Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Lentera

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH PISANG MOLEN COKLAT DI DESA MEUNASAH CAPA KABUPATEN BIREUEN Taufik Jahidin
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 5 No 5 (2021): Lentera, Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun ketertarikan penulis terhadap judul di atas, karena penulis ingin mengetahui sejauh mana implementasi kebijakan pemerintah terhadap industry yang sedang berkembang di Bireuen Meunasah Capa Kabupaten Bireuen, khususnya kepada industri Pisang Molen Coklat. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian lapangan (field research) atau di sebut dengan metode kualitatif deskriptif, yang nantinya akan menggambarkan fakta-fakta yang terjadi, sehingga dapat di temukan sebuah kesimpulan. Adapun temuan dari Skripsi ini adalah bahwa metode pengembangan industri Pisang Molen Coklat di Desa Meunasah Capa dengan pelaksaan UU No 20 Tahun 2008 oleh pemerintah daerah. Unsur yang menghambat pada pengembangan industry tersebut adalah modal yang kurang, kurangnya bahan baku, dan kurangnya kerja sama pemilik industri terhadap pemerintah, sehingga dari 3 (Tiga) Industri Pisang Molen Coklat hanya 2 (Dua) yang mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa insentif dan sosialisasi sesuai dengan UU No 20 Tahun 2008. Dan adapun kebijakan pemerintah tersebut adalah perlunya pemilik industri untuk melengkapi syarat-sayarat mendirikan sebuah UMKM, Mendaftarkan tempat usaha nya ke Dinas Disperindagkop, adanya bantuan modal yang diberikan terhadap industri, memberikan pelatihan metode pemasaran terhadap para karyawan guna untuk meningkatkan penjualan, dan bantuan pemerintah dan lembaga lain dalam hal pemberian bantuan alat produksi untuk meningkatkan produksi Pisang Molen Coklat.
MAQASHID SYARI’AH IMAM AL- SYATIBI Taufik Jahidin
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 2 (2022): LENTERA, MEI 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maqasid Syari’ah berarti tujuan Allah dan Rasul-Nya dalam merumuskan hukum-hukum Islam. Tujuan itu dapat ditelusuri dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah sebagai alasan logis bagi rumusan suatu hukum yang berorientasi kepada kemaslahatan umat manusia. Sebagaimana dikemukakan oleh Abu Ishaq al-Syatibi bahwa tujuan pokok disyariatkan hukum Islam adalah untuk kemaslahatan manusia baik di dunia maupun di akherat. Maka oleh karena itu sebagai seorang muslim kita dituntut untuk kreatif serta terus berusaha untuk mencari solusi hukum atau aturan-aturan syariat dalam rangka menyelesaikan perkara-perkara terkini yang dihadapi umat, sehingga dengan aturan tersebut dapat membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi umat manusia. Dalam kajian ini berusaha untuk membahas bagaimana menemukan hukum (fiqh) dalam persfektif modern terhadap studi hukum syariat dengan membandingkan maqashid al-dharuryyat al-khamsah al-saba’ah yang dinisbahkan kepada al-syathibi, dihubungkan dengan teori Abraham maslou yang berkaitan dengan hirarkhi tingkatan kebutuhan manusia.
Pelayanan Retribusi Persampahan Tahun 2020-2021 Di Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Wikayatul Jannah; Taufik Jahidin
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 2 (2023): Lentera, Mei 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Retribusi Persampahan Tahun 2020-2021 Di Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen
Analisis Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg Untuk Masyarakat Miskin (Studi Kasus: Kemukiman Geulanggang Raya, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen) Taufik Jahidin; Sunayama Sanna Surya; Fitri Ernalis
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Penyediaan dan Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg. Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulangang Raya Kecamatan Kota Juang belum sesuai dengan perturan yang berlaku, hal ini terkendala oleh kurangnya pengawasan dari pemerintah Kabupaten Bireuen. Dalam penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg seharusnya berpedoman pada Peraturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 tahun 2023 Tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg yang menyebutkan bahwa harus tepat sasaran, melalui pendataan, sesuai tahapan, serta tepat harga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyaluran dan kendala dalam pelaksanaan penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg untuk masyarakat miskin di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata pada suatu konteks khusus yang alamiah. Hasil penelitian diperoleh bahwa Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen belum sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu masih kurang tepat sasaran yaitu masih bisa dibeli oleh semua kalangan termasuk masyarakat yang taraf ekonomi keluarganya sudah tergolong menengah ke atas. Harga Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di pangkalan masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kendala dalam melaksankan Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen adalah distribusi yang bersifat terbuka sehingga bebas dibeli oleh semua kalangan, perbedaan harga antara Liquid Petroleum Gas (LPG) bersubsidi dan non subsidi yang sangat mencolok sehingga masyarakat mengalihkan penggunaan untuk yang bersubsidi, belum diterapkannya sangsi secara tegas terhadap operasional pangkalan tidak resmi, serta kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam proses pendistribusian. Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kepada masyarakat miskin di Kemukiman Geulangang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen belum sesuai dengan ketetapan aturan yang berlaku.
