Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Medical Science

Pengaruh Pencucian Luka Operasi Elektif Bedah Saraf Menggunakan Dilusi Povidone Iodine Dan Pemberian Madu Untuk Mencegah Infeksi Daerah Operasi Di RSUD Dr. Zainoel Abidin Tahun 2018 Hidayat, Imam; Iskandar; Bustami; Pratama, Rovy
Journal of Medical Science Vol 1 No 1 (2020): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.436 KB) | DOI: 10.55572/jms.v1i1.3

Abstract

Infeksi daerah operasi (IDO) adalah infeksi yang terjadi baik ditinjau dari insisi ataupun organ/ruang yang terjadi dalam 30 hari setelah operasi atau dalam waktu 1 tahun apabila terdapat implan. Penggunaan madu saat perawatan luka menjadi salah satu langkah untuk mencegah IDO. Madu memiliki berbagai kandungan kimia aktif yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian madu untuk mencegah IDO pada pasien operasi elektif bedah saraf Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis dengan desain paralel. Sebanyak 54 orang pasien operasi elektif venticuloperitoneal (VP) shunt terlibat dalam penelitian dan dibagi menjadi dua kelompo, yaitu kelompok yang mendapat perlakuan dilusi povidone iodine + perawatan luka (Kelompok A) dengan madu dan kelompok dengan perawatan luka standar (Kelompok B) dengan jumlah masing – masing 27 orang. Uji t tidak berpasangan digunakan untuk menganalisis perbedaan skor IDO dengan tingkat kepercayaan 95%. Secara statistik terdapat peredaan yang bermakna skor IDO antar kelompok (p < 0,038) dengan nilai rerata masing – masing secara berurutan 2,30 ± 1,56 dan 3,22 ± 1,62. Madu memiliki tekanan osmotik tinggi dan berfungsi terutama sebagai suatu medium hiperosmolar yang menyebabkan terjadinya aktivitas pembersihan luka dan mencegah pertumbuhan bakteri. Zat yang terkandung memiliki spektrum potensi antibakterial sangat luas yang menghambat pertumbuhan kuman gram positif ataupun negatif, serta kuman aerob ataupun anaerob. Pencucian luka pasca operasi elektif ventriculoperitoneal (VP) shunt di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan dilusi povidone iodine dan perawatan luka dengan madu efektif mencegah infeksi daerah operasi.
Penerapan Protokol Enhance Recovery After Surgery ( ERAS ) Pada Pasien Operasi Elektif Digestif Sebagai Upaya Menurunkan Length Of Stay Pasien Pasca Pembedahan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2019 Muhammad Yusuf; Yasir, Teuku; Pratama, Rovy
Journal of Medical Science Vol 2 No 1 (2021): Journal of Medical Science
Publisher : LITBANG RSUDZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.121 KB) | DOI: 10.55572/jms.v2i1.18

Abstract

Protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) merupakan konsep yang terdiri dari beberapa komponen berupa tim multidisiplin dan pendekatan multimodal untuk mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi resiko komplikasi pasca pembedahan berdasarkan pendekatan ilmu kedokteran berbasis bukti. Menilai pengaruh penerapan protokol ERAS dalam menurunkan Length of Stay (LOS) pasca pembedahan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Penelitian ini merupakan penelitian uji klinis yang dilakukan terhadap pasien operasi elektif bedah digestif. Subjek penelitian dibedakan menjadi 2 kelompok yakni kelompok dengan protokol dan tanpa protokol ERAS. Penelitian dilakukan selama 5 bulan sejak bulan April hingga Agustus 2019. Uji statistik Mann Whitney digunakan untuk menilai perbedaan rerata LOS antar kelompok dengan tingkat kepercayaan 95%. Sebanyak 84 pasien terlibat dalam penelitian ini dengan distribusi 42 orang pada masing – masing kelompok. Kelompok ERAS memiliki rerata usia 43,92 ± 14,56 tahun dan kelompok tanpa ERAS adalah 50,26 ± 14,23 tahun. Secara statistik, LOS antar kelompok berbeda secara bermakna (p < 0,001) dengan rerata secara berurutan 6,21 hari dan 10,81 hari. Perubahan paradigma terhadap perawatan pasien berdasarkan protokol ERAS mulai dari preoperatif, intraoperatif dan postoperatif yag melibatkan dokter bedah, anestesi dan perawatan di ruangan memberikan keuntungan terhadap pasien dan sistem pelayanan kesehatan dengan mempersingkat masa perawatan, minimal komplikasi dan efektifitas biaya. Penerapan protokol ERAS efektif menurunkan Length of Stay pasien operasi elektif digestif di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh