Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI KAKAO DI DESA KUNYI KECAMATAN ANREAPI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Radus Marselius Otto; Muh. Arman Yamin Pagala; Nurhaya Kusmiah
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3331

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Menggunakan  sumber data primer dan sekunder dengan metode pengambilan data yaitu survey, kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel penelitian menggunakan metode Arikunto dengan mengambil 25% dari 352 petani kakao. Metode analisis data yang digunakan yaitu Regresi Linier Berganda. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisis pengaruh fakor Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan, dan Luas Lahan terhadap peningkatan produksi buah kakao Desa Kunyi Kecamatan Anreapi, Menganalisis seberapa besar pengaruh Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan serta Luas Lahan terhadap peningkatan produksi buah kakao di desa Kunyi kecamatan Anreapi, dan Menganalisis Bagaimana pengaruh secara Parsial dan Simultan faktor Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan, dan Luas Lahan terhadap peningkatan produksi buah kakao di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi. Hasil penelitian setelah melakukan pengujian secara Parsial (Uji T) variabel Pemupukan (X1), Peremajaan (X2), dan Luas Lahan (X4) dinyatakan berpengaruh terhadap Produksi kakao, sedangkan variabel Pemangkasan (X3) dinyatakan tidak terdapat berpengaruh. Kemudian untuk pengujian secara Simultan (Uji F) keempat variabel yakni Pemupukan, Peremajaan, Pemangkasan, dan Luas Lahan dinyatakan berpengaruh secara simultan atau berpengaruh secara bersamaan terhadap Produksi buah kakao di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar dengan melihat nilai F hitung 161,324 > nilai F tabel 2,48 dan nilai Sig 0,000 < nilai Toleransi 0,05. Berdasarkan hasil Analisis Korelasi, maka diperoleh angka Adjusted R Square sebesar 0,881 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh dari variabel Pemupukan, Pemangksan, Peremajaan, dan Luas Lahan sebesar 88% terhadap Produksi buah kakao (Y) di Desa Kunyi Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar.
Perbandingan Kriteria dan Sub Kriteria Pengembangan Komoditi Unggulan Agribisnis di Polewali Mandar Bulkis, Bulkis; Pagala, Muh. Arman Yamin; Nurdiyah, Nurdiyah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.18812

Abstract

Agroecological suitability, has high economic value, is in accordance with local socio-culture and has good technology and infrastructure. One of the regional approaches based on the development of regional superior commodities has a competitive advantage to produce one or several food commodities. Appropriate agroecological carrying capacity will be a major contributor to regional agricultural development. Therefore, the right regional development method is needed, the development of superior commodity-based agribusiness will have an important meaning for the preparation of regional development systems, especially Polewali Mandar Regency. The research was conducted in Polewali Mandar Regency from January to December 2024. Data collection methods were interviews, group discussions and document searches. Respondent sampling technique based on purposive sampling. Priority selection of superior commodities is carried out using the AHP method, Shift share, productivity calculations, and quantitative analysis. The results of the comparison matrix analysis of the criteria then agroecosystem considerations have an average elgen value of 0.49, indicating that this element must be considered in determining the priority scale developed. Then the second consideration is the economic aspect with an average elgen value of 0.23, human resources 0.16, socio-cultural 0.09 and carrying capacity 0.04. Analysis of alternative comparison matrix on economic, agroecosystem, socio-cultural, human resources and carrying capacity aspects of rice, cocoa, coconut and coffee commodities has the highest value. There are some commodities that need to be replaced such as the development of corn and papaya commodities. Commodity preference values based on consideration of criteria and sub-criteria, rice is the main choice with a higher commodity preference value of 0.4, coconut with a value of 0.2, cocoa 0.1, coffee 0.1, corn 0.007 and papaya 0.004..
Studi Pendapatan Pola Tanam Monokultur (Kakao) ke Tumpang Sari (Jagung dan Bayam) di Binuang Pagala, Muhamad Arman Yamin; Nurdiyah, Nurdiyah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.13977

