Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Kadar Glukosa Urine Metode Benedict, Fehling Dan Stick Setelah Ditambahkan Vitamin C Dosis Tinggi/ 1000 Mg Sulfia, Febrian; Fikri, Zainal; Fauzi, Iswari
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 5, No 2 (2018): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v5i2.118

Abstract

Glukosa urine adalah pemeriksaan urine rutin, pemeriksaan dasar yang dapat dipakai untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Secara rutin pemeriksaan glukosa urine ditekankan terhadap kemungkinan adanya glukosa dalam urine atau glukosuria. Glukosa dalam urine dapat deteksi dengan cara yang berbeda-beda. Pada pemeriksaan glukosa urine sebaiknya penderita jangan makan zat reduktor vitamin C. karena zat tersebut dapat memberikan hasil positif palsu dengan cara reduksi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa urine metode benedict, fehling, dan stick pada urine setelah ditambahkan vitamin C. Metode Penelitian ini  bersifat Observasional Deskriptif. Penelitian ini berlangsung menggunakan Non Random Purposive Sampling. Sampel urine setelah ditambahkan vitamin C dosis tinggi/ 1000 mg kemudian di periksa menggunakan metode benedict, fehling dan stick. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini positif  kadar glukosa pada urine setelah ditambahkan vitamin C dosis tinggi/ 1000 mg dan setiap metodenya terjadi perbedaan positifitas. Kesimpulan pada penelitian ini adalah urine yang ditambahkan vitamin C dosis tinggi/ 1000 mg berpengaruh secara signifkan terhadap perbedaan kadar glukosa urine  pada metode benedict, fehling dan stick.
Pengaruh Lamanya Waktu Menjadi Vegetarian Lacto Terhadap Kadar Kolesterol Sukmawati, Sulvani; Fikri, Zainal; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 4, No 2 (2017): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v4i2.188

Abstract

Vegetarian adalah gaya hidup yang tidak boleh mengkonsumsi daging. Salah satunya yaitu vegetarian lacto yang  tidak  boleh  mengonsumsi  daging  namun  tetap  mengonsumsi  susu  dan  olahannya  seperti  keju  dan yougurt.  Tujuan  dari  penelitian  ini  yaitu  untuk  mengetahui  pengaruh  lamanya  waktu  menjadi  vegetarian lacto terhadap kadar kolesterol. Jenis penelitian ini yaitu bersifat penelitian observasional analitik . Sampel yang  digunakan  yaitu  sampel  darah  kapiler  yang  berasal  dari  kelompok  vegetarian  lacto  sebanyak  30 sampel. Metode pemeriksaan  kadar kolesterol  yang digunakan  yaitu POCT (Point Of Care Testing). Data hasil  penelitian  dianalisa  secara  regresi  linear.  Hasil  penelitian  terhadap  30  sampel  vegetarian  lacto menunjukkan  bahwa  90%  responden  memiliki    rata-rata  kadar  kolesterol  yang  rendah  (<  200  mg/dl), sedangkan 10% lainnya menunjukkan kadar yang tinggi (> 200 mg/dl). Diet vegetarian yang dijalani mulai dari 0 - 10 tahun memiliki rerata kadar kolesterol yaitu 118,8 mg/dl, diet vegetarian yang dijalani 11  – 20 tahun  memiliki  rerata  kadar  kolesterol  yaitu  138,6  mg/dl  dan  diet  vegetarian  yang  dijalani  21  –  30  tahun memiliki rerata  kadar kolesterol yaitu 172,7 mg/dl.  Hal tersebut  menunjukkan bahwa adanya peningkatan kadar kolesterol pada kelompok vegetarian lacto dengan semakin lamanya menjalani diet vegetarian lacto. Hasil uji statistik  menunjukkan adanya pengaruh lamanya  waktu  menjadi  vegetarian lacto terhadap kadar kolesterol. Semakin lama menjalani diet vegetarian lacto, maka kadar kolesterol akan semakin meningkat.
Lemongrass Powder in Bio-Bs Effervescent Formulation of Lombok Island Local Isolate on Viability and Amount of Bacillus Sphaericus Toxin Crystal Protein for Control of Anopheles sp. Larvae Jiwintarum, Yunan; Fikri, Zainal; Diarti, Maruni Wiwin; Sulaimah, Rabi'unnisa
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 1 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i1.266

