Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Kinetika Reaksi Degradasi Gliserol Dari Limbah Biodiesel Dengan Metode Sonikasi Isran Asnawi; Kalla, Ruslan
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3306

Abstract

Gliserol yang berasal dari limbah industri biodiesel dapat dikonversi menjadi bahan kimia bernilai tambah, seperti metanol, alil alkohol, dan akrolein. Proses degradasi pada konversi gliserol dapat dilangsungkan pada berbagai metode, antara lain steam reforming (pembentukan uap), pirolisis (pembakaran), hidrotermal, dan hidrogenasi katalitik, dan sonikasi. Metode sonikasi dipilih pada penelitian ini untuk mempercepat reaksi dengan energi yang lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika reaksi agar diketahui sejauh mana gliserol dapat didegradasi menggunakan metode tersebut. Proses degradasi gliserol menggunakan metode sonikasi dilakukan pada kondisi perbandingan massa gliserol-air 1:8, katalis H2SO4 1%, waktu sonikasi , 20 - 40 menit, dan temperatur 30 - 60 oC. Kinetika reaksi pada penelitian ini diperoleh k=5,306x107 exp (58,2404/RT) dimana reaksi merupakan reaksi orde pertama, dengan energi aktivasi 58,2404 Jmol-1 menit-1 dan faktor frekuensi 5,306 x 107 menit-1. Nilai energi aktivasi sebesar 58,2404 Jmol-1menit-1 menunjukkan bahwa terdapat energi minimum sejumlah tersebut agar reaksi dapat berlangsung. Nilai faktor frekuensi sebesar 5,306 x 107 menit-1 menyatakan jumlah tumbukan yang terjadi selama tiap menit.
ZEOLIT DAN SILIKA SEKAM PADI SEBAGAI ADSORBEN UNTUK ION LOGAM PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI SMELTER NIKEL Abidin, Zainal; Kalla, Ruslan; Yani, Syamsuddin
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 15 No. 02 (2020): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v15i02.27

Abstract

Adsorben merupakan zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari suatu fase fluida. Kebanyakan adsorben yang digunakan dalam proses adsorpsi adalah alumina, karbon aktif, silika gel, dan zeolit. Tujuan penelitian ini mengetahui kondisi optimum (pH dan Waktu kontak) adsorben silika sekam padi dan zeolit untuk mengadsorpsi limbah cair dalam penyerapan logam berat pada industri smelter nikel. Penelitian dilakukan dengan metode adsorpsi (batch), penelitian ini diawali dengan preparasi dan aktivasi zeolit menggunakan larutan HCL 0.15 N dengan rasio 1 g zeolit / 10 ml larutan HCl selama 3 jam sambil diaduk, zeolit dikeringkan di dalam oven pada suhu 105oC selama 3 jam, analisa sampel dengan FAAS. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa waktu kontak optimum yang dibutuhkan kedua adsorben yaitu 30 dan 60 menit pada pH asam (5), dimana pada adsorben silika sekam padi dapat menyerap timbal (Pb) sebesar 85,4 %, dan krom heksavalen (Cr) sebesar 82,6 % dan adsorben Zeolit dapat menyerap timbal (Pb) sebesar 49.6 % - 85,4 %, dan Krom heksavalen (Cr) sebesar 73.9 % - 82,6 % yang terkandung dalam limbah cair smelter nikel.
PEMANFAATAN BIJI AREN (Arenga Pinata Meer) SEBAGAI BIOKUAGULAN DALAM MENURUNKAN PARAMETER LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT Rahmat, Awaliah; Suryanto, A.; Nurjannah, Nurjannah; Kalla, Ruslan
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 16 No. 02 (2021): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v16i02.46

Abstract

Salah satu penyebab penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh proses kegiatan rumah sakit yang menghasilkan limbah yang dibuang tanpa pengolahan yang benar salah satunya adalah limbah cair. Limbah cair rumah sakit adalah semua limbah cair yang berasal dari proses satuan kerja seluruh lingkungan rumah sakit yang mengandung bahan kimia berbahaya sehigga perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang kebadang lingkungan.salah satu pengolahan limbah rumah sakit yaitu dengan memanfatkan koagulan dari bahan alam yang bertujuan untuk menurunkan parameter kimia pada limbah cair rumah sakit. Pada penelitian ini mengunakan metode koagulasi-Flokulasi dengan memanfaatkan biji aren sebagai Biokoagulan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh massa koagulan Biji Aren dalam menurunkan parameter TSS dan Pb air limbah rumah sakit dengan penambahan variasi massa koagulan yakni 03%,0.4%,0.5%,0.6% dan 0.7%. Dari Filtrat hasil koagulasi-Flokulasi yang kemudian dianalisis berdasarkan Peraturan Mentri Lingkungan hidup dan Kehutanan RI Nomor P.68 Tahun 2016 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, diketahui bahwa kemampuan Biji Aren cukup baik sebagai Biokuagulan untuk menurunkan konsentrasi TSS pada penambahan konsentrasi koagulan optimun 0.3 % dan menurunkan konsentrasi Pb pada penambahan konsentrasi koagulan optimun 0.6%
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN CARA AEROB Tanti, Nidya; Nurjannah, Nurjannah; Kalla, Ruslan
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 14 No. 02 (2019): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, limbah agroindustri, kotoran hewan, dan kotoran manusia yang memiliki kandungan lebih dari satu unsur hara. Tujuan dari penelitian yaitu bagaimana pengaruh komposisi dari campuran limbah organik (air ikan, air kelapa, kulit pisang) terhadap pembuatan pupuk cair yang sesuai SNI. Metode yang digunakan adalah experimen, dimana limbah ikan dan kulit pisang dipreparasi dengan cara ditimbang, ditambahkan air kemudian dihancurkan. Perbandingan sampel dengan air yaitu 1 : 5. Selanjutnya divariasikan penambahan limbah ikan, kulit pisang, dan air kelapa dicampurkan dengan komposisi yang sama dan ditambahkan activator (EM-4) dengan volume 100 ml, lalu didiamkan selama 2 minggu dengan cara aerob dan setiap hari dilakukan pengukuran pH dan temperatur. Setelah itu dilakukan pengujian C, N, P, dan K. Hasil dari penelitian yaitu Nilai kandungan C-Organik pada sampel A yaitu 5.04, pada sampel B yaitu 2.31, pada sampel C yaitu 2.31, pada sampel D yaitu 2.32 dan pada sampel E yaitu 2.40, dan nilai kandungan nitrogen pada sampel A yaitu 3.00, pada sampel B yaitu 2.422, pada sampel C yaitu 2.27, pada sampel D yaitu dan pada sampel E 2.66, serta nilai kandungan phosor pada sampel A yaitu 4.54 ,pada sampel B yaitu 2.49, pada sampel C yaitu 2.63, pada sampel D yaitu 2.39 dan pada sampel E yaitu 2.80. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pada B, C, D dan E belum memenuhi standar, sedangkan perlakuan A dengan komposisi limbah ikan, kulit pisang, air kelapa dan EM-4 merupakan hasil terbaik karena diperoleh C-Organik yaitu 5,04 ; Nitrogen 2,95 ; Phospor 4,54 dan Kalium yaitu 5,04 ini sudah memenuhi standar Pertanian Nomor 70 Permenten SR.140/10/2011