Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN PRODUK USAHA PISANG BANANA ENDUL MELALUI MEDIA SOSIAL DI KELURAHAN PEKKABATA KECAMATAN POLEWALI Andi Akbar Mariasye; Muhammad arman Yamin Pagala; Andi Baso
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i2.5509

Abstract

Andi Akba Mariasye, Strategi Pemasaran Produk Olahan Pisang Lewat Media Sosial Kecamatan Polewali Dibawah Bimbinga Arman Yamin Pagala serta Andi Baso.Strategi pemasaran produk olahan pisang merupakan rencana merata, terpadu, serta menyatu dibidang pemasaran yang membagikan pedoman tentang aktivitas yang hendak dicoba dalam menggapai tujuan industri lewat periklanan, program promosi, penjualan, program produk, serta pendistribusian dari produk olahan pisang ini tujuan dari riset ini merupakan Buat mengenali gimana strategi pemasaran produk olahan pisang lewat media sosial bisa tingkatkan penjualan produk olahan pisang di Kecamatan Polewali serta Buat mengetaui aspek aspek apa saja yang di pertimbangkan pengusaha dalam memilah media sosial selaku media promosi. Tata cara yang digunakan dalam riset ini ialah Tata cara Reduksi informasi, Penyajian Informasi, serta Penarikan Kesimpulan. Hasil riset menampilkan kalau strategi pemasaran produk olahan pisang lewat media sosial sangat efisien dalam segi efisiensi waktu serta memudahkan dalam pemesanan produk sehingga bisa tingkatkan penjualan produk olahan pisang, dibanding dengan pemasaran langsung secara offline yang masih kurang efisien dari segi pemasaran serta promosi. Hasil riset pula menampilkan kalau konsumen lebih memilah media sosial dalam pembelian produk olahan pisang ini sebab lebih efektif waktu, tenaga, serta keaktualan data dari produk olahan pisang ini. Hasil riset menampilkan kalau sebagian aspek yang di pertimbangkan dalam pemilihan media sosial selaku media promosi merupakan sikap konsumen serta pemakaian media sosial. Dari segi sikap konsumen terhadap mutu produk ada 3 kriteria ialah biasa, baik serta sangat baik. Ada pula yang berkata baik sebanyak 5 orang, sangat baik sebanyak 34 orang, serta buat biasa tidak terdapat. Sikap Konsumen Beradasarkan Pemakaian Media Sosial Buat Membeli produk menampilkan jumlah pemakaian media sosial Facebook sebanyak 10 orang, Instagram sebanyak 12 orang, serta Whatsapp sebanyak 7 orang.
Studi Penetapan Harga Jual Komoditi Bawang Merah Di Pasar Tradisional Wonomulyo Muh. Arman Yamin Pagala; St. Hijrah Alfiani; Andy Saputra; Nurmadian Nurmadina
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6347

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditi hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan oleh petani di Kabupaten Enrekang dan didistribusikan ke berbagai daerah seperti Kab. Polewali Mandar yang dipasrkan ke Pasar Tradisional Wonomulyo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme penetapan harga jual bawang merah serta faktor-faktor yang memengaruhi harga di Pasar Tradisional Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 15 pedagang sebagai responden. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang menetapkan harga menggunakan metode Cost Plus Pricing, yaitu dengan menjumlahkan biaya operasional dan margin keuntungan. Rata-rata biaya total sebesar Rp33.433/kg, sedangkan harga jual rata-rata Rp37.266/kg, dengan margin keuntungan Rp3.833/kg atau sekitar 11,47%. Selain perhitungan biaya, harga jual juga dipengaruhi oleh kualitas bawang merah, tingkat permintaan pasar, dan ketersediaan pasokan dari daerah produsen.                                                               Keywords : Penetapan Harga, Bawang Merah, Pasar Tradisional, Cost Plus Pricing, Fluktuasi Harga
STRATEGI PENGEMBANGAN JAMUR TIRAM DI DESA KUAJANG KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR (Studi Kasus Pada Usaha PT. Timur Mushroom Farm) Mutmainna Mutmainna; muh. Arman Yamin Pagala; Andi Baso
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.5252

