Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR NITRIC OXIDE PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 DENGAN ANEMIA DAN TIDAK ANEMIA Yadul Ulya; Aryadi Arsyad; Saidah Syamsuddin
Nusantara Medical Science Journal Volume 3 No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Faculty of Medicine, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/nmsj.v3i2.5779

Abstract

Anemia saat hamil berefek buruk bagi ibu maupun janin, karena dapat mengurangi suplai oksigen pada metabolisme ibu akibat kekurangan kadar hemoglobin untuk mengikat oksigen, dan peran hemoglobin sebagai pengikat nitric oxide dapat menyebabkan vasokontriksi dan mempengaruhi pengiriman oksigen. Tujuannya untuk mengetahui perbedaan kadar nitric oxide pada ibu hamil trimester 1 dengan anemia dan tidak anemia. Desain penelitian cross sectional study dengan masing-masing 35 ibu hamil trimester 1 yang anemia dan tidak anemia dengan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar nitric oxide pada ibu hamil trimester 1 yang anemia lebih tinggi (128,8μmol/L) dibandingkan yang tidak anemia (89,1μmol/L) nilai p=0,008. Ibu hamil trimester 1 yang anemia kemungkinan 3,692 kali memiliki resiko mengalami peningkatan kadar nitric oxide dibandingkan yang tidak anemia dengan cut off point 92,86μmol/L. Disimpulkan, kadar nitric oxide lebih tinggi pada ibu hamil trimester 1 yang anemia dan memiliki resiko terjadi peningkatan kadar nitric oxide pada ibu hamil trimester 1 dengan anemia sebesar 3,962 kali.
PERAN BIDAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU Siskha Maya Herlina; Yesvi Zulviana; Yadul Ulya
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7, No 2 (2021): J-KESMAS Volume 7, Nomor 2, Nopember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v7i2.2373

