Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Differences of SGOT-SGPT Levels in Serum and EDTA Plasma in Hepatitis B Patients Khairani, Nanda Rizki; Kurniawan, Muhammad Rizki; Dewi, Almatin Puspa
jitek Vol 9 No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v9i2.759

Abstract

Hepatitis is a disorder in liver inflammation that can be caused by infection with parasites, protozoa, bacteria, viruses, metabolic disorders, drugs, and alcohol that causes damage to human liver cells and can attack all ages, genders, and races throughout the world. Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) and Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) levels in EDTA plasma can tend to increase more than serum. It is because EDTA plasma contains coagulation factors that can interfere with examining SGOT and SGPT levels on the device. In contrast, serum consists of proteins, electrolytes, antibodies, antigens, and hormones that do not contain coagulation factors. This study aims to compare SGOT and SGPT levels on serum and EDTA plasma samples in Hepatitis B patients. This type of research is an experimental study. This research was conducted on 35 hepatitis B specimens and then tested using the enzymatic method with Humastar 100 (spectrophotometry). Abnormal SGOT levels (>27 U/L) were 54.3% in serum and 51.4% in plasma EDTA. Abnormal SGPT levels (>34 U/L) were 22.9% in serum and 25.7% in plasma EDTA, so there is an insignificant difference in SGOT and SGPT levels in EDTA serum and plasma samples.
Topical Application Type of Fish Oil Promotes Re-Epithelialization in Burn Wound Healing in Rats Sasongko, Heru; Pitaloka, Nirwana Asri Diah; Kurniawan, Muhammad Rizki; Pramono, Edi; Setyawan, Novan Adi; Rohman, Abdul
Majalah Obat Tradisional Vol 30, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.95644

Abstract

Burns are a condition that is often found in the world in various cases such as accidents. The incidence of burns will probably increase as human activities become more complex. Wounds that are not treated immediately tend to become infected and cause death. Fish oil is one of the ingredients that has been studied for wound healing. Previous research shows that fish oil is rich in long-chain omega-3 fatty acids such as docosahexaenoic acid and eicosapentaenoic acid, which have anti-inflammatory effects. However, there has not been much research on the type of fish oil used and the wound healing process. The aim of this study was to determine the wound-healing activity of milkfish (Chanos chanos Forsskal.), patin (Pangasius djambal), and eel (Anguilla bicolor) fish oil. Tests were carried out on 25 mice as an experimental animal model for burn wounds. Data on percent wound reduction and the re-epithelialization process were statistically calculated using one-way analysis of variance (ANOVA) followed by a post-hoc LSD test. The research results showed that milkfish oil, patin fish oil, and eel fish oil in a concentration of 10% on an ointment basis were able to reduce wounds significantly. Eel fish oil shows the greatest burn wound healing process with re-epithelialization when compared to other oils. The type of fish oil affects the wound healing process.
Analisis Produktivitas Proyek Reparasi Kapal Tanker pada PT. Janata Marina Indah Kurniawan, Muhammad Rizki; Pratomo, Sunu Arsy; Wa’addulloh, Mu’izzaddin
Jurnal Sains Bangunan Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Sains Bangunan Edisi September 2025
Publisher : FAKULTAS TEKNIK ITBADLA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses docking kapal sebaiknya dilakukan secara tepat waktu. Proses perbaikan kapal yang baik tentunya didukung oleh Quality Control dan Quality Assurance yang baik serta sumber daya manusia yang mendukung. Manajemen proyek merupakan kegiatan pengelolaan proyek yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, serta pengawasan proyek guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Critical Path Method merupakan metode yang diterapkan guna penjadwalan suatu aktivitas yang menjadi elemen kritis pada proyek. Produktivitas pengecatan mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 676.30 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 17 Hari dan hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 3,62. Dari total pekerjaan pengecatan sangat baik. Produktivitas pipa mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 20 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 11 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 0,06. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Produktivitas tank cleaning mandays (PrM) diketahui hasil perhitungan dari kapal MT. Succes Victory dan MV. Lintas Brantas dengan kode (MT) memiliki Volume Pekerjaan (VP) sebesar 379 dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK), jumlah Tenaga Kerja (TK) 5 Orang dan hasil dari Durasi Kegiatan (DK) yaitu 28 Hari. Hasil dari nilai Volume Pekerjaan (VP) dibagi Tenaga Kerja (TK) dan Durasi Kegiatan (DK) memperoleh hasil PrM dengan nilai 2,71. Dari total pekerjaan perpipaan sangat kurang. Tetapkan tujuan dan jadwal yang jelas guna perencanaan seperti kalender atau aplikasi manajemen proyek untuk memantau tenaga kerja. Menetapkan kebijakan yang secara tegas mengatur ketentuan additional works/pekerjaan tambahan agar kapal bisa selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Evaluasi rutin terhadap proses kerja dan sesuaikan jika diperlukan untuk meningkatkan efisiensi. Selalu melakukan pengecekan untuk setiap alat.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D KALSIFEROL DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Syahwidad, Nur; Budiman, Waras; Kurniawan, Muhammad Rizki
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 1 (2023): Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i1.1467