Abstract

Cocoa is an export commodity that is widely cultivated by farmers in Polewali Mandar, during the Covid-19 pandemic cocoa distribution patterns were hampered which affected cocoa production and prices decreased. It became a factor that farmers switched to intercropping corn and spinach. The purpose of the study was to look at the income and efficiency of intercropping and monoculture farming patterns. Methods: Determination of location is done purposively, the number of respondents who do farming patterns or switch from cocoa to corn and spinach in Binuang Subdistrict, which was sampled as many as 36 farmers. Data collection techniques, direct observation, interviews and distribution of research questionnaires. Results: Data analysis used is income analysis and R / C ratio, obtained cocoa commodity income during the pandemic Rp. 4,550,933, - per one harvest season every 3-4 months, when farmers switch to intercropping corn commodity Rp. 11,880,000, -. per one season every three months, with value added commodity intercropping spinach Rp. 671,810, - one harvest season every 4-6 weeks. With R/C ratio values for cocoa 1.4, corn 1.9 and spinach 3.2. Conclusions: (1) There was an increase in income when farmers changed the intercropping crop pattern of Rp. 8,000,877 per / ha from monoculture cropping patterns, (2) The R / C ratio value increased by 0.5 for corn crops, and the R / C ratio value of spinach crops by 1.8, indicating that farmers are more feasible when switching to intercropping cropping patterns in the C-19 pandemic transition.
Saluran Pemasaran Dan Pangsa Pasar Kopi Lokal Kurrak Di Kecamatan Tapango Kab. Polewali Mandar Muh Arman Yamin Pagala; Nurdiyah Nurdiyah; Siti Nuraliah; Zulkifli Basri
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6982

Abstract

Kopi merupakan komoditi unggulan yang dapat meningkatkan PDB sebesar 3,76 %, menyerap energi kerja baik di hulu maupun dihilir, dan menjadi komoditi yang sudah lama dibudidayakan masyarakat di Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif, dengan saluran pemasaran dan pangsa pasar. Sampel secara purposif. Hasil analisis harga berdasarkan saluran pemasaran biji kopi lokal, petani mendapatkan keuntungan lebih besar ketika menempuh jalur pemasaran ke II, yaitu dengan harga Rp. 4.236, dari saluran ke I petani hanya mendapatkan harga Rp. 2.294 per kilonya. Artinya saluran pemasaran ke II lebih efisien, dari saluran pemasaran I. 2. Menunjukkan dominasi tiga industri utama dalam rasio pembelian. Nilai tersebut menunjukkan bahwa industri satu dengan rata-rata penjualan per tahun adalah 383 kg dengan memegang pangsa pasar sebesar 0,331% dari total penjualan kopi di desa kurrak, industri dua dengan rata-rata penjualan 580 kg per tahun memegang pangsan pasar 0,472% dari total penjualan kopi di desa kurrak, dan industri tiga dengan rata-rata pembelian kopi 120 kg per tahun memegang 0,097% pangsa pasar dari total penjualan kopi di desa Kurrak Kecamatan Tapango Polewali Mandarin.
Identifikasi Peran Kelembagaan Agribisnis Terhadap Pengembangan Komoditi Kopi Di Polewali Mandar Nurdiyah Nurdiyah; Muh Arman Yamin Pagala
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.7061

Abstract

Komoditi kopi di Sulawesi Barat dapat mendorong ekonomi di pedesaan terkhusus pada petani, yang memproduksi kopi dalam bentuk biji kopi mentah (green bean), menyuplai kebutuhan perusahaan eksportir, industri pengolahan, dan UMKM. Menyerap 20 persen biji kopi mentah untuk industri pengolahan kopi, 70 persen di luar daerah. Kopi di Sulawesi Barat mengalami permasalahan di subsistem pengolahan dan kelembagaan penunjang, seharusnya petani kopi di Sulawesi Barat dapat menjaga pendapatan dan keberlanjutan. Tujuan penelitian melihat model kelembagaan serta peran antar lembaga agribisnis kopi. Metode observasi, survei, wawancara dan Focus Group Discusion. Sampel secara purposive sampling, terdapat 100 responden. Pada bulan 2– 11 2024. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan Interpretative Structural Modeling. Hasil: Ada 9 lembaga terlibat pada agribisnis kopi, yaitu perusahaan eksportir, industri pengolahan, koperasi, dinas pertanian, pergurung tinggi/litbang, lembaga kauangan (Bank), lembaga pemasaran, kelompok tani dan lembaga swadaya kopi (DEKOPI. Peran lembaga berdasarkan analisis Structural Self-Interaction Matrix (SSIM) bahwa variabel mempengaruhi lebih tinggi dari yang di pengaruhi., Initial Reachability Matrix (IRM) terdapat 40,2% memiliki asosiasi yang tidak konsisten antar lembaga. Analisis struktur ISM peran lembaga tidak ada sub-faktor yang termasuk dalam kuadran I, Kuadran II, dependent, terdiri dari sub-faktor yang memiliki driving power rendah tetapi dependence tinggi yaitu Lembaga Keuangan (Bank), Kuadran III, linkage, mencakup sub-faktor yang memiliki driving power dan dependence yang kuat, diantaranya industri pengolahan kopi, lembaga pemasaran, koperasi kopi, dinas pertanian, perguruan tinggi/Litbang, kelompok tani, lembaga swadaya masyarakat (DEKOPI). Kuadran IV, independent, terdiri dari sub-faktor dengan driving power yang tinggi dan dependence yang rendah yaitu perusahaan eksportir kopi.
PEMBUATAN ABON CABAI KERING KELOMPOK TANI RANDANG BALISA DI KELURAHAN TANDE Bulkis Bulkis; Muh. Arman Yamin Pagala; Nurdiyah Nurdiyah; Siti Nuraliyah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): Sipissangngi Volume 5, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v5i1.5978