Abstract

Maternal Mortality Rate in Indonesia in 2012 that there were 359. In 2007 the Minister of Health planned a delivery planning and complication prevention program (P4K) as an effort to accelerate the decline in MMR in Indonesia. Health workers have a role in carrying out labor preparation and preparation for pregnant women. This program is one of the effective strategies to reduce the number of maternal deaths, besides childbirth assisted by trained midwives also plays a role in reducing maternal morbidity and mortality. Program Implementation Planning Childbirth Complications and Prevention (P4K) on Reducing Maternal Mortality Rate (MMR) Methods phenomenological design, using descriptive data involving  informants. The collection of data with verification, data presentation and verification. Results In this study Generally P4K implementation is good enough. Services and cooperation of midwives, as well as the role of all the informant was quite good, facilities are adequate, but there are some activities that still has not been implemented because some of the barriers that exist so that the implementation is not optimal. Conclusions Implementation P4K program is likely to have contributed in helping pregnant women prepare for childbirth, and to reduce maternal mortality (MMR) should be reconsidered from various aspects
PERAN KELUARGA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU SISKHA MAYA HERLINA; YADUL ULYA; REGINA PRICILIA YUNIKA
Journal Of Midwifery Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Angka kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator dalam penilaian keberhasilan pembangunan, khususnya pembangunan dibidang kesehatan. AKI di Indonesia menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan bahwa terdapat aki 359. Pada tahun 2007 menteri kesehatan merencanakan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) dengan stiker yang merupakan upaya trobosan dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Metode: Desain penelitian kualitatif yang digunakan adalah desain fenomenologi, menggunakan data diskriftif yang melibatkan beberapa informan. Pengumpulan data dengan verifikasi data, penyajian data. Dan verifikasi. Hasil dan Pembahasan: Pada penelitian ini secara umum pelaksanaan P4K sudah cukup baik, sarana prasarana sudah cukup memadai, namun ada beberapa kegiatan yang masih belum diaksanakan karena beberapa hambatan yang ada sehingga pelaksanaannya belum optimal. Kesimpulan: Desain Pelaksanaan program P4K (Program Perencanaan Persainan Dan Pencegahan Komplikasi) kemungkinan memiliki kontribusi dalam membantu ibu hamil mempersiapkan persalinannya, dan untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) perlu ditinjau kembali dari berbagai macam aspek.
LITERATUR REVIEW: PENGARUH TERAPI NON FARMAKOLOGI TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF REGINA PRICILIA YUNIKA; YADUL ULYA; SISKHA MAYA HERLINA
Journal Of Midwifery Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Persalinan ialah suatu keadaan alami yang terjadi pada ibu dan pada prosesnya dapat mengakibatkan rasa sakit yang hebat, dan nyeri yang sangat sakit dapat juga dialami oleh ibu yang akan mengalami persalinan, dimana nyeri persalinan ini dapat memicu rasa cemas, ketakutan dan kepanikan pada ibu sehingga penting dilakukan penanganan nyeri bagi ibu selama persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi non farmakologi terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Metode: Metode yang digunakan telaah literature dengan mengumpulkan 10 artikel dari sumber database yaitu Google scholar dengan kata kunci penelusuran literature “nyeri persalinan” dan “terapi nonfarmakologi” yang terbit pada 10 tahun terakhir. Kriteria inklusi artikel yang diambil antara lain artikel dengan penelitian 10 tahun terakhir 2012 -2022, penelitian kuantitatif, dan fulltext. Hasil dan Pembahasan: Dalam upaya mengurangi nyeri persalinan ada berbagai metode yang dapat digunakan antara lain terapi massage, musik, aromaterapi, kompres hangat, latihan nafas (breath exercise), dan latihan birthball. Kesimpulan: penelitian ini memberikan bukti yang valid bahwa metode non farmakologi efektif dalam mengurangi nyeri persalinan. Studi lebih lanjut terkait tindakan non farmakologi dapat dilakukan lebih mendalam mengenai tindakan mana yang paling efektif untuk mengurangi nyeri persalinan.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN LOKAL SEBAGAI PELANCAR ASI Sri Handayani; Yopi Suryatim Pratiwi; Nurul Fatmawati; Yadul Ulya; Siskha Maya Herlina; Rosa Ratna Umara
Jurnal LENTERA Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.544 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v2i1.167

Abstract

Infant and toddler mortality rates are still high in Indonesia. The high mortality rate in Indonesia is caused by nutritional factors. Exclusive breastfeeding is able to reduce infant mortality, but the achievement of exclusive breastfeeding is still below the scope. Insufficient milk production is one of the causes of the low achievement of exclusive breastfeeding. In Indonesia, there are many plants that can promote breast milk, but cases of insufficient milk production are still high. The use of local plants as breast milk stimulants must be supported by comprehensive information so that they have a beneficial effect. Therefore, it is necessary to conduct health education on the use of local plants as breast milk promoters. The activity of providing health education on the use of local plants as an effort to increase breast milk production was carried out in Terong Tawah Village, Labuapi District, West Lombok Regency on November 8, 2021 and was attended by 09 respondents. The results of the participants' pretest and posttest showed an increase in knowledge about the use of local plants as an effort to increase breast milk production. After this community service activity, it is expected that pregnant women, especially pregnant women in the third trimester, can begin to apply all the material obtained about the use of local plants as breast milk, as an effort to prepare for breastfeeding.
PENDIDIKAN KESEHATAN FAKTOR PENYEBAB STUNTING Sri Handayani; Yopi Suryatim Pratiwi; Yadul Ulya; Siskha Maya Herlina; Nurul Fatmawati
Jurnal LENTERA Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.718 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v2i2.207

