Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Sainteks

Turmeric Flour Supplementation Through Feed-in Biofloc System Cultivation on the Growth of Nilem Fish (Osteochilus hasselti) Cahyono Purbomartono; Dhika Rahma Fauziyyah; Arief Husin
Sainteks Vol 19, No 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v19i1.13410

Abstract

Nilem fish (Osteochilus hasselti) is favored by the community because of its chewy meat texture, good taste, and relatively cheap price, so it has the potential to be developed. However, the growth of nilem fish is slow therefore it needs to be given an immunostimulant to increase its growth. Biofloc is known as a cultivation system that can maintain water quality and provide sufficient floc for additional fish feed. This study aims to determine the effect of using turmeric flour in feed to increase the growth of nilem fish reared in the biofloc system. The study used a completely randomized design (CRD), with 3 treatments and 1 control each repeated 4 times. The treatments were supplementation of turmeric flour through feed at a dose of 1.125 g (B), 0.75 g (C), and 0.375 g (D) kg-1 feed and control (A) in cultivation with a biofloc system. The study lasted for 90 days with feeding 3%/kg of biomass weight given 2 times a day, in the morning and evening. Parameters observed in this study were weight (WG) and length growth (LG), daily growth rate (SGR), feed conversion ratio (FCR) and feed efficiency (EF). The data collection method was carried out by weighing and measuring the weight and length of the fish and the amount of feed consumed. The data obtained were collected and analyzed using SPSS 2.0.The results showed that supplementation of turmeric flour through feed reared in the biofloc system could increase weight and length growth, daily growth rate, feed conversion ratio, and feed efficiency. The optimal dose was obtained in the treatment of 1.125 g kg-1 feed (B), proving that supplementation of turmeric flour through feed has the potential to be applied to fish culture using the biofloc system.
Kajian Kesesuaian Kualitas Airtanah untuk Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) di Desa Karangsari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Suwarsito Suwarsito; Al Hikmatul Zahro Kamila; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 17, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i1.8414

Abstract

Air tanah mempunyai manfaat yang penting untuk kehidupan manusia. Salah satu manfaat air tanah dapat digunakan sebagai media budidaya perikanan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesesuaian kualitas air tanah untuk media budidaya ikan lele di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi penelitian adalah air tanah yang berada di Desa Karangsari. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel air tanah  sebanyak 3 titik pengambilan sampel yaitu titik I (lahan tegalan), titik II (lahan pemukiman) dan titik III (lahan rerumputan). Data penelitian meliputi parameter kualitas airtanah, yaitu temperatur air, pH, oksigen terlarut (dissolved oxygen), amonia (NH3), dan nitrit (NO2). Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran parameter kualitas air secara in situ dan di laboratorium. Pengukuran parameter kualitas air secara in situ meliputi temperatur air, pH, dan oksigen terlarut, sedangkan  pengukuran parameter kualitas air di laboratorium meliputi amonia dan nitrit. Temperatur air tanah diukur menggunakan thermometer. pH air tanah diukur menggunakan pH meter. Dissolved Oxygen (DO) air tanah diukur menggunakan DO meter. Pengukuran ammonia dan nitrit air tanah dilakukan dengan metode spektrofotometer. Pengolahan data dilakukan menggunakan tabulasi data. Analisis data menggunakan matching data, dengan mencocokkan kualitas air tanah dengan standar kelayakan kualitas air untuk budidaya ikan lele menurut BBPBAT (Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter kualitas airtanah pada titik II (lahan pemukiman) dan titik III (lahan rerumputan) sesuai dengan standar kelayakan untuk budidaya ikan lele, namun pada titik I (lahan tegalan) tidak sesuai dengan standar kelayakan, karena kadar ammonia airtanah melebihi ambang batas yang ditentukan menurut BBPBAT.
Respon Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberi Pakan Supplementasi Bawang Putih (Allium sativum) pada Sistem Bioflok Muhammad Azharul Rijal; Cahyono Purbomartono; Izanatu Fathuhil Jannah
Sainteks Vol 18, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i2.12773

