Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSI NU DEMAK Hasanah, Ummul; Kulsum, Ummi; Kusumastuti, Diah Andriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i1.287

Abstract

Abortus dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia ibu, status ekonomi, paritas, usia kehamilan, riwayat abortus, pendidikan, anemia, dan status gizi, dengan anemia sebagai faktor utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian abortus di RSI NU Demak. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel 23 ibu hamil yang mengalami abortus. Variabel independen meliputi riwayat anemia, riwayat abortus, konsumsi makanan ultra processed food (UPF), dan status pekerjaan; sedangkan variabel dependen adalah kejadian abortus. Instrumen yang digunakan berupa checklist, dengan analisis data univariat, bivariat (uji Fisher’s Exact), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat anemia (p=0,036) dan riwayat abortus (p=0,010) memiliki hubungan signifikan dengan kejadian abortus. Sementara konsumsi UPF (p = 0,074) dan status pekerjaan (p=0,090) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Riwayat anemia menjadi faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian abortus dengan nilai odds ratio (OR) sebesar 20,453. Penjagaan kesehatan, terutama deteksi dini anemia selama kehamilan, perlu ditingkatkan guna menekan angka kejadian abortus.
The Effect of Ginger Extract on Reducing Dysmenorrhea Pain in Adolescents Meilani, Sielfi Lutfia; Kusumastuti, Diah Andriani; Kulsum, Ummi
Advances in Healthcare Research Vol. 3 No. 2 (2025): March - August
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ahr.v3i2.594

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the effect of ginger extract consumption on reducing dysmenorrhea pain in adolescent girls. The research is based on the hypothesis that ginger extract, due to its anti-inflammatory properties, significantly decreases menstrual pain intensity and provides a safe non-pharmacological treatment alternative. Research Method: The study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population consisted of 406 female students at SMP Negeri 2 Gebog, with a sample of 70 respondents selected using the Slovin formula. Data were collected through pain scale assessments before and after administration of ginger extract. Analysis was conducted using the Kolmogorov-Smirnov normality test and the Wilcoxon signed-rank test, as the data exhibited a non-normal distribution. Results and Discussion: Findings revealed a significant reduction in dysmenorrhea pain levels after consuming ginger extract, with a p-value of 0.000 (<0.05). Before the intervention, most respondents reported moderate to severe pain, whereas after the intervention, the majority experienced mild pain or no pain. This confirms the hypothesis and aligns with previous studies highlighting the effectiveness of ginger extract in reducing menstrual pain. Implications: The results suggest that ginger extract can be promoted as a low-cost, accessible, and safe alternative to manage dysmenorrhea among adolescents. Future research should consider larger samples, control groups, and long-term effects to strengthen generalizability.
PERILAKU BIDAN DALAM PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI RSUD SUNAN KALIJAGA KABUPATEN DEMAK Khoiriyah, Nana; Astuti, Dwi; Kusumastuti, Diah Andriani; Asiyah, Nor
Midwifery Care Journal Vol. 6 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v6i4.12961

