Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA

Peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir pada siswa sma di Kota Denpasar Pradnyawati, Ni Kadek Sri Wahyuni; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.994 KB)

Abstract

Keberhasilan yang diraih seseorang dalam kehidupan di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertimbangkan pilihan karir yang sesuai. Hal ini sangat berkaitan dengan kematangan pemilihan karir. Kematangan pemilihan karir dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang sangat berperan yaitu pandangan tentang diri, sedangkan faktor eksternal adalah stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitaif. Subjek dalam penelitian ini adalah 98 orang siswa SMA di Kota Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan pemilihan karir, skala konsep diri, dan skala persepsi anak mengenai harapan orangtua. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,549, nilai koefisien determinasi sebesar 0,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel konsep diri sebesar 0,271 dan variabel persepsi anak mengenai harapan orangtua sebesar 0,357. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf kematangan pemilihan karir pada siswa SMA di Kota Denpasar. Kata kunci: kematangan pemilihan karir, konsep diri, persepsi anak mengenai harapan orangtua, siswa SMA
PERAN SELF REGULATED LEARNING DAN KONSEP DIRI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA REMAJA AKHIR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA YANG PERNAH MENJADI FINALIS BALI PAGEANTS Liana Puspita, Syntia Agung; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.802 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p01

Abstract

Pencapaian prestasi akademik yang tinggi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi remaja yang pernah mengikuti ajang Bali Pageants. Keberhasilan mencapai prestasi yang tinggi berkaitan dengan self regulated learning dan juga konsep diri. Self regulated learning adalah kemampuan individu untuk mengatur disiplin diri dalam belajar, sedangkan konsep diri merupakan kemampuan seorang menilai kekuatan dan kelemahan dalam diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self regulated learning dan konsep diri terhadap prestasi akademik pada mahasiswa remaja akhir. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa remaja akhir FK UNUD yang pernah menjadi finalis ajang Bali Pageants. Hasil uji regresi berganda adalah R=0,385 dan koefisien determinasi sebesar 0,148. Hal ini menunjukkan variabel self regulated dan konsep diri secara bersama-sama berperan sebesar 14,8% terhadap prestasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi self regulated learning sebesar 0,405 dan signifikansi 0,012 (p<0,05) menunjukkan self regulated learning berperan secara signifikan terhadap prestasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi konsep diri sebesar -0,034 dan signifikansi 0,827 (p>0,05) menunjukkan konsep diri tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kata kunci: prestasi akademik, self regulated learning, konsep diri, remaja akhir, finalis Bali Pageants
PERBEDAAN TARAF EFIKASI DIRI DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN DALAM LATIHAN YOGA PADA REMAJA AKHIR MAHASISWA INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR Witami, Ni Made; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.877 KB)

Abstract

Efikasi diri merupakan kemampuan yang penting dimiliki remaja akhir sebagai penunjang keberhasilan dalam pemenuhan tugas perkembangan dan kesiapan menghadapi masa dewasa. Taraf efikasi diri dapat ditingkatkan maupun diturunkan, salah satu aspek yang memengaruhi efikasi diri adalah kondisi fisiologis dan suasana hati. Yoga merupakan salah satu aktivitas yang memiliki kaitan dengan kondisi fisiologis dan suasana hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan taraf efikasi diri antara remaja akhir yang mengikuti latihan yoga dengan yang tidak mengikuti latihan yoga. Subjek penelitian adalah remaja akhir berusia 18-22 tahun yang merupakan mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar. Metode pengambilan data menggunakan skala efikasi diri dengan koefisien Cronbach’s Alpha (? = 0,911). Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan koefisien T-test 4,454 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian dapat disebutkan bahwa terdapat perbedaan taraf efikasi diri yang signifikan antara remaja akhir mahasiswa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar yang mengikuti latihan yoga dibandingkan dengan yang tidak mengikuti latihan yoga. Kata kunci : Efikasi diri, remaja akhir, yoga
PENGARUH MENDONGENG SAMBIL BERMAIN TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA 8-11 TAHUN DI SD NEGERI 8 DAUH PURI DENPASAR Dewi, Ni Luh Mirah Laksmi; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.418 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p13

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang penting sebagai penunjang kesuksesan anak di masa depan. Perkembangan taraf kecerdasan emosional seorang anak sangat ditentukan oleh stimulus lingkungan yang diperoleh sejak usia dini. Mendongeng sambil bermain merupakan salah satu stimulus yang berperan dalam perkembangan diri seorang anak. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain static group comparison. Tujuan dari penelitian ini adalah memgetahui pengaruh mendongeng sambil bermain terhadap kecerdasan emosional anak. Subjek penelitian adalah anak usia 8-11 tahun yang saat ini sedang duduk di kelas 3, 4 dan 5 di SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar (N=82). Metoda pengambilan data menggunakan skala Kecerdasan Emosional dengan koefisien Cronbach's Alpha (?=0.918). Analisis statistik yang digunakan adalah Independent Sample T-test. Diperoleh koefisien T-test untuk kecerdasan emosional total adalah (t=2.252 ; p<0,05) dan Levene F-test = 1.012 dengan probabilitas 0.317 (P>0.05), maka kedua sampel dapat dikatakan homogen dan Ha diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mendongeng sambil bermain berpengaruh terhadap taraf kecerdasan emosional anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 8 Dauh Puri Denpasar.   Kata Kunci: Dongeng, bermain, anak usia sekolah dasar, kecerdasan emosional.
Peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional remaja madya di SMA Negeri 1 Tabanan Putri, Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.959 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p06