Abstract

Cabai merupakan komodutas unggulan petani di Tande, yang menjadi sumber pendapatan petani. Terdapat permasalahan ditingkat petani seperti kalau produksi cabai lokal tinggi yang di ikuti beberapa daerah lainnya, maka berpengaruh terhadap penurunan harga cabai lokal. Sisa cabai yang tidak terjual, dibiarkan membusuk, dibuang atau dijadikan bibit untuk musin tanam selanjutnya. Pada aspek lain, petani belum mempunyai pengalaman serta keterampilan dalam mengolah cabai menjadi produk seperti abon cabai kering. Atas dasar ini, tim PkM melaksanakan kegiatan pengolahan cabai menjadi produk siap saji, dalam rangka meningkatkan pendapatan petani serta nilai harga cabai lokal tinggi. Program pembuatan abon cabai dilaksanakan pada ibu-ibu kelompok tani di Kelurahan Tande, dengan tujuan ibu-ibu kelompok tani dapat membantu petani pada pengolahan komoditi menjadi produk, menambah pendapatan keluarga serta yang paling penting adalah terdapat peningkatan keterampilan di kalangan ibu-ibu kelompok tani pada aspek pengolahan komoditi menjadi produk. Mitra kelompok tani Randang Balisa merupakan petani sayur-sayuran yang ada di Kelurahan Tande, aktif melakukan pengembangan teknologi di sektor budidaya tanaman seperti tanaman cabai, bawang merah dan tomat.P5
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN BETERNAK AYAM BERBASIS MAGGOT BSF Andi Tenri Bau Astuti Mahmud; Santi Santi; Nurul Iqraini; Muh. Arman Yamin Pagala
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2025): Sipissangngi Volume 5, Nomor 3, September 2025
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i3.6711

Abstract

Keterbatasan akses pakan berkualitas dan mahalnya harga pakan komersial menyebabkan produktivitas ternak ayam di masyarakat rendah. Selain itu, pengelolaan limbah organik rumah tangga yang kurang optimal menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak pada kesehatan lingkungan sekitar. Padahal, limbah organik tersebut berpotensi besar dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang memiliki kandungan protein tinggi untuk pakan ayam. Program pengabdian mengenai pelatihan beternak ayam berbasis maggot BSF ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam memproduksi pakan alternatif yang berkualitas dan ekonomis, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan melalui pengelolaan limbah organik. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai budidaya maggot, formulasi pakan ayam, dan manajemen kandang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat menjadi terampil dalam membudidayakan maggot dan menggunakannya sebagai pakan ayam. Selain itu, program ini berkontribusi pada pengurangan limbah organik, peningkatan produktivitas ayam, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI PEPAYA CALIFORNIA ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA DUAMPANUA KECAMATAN ANREAPI Firman Syah; Zulkifli Basri; muhammad arman yamin pagala
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5559