Abstract

The infant mortality rate, or IMR, is the number of infant fatalities during every 1,000 live births.  According to WHO, the IMR in 2023 will be 16.85 (per 1,000 live births). IMR in Indonesia is still considered high and the target of 16/1000 live births can be achieved by 2024. Most infant deaths occur in the neonatal period (0-28 days). Infant deaths that occur during the neonatal period can be prevented by providing exclusive breastfeeding starting with Early Initiation of Breastfeeding (IMD). The success of implementing IMD is influenced by the motivation of health workers such as midwives, nurses, doctors who first assist in the birthing process. Aim of the study was to analyzed the behavior of midwives in implementing Early Breastfeeding Initiation (IMD) at Sunan Kalijaga Hospital, Demak Regency. Method of the research was Qualitative method with a phenomenological approach used in this research.  Data collection methods include in-depth interviews, field observations and documentation using purposive sampling techniques. Interviews were conducted with 10 participants, namely midwives in the jasmine room. Qualitative data analysis techniques were applied using Nvivo software. Test the validity of the data using theoretical triangulation and method triangulation. Result of the research was Midwives' behavior supports the implementation of IMD, but IMD still cannot be implemented optimally. Conclusion was midwives' behavior supports the implementation of IMD, but IMD still cannot be implemented optimally due to situational conditions at work, following along with friends, laziness, patient condition, busy IBS room, influence of anesthesia.
Hubungan Paritas, Riwayat Kehamilan Preeklampsia dan Asupan Kalsium dengan Kejadian Preeklampsia Berat Kusumastuti, Diah Andriani; Rusnoto, R; Alfiah, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia/eklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia. Sampai sekarang penyakit preeklamsia/eklamsia masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat erpecahkan secara tuntas. Preeklampsia merupakan penyakit yang angka kejadiannya di setiap negara berbeda-beda. Tujuan : Mengetahui hubungan paritas, riwayat kehamilan,dan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di UPT Puskesmas Jepang. Metode: Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada bulan Agustus 2017 sebanyak 30 ibu hamil.Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada bulan Agustus 2017 sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian Mayoritas responden memiliki paritas multipara sebanyak 18 orang (60%), dan yang primipara sebanyak 12 orang (40%). Mayoritas responden memiliki riwayat tidak pernah pre eklampsia berat sebanyak 16 orang (53,3%) dan yang pernah pre eklampsia berat sebanyak 14 orang (46,7%). Mayoritas responden memiliki asupan kalsium cukup sebanyak 18 orang (60%) dan yang asupan kalsium tidak cukup sebanyak 12 orang (40%). Mayoritas responden tidak pre eklampsia berat sebanyak 18 orang (60%) dan yang pre eklampsia berat sebanyak 12 orang (40%). Ada hubungan paritas dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,001). Ada hubungan riwayat kehamilan dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,001). Ada hubungan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,009). Berdasarkan analisis regresi faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian pre eklampsia berat adalah asupan kalsium (koefisien = 0,477). Kesimpulan : ada hubungan paritas, riwayat kehamilan dan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di UPT Puskesmas Jepang.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI PENGINGAT MINUM OBAT TERHADAP KETAATAN MINUM OBAT KB ORAL Kusumastuti, Diah Andriani; Khoirunnisa, Fania Nurul; Purwatiningsih, P
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis kontrasepsi yang masih diminati masyarakat adalah Pil KB. Pil KB bertujuan untuk mengatur kehamilan dan persalinan. Kendala yang ditemukan, yaitu akseptor KB tidak patuh minum pil KB. Tindakan untuk meningkatkan ketaatan adalah dengan memberikan aplikasi pengingat minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi pengingat minum obat terhadap ketaatan minum obat KB oral di Puskesmas Bogorejo Kabupaten Blora. Jenis penelitian Quasy Experiment dengan pendekatan Non Equivalent Control Group. Pengumpulan data secara kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB pil di Puskesmas Bogorejo Blora. Teknik sampling dengan Purposive Sampling. Besar Sampel sebanyak 34 responden. Analisis data dengan uji Mann Whitney. Kelompok intervensi tingkat ketaatan paling banyak tinggi 9 (52,9%). Kelompok kontrol ketaatan paling banyak kategori rendah 12 (88,2%). Analisa Mann Whitney mendapatkan nilai p 0,000. Hasil penelitian dapat disimpulkan adanya pengaruh penggunaan aplikasi pengingat minum obat terhadap ketaatan minum obat KB oral di Puskesmas Bogorejo Kabupaten Blora.
Hubungan Jenis Luka dan Jenis Jahitan dengan Kesembuhan Luka Post Episiotomi Pada Ibu Post Partum Kusumastuti, Diah Andriani; Indanah, I; Karyati, Sri; Yuliati, Wina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan observasi dan wawancara di Poli Klinik Obsgyn Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati diperoleh bahwa dari 10 responden post episiotomy, 7 (70,0%) mengalami luka episiotomy dan dilaksanakan jahitan jelujur. Sedangkan 3 (30%) ibu yang mengalami rupture spontan dilaksanakan jenis jahitan terputus. Responden yang dilaksanakan jahitan terputus tersebut dikarenakan adanya luka rupture spontan dengan ketudakteraturan luka sehingga apabila terjadi dampak yng tidak diinginkan seperti adanya perdarahan lanjutan, jahitan dapat dibuka lebih mudah. Luka jahit tersebut mendapatkan perawatan dan pengawasan lebih setiap hari untuk menghindari adanya infeksi pada luka bekas episiotomi. Tujuan : Mengetahui hubungan jenis luka dan jenis jahitan dengan kesembuhan luka post episiotomi pada ibu Post Partum di Poli Klinik Obsgyn Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah metode metode analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 92 responden yang dipilih secara purposive sampling. Untuk menganalisis data menggunakan uji chi square. Hasil : Hasil uji analisis didapatkan nilai ? value 0,000 antara jenis luka dengan kesembuhan luka dan nilai ? value 0,000 antara jenis jahitan dengan kesembuhan luka yang artinya ada hubungan jenis luka dan jenis jahitan dengan kesembuhan luka post episiotomi pada ibu post partum di Poli Klinik Obsgyn Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA TERHADAP DURASI DAN FREKUENSI MENYUSUI LANGSUNG Nurfaidah, Ana Kurnia; Kusumastuti, Diah Andriani; Azizah, Noor
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3016

