obtained value of R2 = 0.79 and NS = 0.41. The area with a high erosion rate was as much as 17,950.75 ha (51.22%) and very high erosion rate was 7,771.25 ha (22.17%). Average of sedimentation rate in the outlet of Keduang sub-watershed, which was retrieved from the simulation in 2011-2014, was 408.19 tons/ha/year.
Analisis Dampak Bencana Banjir Terhadap Aktivitas Masyarakat di Kota Surakarta Tahun 2024 Purnomo, Sandi Riski; M Iqbal Taufiqurrahman Sunariya; Yuli Priyana; Alif Noor Anna
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1441

Abstract

Terjadinya banjir memiliki dampak terhadap perubahan aktivitas masyarakat di Kota Surakarta, terjadinya banjir sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat sehingga beberapa masyarakat tidak dapat menjalankan aktivitasnya secara normal, penelitian ini memiliki  tiga tujuan yaitu (1) menganalisis tingkat kerawanan banjir, (2) menganalisis pola persebaran titik kejadian banjir, dan (3) menganalisis dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat. Dampak yang dikaji meliputi perubahan waktu bekerja, perubahan lokasi bekerja, serta perubahan pola rute perjalanan bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara untuk menggali pengalaman langsung masyarakat terdampak banjir . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir di Kota Surakarta bervariasi pada setiap kecamatan, dengan wilayah tertentu memiliki kategori kerawanan mulai tingkat kerawanan sangat rendah hingga sangat tinggi dengan menggunakan metode scoring overlay, adapun analisis pola persebaran menunjukkan titik kejadian banjir cenderung mengelompok di daerah dengan topografi rendah dan kedekatan dengan aliran sunga dengan metode Average Nearest Neighbor. Sementara itu, Dampak yang muncul meliputi keterlambatan waktu bekerja, perpindahan sementara lokasi pekerjaan, serta perubahan rute perjalanan akibat genangan air. Beberapa faktor yang terjadi sehingga menyebabkan terjadinya banjir dan menganggu aktivivas sosial ekonomi masyarakat disebabkan tingginya curah hujan dengan kondisi topografi Kota Surakarta yang tidak seimbang serta kondisi kepadatan penduduk yang mengurangi daya resapan dan kapasitas drainase.