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan yang seiring dengan meningkatnya permintaan di pasaran, ssehingga produktivitasnya harus dipacu terus menerus dengan berbagai teknolgi akuakultur sistem intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih melalui pakan dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila yang dipelihara dalam sistem bioflok. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juni 2021 di Laboratorium Basah Kolam Bioflok. Penelitian menggunakan metode eksperimen berupa Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan 1 kontrol serta 3 kali ulangan. Parameter yang diamati berupa parameter pertumbuhan meliputi pertambahan berat dan panjang, laju pertumbuhan spesifik (spesific growth rate/SGR), konversi pakan (food convertion ratio/FCR), dan efisiensi pakan serta jumlah flok yang terbentuk dalam ember kultur. Parameter pendukung berupa kualitas air yang meliputi suhu dan pH. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf kepercayaan 95%, dilanjutkn dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Data kualitas air dianalisis secara deskriptif. Penambahan serbuk bawang putih (Allium sativum) dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila (O. niloticus) hanya berpengaruh nyata pada pertambahan panjang dan SGR, sedangakan pertambahan berat dan FCR serta efisiensi pakan tidak berbeda nyata. Dosis optimum yang mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila yaitu pada P3 22,5 g/kg pakan. Berdasarkan penelitian ini, pemberian serbuk bawang putih melalui pakan berpotensi meningkatkanpertumbuhan ikan nila yang dipelihara dalam sistem bioflok.
Kombinasi Ekstrak Rumput Laut Cokelat (Padina sp.) Dan Vitamin C Melalui Pakan Terhadap Imun Non-Spesifik Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Siti Muntasiroh; Cahyono Purbomartono; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 17, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i1.8531

Abstract

Lele dumbo merupakan komoditas ikan air tawar yang mempunyai nilai kompetitif dibanding ikan air tawar lainnya sehingga banyak diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Padina sp.) yang dicampur dengan vitamin C dalam pakan terhadap persentase hematokrit dan leukokrit serta differensial leukosit pada lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap, masing-masing 4 perlakuan dan 3 kali ulangan individu. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi dosis P1 (3000 mg ekstrak rumput lau cokelat/kg pakan), P2 (2250 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 750 mg vitamin C/kg pakan), P3 (1500 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 1500 mg vitamin C/kg pakan), dan P4 (750 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 2250 mg vitamin C/kg pakan). Parameter utama berupa persentase hematokrit, leukokrit, dan differensial leukosit, sedangkan parameter pendukung berupa kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan DO. Data dianalisis menggunakan uji Analyisis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila hasil analisis tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Padina sp.) yang dicampur dengan vitamin C berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap hematokrit dan differensial leukosit. Nilai hematokrit tertinggi dicapai pada P3 sebesar 48,33%, diferensial limfosit tertinggi pada P3 sebesar 81,29% dan diferensial monosit tertinggi pada P2 sebesar 10,77%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Padina sp.) yang dicampur dengan vitamin C dalam pakan sebesar 1500 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 1500 mg vitamin C/kg pakan merupakan dosis  terbaik dalam meningkatkan imun non-spesifik.
Non-Specific Immune Potentiating activity of Multivitamins in Catfish (Clarias sp.) Cahyono Purbomartono; Ulfatun Rizkiyah; Dini Siswani Mulia; Arief Husin
Sainteks Vol 18, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i2.13113

Abstract

Fish farming is well developed because many people like to consume fish. The main problem in cultivation is an attack of a disease. Generally, the disease in fish is MAS (Motile Aeromonas Septicemia) which is caused by Aeromonas hydrophila. Prevention of diseases in fish can be done by increasing immunity through the addition of multivitamins in feed. This study aims to determine the ability of multivitamins against non-specific immune responses in African catfish (C. gariepinus) as well as to know the optimum dose. The study used an experimental method with a completely randomized design using 3 treatments, 1 control, and 4 individual replications. The treatment using a multivitamin through feed with a dose of T1 = 2 g kg-1, T2 = 2.5 g kg-1, T3 = 3 g kg-1 and T0 = control. The parameters observed were phagocytic activity, and differential leukocytes of monocytes and lymphocytes. Data were analyzed using Analysis of variance (ANOVA) at the 95% confidence level. If there is a real difference, then proceed with the Duncan Multiple Range test Test (DMRT) at a 95% confidence level. The results showed that the addition of multivitamins through feed on African catfish had a significant effect (p<0.05) on phagocytic activity and differential leukocyte of monocytes, but had no significant effect (p> 0.05) on differential leucocytes of lymphocyte. The optimum dose for increasing non-specific immune responses in African catfish is T2 at a dose of 2.5 g kg-1 of feed. Based on research, the addition of multivitamins through the feed can potentially be used in fish farming to increase immunity.
Respon Imun Non-Spesifik Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) yang Diberi β-Glukan Melalui Diet Pakan Cahyono Purbomartono; Yusuf Aditya; Dini Siswani Mulia; Juli Rochmijati Wuliandari; Arif Husin
Sainteks Vol 17, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i2.8970

