Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PELATIHAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) DENGAN PENERAPAN SANITASI, BENIH, PAKAN, DAN OBAT IKAN Mahary, Azizah; Manurung, Azwar Anas; Satria, Indra; Aulia, Mutia; Iskandar, Dadang
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3915

Abstract

Penerapan Cara Budidaya yang Baik (CBIB) merupakan penerapan proses pemeliharaan ikan melalui pemeliharaan kualitas ikan untuk menghasilkan hasil panen yang layak dikonsumsi oleh manusia. Total produksi ikan yang dihasilkan dari budidaya ikan di Kabupaten Batu Bara adalah 304,4 ton, termasuk budidaya ikan lele. Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan produksi dan mutu ikan yang dibudidayakan oleh para petani lele di Desa Mesjid Lama belum memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan karena kurangnya pemahaman mereka terhadap konsep penerapan CBIB. Diantaranya penerapan kebersihan, bibit, pakan, dan obat ikan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kapasitas kelompok budidaya ikan lele dalam melaksanakan CBIB, meliputi pengendalian kualitas air, pengelolaan wadah, dan tahapan pendukung pelaksanaan budidaya ikan lele. Sebanyak 20 orang anggota organisasi budidaya ikan lele “Maju Sejahtera” turut ambil bagian dalam kegiatan pengabdian ini. Metode yang di gunakan dalam kegiatan ini adalah menggunakan teknik ceramah, tanya jawab, diskusi, dan evaluasi akhir. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai pretest peserta mengenai cara budidaya ikan yang baik 0% menjawab paham, 80% pernah dengar, dan 20% belum pernah dengar. sementara untuk nilai Pos test nya meningkat yaitu 85% paham, 15% pernah dengar, dan 0% belum pernah dengar. nilai pretest Teknis pembenihan berbasis CBIB 0% menjawab sering, 15% menjawab pernah, dan 85% menjawab tidak pernah sama sekali. nilai post testnya 90% menjawab sering, 10% menjawab pernah, dan 0% menjawab tidak pernah sama sekali. Nilai Pretest mengenai jenis dan pencegahan hama dan penyakit ikan 0% paham. 25% pernah dengar, 75% belum pernah dengar, sedangkan nilai post tesnya adalah 80% menjawab paham, 15% menjawab pernah dengar, dan 5% belum pernah dengar. Pretest Mengenal obat ikan kimia bahan biologi (OIKB) dan obat herbal 0% menjawab tahu, 3% pernah tahu, 17% tidak pernah tahu, sedangkan nilai posttesnya adalah 85% menjawab tahu, 10% pernah tahu, dan 5% menjawab tidak pernah tahu sama sekali. nilai pretest penanganan penyakit ikan 10% menjawab tahu, 25% menjawab pernah tahu, dan 65% tidak pernah sama sekali, semantara nilai post testnyha 80% menjawab tahu, 10% pernah tahu, dan 10% tidak pernah tahu sama sekali
Pengaruh Kompetensi, Integritas dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit Fadhil Muhammad; Satria, Indra; Astuti, Tri
Relevan : Jurnal Riset Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2024): November
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/relevan.v5i1.7703

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit, 2) pengaruh integritas terhadap kualitas audit, dan 3) pengaruh independensi auditor terhadap kualitas audit. Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Akuntan Publik Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuntitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui kuesiner dan data sekunder seperti laporan/dokumen peneliti terdahulu. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji prasyarat analisis (normalitas, multikolinearitas, heterokedastisitas) dan uji hipotesis (uji t dan koefisien determinasi). Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Terdapat pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansinya kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05), 2) Terdapat pengaruh integritas terhadap kualitas audit sebesar hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansinya kurang dari 0,05 (0,001 < 0,05), 3) Terdapat pengaruh independensi auditor terhadap kualitas audit hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansinya kurang dari 0,05 (0,018 < 0,05), dan 4) Terdapat pengaruh kompetensi, integritas dan independensi auditor terhadap kualitas audit sebesar 62% dan sisanya sebesar 38% ditentukan oleh faktor lain yang bukan menjadi variabel dalam penelitian ini.Kata Kunci: Kompetensi, Integritas, Independensi Auditor, Kualitas AuditABSTRACTThis study aims to determine 1) the influence of competency on audit quality, 2) the influence of integrity on audit quality, and 3) the influence of auditor independence on audit quality. This research was conducted at the South Jakarta City Public Accounting Office. This research uses quantitative research methods. The data sources used in this research are primary data through questionnaires and secondary data such as reports/documents from previous researchers. The data analysis techniques used are descriptive statistics, analysis prerequisite tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity) and hypothesis testing (t test and coefficient of determination). The results of this research show 1) There is an influence of competence on audit quality, this is proven by asignificance value of less than 0.05 (0.001 < 0.05), 2) There is an influence of integrity on audit quality as big as this is proven by a significance value of less than 0 .05 (0.001 < 0.05), 3) There is an influence of auditor independence on audit quality, this is proven by a significance value of less than 0.05 (0.018 < 0.05), and 4) There is an influence of auditor competence, integrity and independence on Audit quality is 62% and the remaining 38% is determined by other factors which are not variables in this research.Keywords: Competence, Integrity, Auditor Independence, Audit Quality
Peranan green capability atas pengaruh tax avoidance dan corporate social responsibility terhadap sustainable firm performance Masri, Indah; Astuti, Tri; Satria, Indra; Nur'aini, Nur'aini
AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 7 No 3 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/akurasi.v7i3.1757