Abstract

Bio Formula – BS effervescent (Bio- Bacillus sphaericus) is an Effervescent powder-shaped formula that is easy to use by the public. Lombok's local effervescent bio-BS isolated formula has a weakness in terms of smell. The results from the literature search that fragrant lemongrass has a distinctive smell and can kill Aedes aeygpti, but scientific data has not been obtained about the ability of fragrant lemongrass to kill Anopheles Sp in the form of larvae and mosquitoes. The study aimed to find out the effect of the combination formulation of Bio-BS Effervescent local isolate Lombok Island with the addition of lemongrass powder for viability and the amount of toxin crystal protein Bacillus sphaericus. This research method is exploratory and experimental in the laboratory with the design of Post Test Only Control Group Design. The study used six treatment formulations. Samples of Anopheles sp larvae research in Batu Layar lagoon, West Lombok regency and pelur lagoon in Peringgesela, East Lombok regency and from the results of colonization of larvae. The independent Variable is a combination formulation of Bio-BS Effervescent isolated locally from Lombok Island with the addition of fragrant lemongrass powder. The dependent variable is the mortality of Larvae Anophels Sp, Viability of B. Sphaericus, and Amount of Toxin Protein Production of B. Sphaericus. The larvae death rate, the concentration of cells/endospores, and the number of repeats in each container are then tabulated and analyzed using Probit Analysis with the help of MINITAB 16 software. B. sphaericus viability data and the amount of endospore toxin protein crystal production were descriptively analyzed.
Jenis dan Jumlah Sedimen Urine Organik dan Anorganik pada Penderita Demam Typhoid Sebelum dan setelah Pemberian Antibiotik Diarti, Maruni Wiwin; Fikri, Zainal; Sintia Dewi, Ni Kadek; Jiwintarum, Yunan
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.222

Abstract

Salmonella typhi merupakan kuman pathogen penyebab demam typhoid yaitu suatu penyakit infeksi sistemik dengan gejala demam, gangguan saluran cerna, dan mual muntah. Demam dengan suhu yang tinggi, akan terjadi komplikasi seperti perubahan pada urin yang menjadi lebih gelap karena pecahnya sejumlah sel darah merah, dan gagal ginjal. Diagnosis tersebut perlu membutuhkan pemeriksaan, seperti pemeriksaan sedimen urine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis dan jumlah sedimen urine pada penderita demam typhoid sebelum dan setelahpemberianAntibiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien yang positif demam typhoid di Puskesmas Gerung Kabupaten Lombok Barat dan sampel sebanyak 23 orang. Analisis data menggunakan deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan jumlah sedimen urine sebelum pemberian Antibiotik adalah leukosit dan eritrosit abnormal (13,0%), epitel abnormal (47,8%), Kristal klasium abnormal (4,3%). Jumlah sedimen urine setelah pemberian Antibiotik adalah leukosit normal (100%), tidak ditemukan leukosit abnormal, eritrosit normal (56,5%) dan tidak ditemukannya eritrosit abnormal, sel epitel normal (60,8%), dan tidak ditemukannya sel epitel abnormal.
Analisis Mutu Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Di Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram Santoso, Teguh; Fikri, Zainal; Jiwantoro, Yudha Anggit
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i1.223

