Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Adaptasi Petani dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di beberapa Wilayah DAS Bengawan Solo Hulu Tengah) Yuli Priyana; Alif Noor Anna; Rudiyanto Rudiyanto; Khusna Furoida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.157 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Fokus bencana yang dikajidalam penelitian ini adalah bencana yang disebabkan karena faktorkondisi hidrometeorologis. Salah satu jenis bencana yang disebabkankarena faktor hidrometeorologis wilayah adalah bencana banjir.Bencana banjir yang terjadi di daerah penelitian berdampak padasektor pertanian sehingga menurunkan produktivitas lahan dan hasilpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji strategiadaptasi yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi bencanabanjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdata sekunder yang didukung dengan wawancara dengan kuosioner.Analisis data menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh petani didaerah penelitian bervariasi seperti: membuat tanggul sungai,mengadakan penghijauan di wilayah hulu dan sempadan sungai,pelebaran dan pengerukan sungai, dan rotasi tanaman pertanian.Strategi yang paling banyak dilakukan masyarakat dalammenghadapi bencana banjir adalah dengan membuat tanggul sungaidan melakukan pelebaran dan pengerukan sungai.
Identifikasi Jebakan Airtanah Asin Menggunakan Pendugaan Geolistrik di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali Sulis Tiani; Yuli Priyana
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v10i2.41676

Abstract

Airtanah merupakan kebutuhan primer makhluk hidup yang memiliki karakteristik fisik maupun kimia di setiap wilayah. Fenomena yang terjadi pada airtanah salah satunya yaitu memiliki rasa payau – asin seperti yang berada di Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah (1) Memetakan persebaran spasial jebakan airtanah asin beserta jenis perlapisan batuannya di wilayah tersebut, (2) Menganalisis penyebab terdapatnya airtanah asin di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, sedangkan untuk memetakan sebaran spasial dari airtanah asin tersebut menggunakan metode pendugaan geolistrik (Konfigurasi Schlumberger). Sedangkan metode untuk mengetahui penyebab adanya airtanah asin yaitu dengan melakukan uji laboratorium berdasarkan unsur mayor dari sampel airtanah  kemudian diplotkan kedalam diagram piper trilinear. Hasil dari tujuan pertama ini menunjukkan bahwa sebaran dari airtanah payau-asin memiliki pola berkelompok (Cluster). Wilayah yang memiliki airtanah payau-asin tersebut yaitu di sebagian Desa Karangjati, Gosono, dan Banyusri. Dimana di lokasi tersebut terdapat adanya jebakan airtanah payau – asin dengan nilai tahanan jenis 0 – 15 Wm hingga kedalaman 30 mdpl. Hasil plotting pada diagram piper trilinier dan diagram segiempat terdapatnya airtanah bersalinitas tinggi ini dikarenakan adanya evaporasi. Studi tentang identifikasi airtanah asin dan penyebabnya ini sangat berguna bagi masyarakat untuk memahami bagaimana di suatu daerah yang jauh dari laut terdapat airtanah yang payau – asin.
ANALISIS SPASIAL TEMPORAL ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN (SAWAH) KE NON PERTANIAN TAHUN 2012-2021 DI KECAMATAN WIDODAREN, KABUPATEN NGAWI Aufa Arifana Faisal; Yuli Priyana; Danardono Danardono; Taryono Taryono; Rudiyanto Rudiyanto
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.318 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2023.010.1.4

Abstract

Widodaren district has an area that is mostly still in the form of agricultural land. However, at this time, it has undergone a land function change, so it has an impact on the productivity of food crops. The purpose of this study was to analyze the function transfer of agricultural land (paddy fields) to non-agricultural land spatially temporally from 2012-2021. The method used was a secondary data analysis method accompanied by field observations. The results showed that in the period 2012-2021 the area of land conversion reached 1,226 ha . The transfer of land functions occurred from rice fields to settlements covering an area of 422.29 hectares, rice fields to mixed gardens covering an area of 477.62 ha, and rice fields to fields covering an area of 326.09 ha. Land conversion occurred in all villages in Widodaren District, namely in Banyubiru, Gendingan, Karangbanyu, Kauman, Kayutrejo, Kedunggudel, Sekaralas, Sekarputih, Sidolaju, Sidomakmur, Walikukun, and Widodaren villages.
Analysis of Flood-Prone Areas on Bekasi River Watershed Wijaya, Sri Rasa Nugra Santana; Priyana, Yuli; Priyono, Kuswaji Dwi
International Journal for Disaster and Development Interface Vol. 3 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : Amcolabora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53824/ijddi.v3i2.57