Abstract

Jamur tiram merupakan jamur yang dapat dimakan yang bentuknya menyerupai cangkang tiram, bagian tengahnya agak cekung, dan berwarna putih hingga krem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal strategi pengembangan jamur tiram di Desa Kuajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dengan menggunakan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary) untuk mengidentifikasi faktor lingkungan eksternal dan Identifikasi faktor lingkungan internal. Menganalisis strategi pengembangan usaha Jamur Tiram khususnya faktor internal terdapat koefisien kekuatan dengan nilai total sebesar 1,84 lebih besar dibandingkan dengan koefisien kelemahan dengan nilai total sebesar 1,35. Hal ini menunjukkan bahwa kelemahan tersebut terus-menerus menghambat pertumbuhan jamur tiram. Sebaliknya, koefisien peluang keseluruhan untuk faktor eksternal adalah 1,67, lebih tinggi dari nilai keseluruhan faktor ancaman, yaitu 1,43. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Timur Mushroom Farm menawarkan potensi yang cukup besar. Hasil analisis strategi pengembangan jamur tiram pada kegiatan ini berada pada kuadran I (positif), menunjukkan bahwa strategi ini berfokus pada aspek pengembangan usaha PT. Timur Mushroom Farm dengan strategi SO (Strength-Opportunity), memanfaatkan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang. Perusahaan perlu membangun model kerjasama yang baik dan  mengerahkan karyawan yang memiliki keterampilan teknis untuk tidak hanya meningkatkan stabilitas hasil panen sehari-hari, tetapi juga mempromosikan produknya sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnisnya.
Analisis Kelayakan Usaha Industri Rumah Tangga (Studi Kasus Usaha Keripik Pisang Dan Singkong “Aminah Semoga Laris”) Di Desa Bunga-Bunga Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar. Muhammad Furkan; Muh. Arman Yamin Pagala; Siadina Siadina
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 3 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 3, November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i3.6491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha industri rumah tangga yang memproduksi keripik pisang dan keripik singkong dengan merek "Aminah Semoga Laris" di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Sektor pertanian, khususnya subsektor hortikultura, memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, dan industri rumah tangga memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta menciptakan lapangan kerja. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti industri keripik ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha keripik pisang dan singkong "Aminah Semoga Laris" menghasilkan pendapatan yang cukup signifikan bagi pemiliknya. Rata-rata Pendapatan per-produksi yang diperoleh dari penjualan keripik singkong adalah sebesar Rp. 463.000,00 sedangkan dari penjualan keripik pisang adalah sebesar Rp. 495.500,00. Analisis kelayakan usaha berdasarkan R/C Ratio menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Nilai R/C Ratio untuk keripik singkong adalah 0,14,. Sementara itu, nilai R/C Ratio untuk keripik pisang adalah 0,15, menunjukkan bahwa usaha keripik pisang lebih menguntungkan dibandingkan keripik singkong
analisis usahatani diversifikasi tanaman sawi putih (Brassica rapa conva pekinensis)dan tomat (Lycopersicum esculantum mill) di desa sepang kecamatan messawa kabupaten mamasa Marselina Linda; Muh. Arman Yamin Pagala; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 3 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i3.5193

Abstract

Diversifikasi usahatani tanaman Sawi Putih ( Brassica rapa conva pekinensis ) dan Tomat ( Lycopersicum esculentum mill ) di Desa Sepang Kecamatan Messawa Kabupaten Mamasa. Sawi merupakan salah satu komoditas tanaman Hortikultura dari jenis sayur – sayuran yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan pangan ( sayuran ). Sawi memiliki banyak vitamin dan mineral yang efektif dalam memerangi infeksi virus seperti pilek dan flu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani dalam sistem diversifikasi tanaman sawi putih dan tomat di Desa Sepang Kecamatan Messawa Kabupaten Mamasa. Teknik penentuan sampel yang digunakan yaitu menggunakan analisis deskriptif, Sesuai tingkat pendidikan petani. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dari penelitian ini adalah melalui kuesioner, observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa total biaya produksi sawi putih dan tomat sebesar Rp 2.687.500. Dari hasil analisis R/C Ratio, adapun nilai kelayakan untuk R/C Ratio sawi putih sebesar 3,35 lebih tinggi dari pada R/C Ratio tomat yaitu sebesar 3,30. Keuntungan atau B/C Ratio untuk Tanaman Sawi Putih yaitu sebesar 2,35 lebih menguntungkan dari pada tanaman Tomat yaitu 2,30. Jadi analisis R/C Ratio sawi putih lebih menguntungkan untuk di kembangkan dari pada tomat. KataKunci : Diversifikasi, Usahatani, Sawi Putih, Tomat
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JAMUR TIRAM (STUDI KASUS PT. TIMUR MUSHROOM FARM DI DESA KUAJANG KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR) Yasti A Mony; Muhammad arman Yamin Pagala; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i2.5529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran jamur tiram pada PT. Timur Mushroom Farm di Desa Kuajang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis saluran pemasaran, analisis margin pemasaran, dan analisis efisiensi pemasaran.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada dua pola saluran pemasaran jamur tiram pada PT. Timur Mushroom Farm yang dimana saluran pemasaran pertama dari pelaku usaha langsung ke konsumen akhir, dan pola saluran pemasaran kedua yaitu dari petani ke pedagang pengecer kemudian ke konsumen akhir. Margin pemasaran pada saluran pemasaran pertama sebesar Rp0,-, sedangkan pada saluran pemasaran kedua sebesar Rp5.000,-. Nilai efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar 2,85% dan saluran pemasaran II sebesar 4,85%, dikatakan efisien karena <33%.
Pengaruh Dampak Sosial Usaha Ayam Petelur Di Desa Landi Kanusuang Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar Andy Saputra; Muh. Arman Yamin Pagala; Siadina Siadina; Zulkifli Basri
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 2 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i2.7055

Abstract

Penelitian ini dilakukan di CV Telur Bumi Kanusuang Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar, bertujuan untuk mengetahui seperti apa pengaruh dampak sosial yang ditimbulkan oleh usaha ayam petelur ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposive sampling dengan Teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan khusus yang ditetapkan sendiri. Selain itu metode skala likert juga digunakan untuk dapat menganilsis strategi serta peluang pemasaran pada usaha ayam petelur bumi kanusuang ini. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ada 4 strategi yang diterapkan anatara lain: (a) Peningkatan produktivitas; (b) Pelaksanaan Pelatihan; (c) Pendekatan dengan konsumen dan (d) Meningktakan knowledge tentang peternakan ayam ras petelur. Adapun beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain: (a) Ketersediaan lapangan pekerjaan; (b) Permintaan komoditi telur ayam untuk kebutuhan masyarakat; (c) Permintaan yang cukup tinggi untuk komoditi telur ditingkat pedagang, dan (d) kemudahan komunikaasi dan informasi.