Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS ATAS PERNYATAAN SIKAP GERAKAN ISLAM DI INDONESIA TERHADAP ISIS Zainal Fikri
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 17, No 34 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.189 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v17i34.2549

Abstract

This article analyzes the statements of seven Islamic movements in Indonesia towards ISIS, namely JAT, JAS, HTI, FPI, FUI-MUI, Muhammadiyah and NU with the Critical Discourse Analysis - CDA) approach from Teun Van Dijk. This study found that groups who aspire to establish the Khilafah Islamiyah such as JAT, JAS, HTI, and FPI, basically, they agreed with the establishment of the Islamic Caliphate, but differed on methods and strategies with ISIS to achieve the establishment of the Khilafah Islamiyah. These diverse strategies and ideologis are keys to their different attitudes  towards ISIS. The groups that are firmly loyal to the nation-state of Indonesia reject the form of the Khilafah Islamiyah state. Therefore they expressly reject ISIS and its Islamic Caliphate declaration. Included in this group are mass organizations joined in the FUI-MUI, including Muhammadiyah and NU
Narasi Deradikalisasi di Media Online Republika dan Arrahmah Zainal Fikri
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 11 No 2 (2013): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 11 No. 2 Tahun 2013
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.215 KB) | DOI: 10.31291/jlk.v11i2.70

Abstract

By using a semiotic approach, this study explored deradicalization narrative in the two online Islamic media, Republika and Arrahmah. This study aimed at clarifying the meanings of deradicalization in Indonesia and contributing to the implementation of deradicalization project. The study was conducted by using a textual analysis, mainly paradigmatic and syntagmatic analysis. This study found Republika narrated that the deradicalization was the efforts to prevent radical ideology and to correct misinterpretation towards Islam. For Arrahmah , deradicalization was a part of war against Islam and distorted the teachings of Islam. Keywords: Semiotics, Deradicalization, Terrorism, Jihad.
Literasi Agama dan Literasi Digital: Kasus Lagu Havenu Shalom Aleichem Zainal Pikri
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 19 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v19i2.4779

Abstract

Abstrak Kontroversi nyanyian Havenu Shalom Aleichem (HSA) di Pondok Al-Zaytun memicu sebagian umat Islam mencari informasi tentang lagu ini. Hasil pencarian informasi ini kemudian dijadikan berita dan landasan fatwa. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi sumber informasi digital tentang lagu HSA dalam pemberitaan Republika dan fatwa Bahtsul Masail (BM) Ma'had Aly Andalusia. Dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis dokumen pemberitaan oleh Republika dan dokumen BM berdasarkan teori literasi agama dan literasi digital. Kajian ini menemukan Republika dan BM menyatakan bahwa lagu HSA adalah nyanyian dalam ibadah agama Yahudi. Informasi ini tidak akurat dan timbul dari pengambilan informasi digital tanpa evaluasi yang memadai. Sumber yang otoritatif menjelaskan lagu HSA adalah lagu sekuler bukan nyanyian dalam ibadah agama Yahudi. Penelitian ini menunjukkan dari sisi literasi agama, bagi umat Islam Indonesia, yang terpenting untuk diketahui adalah pengetahuan tentang ibadah agama lain. Kata kunci: literasi agama, literasi digital, lagu, ibadah. Abstract The controversy over the singing of Havenu Shalom Aleichem (HSA) at Pondok Al-Zaytun triggered some Muslims to seek information about this song. The results of this information search are then used as news and the basis for a fatwa. The aim of this research is to identify and evaluate digital sources of information about HSA song in Republika reporting and Bahtsul Masail (BM) Ma'had Aly Andalusia's fatwa. Using a case study approach, this research analyzes news documents by Republika and BM documents based on theories of religious literacy and digital literacy. This study found that Republika and BM stated that the HSA song was a song in Jewish worship or liturgy. This information is inaccurate and arises from the browsing of digital information without adequate evaluation. Authoritative sources explain that HSA songs are secular songs, not songs in Jewish religious services. This research shows that in terms of religious literacy, for Indonesian Muslims, the most important thing to know is knowledge about the ritual of other religions. Key words: religious literacy, digital literacy, song, liturgy.
INTEGRASI PEMIKIRAN THOMAS SAMUEL KUHN DALAM KEILMUAN ISLAM DI ERA MODERN Syadzali, Ahmad; Rizky, Ali; Yasin, Muhammad; Pikri, Zainal
Jurnal Studia Insania Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jsi.v12i1.11501

