Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH TEKNOLOGI PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS TERHADAP KUALITAS HASIL BUDIDAYA IKAN NILA: PENGARUH TEKNOLOGI PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS TERHADAP KUALITAS HASIL BUDIDAYA IKAN NILA Chaidir, Ali Rizal; Herdiyanto, Dedy Wahyu; Eska, Andrita Ceriana; Kalandro, Guido Dias
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.44-51

Abstract

Budidaya ikan air tawar memiliki peran penting untuk mencapai ketahanan pangan di Indonesia. Ikan nila merupakan salah satu ikan air tawar yang diperoleh melalui aktivitas perikanan budidaya. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan ikan nila, seperti kualitas air, proses pemberian pakan, dan kualitas pakan yang diberikan. Jumlah pemberian pakan yang terlalu sedikit dapat menyebabkan ikan nila mengalamai pertumbuhan lambat, sedangkan pemberian pakan yang terlalu banyak dapat menyebabkan kualitas air menjadi tidak baik karena ada pakan yang tidak dimakan atau terlambat untuk dimakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan automatic feeder dibandingkan dengan cara konvensional, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai pilihan yang dapat diterapkan dalam perlakuan budidaya ikan tertentu untuk menghasilkan panen maksimal. Hasil dari penerapan teknologi tersebut menunjukkan efisiensi pemberian pakan mencapai 97,6%; tingkat kelulusan hidup sebesar 94,4%; dan laju pertumbuhan spesifik mencapai 3,58%. Hal tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa perlakuan lain dalam budidaya ikan, sehingga dapat mengakibatkan hasil panen lebih cepat dengan penggunaan pakan yang efisien, dan jumlah panen yang maksimal.
AMC pada Komunikasi Drone Mini di dalam Gedung dengan Metode SC Frekuensi 10 GHz Eska, Andrita Ceriana
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v14i1.19554

Abstract

Penelitian ini membahas tentang jaringan komunikasi pada drone mini yang menggunakan jaringan komunikasi seluler. Frekuensi komunikasi yang digunakan adalah 10 GHz. Pada drone mini tersebut bergerak di dalam gedung. Base station yang digunakan sebanyak dua buah, dengan cakupan pico cell. Sistem komunikasi menggunakan kondisi uplink. Propagasi pada sistem komunikasi tersebut dipengaruhi oleh difraksi, AWGN, redaman atmosfer, dan permitivitas bata. Pada penelitian ini menggunakan beberapa variasi dari AMC (Adaptive Modulation and Coding). AMC menggunakan MCS (Modulation Coding Scheme) yaitu QPSK, 16 QAM, dan 64 QAM. Sebagai hasil didapatkan persentase cakupan komunikasi dengan permitivitas bata sebanyak 100%, tetapi modulasi QPSK pada AMC merupakan modulasi yang paling banyak diguankan. Persentase modulasi terbanyak adalah QPSK code rate 1/2 didapatkan 61,9%
Pengukuran RSSI pada Sistem Monitoring Rumah Walet berbasis WSN LoRa Herdiyanto, Dedy Wahyu; Cahyadi, Widya; Nuryanto, Deka Rachmad; Sarwono, Catur Suko; Eska, Andrita Ceriana; Wicaksono, Immawan
TELKA - Telekomunikasi Elektronika Komputasi dan Kontrol Vol 11, No 1 (2025): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v11n1.16-28

Abstract

Penelitian ini menerapkan teknologi WSN dengan modul Long Range (LoRa) karena dapat digunakan untuk memantau keadaan rumah burung walet yang jauh. Keadaan rumah burung walet dilakukan pengumpulan informasi menggunakan sensor DHT11 dan BH1750. Kegunaan sensor tersebut diantaranya DHT 11 untuk mendata suhu dan kelembapan, BH1750 untuk mendata intensitas cahaya. Sensor tersebut diletakkan pada setiap lantai yang berjumlah 3 lantai di rumah burung walet tersebut. Data sensor dikirimkan melalui komunikasi LoRa (Long Range). Analisa pada penelitian ini, diantaranya melakukan perhitungan dan pengukuran RSSI (Received Signal Strength Indicator) komunikasi LoRa dengan variasi jarak komunikasi. Variasi jarak propagasi komunikasi yang digunakan diantaranya 100m, 500m, 1000m, dan 1600m.  Sebagai hasil penelitian, RSSI komunikasi LoRa terhadap variasi lokasi sink pada setiap lantainya ditunjukkan bahwa semakin rendah ketinggian sink tersebut maka nilai RSSI semakin kecil. Error persen RSSI antara perhitungan dengan pengukuran, menunjukkan semakin rendah ketinggian sink maka error persen RSSI semakin kecil. RSSI komunikasi LoRa terhadap variasi jarak propagasi komunikasinya menunjukkan bahwa semakin jauh jarak propagasi maka RSSI semakin kecil. Perbandingan error persen RSSI pada komunikasi LoRa diantaranya sink 1 didapatkan 5,6%, sink 2 didapatkan 2,5%, dan sink 3 didapatkan 3,5%. Sehingga dari nilai tersebut dapat mengetahui jarak penerimaan data propagasi komunikasi LoRa untuk memantau kondisi lingkungan pada rumah burung walet. This study implemented WSN technology with a Long Range (LoRa) module because it can be used to monitor the condition of a distant swiftlet nest. The condition of the swallow house was collected using DHT11 and BH1750 sensors. These sensors include DHT 11 to record temperature and humidity and BH1750 to record light intensity. The sensors are placed on each of the three floors in the swiftlet house. Sensor data is sent via LoRa (long-range) communication. The analysis in this study includes calculating and measuring the RSSI (Received Signal Strength Indicator) of LoRa communication with variations in communication distance. The variations in communication propagation distance used include 100 m, 500 m, 1000 m, and 1600 m. As a result of the study, the RSSI of LoRa communication against variations in sink locations on each floor showed that the lower the height of the sink, the smaller the RSSI value. The RSSI percent error between calculation and measurement shows that the lower the sink height, the smaller the RSSI percent error. The RSSI of LoRa communication against its communication propagation distance variation shows that the further the propagation distance, the smaller the RSSI. Comparison of RSSI percent error in LoRa communication: sink 1 obtained 5.6%, sink 2 obtained 2.5%, and sink 3 obtained 3.5%. From this value, we can find the distance from receiving LoRa communication propagation data to monitor the swiftlet house's environmental conditions.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN KAPASITOR BANK TERHADAP PERBAIKAN FAKTOR DAYA PADA GENERATOR SHINKO 4500 KVA DI PABRIK GULA JATIROTO Akbar, Muhammad Fakhri; Gozali, Moch.; Eska, Andrita Ceriana; Kaloko, Bambang Sri; Prasetyono, Suprihadi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i2.51689