Abstract

Fenomena klinis menunjukkan bahwa nyeri post operasi sering menghambat keberhasilan menyusui secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat intensitas nyeri yang dialami ibu pasca operasi sectio caesarea dengan durasi dan frekuensi menyusui langsung (direct breastfeeding).Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Korelasional Kuantitatif dengan pendekatan Observasional Analitik serta desain penelitiannya Cross-sectional. Populasi yang di teliti adalah ibu post section caesarea hari pertama. Teknik pengaambilan sempel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sempel 54 responden. Instrument penelitian menggunakan lembar pengumpulan data dan kuesioner untuk menilai durasi dan frekuensi menyusui, serta  Wong Baker FACES Pain Rating Scale untuk mengukur nyeri. Uji analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan nilai p-value 0,05, dan nilai koefisien korelasi (r) berturut-turut sebesar -0,465 untuk durasi dan -0,421 untuk frekuensi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin berat nyeri yang dirasakan, semakin pendek durasi dan semakin jarang frekuensi menyusui, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Dapat disimpulkan bahwa manajemen nyeri pascaoperasi sectio caesarea berperan penting dalam mendukung praktik menyusui langsung yang optimal. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan edukasi dan dukungan yang tepat untuk mempercepat proses pemulihan dan keberhasilan laktasi. ABSTRACTThe clinical phenomenon shows that postoperative pain often hinders the success of direct breastfeeding. This study aims to analyze the relationship between the level of pain intensity experienced by mothers after undergoing a caesarean section and the duration and frequency of direct breastfeeding.This research is a quantitative correlational study using an analytical observational approach with a cross-sectional design. The study population consisted of mothers on the first day after caesarean section. The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 54 respondents. Data collection instruments included a data collection sheet and a questionnaire to assess breastfeeding duration and frequency, as well as the Wong-Baker FACES Pain Rating Scale to measure pain intensity. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test.The results showed a significant relationship with a p-value 0.05 and correlation coefficients (r) of -0.465 for breastfeeding duration and -0.421 for breastfeeding frequency. These results indicate that the higher the pain intensity experienced by the mother, the shorter the duration and the less frequent the direct breastfeeding sessions, with a moderate negative correlation. It can be concluded that postoperative pain management following a cesarean section plays a crucial role in supporting optimal direct breastfeeding practices. Health workers are expected to provide appropriate education and support to accelerate recovery and improve lactation outcomes
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kecemasan Pada Menopause di Wilayah Kerja Praktik Mandiri Dokter Novia, Siska; Kusumastuti, Diah Andriani; Azizah, Noor
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3012

Abstract

Menopause merupakan salah satu fase dari kehidupan normal seorang wanita. Pada masa menopause kapasitas reproduksi wanita berhenti. Ovarium tidak lagi berfungsi, sejumlah perubahan fisiologik terjadi. Yang disebabkan juga oleh proses penuaan. Menopause adalah jika wanita tidak lagi menstruasi selama satu tahun dan umumnya terjadi pada usia 50-an tahun. Lebih kurang 70% wanita peri pascamenopouse mengalami keluhan vasomotorik, depresi, keluhan psikis, dan somatik lainnya.Perubahan-perubahan yang terjadi saat menjelang masa menopause ini sangat berpengaruh terhadap kondisi psikis yang dialami oleh seorang wanita dalam fungsinya sebagai seorang istri. Yang dapat menimbulkan kecemasan dalam pengaruh suami istri, kecemasan ini timbul karena perubahan fisik yang dialaminya. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesemasan pada menopause diwilayah kerja praktik mandiri dokter. Desain penelitian ini adalah Quasy-eksperiment(eksperimen semu) dalam satu kelompok perlakuan (One Group Pre-Posttest design). Populasi dalam penelitian ini adalah menopause yang berkunjung ke tempat praktik mandiri dokter pada bulan mei-juni dengan rata-rata kunjungan setiap bulan 40 orang. Sampel penelitian ini seanyak 37 responden menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan kesehatan dan variabel dependennya adalah pengetahuan dan kecemasan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon dengan signifikan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan pada menopause sebelum diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 9,24 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 11,16 , sedangkan pada tingkat kecemasan sebelum diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 32,40 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai mean 18,86. Hal ini menunjukkan ada pengaruh dibuktikan dengan hasil uji statistik wilcoxon dimana p=0,000. Kesimpulan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kecemasan pada menopause diwilayah kerja praktik mandiri dokter. AbstractMenopause is a phase of a woman's normal life. During menopause, a woman's reproductive capacity ceases. The ovaries no longer function, and a number of physiological changes occur, also caused by the aging process. Menopause occurs when a woman no longer menstruates for one year and generally occurs in her 50s. Approximately 70% of peri-postmenopausal women experience vasomotor complaints, depression, psychological complaints, and other somatic symptoms. These changes that occur as menopause approaches significantly affect a woman's psychological condition in her role as a wife. This can cause anxiety in the marital relationship, which arises from the physical changes they experience. The purpose of this study was to explain the effect of health education on knowledge and anxiety about menopause in the work area of a doctor's private practice. The design of this study was a quasi-experimental study with one treatment group (One Group Pre-Post test design). The population in this study were menopausal women who visited a doctor's private practice in May-June, with an average of 40 visits per month. This study sampled 37 respondents using a purposive sampling technique. The independent variable in this study was health education, and the dependent variables were knowledge and anxiety. Data collection was conducted using a questionnaire. Statistical testing used the Wilcoxon test with a significance level of α 0.05.The results showed that knowledge of menopause before health education had a mean score of 9.24 and after health education a mean score of 11.16. Meanwhile, anxiety levels before health education had a mean score of 32.40 and after health education a mean score of 18.86. This indicates an effect, as evidenced by the Wilcoxon statistical test, with p=0.000. Conclusion: Health education has an effect on knowledge and anxiety about menopause in the work area of independent physician practice.