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio L.) merupakan  ikan air tawar yang  banyak dibudidayakan di Jawa Barat dan memiliki harga jual yang relatif tinggi sehingga banyak dibudidayakan secara intensif. Tingginya padat tebar dan konsumsi pakan pada budidaya intensif menyebabkan penurunan kualitas air akibat timbunan sisa pakan dan  ekskresi ikan, menimbulkan stress sehingga ikan mudah terserang penyakit. Penyakit yang sering menyerang ikan air tawar adalah Motile Aeromonas Septicemia (MAS), disebabkan oleh Aeromonas hydrophila. Untuk mengatasinya, pada umumnya dilakukan pengobatan dengan antibiotik, namun dapat mengakibatkan resistensi bakteri sehingga perlu alternatif lain. Salah satu alternatif adalah penggunaan ß-glucan dari ekstraksi ragi roti Saccaromyces cerevisiae untuk meningkatkan imunitas ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan β-glucan terhadap respon imun non-spesifik pada ikan mas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis ß-glucan yang digunakan 0 g, 2,5 g, 5 g, 7,5 dan 10 g per kg pakan. Parameter yang diamati yaitu diferensial leukosit meliputi persentase limfosit, monosit dan neutrofil serta aktivitas fagositosis. Analisis data menggunakan Analisis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ß-glucan melalui pakan berpengaruh signifikan terhadap persentase limfosit, peresentase neutrofil dan aktivitas fagositosis namun tidak berpengaruh signifikan terhadap persentase monosit. Dosis optimum untuk meningkatkan respon imun non-spesifik ikan mas yaitu 5 g/kg pakan.
Respon Imun Non-spesifik Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Diberi Fucoidan dari Ekstrak Rumput Laut Cokelat Padina sp. Cahyono Purbomartono; Dini Siswani Mulia; Danang Priyambodo
Sainteks Vol 16, No 1 (2019): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v16i1.7012

Abstract

Fucoidan merupakan senyawa polisakarida sulfat yang diekstrak dari rumput laut cokelat Padina sp. Fucoidan diketahui mempunyai beberapa bioaktivitas, salah satunya sebagai imunostimulan. Ikan gurami (Osphronemus gouramy) ukuran + 100 gr diberi perlakuan fucoidan yang dicampur kedalam pakan dengan dosis 0,2 gr kg-1 pakan (P1), 0,4 gr kg-1 pakan (P2) , 0,6 gr kg-1 pakan (P3) serta kontrol (Po) masing-masing dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan, fucoidan dari ekstrak rumput laut cokelat Padina sp. secara signifikan dapat meningkatkan respon imun non-spesifik terhadap persentase hematokrit, leukokrit dan superoksida anion pada ikan gurami. Perlakuan P3 (0,6 gr kg-1) merupakan dosis optimum yang dapat meningkatkan respon imun non-spesifik ikan, menunjukkan fucoidan dapat digunakan dalam budidaya ikan gurami.Kata kunci: fucoidan, Padina sp., ikan gurami, imun non-spesifik
Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. pada Lele (Clarias sp.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19557