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu bentuk sarana kesehatan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat yang berfungsi untuk melakukan upaya kesehatan dasar atau kesehatan rujukan dengan meningkatkan mutu pelayanan. Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu rumah sakit, dimana terdapat pelayanan laboratorium yang tidak dapat terpisahkan dengan rumah sakit. Pelayanan yang diberikan laboratorium sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Cara pengukuran tingkat kepuasan pasien menggunakan lima dimensi mutu pelayanan seperti, bukti fisik (tangible), kehandalan (reliabilty), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Mengetahui  mutu pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien di laboratorium RSUD Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien laboratorium RSUD Kota Mataram, sampel penelitian sebanyak 98 orang. Tekknik pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang pengaruh mutu pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan, didapatkan hasil variabel mutu pelayanan: tangible baik (67,4%), tidak baik (32,6%), reliability baik (83,7%), tidak baik (16,3%), responsiveness baik (94,0%), tidak baik (6,0%), assurance baik (51,1%), tidak baik (48,9%), dan empathy baik (97,0%), tidak baik (3,0%). Variabel kepuasan pasien responden yang mengatakan puas sebesar (74,5%). Hasil penelitian menunjukkan p value (0.000). Ada pengaruh mutu pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien di laboratorium RSUD Kota Mataram.
Hubungan Antara Kandidiasis Pada urine Wanita Penderita Diabetes Mellitus Dengan Nilai Positivitas Glukosuria Di Wilayah Kerja Puskesmas Narmada Az-zahro, Fatima; Kristinawati, Erna; Fikri, Zainal
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v8i2.239

Abstract

Kandidiasis pada daerah kewanitaan dapat menyebabkan gatal dan keputihan yang sering dianggap sebagai hal yang umun dan tidak berbahaya. Salah satu faktor predisposisi yang dapat mengubah sifat saprofit Candida sp. menjadi patogen yaitu diabetes mellitus. Hiperglikemia pada penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol menyebabkan filtrasi glomerulus pada ginjal mengandung lebih banyak glukosa daripada yang direabsorpsi sehingga terjadi glukosuria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kandidiasis pada urine wanita penderita Diabetes Mellitus dengan nilai positivitas glukosuria di wilayah kerja Puskesmas Narmada.Penelitian ini merupakan penelitian Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 orang. Sampel urin pada wanita penderita Diabetes Mellitus diperiksa glukosurianya terlebih dahulu, kemudian urine disentrifuge dan diamati keberadaan jamur penyebab Kandidiasis pada sedimen urinnya. Berdasarkan pemeriksaan glukosuria dan kandidiasis, dari 8 sampel yang positif (+1) glukosuria terdapat 1 sampel positif kandidiasis, dari 3 sampel yang positif (+2) glukosuria terdapat 2 sampel yang positif kandidiasis, dan 13 sampel lainnya negatif glukosuria maupun kandidiasis. Hasil uji Chi square menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0,007 < 0,05.Secara statistik, ada hubungan antara kandidiasis pada urine wanita penderita diabetes mellitus dengan nilai positivitas glukosuria di wilayah kerja Puskesmas Narmada. Namun bila dikaji secara klinis, maka keduanya tidaklah berhubungan, sebab kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus yang ≥200 mg/dL merupakan ambang batas ginjal yang seharusnya dapat menyebabkan timbulnya glukosuria, sehingga apabila glukosurianya negatif maka kandidiasisnya pun akan negatif.
Wittgenstein's Challenge: The Impossibility of a Private Language Pikri, Zainal
Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Universitas Negri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jaqfi.v8i2.17417

Abstract

The feasibility of a private language, a concept previously entertained by philosophers like Locke and Russell, is rigorously disputed by Wittgenstein in his later works. This article critically examines Wittgenstein’s standpoint on the notion of a private language, with a specific focus on its plausibility. It meticulously investigates the five arguments proffered by Wittgenstein against the concept of a private language and evaluates the counterarguments presented by his critics. These arguments encompass the future use argument, the interpretation argument, the stage-setting argument, the use argument, and the practice argument. Through a comprehensive analysis of these arguments, Wittgenstein substantiates the intrinsic unattainability of a private language. A privately defined word lacks the fundamental attributes of language, notably an established meaning, usability, prospective applicability, practical implications, interpretability, and a coherent framework governing the roles of its constituent elements. Ultimately, it is asserted that a private language cannot exist autonomously, separate from a public language.