Articles
PENGALAMAN BERKREASI FOTOGRAFER MODEL: PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Pratama, Adhitya Rizki;
Kahija, Yohanis F. La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.7 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15071
Fotografer model merupakan profesi yang pekerjaannya adalah memotret model. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dunia pengalaman berkreasi fotografer model ketika memotret seorang model. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang fotografer model yang memiliki pemahaman mengenai fotografi dan sering memotret model. Penelitian ini mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA). Metode ini dipilih karena adanya prosedur yang terinci dalam menganalisis data. Prosedur tersebut menghasilkan kedalaman terhadap pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran yang dimiliki subjek melalui wawancara. Peneliti menemukan bahwa dalam pengalaman berkreasi subjek terdapat tiga pokok, yaitu terdiri dari: insight menjadi fotografer, proses berkreasi dalam memotret model dan konsekuensi positif dari memotret. Peneliti menemukan bahwa pengalaman berkreasi memotret tidak terpisah dari awal masuk menjadi fotografer, sehingga mempengaruhi proses berkreasi memotret yang berbeda-beda saat memotret seorang model, sehingga karya-karya yang dihasilkan memiliki keunikan masing-masing. Dari pengalaman berkreasi itu subjek memperoleh konsekuensi nilai-nilai yang positif untuk menjalani kehidupan.
PENGALAMAN MENJADI DISC JOCKEY PEREMPUAN SEBUAH PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Ningrum, Sari Wulan;
Kahija, Yohanis Franz La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.28 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15006
Tujuan penelitian dengan studi fenomenologis ini adalah untuk memahami pengalaman menjadi seorang DJ perempuan. Dalam penelitian ini, DJ perempuan didefinisikan sebagai wanita yang memiliki kemampuan untuk mengaransement dan memainkan lagu lewat piringan hitam atau turntable selayaknya juga dilakukan oleh laki-laki yang berprofesi sebagai disc jockey.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA). Metode ini dipilih karena adanya prosedur yang rinci dalam menganalisis data. Prosedur yang detail tersebut membuahkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran yang dimiliki subjek melalui wawancara.Peneliti menemukan bahwa menjadi DJ merupakan bentuk penyaluran dari hobi dan minat bermusik yang kemudian menjadi passion dalam diri. Temuan ini didasari atas dinamika menjadi DJ perempuan dan pembentukan diri sebagai DJ perempuan merupakan bagian-bagian yang tidak bisa dipisahkan. Tema-tema tersebut telah menjadi kesatuan dalam memahami pengalaman menjadi DJ perempuan.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berguna bagi perkembangan keilmuan psikologi dalam bidang sosial, musik dan wanita.
PENDEKATAN VIRTUAL REALITY HYPNOSIS DALAM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM PADA MAHASISWA BARU
Ardhanaputra, Norhendra;
Kahija, Yohanis Franz La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.609 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26495
ABSTRAKUntuk menjawab permasalahan kecemasan berbicara di depan umum (public speaking anxiety) dengan modern dan praktis di era industri 4.0. ini, peneliti mengajukan alternatif metode intervensi virtual reality hypnosis (VRH). Intervensi ini bertujuan mengantarkan seseorang pada keadaan hipnosis dengan bantuan lingkungan virtual tiga dimensi yang diciptakan peneliti untuk menghadapi berbagai pengalaman yang menimbulkan kecemasan berbicara di depan umum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen single subjects AB design dan dilakukan pengukuran sebanyak tiga kali untuk kondisi baseline dan dua kali untuk kondisi pasca intervensi. Pengukuran tersebut menggunakan personal report of public speaking anxiety (PRPSA) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan telah diuji coba (N=30, α=0,98). Subjek penelitian berasal dari mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro program S1 angkatan 2019 yang memiliki tingkat kecemasan berbicara di depan umum yang tinggi (N=4). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukan tampilan menurunnya skor tingkat kecemasan berbicara di depan umum pada seluruh subjek. Sedangkan pada analisis statistik inferensial menggunakan Uji Friedman menunjukan nilai Chi-Square 13,128 (Chi-Square > 9,488) dan Asymp. Sig0,011 (Asymp. Sig< 0,05). Berdasarkan kondisi tersebut maka intervensi virtual reality hypnosis dapat menurunkan tingkat kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa baru.Kata kunci: virtual reality hypnosis, public speaking anxiety, single subjects design
PENGALAMAN MENGASUH DI PANTI SOSIAL ASUHAN ANAK SEBUAH STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Yahdiyanti, Ghina;
Kahija, Yohanis Franz La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2018.23457
Jumlah anak terlantar di Indonesia mencapai lebih dari 4 juta jiwa. Anak-anak terlantar, yatim, atau yatim piatu yang tidak memiliki orang tua membutuhkan peran pengganti orang tua agar dapat merasakan kasih sayang. Salah satu peran yang dapat mengganti peran orang tua, yaitu pengasuh di rumah perlindungan/panti asuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman pengasuh panti dan mencari makna pengasuhan yang dialaminya. Partisipan penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kualifikasi, yakni merupakan perempuan yang telah berpengalaman mengasuh di panti asuhan dan memiliki hubungan yang baik dengan anak panti. Metode penelitian menggunakan penelitian fenomenologis serta menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Proses analisis data menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Terdapat tiga tema induk yang ditemukan (1) Latar belakang pengasuhan (2) Dinamika pengasuhan (3) Upaya modifikasi perilaku. Penelitian ini memberikan kesempatan bagi partisipan untuk menyampaikan pengalamannya terkait pengasuhan. Temuan dalam penelitian ini dapat menjadi masukan untuk dapat memahami lebih lanjut bagaimana proses pengasuhan dan pemaknaan pengasuhan di panti asuhan.