Peran Aparatur Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Tahun 2022 Jahidin, Taufik
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 4: LENTERA, DESEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empowerment of farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been implemented optimally. This can be seen from the economic powerlessness of farmers which is exacerbated by the low level of village apparatus participation. The purpose of this study was to describe the role of village apparatus in community empowerment in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency. In this study using a descriptive qualitative research method which aims to describe and analyze a problem in order to obtain an overall picture that is described in words or sentences in the final results of the study. The role of village apparatus in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been maximized, so it has not made any changes to reducing poverty, increasing income, increasing productivity, increasing ability to manage farming and increasing welfare. Capital assistance, subsidized fertilizers and superior seeds provided by the Government have not been received equally by farmer groups. Counseling and mentoring from Village Officials has also not been carried out effectively, the availability of the facilities needed by farmers is inadequate and there is no institution that can distribute agricultural tools and accommodate harvests from farmers. Obstacles in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency are the low knowledge of farmers, where most farmers have only elementary and junior high school education, the weakness of agricultural extension programs so that they are unable to reach their targets for poor farmers, the limited role of the government in providing production inputs such as assistance capital, quality seeds and subsidized fertilizers, lack of concern and seriousness of members of farmer groups in participating in counseling and the lack of extension staff resources as trainers and educators.
Analisis Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg Untuk Masyarakat Miskin (Studi Kasus: Kemukiman Geulanggang Raya, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen) Jahidin, Taufik; Surya, Sunayama Sanna; Ernalis, Fitri
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 7 No. 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Penyediaan dan Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg. Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulangang Raya Kecamatan Kota Juang belum sesuai dengan perturan yang berlaku, hal ini terkendala oleh kurangnya pengawasan dari pemerintah Kabupaten Bireuen. Dalam penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg seharusnya berpedoman pada Peraturan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 37 tahun 2023 Tentang Petunjuk Teknis Pendistribusian Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg yang menyebutkan bahwa harus tepat sasaran, melalui pendataan, sesuai tahapan, serta tepat harga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyaluran dan kendala dalam pelaksanaan penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg untuk masyarakat miskin di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata-kata pada suatu konteks khusus yang alamiah. Hasil penelitian diperoleh bahwa Penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen belum sesuai dengan peraturan yang berlaku, yaitu masih kurang tepat sasaran yaitu masih bisa dibeli oleh semua kalangan termasuk masyarakat yang taraf ekonomi keluarganya sudah tergolong menengah ke atas. Harga Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di pangkalan masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kendala dalam melaksankan Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kemukiman Geulanggang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen adalah distribusi yang bersifat terbuka sehingga bebas dibeli oleh semua kalangan, perbedaan harga antara Liquid Petroleum Gas (LPG) bersubsidi dan non subsidi yang sangat mencolok sehingga masyarakat mengalihkan penggunaan untuk yang bersubsidi, belum diterapkannya sangsi secara tegas terhadap operasional pangkalan tidak resmi, serta kurangnya pengawasan dari pemerintah dalam proses pendistribusian. Berdasarkan temuan di atas dapat disimpulkan bahwa penyaluran Liquid Petroleum Gas (LPG) 3 kepada masyarakat miskin di Kemukiman Geulangang Raya Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen belum sesuai dengan ketetapan aturan yang berlaku.
Analisis Target Pendapatan Asli Daerah Dari Sektor Retribusi Parkir Kenderaan Bermotor Di Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Jahidin, Taufik; Hidayati, Raudhatul; Ernalis, Fitri
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): LENTERA, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retribusi parkir di Kabupaten Bireuen di ataur dalam Qanun Nomor 10 Tahun 2011, tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Berdasarkan Qanun tersebut, target retribusi parkir kenderaan bermotor di Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen pada tahun 2022 sebesar Rp. 1.100.000.000. Berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir kenderaan bermotor beium mencapai sesuai dengan yang diharapkao, karena jumlahnya hanya Rp.755.850.000. Berdasarkan fenomena tersebut, masalah ini menarik untuk diteliti lebih lanjut agar ditemukan faktor-faktor penyebab terjadinya kekurangan dari retribusi parkir. Adapun faktor penyebab terjadinya kekurangan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir dikarenakan adanya juru parkir liar yang sumber pendapatan tersebut tidak masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir kenderaan bermotor. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis yaitu aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti menguasai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan di kelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan di tafsirkan maknanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yang secara primer berdasarkan pandangan untuk mengembangkan teori atau fenomena. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir kenderaan bermotor beium sesuai dengan Qanun Nomor 10 Tahun 2011
Peran Aparatur Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Di Desa Ujong Blang Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen Tahun 2022 Jahidin, Taufik
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 4: LENTERA, DESEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empowerment of farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been implemented optimally. This can be seen from the economic powerlessness of farmers which is exacerbated by the low level of village apparatus participation. The purpose of this study was to describe the role of village apparatus in community empowerment in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency. In this study using a descriptive qualitative research method which aims to describe and analyze a problem in order to obtain an overall picture that is described in words or sentences in the final results of the study. The role of village apparatus in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency has not been maximized, so it has not made any changes to reducing poverty, increasing income, increasing productivity, increasing ability to manage farming and increasing welfare. Capital assistance, subsidized fertilizers and superior seeds provided by the Government have not been received equally by farmer groups. Counseling and mentoring from Village Officials has also not been carried out effectively, the availability of the facilities needed by farmers is inadequate and there is no institution that can distribute agricultural tools and accommodate harvests from farmers. Obstacles in empowering farmer groups in Ujong Blang Village, Kuala District, Bireuen Regency are the low knowledge of farmers, where most farmers have only elementary and junior high school education, the weakness of agricultural extension programs so that they are unable to reach their targets for poor farmers, the limited role of the government in providing production inputs such as assistance capital, quality seeds and subsidized fertilizers, lack of concern and seriousness of members of farmer groups in participating in counseling and the lack of extension staff resources as trainers and educators.