Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK ASHITABA TERHADAP KADAR SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSMINASE (SGOT) PADA TIKUS WISTAR DENGAN DIET TINGGI LEMAK Katrina Fadilah Aisyah; Indah Widyaningsih; Dorta Simamora
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 2 (2024): Edisi 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah suatu penyakit akibat ketidak seimbangan energi, dimana asupan energy yang masuk kedalam tubuh tidak seimbang dengan energy yang dikeluarkan oleh tubuh dalam waktu yang lama sehingga menyebabkan adanya penumpukan lemak pada tubuh sehingga menyebabkan adanya peningkatan dari enzim hati pada penyakit obesitas. Tujuan mengetahui pengaruh ekstrak ashitaba terhadap kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transminase(SGOT) tikus wistart yang diberikan diet tinggi lemak. Populasi dalam penelitian ini adalah tikus wistar jantan berusia 2-3 bulan dengan berat badan 100-200 gram sebanyak 30ekor. menunjukkan sig = 0,263 yaitu > 0,05 sehingga tidak ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian ekstrak ashitaba 150mg/kg BB, 300mg/kg BB, dan 600mg/kg BB tidak berpengaruh terhadap kadar SGOT tikus wistar yang diberikan diet tinggi lemak.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Timbulnya Acne vulgaris Pada Mahasiswa Puspaciwi, Sanisca; Indah Widyaningsih; Rini Purbowati
Calvaria Medical Journal Vol 2 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v2i2.128

Abstract

Background: One of the most common skin diseases found in young people is acne. The problem of acne will adversely affect the mentality of the sufferer. This study aims to analyse and determine the relationship between anxiety levels and the onset of Acne vulgaris in medical education students at Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021. Methods: This study used a cross-sectional analytical observational research design, the population in this study were all students of the Faculty of Medicine, Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021, totalling 156 students. The sampling technique is purposive sampling, with the calculation of the slovin formula, so that the number of samples is 70 respondents. The study used primary data and the analysis used was the chi square test. Result: The results showed that the level of anxiety in medical education students at Wijaya Kusuma University Surabaya Class of 2020-2021 was mostly in the high category. The description of the occurrence of Acne vulgaris in scientific students of Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021 is mostly in the frequent category. There is a relationship between anxiety levels and the onset of Acne vulgaris in medical education students at Wijaya Kusuma University Surabaya class of 2020-2021
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK PEPEROMIA PELLUCIDA TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS WISTAR YANG MENDAPATKAN PAJANAN ASAP ROKOK Octavia, Angela; Widyaningsih , Indah; Kadir, Akmarawita
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor utama yang mengakibatkan kerusakan fungsi ginjal. Hal ini dapat memanfaatkan obat herbal secara tradisional dari tumbuhan seperti ektrak Peperomia pellucida . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak Peperomian Pellucida terhadap kadar ureum dan kreatinin tikus wistar yang mendapatkan pajanan asap rokok. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain randomized post-test only control group. Dalam eksperimental terdapat 28 tikus wistar dibagi menjadi empat kelompok uji, yaitu K0, K1, P1, dan P2. Kelompok K0 adalah kelompok control, kelompok K1 adalah kelompok yang mendapatkan ekstrak Peperomia pellucida  dengan dosis 400mg, P1 adalah kelompok hanya mendapatkan pajanan asap rokok, kelompok P2 adalah kelompok yang mendapatkan ekstrak Peperomia pellucida  dan pajanan asap rokok. Variabel bebas adalah ekstrak Peperomia pellucida  dan pajanan asap rokok, sedangkan, variabel terikat adalah ureum dan kreatinin. Data analisis yang digunakan multivariate analysis of variance (MANOVA) untuk melihat perbedaan tiap kelompok. P-value < 0.05 dianggap signifikan menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian dari gagasan menunjukkan adanya peningkatan fungsi ginjal pada kelompok yang terpapar asap rokok.