Abstract

This research explains the integration of Thomas Samuel Kuhn's thoughts in the development of Islamic scholarship in the modern era. The main focus of this research is to highlight paradigm changes in scientific development and its integration in Islamic scholarship. The aim of this research seeks to apply Kuhn's thinking, namely the concept of scientific revolution in developing Islamic scholarship to be able to produce a valuable contribution and solution to the problems faced by Muslims due to technological developments which have given birth to a new paradigm in Islamic scholarship. This research method is qualitative in nature, prepared using library materials or literature studies. This research provides an overview of the scientific revolution put forward by Kuhn and its integration in the development of Islamic science in the modern era, which from Kuhn's thoughts can be applied in the development of Islamic science with the aim of encouraging Islamic thought regarding anomalies and crises as well as revolutions in Islamic science. which can develop understanding of science and produce solutions in facing Islamic scientific problems resulting from developments in time and technology in the modern era. Keywords: Paradigmi; Islamic Science; Integration.  
Warga Negara, bukan Kafir: Wacana Status Non-Muslim di Indonesia dalam Situs-situs NU Pikri, Zainal; Syadzali, Ahmad; Amaly, Najla
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v20i1.12497

Abstract

Perdebatan konsep kewarganegaraan non-Muslim di berbagai negaraberpenduduk mayoritas Muslim diwarnai ketegangan antara gagasan tradisionalkewarganegaraan berbasis agama dan konsepsi modern kewarganegaraan yangberbasis teritorial negara bangsa. Pembahasan tulisan ini tentang penggunaanistilah kafir untuk menyebut non-Muslim dalam Munas NU tahun 2019 merupakanbagian dari kajian tentang pandangan ideologi dominan kepemimpinan NU.Pandangan ini dapat ditelusuri pada situs-situs internet NU, karena biasanya NUmenyebarkan paham dan pandangannya pada situs-situs miliknya. Kajian tentangisu ini penting untuk mengetahui apakah dalam kasus ini NU masihmemperjuangkan ideologi yang toleran, mendukung demokrasi dan menentangIndonesia menjadi negara Islam
Pilihan versus Kewajiban: Perdebatan Pengaturan Jilbab di Sekolah Negeri di Indonesia Pikri, Zainal; Syadzali, Ahmad; Amaly, Najla
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v21i1.12498

Abstract

Menyusul terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang PenggunaanSeragam dan Atribut di Sekolah Negeri untuk Pendidikan Dasar dan Menengaholeh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), KementerianAgama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ) di Indonesia,pertanyaan tentang seragam sekolah siswa perempuan Muslim berada di bawahsorotan media dan politik yang intens, dua wacana yang bersaing telah muncul.Wacana pertama berpusat pada jilbab sebagai pilihan perempuan dan simbolpemberdayaan perempuan. Wacana kedua muncul sebagian besar sebagaitanggapan atas wacana pertama dan menegaskan bahwa menutupi aurat adalahkewajiban agama, bukan hak pilihan pribadi. Perdebatan tentanf SKB inimelampaui wacana “pilihan” dan “kewajiban” berkaitan dengan pengamalanagama oleh anak, peran orang tua, sekolah, dan negara dalam konteks Islam,kebebasan beragama dan hak asasi manusia.
Warga Negara, bukan Kafir: Wacana Status Non-Muslim di Indonesia dalam Situs-situs NU Pikri, Zainal; Syadzali, Ahmad; Amaly, Najla
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v20i1.12497