Abstract

Das Kali Bekasi is an area that has physical conditions that support the occurrence of local and natural flood disasters during the rainy season. This research aims to: (1) Determine the distribution of floodprone areas in the Bekasi River Watershed, (2) Find out the most dominant factors of flood vulnerability that occur in the Bekasi River Watershed. The method used in the research is quantitative descriptive analysis. Analyze the data to determine the distribution area prone to flooding by weighting scoring and overlaying rainfall, land use, slope, soil type, and river density. To find out the dominant factors that cause flood vulnerability, a correlation test is used. The results of the research are (1) Flood vulnerability in the Bekasi river basin, based on the results of this research, is divided into 3 classes, namely the not vulnerable class with an area of 82.61 Km² (5.93%), the moderately vulnerable class with an area of 323.85 Km² (23, 26%), very vulnerable class with an area of 985.96 Km² (70.81%). (2) Correlation test to determine the dominant factor causing flooding in the Bekasi River basin and it is known that the dominant factor is the slope parameter, followed by the river density parameter, soil type parameter, land use parameter, and rainfall parameter with the lowest correlation value.
GREEN SCHOOL: Creating an Environmental Friendly and Sustainable School at Muhammadiyah PK Sambi Elementary School Priyana, Yuli; Hidayat, Iqbal Agung; Fatkhiyah, Maulida; Sari, Dewi Novita
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v4i2.5604

Abstract

Green School is a concept that promotes the use of environmental friendly and sustainable practices in daily school activities. This includes efficient energy use, waste reduction, responsible water management, and comprehensive environmental education. The goal of this initiative is to raise awareness and implement eco-friendly school practices at Muhammadiyah PK Sambi Elementary School, Boyolali.   The implementation methods involve brief lectures, discussions, and hands-on activities, such as planting greenery in the schoolyard. The research results indicate an increase in environmental awareness and the implementation of eco-friendly practices in the school. Key findings include reduced energy consumption, more efficient waste management, and heightened environmental awareness among students and school staff. In conclusion, the application of the Green School concept is effective in creating an environmental friendly and sustainable school and can serve as a model for other educational institutions. This effort can contribute positively to addressing global environmental challenges and preparing future generations who care about the environment.
Tourist Perception and Interest in Visiting the Tanjung Benoa Tourism Area Amid Climate Change in 2025 Amalia, Firdausha; Wijaya, Hananda Surya; Ningrum, Mega Ratna; Gusti, Putri Pinaring; Rhomadhani, Noviana Ardi; Habibilah, Burhanuddin; Nurhidayat, Muhammad Zaky; Wijaya, Arya Tri; Nurfauzi, Ivant Aditya; Prasetyo, Dwi; Alhakim, Fakhri Taufik; Priyana, Yuli
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v4i2.8915

Abstract

Climate change refers to long-term changes in global or regional weather patterns, which can involve changes in temperature, rainfall, wind speed, and other weather phenomena. This research aims first to analyze tourists' perceptions of climate change and its impact on the tourist attraction of Tanjung Benoa, second to determine the influence of climate change on tourists' interest in visiting Tanjung Benoa, third to identify factors that influence tourists' decisions in choosing tourist destinations amidst the issue of climate change. Using qualitative methods, data was collected through a survey of 50 domestic tourist respondents. The research results show that most tourists are aware of the impact of climate change on the ecosystem and natural beauty of Tanjung Benoa, although there are still those who do not understand this issue. Tourist interest in visiting again is quite high, especially in the 25-29 year age group. However, climate change such as coastal erosion, rising sea levels and damage to coral reefs could threaten the region's tourist attraction. It is hoped that this research can become the basis for developing resilient and environmentally friendly tourism in Tanjung Benoa.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Air Bersih Berkelanjutan melalui Program Air Minum Muhammadiyah (PAMMU) di Desa Kadipiro, Sambirejo, Sragen Jumadi, Jumadi; Priyana, Yuli; Danardono, Danardono; Umrotun, Umrotun
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.1933