Abstract

Stunting is a short and very short body condition that exceeds the deficit of -2 SD belowthe median length or height. Stunting can be diagnosed through the anthropometricindex of height for age which reflects the linear growth achieved in pre and post deliverywith an indication of long-term malnutrition, resulting from inadequate nutrition.Indonesia is still high and is a health problem that must be addressed. Indonesia is in the5th highest rank with the prevalence of stunting children. After India, China, Nigeria andPakistan. The prevalence of stunting in NTB Province is 37.2%, higher than the nationalaverage of 29.6%. That number also increased when compared with the year. 2016which amounted to 29.9% or an increase of 7.29%. For the highest prevalence of stuntingin Sumbawa Regency, namely 41.9% followed by Central Lombok 39.9%, Dompu 38.3%,Mataram City 37.8%, North Lombok 37.6%, Bima 36.6%, Bima City 36 , 3%, West Lombok36.1% and East Lombok 35.1%. Stunting is a linear growth that fails to reach its geneticpotential as a result of poor diet and infectious diseases. In this service activity themethod used is health education about the causes of stunting. Health educationactivities on the factors causing stunting as an effort to increase knowledge of thefactors causing stunting, which were carried out in Geguntur Village, Sekarbela District,Mataram City on May 30, 2022, were attended by 35 mothers. The results of theparticipants' pretest and posttest showed an increase in knowledge about healtheducation on the factors that cause stunting. After this community service activity, it ishoped that the mother's attitude is also positive regarding the factors that causestunting and can apply it in daily life so that stunting events can be prevented early.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Jumlah Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Sikur Kabupaten Lombok Timur Nurul Hikmah Annisa; Susilia Idyawati; Yadul Ulya
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.409 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.287

Abstract

Antenatal Care selama kehamilan sangat penting, karena Antenatal Care dapat mendeteksi secara dini komplikasi kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care dengan jumlah kunjungan Antenatal Care. Desain pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 53 orang sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisa data dengan chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 53 orang responden mayoritas berumur 20-25 tahun yaitu 25 orang (47,25%) berpendidikan SMU 29 orang (24,7%) belum memiliki anak 17 orang (32,1%) dan usia kehamilan berada pada trimester 3 sebanyak 23 orang (24,4%) dan berpengetahuan baik 31 orang (58,5%). Jumlah kunjungan mayoritas sesuai dengan usia kehamilan yaitu 40 orang (75,5%). Berdasarkan hasil uji statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care dengan jumlah kunjungan Antenatal Care dengan p=0,108>0,05. Dengan demikian tingkat kepatuhan ibu untuk datang melakukan kunjungan setiap dianjurkan oleh bidan merupakan faktor pendukung alasan melakukan kunjugan tanpa mengetahui makna di setiap kunjungan.Untuk itu bidan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang Antenatal Care, tujuan Antenatal Care serta jadwal kunjungan Antenatal Care sehingga setiap kunjungan yang dilakukan ibu hamil bermanfaat. Dengan kunjungan kehamilan dapat dipantau kemajuan kehamilan serta menghasilkan ibu dan bayi yang sehat.
Pengetahuan dan sikap Ibu Primigravida Terhadap Tanda-tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Nurul Hikmah Annisa; Susilia Idyawati; Yadul Ulya
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 3 No. 1: March 2020
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.581 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v3i1.417

Abstract

Tanda-tanda bahaya bayi baru lahir merupakan suatu gejala yang dapat mengancam kesehatan bayi, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Pola penyakit penyebab kematian neonatal adalah infeksi (32%), asfiksia (29%), komplikasi prematuritas (24%), kelainan bawaan (10%), dan lain-lain (5%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu primigravida terhadap tanda-tanda bahaya bayi baru lahir di Puskesmas Gerung Tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan metode pengambilan sampel accidental sampling, dengan besar sampel sebanyak 84 orang. Dari hasil penelitian diperoleh mayoritas ibu berumur antara 21-29 tahun yaitu sebanyak 67 orang (79,8%), pendidikan ibu terbanyak SMA yaitu sebanyak 34 orang (40,5%), pekerjaan ibu terbanyak sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 51 orang (60,7%). Berdasarkan pengetahuan ibu primigravida mayoritas berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 37 orang (44,0%). Berdasarkan sikap, sebagian besar ibu primigravida bersikap positif terhadap tanda-tanda bahaya bayi baru lahir yaitu sebanyak 81 orang (96,4%). Dengan demikian, diharapkan kerjasama yang baik antar tim petugas kesehatan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan penyuluhan kesehatan tentang tanda-tanda bahaya bayi baru lahir untuk memberikan pengetahuan dan sikap yang baik terhadap tanda-tanda bahaya bayi baru lahir.
Faktor Umur dan Paritas Terhadap Kejadian Retensio Plasenta Yadul Ulya; Nurul Hikmah Annisa; Susilia Idyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 4 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.047 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v4i1.845