Abstract

This study investigates the moderating role of green capability in the relationship between tax avoidance, corporate social responsibility, and sustainable firm performance among small and medium enterprises (SMEs) in the food and beverage sector in Depok City, Indonesia. Using primary data collected via Likert-scale questionnaires from 100 respondents, the findings reveal that only the first hypothesis is supported: tax avoidance positively influences sustainable firm performance, suggesting that tax-efficiency strategies can enhance business sustainability. Conversely, CSR shows no significant impact on SFP, suggesting that social initiatives have yet to meaningfully contribute to business sustainability in SMEs. Furthermore, green capability neither directly affects SFP nor moderates the relationships between tax avoidance, CSR, and SFP. Instead, it weakens the CSR–SFP link, highlighting limited environmental capability, resource constraints, and short-term profit orientation among SMEs. The results emphasize the need for stronger organizational structures and integrated strategies to enhance sustainable performance. Public interest statements This study highlights how small and medium enterprises (SMEs) can achieve sustainable business performance through effective tax efficiency strategies. While green capability and corporate social responsibility have not yet had a strong impact, the findings reveal the importance of strengthening environmental awareness, resource management, and organizational support. For policymakers and business practitioners, the results emphasize the need for targeted programs that help SMEs integrate green practices and social responsibility into their business models to enhance long-term competitiveness and sustainability.
Peranan green capability atas pengaruh tax avoidance dan corporate social responsibility terhadap sustainable firm performance Masri, Indah; Astuti, Tri; Satria, Indra; Nur'aini, Nur'aini
AKURASI: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 7 No 3 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/akurasi.v7i3.1757

Abstract

This study investigates the moderating role of green capability in the relationship between tax avoidance, corporate social responsibility, and sustainable firm performance among small and medium enterprises (SMEs) in the food and beverage sector in Depok City, Indonesia. Using primary data collected via Likert-scale questionnaires from 100 respondents, the findings reveal that only the first hypothesis is supported: tax avoidance positively influences sustainable firm performance, suggesting that tax-efficiency strategies can enhance business sustainability. Conversely, CSR shows no significant impact on SFP, suggesting that social initiatives have yet to meaningfully contribute to business sustainability in SMEs. Furthermore, green capability neither directly affects SFP nor moderates the relationships between tax avoidance, CSR, and SFP. Instead, it weakens the CSR–SFP link, highlighting limited environmental capability, resource constraints, and short-term profit orientation among SMEs. The results emphasize the need for stronger organizational structures and integrated strategies to enhance sustainable performance. Public interest statements This study highlights how small and medium enterprises (SMEs) can achieve sustainable business performance through effective tax efficiency strategies. While green capability and corporate social responsibility have not yet had a strong impact, the findings reveal the importance of strengthening environmental awareness, resource management, and organizational support. For policymakers and business practitioners, the results emphasize the need for targeted programs that help SMEs integrate green practices and social responsibility into their business models to enhance long-term competitiveness and sustainability.
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA DI DESA TANJUNG ALAM KECAMATAN SEI DADAP KABUPATEN ASAHAN Handayani, Turi; Fajri, Surya; Satria, Indra; Syahputra, Imam; Fadillah, Chika Intan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5384

