Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of Mangrove Ecosystems and Number of Plants on Air Pollution Reduction by Mangrove Plants Rusmayadi, Gusti; Zulfikhar , Rosa; Angrianto, Rusdi; Sutiharni, Sutiharni; Tuhumena, Veronica. L.
West Science Agro Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Agro
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsa.v2i01.659

Abstract

This research investigates the intricate relationships between Mangrove Ecosystems, the Number of Plants within these ecosystems, and their collective impact on Air Pollution Reduction. Employing a structural equation model, the study explores the quantitative dynamics across diverse mangrove ecosystems globally. The findings reveal a significant positive relationship between Mangrove Ecosystems and Air Pollution Reduction, emphasizing the pivotal role of mangroves as biofilters. Additionally, the study highlights the importance of vegetation density, with a higher Number of Plants correlating with a meaningful reduction in air pollution. The global implications underscore the applicability of mangrove-mediated air pollution reduction across diverse geographical contexts. The results provide valuable insights for policymakers, environmental managers, and conservationists, advocating for the conservation and restoration of mangrove habitats as an effective and sustainable strategy for mitigating the adverse effects of air pollution.
Impact Analysis of Human Activities on Mangrove Conservation in Coastal Sulawesi Tanur, Evelin Anggelina; Imran, Hamzah Al; Angrianto, Rusdi; May, Nunang Lamaek; Anwar, Arniana
West Science Nature and Technology Vol. 2 No. 01 (2024): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v2i04.742

Abstract

Mangrove ecosystems are invaluable coastal habitats that provide essential ecological services and support diverse flora and fauna. However, human activities have increasingly threatened the sustainability of these ecosystems, particularly in regions like Coastal Sulawesi, Indonesia. This qualitative analysis investigates the impact of human activities on mangrove conservation in Coastal Sulawesi, employing semi-structured interviews, participant observation, and document analysis. The study reveals that drivers such as aquaculture expansion, unsustainable logging, pollution, and coastal development are contributing to mangrove degradation. Stakeholder perspectives vary, with local communities emphasizing the importance of mangroves for livelihoods and culture, while government officials stress the need for balancing conservation with economic development. Existing conservation efforts include protected area designation, community-based management projects, and awareness-raising campaigns. Collaborative action involving government, NGOs, academia, and local communities is essential to promote sustainable mangrove conservation in Coastal Sulawesi.
Peran Hutan Mangrove dalam Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir Indonesia Imburi, Christian Soleman; Angrianto, Rusdi; Tanur, Evelin Anggelina; Widodo, Imam; Sitompul, Gabriel Amadeus
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i03.1678

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem penting yang secara signifikan berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati. Kajian literatur ini menganalisis peran hutan mangrove di Indonesia, dengan fokus pada kemampuan penyerapan karbon, jasa ekosistem, dan ancaman dari aktivitas manusia. Temuan menunjukkan bahwa mangrove menyerap karbon hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hutan terestrial, dan berperan sebagai penyerap karbon yang sangat penting. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pantai dengan menstabilkan garis pantai, mengurangi erosi, dan melindungi masyarakat dari badai. Terlepas dari manfaat tersebut, hutan bakau di Indonesia mengalami degradasi yang signifikan akibat budidaya perikanan, pembangunan perkotaan, dan pembalakan liar. Upaya konservasi, termasuk kebijakan nasional dan inisiatif berbasis masyarakat, menunjukkan hasil yang menjanjikan tetapi membutuhkan penegakan hukum yang lebih kuat, pendanaan yang konsisten, dan keterlibatan masyarakat secara aktif. Studi ini menggarisbawahi perlunya pendekatan terpadu dari berbagai pemangku kepentingan untuk melestarikan hutan bakau sebagai aset penting dalam strategi ketahanan iklim Indonesia.
Efektivitas Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam di Indonesia May, Nunang Lamaek; Sutiharni, Sutiharni; Angrianto, Rusdi; Imburi, Christian Soleman; Tanur, Evelin Anggelina
Jurnal Geosains West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v2i03.1680

Abstract

Kerentanan Indonesia terhadap bencana alam diperparah oleh degradasi lingkungan, sehingga mendorong pelaksanaan program rehabilitasi lahan dan hutan untuk mengurangi risiko bencana. Studi ini mengevaluasi efektivitas program-program tersebut dalam memitigasi bencana di berbagai wilayah dengan menggunakan pendekatan analisis komparatif. Data dari laporan program, wawancara, dan metrik lingkungan dikumpulkan dari beberapa inisiatif rehabilitasi terpilih di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat, diversifikasi pendanaan, strategi teknis yang sesuai dengan konteks, dan kolaborasi antarlembaga secara signifikan meningkatkan hasil program, yang mengarah pada pengurangan frekuensi dan tingkat keparahan bencana yang terukur. Namun, tantangan seperti keterbatasan pendanaan dan kendala pemeliharaan menghambat keberlanjutan program. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan adaptif yang berpusat pada masyarakat di daerah rawan bencana dan memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat ketahanan bencana di Indonesia melalui restorasi ekologi.