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan suatu keadaan seseorang kekurangan sel darah merah atau eritrosit. Eitrosit mengandung sejumlah senyawa yang disebut hemoglobin yang berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Anemia saat kehamilan menurut World Health Organization (WHO) yaitu ibu hamil yang memiliki konsentrasi hemoglobin rendah <11 g/dL. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan masalah serius pada ibu dan bayi baru lahir, seperti berat badan rendah, hipertensi, dan kelahiran prematur. Vitamin D merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai proses metabolisme di dalam tubuh dan bersifat larut dalam lemak dan diproduksi oleh kulit manusia dengan energi yang diperoleh dari sinar ultraviolet, asupan makanan, atau suplemen vitamin D. Kalsiferol (25(OH)D) merupakan bentuk aktif vitamin D dalam tubuh. Seseorang dikatakan deficiency vitamin D kalsiferol apabila memiliki <20ng/mL, insufficiency <30ng/mL, sufficiency 30-100 ng/mL, dan potential toxicity apabila lebih dari 100ng/mL dalam tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan kadar vitamin D kalsiferol dengan anemia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode uji Spearman Rho dengan sampel berupa data rekam medis dengan 37 sampel ibu hamil yang mengalami anemia dan melakukan pemeriksaan vitamin D kalsiferol di RS YPK Mandiri. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil anemia dan melakukan pengecekan vitamin D kalsiferol di RS YPK Mandiri berada pada rata-rata usia 32 tahun, yang mengalami deficiency kalsiferol sebanyak 48,6%, insufficiency 27%, dan yang sufficiency sebanyak 24,4%. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang berarti dan tidak ada hubungan antara kadar vitamin D kalsiferol dengan anemia pada ibu hamil.
INISIASI CAMPING GROUND DI AREA SUNGAI LARANGAN: PAKET WISATA EDUKASI BERBASIS LINGKUNGAN DI DESA BILEBANTE, KECAMATAN PRINGGARATA, KABUPATEN LOMBOK BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Yustisio, Muhammad Desto; Jayadi, M. Nazir Ihsani; Novary, Tutur Anugerah; Saputri, Annisa Juniar; Royani, Bq. Sifa; Nisa’, Isna Masruratun; Rahmi, Erika; Udrayani, Ni Luh Ayu Sri; Permatasari, Rizky Indah; Kurniawan, Muhammad Rizki
Jurnal Wicara Vol 1 No 5 (2023): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v1i4.3449

Abstract

A tourism village needs to develop attractions based on nature and education in order to become a sustainable tourism village. In Bilebante Village, the development of natural tourist attractions focuses on the Forbidden River area because of its beauty and a natural tourist destination that the community is proud of. The strategy that involves stakeholders through educational tours is to build a camping ground and several other programs. This community service activity is interested in the process of initiating a camping ground that has been planned for a long time by the tourism manager of this village. The process of making this camping ground uses open discussion method which involves all elements of society in Bilebante. The result is the provision of holding areas at river ban areas; creation of signposts to clarify tourists' activities during the camping period; and providing English lessons to increase the intensity of involvement of the Bilebante community, especially the younger generation. The results of this dedication had a positive impact on the development of nature-based and educational tourism in Bilebante Village evidenced by the creation of a camping ground in the Forbidden River area.
Peranan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dalam Penindakan Jual Beli Satwa yang Dilindungi dalam Keadaan Hidup di Wiliyah Hukum Kabupaten Bogor Kurniawan, Muhammad Rizki; Gilalo, J. Jopie; Sihotang, Sudiman
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16667

Abstract

Jual beli satwa yang dilindungi merupakan perbuatan yang menyimpang dari ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perlindungan satwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peranan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Dalam Penindakan Jual Beli Satwa Yang Dilindungi Dalam Keadaan Hidup Di Wiliyah Hukum Kabupaten Bogor. Jenis penelitian ini ialah penelitian yuridis empiris yaitu suatu penelitian yang mencoba menganalisis permasalahan hukum yang timbul dari aktivitas atau perilaku masyarakat yang menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dalam penindakan jual beli satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup di wiliyah hukum kabupaten bogor dilihat dari dua aspek yaitu aspek tugas dan wewenang dan aspek penegakan hukum. Hambatan Dalam Pelaksanaan Peran Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Dalam Penindakan Jual Beli Satwa Yang Dilindungi Dalam Keadaan Hidup Di Wiliyah Hukum Kabupaten Bogor yaitu Sulitnya mengetahui aktivitas penangkapan, sampai penjualan hewan satwa yang dilindungi. Kondisi hutan Bogor yang begitu luas membuat kepolisian Polres Bogor sulit untuk mengetahui aktivitas pelaku jual beli satwa yang dilindungi di hutan maupun dalam kota. Kegiatan penangkapan yang dilakukan oleh pelaku juga memperhitungkan pengawasan pihak kepolisian sihingga menyebabkan sulitnya melakukan pengawasan pelaku. Jumlah personil yang terbatas. Jumlah personil yang dimiliki oleh Polres Bogor khususnya Satuan Reserse Kriminal sangat terbatas.