Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Prototipe Deteksi Letak Kebocoran Pipa dengan Optimalisasi Kinerja Penerimaan Paket LoRa menggunakan Pengkodean Parameter Fisik Herdiyanto, Dedy Wahyu; Alfian, Freska Meliniar; Sarwono, Catur Suko; Setiabudi, Dodi; Eska, Andrita Ceriana; Laagu, Muh. Asnoer
Journal of Applied Computer Science and Technology Vol 5 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jacost.v5i1.641

Abstract

The purpose of this research is to determine the effect of the physical coding of LoRa communications on monitoring water pipelines. Optimizing the performance of packet receivers in the LoRa communication system using coding on the physical parameters SF (spreading factor), BW (bandwidth), and CR (coding rate). The detection system consists of 3 sensor nodes, 3 intermediate nodes, and 1 receiver node. Data from these sensors is sent to a cloud database. The SX1278 LoRa communication module works using a 433 MHz frequency. During the transmission process on the LoRa communication system, optimization is carried out for receiving data packets using the parameter coding method of physical spread factors, bandwidth, and coding rate. As a result of the research, it is shown that the greater the value of the third parameter (SF, BW, and CR), such as improvement in packet reception performance, improvement in bit security, and increasing packet resistance to various disturbances in transmission, but the time required for sending data be longer. The optimal parameters for detecting pipe leak locations include SF 10, BW 500 KHz, and CR 4/8. The LoRa SX1278 scenario is optimal with a distance of 400 meters, where packet and byte reception are obtained 100%.
PENGARUH TEKNOLOGI PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS TERHADAP KUALITAS HASIL BUDIDAYA IKAN NILA: PENGARUH TEKNOLOGI PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS TERHADAP KUALITAS HASIL BUDIDAYA IKAN NILA Chaidir, Ali Rizal; Herdiyanto, Dedy Wahyu; Eska, Andrita Ceriana; Kalandro, Guido Dias
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 16 No 1 (2025): FEBRUARI 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.44-51

Abstract

Budidaya ikan air tawar memiliki peran penting untuk mencapai ketahanan pangan di Indonesia. Ikan nila merupakan salah satu ikan air tawar yang diperoleh melalui aktivitas perikanan budidaya. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan ikan nila, seperti kualitas air, proses pemberian pakan, dan kualitas pakan yang diberikan. Jumlah pemberian pakan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan ikan nila mengalamai pertumbuhan lambat, sedangkan pemberian pakan yang terlalu banyak dapat menyebabkan kualitas air menjadi tidak baik karena ada pakan yang tidak dimakan atau terlambat untuk dimakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan automatic feeder dibandingkan dengan cara konvensional, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai pilihan yang dapat diterapkan dalam perlakuan budidaya ikan tertentu untuk menghasilkan panen maksimal. Hasil dari penerapan teknologi tersebut menunjukkan efisiensi pemberian pakan mencapai 97,6%; tingkat kelulusan hidup sebesar 94,4%; dan laju pertumbuhan spesifik mencapai 3,58%. Hal tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa perlakuan lain dalam budidaya ikan, sehingga dapat mengakibatkan hasil panen lebih cepat dengan penggunaan pakan yang efisien, dan jumlah panen yang maksimal.
AMC pada Komunikasi Drone Mini di dalam Gedung dengan Metode SC Frekuensi 10 GHz Eska, Andrita Ceriana
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i1.19554

Abstract

Penelitian ini membahas tentang jaringan komunikasi pada drone mini yang menggunakan jaringan komunikasi seluler. Frekuensi komunikasi yang digunakan adalah 10 GHz. Pada drone mini tersebut bergerak di dalam gedung. Base station yang digunakan sebanyak dua buah, dengan cakupan pico cell. Sistem komunikasi menggunakan kondisi uplink. Propagasi pada sistem komunikasi tersebut dipengaruhi oleh difraksi, AWGN, redaman atmosfer, dan permitivitas bata. Pada penelitian ini menggunakan beberapa variasi dari AMC (Adaptive Modulation and Coding). AMC menggunakan MCS (Modulation Coding Scheme) yaitu QPSK, 16 QAM, dan 64 QAM. Sebagai hasil didapatkan persentase cakupan komunikasi dengan permitivitas bata sebanyak 100%, tetapi modulasi QPSK pada AMC merupakan modulasi yang paling banyak diguankan. Persentase modulasi terbanyak adalah QPSK code rate 1/2 didapatkan 61,9%
Pengukuran RSSI pada Sistem Monitoring Rumah Walet berbasis WSN LoRa Herdiyanto, Dedy Wahyu; Cahyadi, Widya; Nuryanto, Deka Rachmad; Sarwono, Catur Suko; Eska, Andrita Ceriana; Wicaksono, Immawan
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.16-28