PENGALAMAN MENJADI STAND-UP COMEDIAN : SEBUAH PENDEKATAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Kristy, Olyvia Heranggi;
Kahija, Yohanis Franz La
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.573 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23605
Stand-up comedy adalah salah satu jenis seni komedi yang dibawakan secara monolog dan langsung di depan penonton. Orang yang melakukan stand-up comedy disebut sebagai comic. Biasanya comic memberikan pengamatan, pendapat, menceritakan pengalaman pribadi, dan mengutarakan keresahan, kenyataan, kehidupan sosial masayarakat, kemudian menyuguhkannya dengan jenaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi dan memahami pengalaman menjadi stand-up comedian yang telah melewati masa kompetisi Stand-Up Comedy Indonesia, yang bisa disebut sebagai comic nasional. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, khususnya dengan analisis data Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA). Metode ini dipilih karena adanya kesesuaian dengan tujuan penelitian dengan prosedur yang rinci dalam menganalisis data. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam semi-terstruktur pada tiga orang comic nasional. Pada penelitian ini ditemukan dua tema induk, yaitu: (1) makna menjadi comic dan (2) proses menjadi comic. Partisipan mengungkapkan keinginnya untuk menjadi comic nasional yang didasarkan oleh kebutuhan akan kasih sayang dan eksistensi diri. Pada penelitian ini juga ditemukan self-regulated learning dan aktualisasi diri.Â
PENGALAMAN MELAJANG WANITA ADIYUSWA DI PANTI WREDHA MARIA SUDARSIH AMBARAWA : INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Tampubolon, Monalisa Octavia;
Kahija, Yohanis Franz La
Empati Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Empati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.353 KB)
Melajang merupakan kondisi dimana seseorang belum dan tidak melangsungkan pernikahan. Penelitian ini adalah penelitian fenomenologis yang bertujuan untuk memahami pengalaman melajang wanita adiyuswa. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria wanita berusia 60 tahun ke atas dan belum menikah atau memutuskan untuk tidak menikah. Penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur untuk memperoleh data dan Interpretative Phenomenological Analysis digunakan untuk analisis data. Penelitian ini menghasilkan tiga tema induk, yaitu (1) Kemantapan hidup melajang yang terdiri dari melajang akibat rasa sakit di masa lalu dan keputusan hidup melajang, (2) Upaya penyesuaian hidup melajang yang terdiri dari upaya menikmati hidup melajang dan pemenuhan kebutuhan hidup oleh keluarga, dan (3) Pengalaman bersama pria yang terdiri dari pendekatan oleh pria dan pengalaman berpacaran. Terdapat satu tema khusus yang hanya muncul pada partisipan CT, yaitu kepedulian sosial yang berkembang yang terdiri dari kebahagiaan berbagi, kecintaan pada anak-anak, dan kecintaan pada orang jalanan yang mempengaruhi upaya partisipan dalam menikmati hidup melajang. Penelitian ini memberi informasi penting tentang dinamika psikologis pada kondisi lajang di usia lanjut.
PENGALAMAN PENGASUHAN SINGLE MOTHER YANG MEMILIKI ANAK PENYANDANG LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Magdalena Margaretha;
Yohanis F La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2022.34434
Ketidakhadiran suami membuat single mother berjuang sendiri untuk mengasuh anak. Kondisi tersebut semakin berat setelah anak didiagnosis mengidap penyakit kronis yaitu lupus. Penyakit lupus merupakan jenis penyakit autoimun kronis yang dapat memberikan dampak fisik maupun psikologis kepada pengidapnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mencari tahu mengenai proses pengasuhan pada single mother yang memiliki anak penyandang lupus eritematosus sistemik. Pemilihan partisipan dilakukan dengan teknik purposif. Terdapat tiga partisipan yang diwawancarai dengan kriteria single mother yang memiliki anak penyandang lupus eritematosus sistemik usia dewasa awal, dan didiagnosis mengidap lupus eritematosus sistemik sejak usia remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian fenomenologis dengan wawancara yang bersifat semi-terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkan dua tema induk yaitu, (1) keprihatinan terhadap anak dengan tema superordinat kepedulian dalam mengasuh, upaya memahami kondisi anak, upaya penyembuhan, upaya membangun optimisme, dan (2) dinamika dalam mengasuh dengan tema superordinat keguncangan pascadiagnosis, rintangan dalam pengasuhan, serta penguatan dalam pengasuhan. Terdapat satu tema khusus yang hanya muncul pada partisipan EY, yaitu pembatasan diri karena stigma. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai dinamika yang dialami oleh single mother dan upaya keras yang dilakukan untuk dapat bertahan selama mengasuh anak penyandang lupus eritematosus sistemik pada ketiga partisipan. Kekurangan dan keterbatasan dari penelitian ini juga dibahas sebagai acuan untuk penelitian yang akan dilakukan selanjutnya.