Abstract

Budidaya lele (Clarias sp.) cukup prospektif untuk terus dikembangkan, tetapi di lapangan sering mendapat kendala, salah satunya adalah penyakit bakterial. Infeksi bakteri patogen pada ikan dapat menyebabkan munculnya gejala klinis bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis bakteri penyebab lele sakit agar dapat dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi dan identifikasi bakteri penyebab penyakit pada lele. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dari satu kolam budidaya lele di Desa Singasari dan Cikawung, Banyumas. Uji postulat Koch dilakukan untuk membuktikan isolat bakteri yang diisolasi merupakan bakteri penyebab penyakit pada lele. Isolat yang telah diuji postulat Koch kemudian diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Hasil isolasi bakteri diperoleh 17 isolat dari daerah Singasari dan Cikawung. Sebanyak tujuh isolat dari dua tempat tersebut dilakukan uji lanjut. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa mortalitas ikan selama 14 hari pengamatan mencapai 60-100%. Gejala klinis eksternal yang muncul, yaitu hiperemia, hemoragik, depigmentasi, white spot, ulser, erosi, sirip progresif, abdominal dropsi, dan exopthalmia color alteration. Gejala klinis internal yang muncul, yaitu hati pucat, ginjal kehitaman, usus kehitaman, empedu pecah, insang pucat, edema, dan asites. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimiawi berdasarkan Bergeys’s Manual of Systematic Bacteriologi 2nd Edition diperoleh bahwa ketujuh isolat adalah bakteri Aeromonas sp., dengan kesamaan ciri, yaitu Gram negatif, fermentatif, katalase positif, oksidase positif, dan memproduksi gas.
Effectiveness of Herbal Diet Nigella sativa and Gracilaria verrucosa Against Non-specific Immunity of Tilapia (Oreochromis niloticus) Cahyono Purbomartono; Rofiqoh Rofiqoh; Arief Husin; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.16410

Abstract

The addition of Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to feed is used as a supplement to increase non-specific immunity in tilapia. The addition of herbal supplements is safe for consumption, easy to decompose, has no residue on the fish's body, and does not harm the environment. This study aims to find the effectiveness of the addition of the herbs Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to increase non-specific immunity in tilapia. The study used an experimental method with a completely randomized design, applying 4 treatments and 1 control to tilapia. The dietary doses of Nigella sativa were T0 (control, without Nigella sativa), T1 (2.5), T2 (5), T3 (7.5), and T4 (10) (g kg-1 feed). While the dietary doses of Gracilaria verrucosa were T0 (control, without G. verrucosa), T1 (0.5), T2 (1), T3 (1.5), and T4 (2) (g kg-1 feed). The results showed that the percentage of hematocrite increased significantly with the Nigella sativa diet, while on the Gracilaria verrucosa diet, the percentage of hematocrit was not significant. Further, the Nigella sativa diet and the Gracilaria verrucosa diet can significantly increase the percentage of lymphocytes, but not significantly to the percentage of monocytes. In fish farming, the Nigella sativa and Gracilaria verrucosa diets have the potential to be used to increase non-specific immunity in tilapia, but it is more effective to use the Nigella sativa diet at a dose of 5 g kg-1 feed.
Efektivitas dan Potensi Herbal untuk Peningkatan Pertumbuhan Benih Lele dumbo (Clarias gariepinus) Cahyono Purbomartono; Arief Husin; Irene Septya Bagasnabila; Fani Giri Dwi Zularini; Alvia Trisakti Susiyani; Eka Puji Purwaningsih; Purnomo Purnomo
Sainteks Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v19i2.14903

Abstract

Potensi perikanan Indonesia sangat besar namun belum berhasil seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan seperti adanya hambatan penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan. Pertumbuhan yang optimal merupakan factor utama agar dapat mencapai produktivitas biomass ikan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menemumukan efektivitas herbal akuatik maupun teresterial untuk memperoleh pertumbuhan optimal. Metode penelitian adalah eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-maisng dengan 3 ulangan. Hasil penelitian membuktikan herbal teresterial temulawak yang dikombinasikan dengan bawang putih dapat meningkatkan semua indikator pertumbuhan yang signifikan dibanding kontrol dengan dosis optimal 20 g temulawak + 4,50 g bawang putih pada lele dumbo. Demikian pula diet herbal teresterial Aloe vera lebih efektif dibanding diet bawang putih yang ditunjukkan dengan capaian berat akhir dan pertambahan berat yang signifikan pada lele dumbo. Selanjutnya, kombinasi herbal akuatik dan teresterial yaitu diet (fucoidan + kunyit) lebih efektif dibanding hanya pemberian diet tunggal fucoidan saja pada lele dumbo dengan meningkatnya pertambahan berat dan panjang yang lebih optimal. Herbal akuatik fucoidan maupun herbal teresterial temulawak, bawang putih, Aloe vera dan kunyit berpotensi digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan pada budidaya ikan yang dapat diberikan secara tunggal maupun kombinasi.