Abstract

Penelitian ini menerapkan teknologi WSN dengan modul Long Range (LoRa) karena dapat digunakan untuk memantau keadaan rumah burung walet yang jauh. Keadaan rumah burung walet dilakukan pengumpulan informasi menggunakan sensor DHT11 dan BH1750. Kegunaan sensor tersebut diantaranya DHT 11 untuk mendata suhu dan kelembapan, BH1750 untuk mendata intensitas cahaya. Sensor tersebut diletakkan pada setiap lantai yang berjumlah 3 lantai di rumah burung walet tersebut. Data sensor dikirimkan melalui komunikasi LoRa (Long Range). Analisa pada penelitian ini, diantaranya melakukan perhitungan dan pengukuran RSSI (Received Signal Strength Indicator) komunikasi LoRa dengan variasi jarak komunikasi. Variasi jarak propagasi komunikasi yang digunakan diantaranya 100m, 500m, 1000m, dan 1600m.  Sebagai hasil penelitian, RSSI komunikasi LoRa terhadap variasi lokasi sink pada setiap lantainya ditunjukkan bahwa semakin rendah ketinggian sink tersebut maka nilai RSSI semakin kecil. Error persen RSSI antara perhitungan dengan pengukuran, menunjukkan semakin rendah ketinggian sink maka error persen RSSI semakin kecil. RSSI komunikasi LoRa terhadap variasi jarak propagasi komunikasinya menunjukkan bahwa semakin jauh jarak propagasi maka RSSI semakin kecil. Perbandingan error persen RSSI pada komunikasi LoRa diantaranya sink 1 didapatkan 5,6%, sink 2 didapatkan 2,5%, dan sink 3 didapatkan 3,5%. Sehingga dari nilai tersebut dapat mengetahui jarak penerimaan data propagasi komunikasi LoRa untuk memantau kondisi lingkungan pada rumah burung walet. This study implemented WSN technology with a Long Range (LoRa) module because it can be used to monitor the condition of a distant swiftlet nest. The condition of the swallow house was collected using DHT11 and BH1750 sensors. These sensors include DHT 11 to record temperature and humidity and BH1750 to record light intensity. The sensors are placed on each of the three floors in the swiftlet house. Sensor data is sent via LoRa (long-range) communication. The analysis in this study includes calculating and measuring the RSSI (Received Signal Strength Indicator) of LoRa communication with variations in communication distance. The variations in communication propagation distance used include 100 m, 500 m, 1000 m, and 1600 m. As a result of the study, the RSSI of LoRa communication against variations in sink locations on each floor showed that the lower the height of the sink, the smaller the RSSI value. The RSSI percent error between calculation and measurement shows that the lower the sink height, the smaller the RSSI percent error. The RSSI of LoRa communication against its communication propagation distance variation shows that the further the propagation distance, the smaller the RSSI. Comparison of RSSI percent error in LoRa communication: sink 1 obtained 5.6%, sink 2 obtained 2.5%, and sink 3 obtained 3.5%. From this value, we can find the distance from receiving LoRa communication propagation data to monitor the swiftlet house's environmental conditions.
Coverage hetnet based picocell and femtocell for uplink condition around building environment with single knife edge method Eska, Andrita Ceriana
JURNAL INFOTEL Vol 16 No 3 (2024): August 2024
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v16i3.1166

Abstract

The development of HetNet (Heterogeneous Network) radio base stations has experienced many developments. This is indicated by the existence of microcells, macrocells, picocells, femtocells, and so on. In this research, the research is aimed at the propagation of user equipment communication systems in uplink conditions with HetNet picocells and femtocells. UE propagation is on a straight path between the building environment. The communication frequency used is 10 GHz. The communication between Tx and Rx is modeled as a diffraction mechanism, AWGN channel, and atmospheric attenuation. The Single Knife Edge (SKE) method is used to model the mechanism. The propagation channel is faced with AWGN (Additive White Gaussian Noise). The analysis of this research includes the SNR value, Adaptive Modulation and Coding (AMC) level, and percentage of communication coverage area. The AMC is based on the use of MCS (Modulation and Code Scheme). Some of the MCS modulations used QPSK, 16 QAM, and 64 QAM. As research results show that the percentage of communication coverage area obtained was gNB1 80.59 percent, gNB2 65.67%, and selection combining HetNet 95.52%.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN KAPASITOR BANK TERHADAP PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA GENERATOR SHINKO 4500 KVA DI PABRIK GULA JATIROTO Akbar, Muhammad Fakhri; Gozali, Moch.; Eska, Andrita Ceriana; Kaloko, Bambang Sri; Prasetyono, Suprihadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i2.51689

Abstract

Kebutuhan tenaga listrik sebagai pasokan tenaga listrik, pada pabrik gula Jatiroto memiliki permasalahan pada perbaikan factor daya, utamanya pada Generator Shinko 4500 KVA. Hal tersebut disebabkan dari banyaknya beban terutama pada motor induksi yang digunakan oleh industry dan memiliki sifat induktif yang tinggi. Keika motor beroperasi, memerlukan daya reaktif untuk membangun medan magnet dan menurunkan faktor daya. Sehingga diperlukan kapasitor bank untuk mengkompensasi daya reaktif, memperbaiki faktor daya dan meningkatkan efisiensi daya listrik pada generator Shinko 4500 KVA di pabrik gula Jatiroto. Generator Shinko 4500 KVA didapatkan faktor daya di angka 0.8 menunjukkan faktor daya yang rendah,  mengindikasikan bahwa sistem tidak berjalan efisien. Saat dilakukan running simulasi, didapatkan nilai faktor daya sebesar 82.69. Setelah dilakukan pemasangan kapasitor bank berjumlah 1 dengan kapasitas 500 KVAR, nilai faktor daya menjadi meningkat sebesar 89.69. Hal tersebut menunjukkan pemasangan kapasitor bank, dengan nilai faktor daya dapat ditingkatkan dan daya listrik juga meningkat.