Abstract

Abstract: Agriculture is a key sector supporting food security and the community's economy. One of the obstacles in agricultural activities is pest attacks, which are generally addressed with the use of chemical pesticides. However, excessive use of chemical pesticides can have negative impacts on human health and the environment. Therefore, alternative solutions are needed in the form of safer and more environmentally friendly botanical pesticides. This community service activity was carried out in Tanjung Alam Village through socialization of the manufacture of botanical pesticides from papaya leaves to students of SMP IT Adabiyah. The activity methods included counseling, a question and answer session, and hands-on practice in making botanical pesticides. The results of the activity showed that students understood the dangers of chemical pesticides and learned how to make botanical pesticides from simple ingredients easily found in the surrounding environment. This program is expected to increase environmental awareness, reduce dependence on chemical pesticides, and support the creation of sustainable agriculture in the community. Keywords: papaya leaves, socialization, botanical pesticides, socialization Abstrak: Pertanian merupakan sektor utama yang mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Salah satu kendala dalam aktivitas pertanian adalah serangan hama yang umumnya diatasi dengan penggunaan pestisida kimia. Namun, pemakaian pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif berupa pestisida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Alam melalui sosialisasi pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya kepada siswa SMP IT Adabiyah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, sesi tanya jawab, serta praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami bahaya pestisida kimia dan mengetahui cara pembuatan pestisida nabati dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan di masyarakat. Keywords: daun pepaya, sosialisasi, pestisida nabati, sosialisasi
Edukasi Artificial Intelligence dalam Ekonomi dan Bisnis di SMA Suluh Jakarta Heriansyah, Kurnia; Hindradjid Harsono; Satria, Indra; Mukri, Cotoro; Sinaga, Lazarus; Darminto, Dwi Prastowo; Ramadhani, Dinda Maura; Maharani, Dinda Aulia
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam berbagai bidang, termasuk sektor pendidikan. Namun, pada praktiknya masih terdapat siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang belum memanfaatkan teknologi AI secara optimal sebagai sarana pendukung proses pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada siswa SMA mengenai pemanfaatan perangkat AI dalam pembelajaran, khususnya pada bidang ekonomi dan bisnis, guna meningkatkan pemahaman serta efektivitas proses belajar. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah dan praktik langsung yang mencakup sosialisasi konsep dasar AI dalam pendidikan ekonomi dan bisnis, pelatihan penggunaan perangkat AI seperti ChatGPT, serta simulasi penerapan AI dalam skenario pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dan pemanfaatan AI dalam kegiatan belajar, yang tercermin dari hasil evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Selain itu, siswa menunjukkan kemampuan awal dalam menggunakan perangkat AI secara lebih tepat sebagai media pendukung pembelajaran.
Analisis Rantai Nilai Tanaman Kakao Kebun Rakyat di Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan Fajri, Surya; Gunawan, Heru; Manurung, Azwar Anas; Satria, Indra; Safruddin, Safruddin
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 17 No. 1 (2026): February: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kakao terbesar di dunia, menempati peringkat ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun, rantai nilai kakao di Indonesia, khususnya pada perkebunan rakyat, menghadapi berbagai tantangan termasuk rendahnya kualitas fermentasi, saluran pemasaran yang panjang, dan distribusi keuntungan yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai kakao di Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, serta mengidentifikasi margin pemasaran pada setiap tingkat pelaku pasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi yang melibatkan 45 petani kakao, 8 pedagang pengumpul desa, 4 pedagang pengumpul kecamatan, dan 2 pedagang besar. Analisis data menggunakan kerangka analisis rantai nilai Porter untuk memetakan aktivitas penambahan nilai dan menghitung margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran di wilayah penelitian: (1) petani-pedagang pengumpul desa-pedagang pengumpul kecamatan-pedagang besar dengan margin pemasaran Rp 8.500/kg; (2) petani-pedagang pengumpul kecamatan-pedagang besar dengan margin Rp 6.000/kg; dan (3) petani-pedagang besar dengan margin Rp 4.500/kg. Pendapatan Petani berkisar antara 87,59% hingga 93,43%. Ketiga saluran pemasaran tergolong efisien dengan nilai efisiensi di bawah 5%. Kendala utama dalam rantai nilai meliputi rendahnya tingkat fermentasi (hanya 15% produksi yang difermentasi), terbatasnya fasilitas pengeringan, dan lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelompok tani, perbaikan infrastruktur pengolahan pasca panen, dan penerapan kebijakan harga diferensiasi untuk biji kakao fermentasi guna meningkatkan efisiensi rantai nilai dan kesejahteraan petani