Abstract

This community service program aims to improve sustainable access to clean water and strengthen community independence through the Muhammadiyah Drinking Water Program (PAMMU) in Kadipiro Village, Sambirejo District, Sragen Regency. The method employed was Participatory Action Research (PAR), which emphasizes the active involvement of the community at every stage of the program. The activities began with problem identification and local potential mapping through Focus Group Discussions (FGDs), followed by the participatory development of a roadmap and action plan, as well as technical training and institutional strengthening for the community-based water management organization. The action phase was reinforced with collective reflection and participatory evaluation, resulting in enhanced managerial capacity, the establishment of a participatory institutional structure, and the creation of a local drinking water brand, “Enbia.” The outcomes demonstrated significant improvements in knowledge, hygiene and sanitation practices, and community-based institutional management of clean water. Despite challenges such as limited funding and infrastructure, the PAR model proved effective in fostering multi-stakeholder collaboration, enhancing community self-reliance, and ensuring the sustainability of clean water management. This model holds potential for replication in other villages facing similar challenges.ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses air bersih berkelanjutan dan memperkuat kemandirian masyarakat melalui Program Air Minum Muhammadiyah (PAMMU) di Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan. Program dimulai dengan identifikasi masalah dan potensi lokal melalui Focus Group Discussion (FGD), dilanjutkan dengan penyusunan roadmap dan action plan secara partisipatif, serta pelatihan teknis dan pendampingan kelembagaan pengelola air bersih. Proses aksi ini diperkuat dengan refleksi dan evaluasi bersama, yang menghasilkan peningkatan kapasitas pengelola, terbentuknya kelembagaan partisipatif, serta lahirnya merek air minum lokal “Enbia”. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan signifikan pada aspek pengetahuan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengelolaan kelembagaan air berbasis masyarakat. Meskipun masih terdapat tantangan pendanaan dan keterbatasan infrastruktur, model PAR ini terbukti mampu memperkuat kolaborasi multipihak, meningkatkan kemandirian warga, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan air bersih. Temuan ini dapat direplikasi di desa lain yang menghadapi permasalahan serupa.
Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah Anna, Alif Noor; Priyono, Kuswaji Dwi; Suharjo, S; Priyana, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaandi DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahankritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektorsumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan SoloHulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsordi daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawananrendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanahlongsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanahlongsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS WirokoTemon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DASAlang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itukelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,Keduang, dan Sub DAS Mungkung.
KETERSEDIAAN AIR UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN JAGUNG PADA SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN KEMUSU KABUPATEN BOYOLALI Hidayah, Nurul; Priyana, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman yang tahan terhadap cekaman air. Di Kecamatan Kemusu tanaman jagung ditanam pada sawah tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan untuk pengairannya. Pada musim kemarau tidak ada suplai air sehingga perlu untuk mengetahui kebutuhan air untuk tanaman jagung dan pola tanam yang baik sehingga kebutuhan air tanaman jagung dapat terpenuhi. Kebutuhan air tanaman jagung dipengaruhi oleh iklim, curah hujan, kadar lengas tanah dan karakteristik tanaman tersebut. Obyek penelitian ini adalah tanaman jagung dengan metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dengan dibantu aplikasi Cropwat 8.0 untuk menentukan laju evapotranspirasi standar, kebutuhan air tanaman dan pengaturan irigasi tanaman. Penganalisisan data didasarkan pada tiap jenis tanah karena tanah mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan tanaman jagung. Ketersediaan air di Kecamatan Kemusu periode tanam Maret – Agustus cukup bahkan surplus. Pada tanah grumusol Bulan Maret – April merupakan bulan yang sedikit rawan karena menurunnya kelembaban tanah hingga posisi mendekati garis kondisi air siap tersedia. Hal serupa juga terjadi pada tanah litosol pada bulan Maret – Mei. Pada tanah regosol ketersediaan air cukup aman, namun perlu diperhatikan pada fase akhir pertumbuhan hampir mendekati garis kondisi air siap tersedia.
Strategi Adaptasi Petani dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di beberapa Wilayah DAS Bengawan Solo Hulu Tengah) Priyana, Yuli; Anna, Alif Noor; Rudiyanto, Rudiyanto; Furoida, Khusna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Fokus bencana yang dikajidalam penelitian ini adalah bencana yang disebabkan karena faktorkondisi hidrometeorologis. Salah satu jenis bencana yang disebabkankarena faktor hidrometeorologis wilayah adalah bencana banjir.Bencana banjir yang terjadi di daerah penelitian berdampak padasektor pertanian sehingga menurunkan produktivitas lahan dan hasilpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji strategiadaptasi yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi bencanabanjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdata sekunder yang didukung dengan wawancara dengan kuosioner.Analisis data menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh petani didaerah penelitian bervariasi seperti: membuat tanggul sungai,mengadakan penghijauan di wilayah hulu dan sempadan sungai,pelebaran dan pengerukan sungai, dan rotasi tanaman pertanian.Strategi yang paling banyak dilakukan masyarakat dalammenghadapi bencana banjir adalah dengan membuat tanggul sungaidan melakukan pelebaran dan pengerukan sungai.