Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perspektif Siswa Terhadap E-Learning Berdasarkan Model Motivasi ARCS Nissa, Ita Chairun; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Astutik, Fitri; Iswawan, Muhamad Galang
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i1.3831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat motivasi siswa yang telah melaksanakan pembelajaran jarak jauh dengan E-Learning. Jenis penelitian adalah survey karena menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpul data yang utama. Pernyataan dalam kuesioner merujuk pada Model Motivasi ARCS oleh Keller pada empat elemen yaitu Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction. Uji validitas oleh dua ahli menyatakan bahwa kuesioner adalah sangat valid dengan sedikit revisi. Responden adalah 42 siswa kelas XI SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan Lombok Barat dimana guru mereka telah mendapatkan pelatihan menggunakan E-Learning khususnya platform Google Classroom pada tahun 2020 lalu. Data kuesioner dianalisa secara kuantitatif dan dinyatakan dalam bentuk distribusi frekuensi dan kriteria motivasi untuk setiap elemen ARCS. Penyajian data kuantitatif ini kemudian dilengkapi dengan deskripsi alasan siswa pada saat memilih suatu jawaban tertentu. Perspektif siswa terhadap E-Learning menurut Model Motivasi ARCS pada penelitian ini terbagi dalam dua jenis respon yaitu respon siswa terhadap pengalaman belajar menggunakan E-Learning dan respon siswa terhadap ketersediaan fitur/aplikasi/media dalam E-Learning. Berdasarkan rata-rata skor akhir pada setiap elemen ARCS dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pengalaman belajar menggunakan E-Learning pada elemen Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction semuanya berada pada kriteria baik. Sedangkan respon siswa terhadap ketersediaan fitur/aplikasi/media dalam E-Learning pada elemen Attention, Relevance, dan Satisfaction berada pada kriteria tidak baik kecuali elemen Confidence yang berada pada kriteria baik.
Eksplorasi Kemampuan Siswa Memecahkan Masalah Matematika Program Linier Nissa, Ita Chairun; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Astutik, Fitri
Media Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v9i2.4467

Abstract

Program linier memiliki muatan materi yang menekankan pada metode penentuan nilai optimum (maksimum atau minimum). Masalah program linier pada umumnya disajikan dalam bentuk soal cerita yang melibatkan pertidaksamaan linier dan grafik garis lurus yang masing-masing memerlukan strategi dan pengetahuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 26 orang siswa kelas 11 SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain eksplanatoris sekuensial. Data kuantitatif diperoleh melalui tes dan data kualitatif diperoleh melalui wawancara. Analisa data dengan uji statistik komparatif dua pihak menghasilkan tstatistik = 3.63 > tkritis satu pihak = 2.05 pada α = 0.05 yang artinya Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan atas kemampuan siswa yang memecahkan masalah program linier dalam bentuk soal cerita dan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi pentingnya memberikan pengalaman pemecahan masalah kepada siswa secara konsisten, berkelanjutan dan beragam dalam tingkat kesukarannya.
PELATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN ORGANISASI HIMPUNAN MAHASISWA SISTEM DAN TEKNOLOGI PELATIHAN DASAR BAGI HIMPUNAN MAHASISWA STI UNTUK PENGUATAN KAPASITAS ORGANISASI Rizkillah, Muhammad; Dinata, Muhammad Imam; Anggreni, Anggreni; Astutik, Fitri; Idham, Idham
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36815

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kepemimpinan merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa sebagai agen perubahan dalam organisasi kemahasiswaan. Namun, hasil observasi pada Himpunan Mahasiswa Sistem dan Teknologi Informasi (HIMASTI) Universitas Muhammadiyah Mataram menunjukkan rendahnya pemahaman dasar kepemimpinan, kepercayaan diri dalam memimpin, serta efektivitas komunikasi anggota organisasi. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan dasar kepemimpinan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengelola organisasi secara optimal. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari melalui metode partisipatif, meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi peran. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta refleksi akhir kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kepemimpinan peserta, termasuk kemampuan mengambil keputusan, bekerja sama, berkomunikasi dalam konteks organisasi serta menghasilkan rekomendasi perbaikan tata kelola organisasi. Secara keseluruhan, program pelatihan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa dan pembentukan karakter  organisasi yang lebih produktif. Pelatihan lanjutan disarankan agar pengembangan kepemimpinan dapat terus berkelanjutan.Kata kunci: Kepemimpinan; Organisasi Kemahasiswaan; Pelatihan Dasar; Soft Skills; HIMASTI.ABSTRACTLeadership is an essential capability that must be possessed by students as agents of change within student organizations. However, observations of the Student Association of Information Systems and Technology (HIMASTI) at Muhammadiyah University of Mataram indicate a low level of basic leadership understanding, limited self-confidence in leading, and ineffective communication among organization members. Therefore, a basic leadership training program was conducted to enhance students’ capacity to manage organizations more effectively.The training was carried out over two days using participatory methods, including interactive material delivery, group discussions, case studies, and role-playing simulations. The evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, as well as final reflections at the end of the program. The results of the training demonstrate improvements in participants’ leadership knowledge, attitudes, and skills, including decision-making abilities, teamwork, and communication within an organizational context, as well as the generation of recommendations for improving organizational governance. Overall, this training program contributes to strengthening students’ leadership capacity and fostering a more productive organizational character. Further training is recommended to ensure the sustainability of leadership development.Keywords: Leadership; Student Organization; Basic Training; Soft Skills; HIMASTI.
Pengenalan dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi RT BTN Melanesia Rahman, Arif; Yusuf, Siti Aggripina Alodia; Astutik, Fitri
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v6i1.988

Abstract

Administrasi RT di BTN Melanesia masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan pencatatan tidak terintegrasi, sulitnya pencarian data, rendahnya transparansi, serta lambatnya pelayanan kepada warga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan melatih penggunaan Aplikasi RT BTN Melanesia, yaitu sistem informasi berbasis web yang dirancang untuk mengelola data warga, tagihan, keuangan, penyampaian informasi, serta monitoring administrasi secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dan pendampingan implementatif melalui tahapan edukasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kuesioner menunjukkan peningkatan signifikan, dimana nilai rata-rata administrasi meningkat dari 2.75 menjadi 4.35, efisiensi dari 2.60 menjadi 4.20, dan transparansi dari 2.50 menjadi 4.10, dengan peningkatan rata-rata sebesar 60%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi administrasi RT.