Abstract

Kebutuhan tenaga listrik sebagai pasokan tenaga listrik, pada pabrik gula Jatiroto memiliki permasalahan pada perbaikan factor daya, utamanya pada Generator Shinko 4500 KVA. Hal tersebut disebabkan dari banyaknya beban terutama pada motor induksi yang digunakan oleh industry dan memiliki sifat induktif yang tinggi. Keika motor beroperasi, memerlukan daya reaktif untuk membangun medan magnet dan menurunkan faktor daya. Sehingga diperlukan kapasitor bank untuk mengkompensasi daya reaktif, memperbaiki faktor daya dan meningkatkan efisiensi daya listrik pada generator Shinko 4500 KVA di pabrik gula Jatiroto. Generator Shinko 4500 KVA didapatkan faktor daya di angka 0.8 menunjukkan faktor daya yang rendah,  mengindikasikan bahwa sistem tidak berjalan efisien. Saat dilakukan running simulasi, didapatkan nilai faktor daya sebesar 82.69. Setelah dilakukan pemasangan kapasitor bank berjumlah 1 dengan kapasitas 500 KVAR, nilai faktor daya menjadi meningkat sebesar 89.69. Hal tersebut menunjukkan pemasangan kapasitor bank, dengan nilai faktor daya dapat ditingkatkan dan daya listrik juga meningkat.
Adaptive Modulation and Coding (AMC) around Building Environment for MS Communication at The Train Eska, Andrita Ceriana
EMITTER International Journal of Engineering Technology Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.415 KB) | DOI: 10.24003/emitter.v6i2.279

Abstract

This paper focused at communication systems when train moved. The communication propagation was influenced by building environment. The communication condition that used uplink direction. Mobile station was placed inside the train where moved with 500 km/hour velocity. The analysis was used consists of Doppler effect, atmospheric, and building environment. The variation communication frequency was used consists of 2.6 GHz, 5 GHz, and 10 GHz. Diffraction mechanism caused building was used single knife edge method. The result was showed SNR value from the communication frequency variation, distance comparison between LOS and NLOS, alteration adaptive modulation and coding (AMC), and coverage area percentage. Modulation and Coding Scheme (MCS) was used for AMC consists of QPSK, 16 QAM, and 64 QAM. Decreases of SNR value can be occured when communication distance for NLOS condition farther then LOS condition. That distance became increases because was obstructed with high building. Changeable of AMC value was caused propagation condition. The coverage area percentage when communication frequency that was used consists of 2.6 GHz, 5 GHz, and 10 GHz was obtained 88.4%, 88.4%, and 81.7%.
Auto Feeder Pakan Ikan berbasis IoT dan Panel Surya untuk Kolam Ikan di Desa Jubung Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember Catur Suko Sarwono; Khairul Anam; Gramandha Wega Intyanto; Andrita Ceriana Eska; Didik Suharijadi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local economic development for freshwater fish farming has significantly improved the community's economy. In Jubung Village, Sukorambi District, Jember Regency, there are eight freshwater ponds with a total area of 1,639 m2 managed by several community groups. These ponds are well managed and cultivated, but have not yet utilized auto-feeder fish feed technology and solar panels. As a field analysis, it was discovered that the determining factors for the success of fish farming are the number of stockings and the frequency of manual feeding. Based on this, a community service activity was carried out by presenting Appropriate Technology (TTG) to improve the management of freshwater fish ponds, using an auto-feeder fish feed device integrated with an IoT platform, and solar panels. This community service was carried out by applying the device to fish ponds in Jubung Village. Next, socialization activities were carried out to pond managers to utilize the technology. As a result of the community service activity, among others, an understanding of the technology for freshwater fish farming using an auto-feeder fish device that is carried out automatically or accessed remotely, as well as the use of solar panels to operate the device without using electricity.