Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Stimulus Facebook Live Marketing Berdasarkan Perspektif Kerangka Kerja Stimulus-Organism-Response (S-O-R) Kurniadi, Wisnu; Dirgahayu, Teduh
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 3 No. 1 (2019): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-III Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v3i1.503

Abstract

Social commerce (s-commerce) adalah salah satu bentuk evolusi dari e-commerce dengan memanfaatkan data dan interaksi jejaring media sosial. Facebook live merupakan salah satu trend marketing dari s- commerce saat ini. Konten berbagi video siaran langsung tersebut dapat menghubungkan banyak audiens secara real- time. Namun, karena seller online shop terkadang tidak memiliki toko fisik, dengan demikian resiko dan keraguan pelanggan kian membesar. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan teknik stimulus yang tepat guna meningkatkan kepercayaan pelanggan sehingga dapat berdampak pada niat pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor stimulus dari facebook live marketing yang dapat mempengaruhi niat pembelian oleh konsumen (purchase intention). Model yang dikembangkan diadopsi dari kerangka kerja Stimulus-Organism-Response (SOR framework), karena SOR framework dapat digunakan untuk melakukan prediksi terhadap perilaku individu dalam menggunakan e- commerce. Model penelitian diuji secara empiris dengan data survei 100 pengguna facebook live marketing. Teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan tools SmartPLS 3.0 digunakan untuk membantu proses analisis. Hasilnya menunjukkkan bahwa promotion dan support for recommendation berdampak positif terhadap perceived utilitarian value, selain itu similarity, expertise, promotion, entertainment dan support for social interaction secara positif mempengaruhi perceived hedonic value. Akhirnya dengan dimediasi oleh trust, perceived utilitarian value dan perceived hedonic value terbukti berpengaruh positif terhadap purchase intention.
Aplikasi Terdesentralisasi untuk Sertifikasi Kompetensi Berbasis Blockchain, Smart Contract, dan IPFS Abrar, Muhammad Risto; Dirgahayu, Teduh
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 17, No 1 (2026): Technologia (Januari)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v17i1.20851

Abstract

Pengelolaan sertifikat kompetensi yang masih dilakukan secara manual di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berdampak pada keterlambatan, kesulitan verifikasi, dan risiko pemalsuan. Penelitian ini mengembangkan aplikasi terdesentralisasi berbasis blockchain dan IPFS (InterPlanetary File System) untuk sertifikasi kompetensi.  Aplikasi ini memadukan smart contract modular di jaringan blockchain Ethereum dan IPFS sebagai penyimpanan off-chain dengan enkripsi di sisi klien. Proses pengembangan menerapkan model linear, yang mencakup analisis kebutuhan, perancang, dan implementasi proses berbasis peran, serta pengujian dengan metode black-box testing. Fungsionalitas yang tersedia adalah verifikasi LSP oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), input nilai dan penetapan status kelulusan oleh LSP, penerbitan sertifikat bagi peserta yang lulus, serta verifikasi publik berbasis Content Identifier (CID) tanpa otoritas pusat. Hasil pengujian pada skenario inti menunjukkan fungsionalitas berjalan sesuai spesifikasi sehingga alur digital mempercepat proses penerbitan sertifikat, memudahkan verifikasi dengan menggunakan CID, dan menurunkan peluang pemalsuan sertifikat melalui jejak digital yang konsisten antara dokumen dan identitasnya di aplikasi.
PERANCANGAN PROSES BISNIS PERALIHAN HAK ATAS TANAH DI INDONESIA BERBASIS BLOCKCHAIN Mandia, Bardan; Dirgahayu, Teduh
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v10i4.6739

Abstract

Pendaftaran tanah sangat penting untuk memberikan kepastian kepemilikan hak atas tanah kepada masyarakat. Setiap transaksi peralihan hak atas tanah harus dicatat secara valid untuk mencegah terjadinya masalah pertanahan ke depannya.  Sistem pendaftaran tanah di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa sengketa tanah akibat kelemahan keamanan data yang memungkinkan manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mengusulkan penggunaan teknologi blockchain, khususnya jaringan hybrid blockchain dan smart contract dalam verifikasi data transaksi, untuk meningkatkan keamanan dan transparansi data dalam proses peralihan hak atas tanah. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi, dan wawancara dengan pihak-pihak terkait, serta perancangan proses bisnis baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain berpotensi mengurangi risiko manipulasi data dan meningkatkan efisiensi proses peralihan hak atas tanah. Usulan pemanfaatan teknologi blockchain ini dapat menjadi alternatif solusi transformasi digital dalam sistem pertanahan di Indonesia. Penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem pertanahan yang lebih aman dan efisien.
Kerangka Konseptual Transformasi Digital untuk Efisiensi Operasional FMCG: Studi Literatur Sistematis Wardani, Puja; Dirgahayu, Teduh
Jurnal Samudra Ekonomi dan Bisnis Vol 17 No 2 (2026): JSEB
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jseb.v17i2.13923

Abstract

This study aims to identify challenges, mitigate strategies, and develop an operational efficiency framework for fast-moving consumer goods (FMCG) industry. Using a systematic literature review (SLR) with PRISMA rules, 14 articles (2023-2025) were obtained, which were then analyzed using the Hexagon socio-technical system (STS) model. The analysis revealed social challenges such as competency gaps and cultural resistance, as well as technical challenges such as infrastructure limitations and data security issues. Mitigation strategies include digital competency training, the implementation of an enterprise architecture framework, and the adoption of hybrid infrastructure. This study proposes a joint optimization-based framework that aligns organizational readiness, technical execution, and balances the two toward operational efficiency. It is recommended that inclusive change management, investment in flexible infrastructure, and alignment of technology roadmaps with strategic company performance indicators be implemented.