Yuliastri Ambar Pambudhi, Yuliastri Ambar
fakultas .....

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MENINGKATKAN ASERTIVITAS DENGAN METODE KETERAMPILAN SOSIAL PADA KORBAN BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Herik, Eva; Sah, Maolana mohammad; Pambudhi, Yuliastri Ambar; Yunita, Astri; Hidayah, Nurul; La Dae, Raditman Ansyar
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bening.v8i1.46224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan asertivitas siswa korban bullying melalui pelatihan keterampilan sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 orang siswa korban bullying di SMP 20 Kendari yang dibagi menjadi 19 siswa untuk kelompok eksperimen dan 16 siswa kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala asertivitas. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Penelitian ini menggunakan analisis non paramtetrik berupa analisis wilcoxon dikarenakan data yang diperoleh tidak normal, dimana ingin melihat apakah terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen, terdapat peningkatan asertivitas sesudah diberikan pelatihan keterampilan sosial (Asymp.sig 2-tailed = 0,716 > 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan pelatihan keterampilan sosial, tidak terjadi peningkatan asertifitas (Asymp.sig 2-tailed = 0,036 < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah pelatihan keterampilan sosial dapat meningkatkan asertivitas pada siswa korban bullying.
Hakikat Ilmu Psikolgi Positif: Tinjauan Filsafat Psikologi Pendidikan Pambudhi, Yuliastri Ambar
Sultan Idris Journal of Psychology and Education Vol 4 No 2 (2025): Sultan Idris Journal of Psychology and Education
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sijope.v4i2.10339

Abstract

This article discusses the nature of the philosophy of positive psychology in the context of education in Indonesia as an approach that aims to improve individual welfare and happiness holistically. The background of this study is the shift in the focus of psychology from curing mental illness to strengthening human potential, which is influenced by the humanistic approach and Aristotle's principle of eudaimonia. The main purpose of this paper is to describe the history of the birth of positive psychology, the philosophical dimensions that underlie it (ontology, epistemology, and axiology), and the direction of its development in Indonesia. The results of the study show that positive psychology has a major contribution to education, especially in building character, improving emotional well-being, and creating a supportive and meaningful learning environment. The concept of eudaimonia, Maslow's theory of needs, and the PERMA model are the main foundations in designing a learning approach that humanizes students. In Indonesia, the integration of local values, technology, and policies based on positive psychology is the strategic direction of its development. Thus, the philosophy of positive psychology provides a strong conceptual framework for adaptive, ethical, and sustainable education.
Strategi Pencegahan Dan Penanganan Pelecehan Dan Kekerasan Seksual Melalui Psikoedukasi Dukungan Sebaya Marhan , Citra; Yunita, Astri; Qalbi, Laode Surazal; Suarni , Waode; Pambudhi, Yuliastri Ambar
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi November 2022
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v4i1.78

Abstract

Kasus kekerasan dan pelecehan seksual saat ini banyak terjadi dalam lingkup kampus, setidaknya dalam rentang waktu antara tahun 2019 sampai 2022, beberapa kampus besar menjadi lokasi terjadinya kasus tersebut, mulai dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Bentuk kekerasan ataupun pelecehan seksual yang terjadi antara lain dalam bentuk fisik maupun verbal, dengan dilatarbelakangi unsur dominasi dan manipulasi oleh pelaku. Dukungan sebaya menjadi faktor determinan untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual. Melalui kegiatan tim pengabdian menyelenggarakan Program psikoedukasi “Dukungan Sebaya” yang bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya sebuah kelompok atau wadah yang dapat menjadi support system dalam membantu mencegah dan menangani kekerasan dan pelecehan seksual, sehingga untuk membentuk sistem tersebut perlunya literasi terkait kekerasan dan pelecehan seksual, serta dukungan sosial. Metode dalam kegiatan ini terdiri dari pemberian materi, focus group discussion dan role play. Hasil pre-test dan post-test melalui uji wilcoxon signed ranks menunjukkan nilai yang signifikan yakni 0,001 (p<0,05), hasil tersebut menunjukan bahwa adanya perbedaan tingkat pengetahuan tentang kekerasan dan pelecehan seksual, serta dukungan sosial sebelum dan sesudah program psikoedukasi, dengan demikian peserta memiliki pemahaman terkait kekerasan dan pelecehan seksual serta dukungan sosial, sehingga mampu untuk menjadi peer support dalam membantu teman sebaya untuk mencegah dan menangani kekerasan dan pelecehan seksual.