Abstract

Pepaya California sering dipilih oleh petani karena permintaan pasar yang tinggi, rasa yang disukai oleh konsumen, dan kemampuannya untuk tumbuh dengan baik di berbagai kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk Membandingkan penerimaan yang dihasilkan usaha tani pepaya california organik dan anorganik dan untuk menganalisis perbandingan dan kelayakan Usahatani pepaya california organik dan anorganik di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan pendapatan petani pepaya California yang menggunakan metode organik dan anorganik di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Rata–rata pendapatan petani pepaya California organik yaitu Rp 4.711.333 lebih tinggi dari pada petani pepaya California anorganik yaitu Rp 3.566.000. Nilai yang diperoleh adalah R/C Ratio usahatani pepaya California organik yaitu sebesar 3,58 lebih tinggi dari pada R/C Ratio usahatani pepaya California anorganik yaitu 3,55. Keuntungan atau B/C Ratio untuk Petani Pepaya California Organik yaitu 2,58, lebih tinggi dari pada Petani Pepaya California Anorganik yaitu 2,55 Menunjukkan bahwa usahatani Pepaya California Organik dan Anorganik layak untuk dikembangkan karena memiliki efisiensi R/C Ratio lebih dari 1. 
Pengaruh Harga Kakao Terhadap Peningkatan Produktivitas Petani Kakao (Theobroma Cacao L.) Di Desa Bulo Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar Muh. Arman Yamin Pagala; Musmawati Musmawati; Andy Saputra; Abd Wahab Jaharuddin
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i1.6474

Abstract

Abd Wahab Jaharuddin (2021205009). Pengaruh harga kakao terhadap peningkatan produktivitas petani kakao (theobroma cacao l.) di Desa Bulo Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar. Dibawah bimbingan Muh. Arman Yamin Pagala dan Musmawati. Sektor perkebunan merupakan salah satu subsektor andalan yang sangat potensial bagi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, khususnya dalam budidaya tanaman kakao. Kakao menjadi komoditas unggulan yang paling diminati oleh masyarakat setempat karena memiliki nilai jual yang relatif tinggi dan mudah dibudidayakan dalam waktu yang relatif singkat. Provinsi Sulawesi Barat selain dikenal sebagai daerah penghasil tanaman pangan, juga menjadi wilayah penghasil komoditas perkebunan. Oleh karena itu, petani kakao dituntut untuk mampu mengelola dan menganalisis usahanya dengan baik agar produksi dapat meningkat. Dengan meningkatnya harga kakao, diharapkan para petani juga dapat meningkatkan hasil produksi mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh harga terhadap produktivitas petani kakao di Desa Bulo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif terhadap variabel, uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, uji t parsial, serta koefisien determinasi.Berdasarkan hasil uji normalitas, diperoleh nilai Monte Carlo Sig. (2-tailed) sebesar 0,200 yang lebih besar dari 0,05, sehingga data dinyatakan berdistribusi normal. Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh adalah Y = 1,117 + 1,115X, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga sebesar 1% akan meningkatkan produktivitas sebesar 1,115 satuan. Hasil uji t parsial menunjukkan nilai t hitung sebesar 46,702 dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga harga terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap produktivitas petani kakao di Desa Bulo, Kecamatan Bulo. Sementara itu, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 53,4% variasi produktivitas dapat dijelaskan oleh perubahan harga..
ANALISIS KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA TERHADAP PENINGKATAN USAHA RUMAH TANGGA PETANI (HOME INDUSTRI) DIDESA LAPEO KECAMATAN CAMPALAGIAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR sinar sinar; Muhammad arman Yamin Pagala; Andi Baso
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i2.5271

Abstract

Sinar, Penelitian Analisis Kinerja Badan Usaha Milik Desa Terhadap Peningkatan Usaha Rumah Tangga Petani (Home Industri) Di Desa Lapeo Kecamatan Campalagian Dibawah Bimbingan Arman Yaman Pagala dan Ir Andi Baso.Badan Usaha Milik Desa adalah Lembaga usaha desa yang dikelolah oleh Masyarakat dan pemerintah desa dalam Upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Hal tersebut berarti pembentukan Badan Usaha Milik Desa didasarkan pada kebutuhan, potensi dan kapasitas desa, sebagai Upaya peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dari berbagai literatur seperti buku-buku, artikel, serta jurnal. Teknik analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa BUMDes lapeo merupakan BUMDes yang baik dalam menemukenali apa yang menjadi kebutuhan masyarakat serta pemanfaat. Pegawai BUMDes Lapeo juga telah melakukan pekerjaannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pemanfaat sesuai dengan apa yang menjadi tugasnya.