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional dapat berkembang karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah pola asuh. Disamping pengaruh lingkungan, kecerdasan emosional juga dipengaruhi oleh cara individu memandang penyebab kejadian dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional pada remaja madya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja madya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tabanan berjumlah 107 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,617 (p<0,05), dengan demikian koefisien determinasi adalah 0,381 yang berarti pola asuh otoritatif dan internal locus of control secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 38,1% terhadap kecerdasan emosional. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh otoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,167 (p<0,05), sehingga pola asuh otoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Koefisien beta terstandarisasi dari internal locus of control menunjukkan nilai sebesar 0,537 (p<0,05), sehingga internal locus of control berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Kata kunci: Kecerdasan emosional, pola asuh otoritatif, internal locus of control, remaja madya.
Peran dukungan sosial dan efikasi diri terhadap resiliensi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Bali Pradnyaswari, Luh Bella; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.476 KB)

Abstract

Resiliensi adalah kemampuan seseorang untuk bangkit, bertahan serta tidak menyerah pada keadaan sulit yang dialami dalam hidupnya. Resiliensi menjadikan individu untuk berusaha beradaptasi dan mempelajari keadaan dengan tujuan menjadi pribadi yang lebih baik. Resiliensi dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal pada masing-masing individu. Faktor eksternal yang memengaruhi resiliensi adalah respon orang-orang dimana individu tinggal dan faktor internal yang memengaruhi adalah keyakinan untuk mampu mengatasi permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial dan efikasi diri terhadap resiliensi pasien gagal ginjal kronik. Subjek dalam penelitian ini adalah 72 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Bali. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial, skala efikasi diri dan skala resiliensi. Teknik analisis pada penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi sebesar 0,721, nilai koefisien determinasi sebesar 0,519 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial sebesar 0,268 dan efikasi diri sebesar 0,517. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial dan efikasi diri secara bersama-sama berperan terhadap resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Bali.
Peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Rumintang, Aldilla; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p08

Abstract

Pada setiap peningkatan jenjang pendidikan akan ada perubahan lingkungan, sehingga dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri terhadap perubahan yang terjadi. Adanya tuntutan untuk lebih mandiri, tuntutan dari orangtua, serta perubahan lingkungan dapat menimbulkan kecemasan, terlebih pada dokter muda yang harus menerapkan langsung kepada pasien ilmu yang telah didapatkan selama pre klinik. Banyak faktor yang dapat berperan dalam menurunkan taraf kecemasan dokter muda diantaranya adalah kemampuan mengendalikan emosi dan kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi situasi yang dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek penelitian ini berjumlah 71 mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sedang menjalankan tahap profesi pada tahun 2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil uji regresi ganda menunjukkan nilai koefisien regresi 0,743 dengan nilai koefisien determinasi 0,533 dan signifikansi 0,000 dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional -0,389 dan kecerdasan adversitas -0,407. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas bersama-sama berperan menurunkan taraf kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
HUBUNGAN POLA ASUH AUTORITATIF DENGAN TARAF KECEMASAN PADA SISWA AKSELERASI SMA NEGERI 1 DENPASAR Sari, Amanda; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.31 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p10

Abstract

Anxiety is a state of excessive tension is not in place, which is marked by feelings of worry, uncertain or afraid. Anxiety is able to influence health and emotional development, so it plays an important role in someone's life, even more in acceleration class which is always required high achievement. Parenting style adopted by parents determine the ability of adolescents to adapt to a variety of problems. Application of the authoritative parenting style characterized by warmth of parent-child relationship will greatly affect the ability of adolescents to overcome emotional problems.   This study aims to determine the relationship between authoritative parenting style with acceleration students’ anxiety level. Subjects in this study were all acceleration students of SMAN 1 Denpasar. The instrument used in this study is the authoritative parenting scale and the scale of anxiety. The research data were analyzed by using product moment. The correlation coefficient between authoritative parenting style with the anxiety level is -0.268 (p = 0.035), thus can be mentioned that there was a negative relationship between authoritative parenting style with anxiety level.   Keywords: authoritative parenting style, anxiety, acceleration students
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP DISIPLIN DIRI SISWA KELAS XI IPA SMA SANTO YOSEPH DENPASAR Aitama, Yolanda Budi; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.583 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p15