Abstract

Perdebatan konsep kewarganegaraan non-Muslim di berbagai negaraberpenduduk mayoritas Muslim diwarnai ketegangan antara gagasan tradisionalkewarganegaraan berbasis agama dan konsepsi modern kewarganegaraan yangberbasis teritorial negara bangsa. Pembahasan tulisan ini tentang penggunaanistilah kafir untuk menyebut non-Muslim dalam Munas NU tahun 2019 merupakanbagian dari kajian tentang pandangan ideologi dominan kepemimpinan NU.Pandangan ini dapat ditelusuri pada situs-situs internet NU, karena biasanya NUmenyebarkan paham dan pandangannya pada situs-situs miliknya. Kajian tentangisu ini penting untuk mengetahui apakah dalam kasus ini NU masihmemperjuangkan ideologi yang toleran, mendukung demokrasi dan menentangIndonesia menjadi negara Islam
Pilihan versus Kewajiban: Perdebatan Pengaturan Jilbab di Sekolah Negeri di Indonesia Pikri, Zainal; Syadzali, Ahmad; Amaly, Najla
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v21i1.12498

Abstract

Menyusul terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang PenggunaanSeragam dan Atribut di Sekolah Negeri untuk Pendidikan Dasar dan Menengaholeh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), KementerianAgama (Kemenag) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ) di Indonesia,pertanyaan tentang seragam sekolah siswa perempuan Muslim berada di bawahsorotan media dan politik yang intens, dua wacana yang bersaing telah muncul.Wacana pertama berpusat pada jilbab sebagai pilihan perempuan dan simbolpemberdayaan perempuan. Wacana kedua muncul sebagian besar sebagaitanggapan atas wacana pertama dan menegaskan bahwa menutupi aurat adalahkewajiban agama, bukan hak pilihan pribadi. Perdebatan tentanf SKB inimelampaui wacana “pilihan” dan “kewajiban” berkaitan dengan pengamalanagama oleh anak, peran orang tua, sekolah, dan negara dalam konteks Islam,kebebasan beragama dan hak asasi manusia.
Hijabi Metal Voice of Baceprot: Discourse on Identity, Gender and Religion in Digital Space / Hijabi Metal Voice of Baceprot: Wacana Identitas, Gender dan Agama di Ruang Digital Pikri, Zainal; Muthmainnah, Inna
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 23 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v23i2.15460

Abstract

This study examines the intersection of religion, gender, and culture through the case of Voice of Baceprot (VOB), an Indonesian hijab-wearing metal band. Utilizing Kimberlé Crenshaw’s intersectionality theory and Laclau and Mouffe’s discourse analysis, the research analyzes YouTube viewer comments to explore how VOB’s identity as Muslim women metal musicians is constructed and contested. The study employs a qualitative approach, collecting comments from VOB’s most-viewed YouTube videos using Python-based scripts and analyzing them thematically and discursively. This methodology reveals competing narratives: critics perceive the hijab as incompatible with traditional metal aesthetics, while supporters celebrate its role in redefining gender and religious norms in popular music. By navigating these complex discourses, VOB challenges stereotypes within conservative Islamic norms and global metal culture, presenting the hijab as a symbol of personal choice and empowerment. The findings highlight how VOB redefines heavy metal as a global, inclusive genre and demonstrates the power of music to transcend cultural and religious barriers.
Hijabi Metal Voice of Baceprot: Discourse on Identity, Gender and Religion in Digital Space / Hijabi Metal Voice of Baceprot: Wacana Identitas, Gender dan Agama di Ruang Digital Pikri, Zainal; Muthmainnah, Inna
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 23 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v23i2.15460

Abstract

This study examines the intersection of religion, gender, and culture through the case of Voice of Baceprot (VOB), an Indonesian hijab-wearing metal band. Utilizing Kimberlé Crenshaw’s intersectionality theory and Laclau and Mouffe’s discourse analysis, the research analyzes YouTube viewer comments to explore how VOB’s identity as Muslim women metal musicians is constructed and contested. The study employs a qualitative approach, collecting comments from VOB’s most-viewed YouTube videos using Python-based scripts and analyzing them thematically and discursively. This methodology reveals competing narratives: critics perceive the hijab as incompatible with traditional metal aesthetics, while supporters celebrate its role in redefining gender and religious norms in popular music. By navigating these complex discourses, VOB challenges stereotypes within conservative Islamic norms and global metal culture, presenting the hijab as a symbol of personal choice and empowerment. The findings highlight how VOB redefines heavy metal as a global, inclusive genre and demonstrates the power of music to transcend cultural and religious barriers.