MAKNA MENJADI PENARI JAWA: SEBUAH INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS
Widha Ayu Anggarani;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.565 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15238
Menjalani kehidupan sebagai seorang pelaku kesenian tradisional di tengah-tengah selera masyarakat yang mayoritas mulai bergeser ke arah modern merupakan sebuah tantangan tersendiri. Penelitian ini bermaksud untuk memahami bagaimana penari Jawa memaknai perjalanan sebagai penari, serta sejauh apa tari tradisi Jawa mempengaruhi kehidupan penari. Peneliti menggunakan pendekatan fenomenologis, yaitu IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci dan sesuai untuk menjawab pertanyaan peneliti. Prosedur tersebut bertitik fokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Proses pemerolehan subjek menggunakan teknik purposive. Subjek adalah empat orang penari tradisional Jawa yang melestarikan tari dengan masih berkegiatan menari ataupun menjadi guru tari dan berdomisili di Semarang, Solo, serta Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini menunjukan tiga tema utama, yaitu pilihan hidup sebagai penari, pencelupan diri pada tari, dan pengembangan diri yang positif. Penari bukan sekadar bidang atau pekerjaan bagi keempat subjek, menjalani kehidupan sebagai penari merupakan jalan hidup yang telah dipilih untuk mengantarkan keempat subjek menuju pengembangan diri yang positif, pribadi yang lebih tenang dan matang dalam menghadapi persoalan hidup. Berdasarkan hal tersebut, tari Jawa beserta nilai-nilai yang ada didalamnya memiliki pengaruh yang positif sehingga patut diperhitungkan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan psikologi khususnya psikologi kepribadian dan indigeneous psychology.
PENGALAMAN PENYESUAIAN SOSIAL MAHASISWA ETNIS PAPUA DI KOTA SEMARANG
Stevan Krisyogi Barimbing;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.295 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14900
Tujuan dari penelitian fenomenologis ini adalah memahami pengalaman penyesuaian sosial mahasiswa etnis Papuadi kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Subjek dalampenelitian merupakan tiga mahasiswa etnis Papua. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dengankriteria-kriteria subjek yang telah ditetapkan oleh peneliti. Data dianalisis dengan menggunakan InterpretativePhenomenological Analysis (IPA). Pendekatan analisis data IPA dipilih karena adanya prosedur yang rinci dalammenganalisis data sehingga menghasilkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang dari pengalaman unikyang dimiliki oleh subjek melalui wawancara. Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur. Pelaksanaan penelitian memperhatikan kode etik psikologis untuk menjamin kerahasian data subjek.Peneliti menemukan tiga tema super-ordinat dalam penelitian, yaitu; kesulitan membina hubungan sosial, kebutuhanakan penerimaan sosial, dan upaya pembenahan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan pemaknaan kehidupan subjekmelalui pembenahan diri. Puncak dari pemaknaan tersebut adalah kepedulian sosial serta berbagi pengalamanpembenahan diri melalui kehidupan spiritual terhadap komunitas seetnis.
MAKNA SPIRITUALITAS TOKOH WAYANG SEMAR BAGI DALANG
Hermawan Febriyanto;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.096 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7542
Penelitian ini bermaksud untuk menilik bagaimana pemahaman dan pengalaman subjek yang memiliki peran sebagai dalang dalam memaknai spiritualitas tokoh wayang Semar. Tujuan penelitian ini adalah memahami makna spiritualitas tokoh wayang Semar dari pengalaman dan pemahaman seorang dalang terhadap tokoh wayang Semar.Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Metode ini dipilih dengan pertimbangan bahwa IPA merupakan metode sistematis yang berfokus pada makna yang diperoleh subjek terhadap pengalaman, peristiwa khusus, dan keadaan yang dialami subjek.Peneliti menemukan bahwa proses pemaknaan dalang terhadap spiritualitas tokoh wayang Semar terdiri dari: (1) Fondasi mendalang; (2) Penjiwaan ajaran Semar; (3) Aktualisasi Spiritualitas Semar.Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa pemaknaan dalang terhadap spiritualitas tokoh wayang Semar dipengaruhi adanya kesadaran subjek yang semakin mendalam telah diarahkan oleh mistik Jawa pada penghalusan dan pendalaman rasa secara terus-menerus. Rasa inilah yang berkembang dalam diri subjek yakni kebatinan, dan keberadaan tokoh Semar memiliki kesempurnaan etis dan hadir sebagai pelengkap sekaligus sosok inti kebatinan subjek sebagai dalang, dengan demikian ditemukan bahwa makna spiritualitas tokoh wayang Semar bagi dalang adalah pemandu kehidupan.