Abstract

Self discipline is important for students. Students who have high self discipline will take action based on social norms or rules that have been created. Self discipline is influenced by external factors and internal factors. Authoritative parenting style is one of external factors that influence to change of behavior, while one of internal factors can be drive human behavior is emotional intelligence. This study aims to determine whether there is the role of authoritative parenting style and emotional intelligence to self discipline students. Subjects in this study were student of senior high school grade XI science at Santo Yoseph Denpasar. Instruments in this study is authoritative parenting scale, emotional intelligence scale, and self discipline scale. The results of this study showed a regression coefficient (R) of 0.507 (F=29.538,P<0.05), this means that authoritative parenting style and emotional intelligence contribute to self discipline. The coefficient of determination (R2) of 0.325, which means that the authoritative parenting style and emotional intelligence have effective contribution of 32.5% to self discipline. Emotional intelligence have standardized beta coefficient of 0.508 (P<0.05) and authoritative parenting style have standardized beta coefficient of 0.196 (P<0.05). Emotional intelligence have more contribute than authoritative parenting style to self discipline.Keywords : Authoritative Parenting Style, Emotional Intelligence, Self Discipline
Hubungan antara Self Regulated Learning dan Kelekatan Remaja Awal terhadap Ibu dengan Prestasi Belajar Siswa SMP N 6 Denpasar Putri, Putu Riana Artyanti; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.462 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p06

Abstract

One of the main aims the achievement of adolescents is the achievement of learning. The teens looked at the successes and failures in achieving the feat would be a prediction for the success and failure when adult. Accomplishment of learning is influenced by many factors that originate from internal factors or external factors of students. One of the internal factors that may affect the achievement of student learning is the ability of the students in applying self regulated learning and from external factors, adolescents against parental attachment to mother can be one of the factors that affect the achievement of student learning. The purpose of this research is to know the relationship of the self regulated learning and adolescents attachment against the mother with the learning achievements of the adolescents in school. The subject in this study is students of class VIII SMP N 6 Denpasar chosen with stratified random sampling as many as 150 students. Instrument in this study is self regulated learning scales, attachment scale and scale data student report cards. Student report cards data on the research data is unnormal distribution, then the analysis of the data used in this research is the analysis of correlation Spearman's. From the results of the analysis of correlation Spearman's correlation coefficient shows the value of self-regulated learning with the learning achievements of 0,320 (p=0.000) and the correlation coefficient adolescents attachment against the mother with the learning achievements of 0,196 (p=0,016). From the results of the analysis performed looks that the correlation coefficients of Self-regulated learning with greater achievements as compared with correlation coefficient of adolescents attachment against the mother.Keywords: Achievements, self regulated learning, early adolescents attachment with mother , early adolescents
Co-Authors A.A. Ayu Trisna Dewi Adijanti Marheni Aitama, Yolanda Budi Aldilla Rumintang Amanda Sari Anak Agung Made Teguh Ananta Sukarena Putra Ayu Ratna Tri Utari Dara Dagita Ginting Dewi, A.A. Ayu Trisna Dewi, Ni Luh Mirah Laksmi Dharma Putri, Kadek Ayu Ratih Fardana, Nur Ainy Ginting, Dara Dagita I Dewa Gede Udayana Putra I Gusti Ayu Putu Tias Sastia Ida Ayu Gede Hutri Dhara Sasmita Ida Bagus Indra Narotama Kadek Ayu Ratih Dharma Putri Kadek Indah Pratiwi Kurniawan, I Gde Yudhi L.M.K.S. Suarya Larashati, Made Ayu Praditya Lely Setiawati Liana Puspita, Syntia Agung Luh Bella Pradnyaswari Luh Kadek Pande Ary Susilawati Luh Nya Suardiantari Luh Nyoman Alit Aryani M.D. Lestari Made Ayu Praditya Larashati Mahesti, Ni Putu Ridha Eka N.K. Ekawati Narotama, Ida Bagus Indra Natassa R. Tejena Ni Kadek Sri Wahyuni Pradnyawati Ni Kadek Wulandari Ni Luh Kade Nadia Rastafary Ni Luh Mirah Laksmi Dewi Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha Putri Ni Made Witami Ni Putu Ridha Eka Mahesti Pradnyaswari, Luh Bella Pradnyawati, Ni Kadek Sri Wahyuni Pratiwi, Kadek Indah Purwarini, Putu Deasytha Putra, Anak Agung Made Teguh Ananta Sukarena Putra, I Dewa Gede Udayana Putri, Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha Putri, Putu Novia Arya Putri, Putu Riana Artyanti Putu Deasytha Purwarini Putu Novia Arya Putri Putu Nugrahaeni Widiasavitri Rastafary, Ni Luh Kade Nadia Rumintang, Aldilla Sang Ayu Ketut Tri Semaraputri Sari, Amanda Sasmita, Ida Ayu Gede Hutri Dhara Syntia Agung Liana Puspita Tias Sastia, I Gusti Ayu Putu Tri Semaraputri, Sang Ayu Ketut Vita Sunarto Witami, Ni Made Wulandari, Ni Kadek Yolanda Budi Aitama