Abstract

WHO menyebutkan salah satu penyebab perdarahan setelah melahirkan ialah retensio placenta. Retensio plasenta merupakan komplikasi persalinan di negara berkembang sebesar 2-3% pada persalinan pervaginam. Faktor predisposisi lain yang turut memengaruhi terjadinya retensio plasenta adalah umur, paritas, uterus terlalu besar, jarak kehamilan yang pendek, dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorumur dan paritas dengan kejadian retensio plasenta di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi seluruh ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta sebanyak 37 orang berdasarkan catatan rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram dari bulan Oktober tahun 2019 sampai dengan Januari tahun 2020. Pengambilan sampel menggunakan total population. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara usia ibu dengan kejadian retensio placenta (p value 0,458) meskipun secara teoritis mengatkan bahwa kejadian retensio placenta berkaitan dengan usia ibu. Untuk variabel paritas, hasil uji bivariat antara variabel paritas dengan kejadian retensio plasenta diperoleh p value 0,458 yang memiliki arti bahwa secara statistik tidak ditemukannya hubungan antara kedua variabel tersebut. Kesimpulan dari penilitian ini adalah karaktristik responden dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: dari 37 orang responden mayoritas berumur antara 20 sampai 35 tahun dan mayoritas tidak paritas kurang dari 3 kali. Tidak ada hubungan faktor usia dan paritas terhadap kejadian retensio plasenta dengan p value = 0,458. Dari penelitian ini diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu memberikan edukasi dalam mencegah terjadinya retensio plasenta terutama pada pasien yang beresiko.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN TENTANG DAMPAK KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN Siskha Maya Herlina; Yadul Ulya; Yesvi Zufiana; Regina Pricilia Yunika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15175

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya semua wanita akan mengalami kecemasan pada proses persalinan yang bisa dikarenakan rasa nyeri persalinan. Sejak zaman dahulu kecemasan terhadap persalinan sudah menjadi pokok pembicaraan di antara wanita. Perasaan kecemasan dan sikap seorang wanita dalam melahirkan sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya perbedaan struktur sosial, budaya, agama, kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, pengalaman masa lalu, pendampingan keluarga, dan lingkungan. Kecemasan adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi. Individu yang merasa cemas akan merasa tidak nyaman atau takut, namun tidak mengetahui alasan kondisi tersebut terjadi. Kecemasan tidak memiliki stimulus yang jelas yang dapat diidentifikasi. Tujuan dilakukannya edukasi pada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang dampak kecemasan menjelang persalinan dan cara penanganannya. Metode pelaksanaanya yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu hamil tentang dampak kecemasan menjelang persalinan. Kegiatan ini melibatkan ibu hamil trimester III di Lingkungan Dasan Kolo. Dengan  peserta berjumlah 24 orang. Hasil peningkatan yang diperoleh adalah sebanyak 25% Ibu hamil memahami tentang dampak kecemasan menjelang persalinan dan cara pencegahan serta penanganannya Kata kunci: peningkatan pengetahuan; dampak kecemasan; ibu hamil trimester III ABSTRACTBasically all women will experience anxiety in the delivery process which can be due to labor pain. Since ancient times anxiety over childbirth has been a topic of conversation among women. Feelings of anxiety and attitudes of a woman in childbirth vary widely and are influenced by many factors, including differences in social structure, culture, religion, mother's readiness in facing childbirth, past experiences, family assistance, and the environment. Anxiety is a feeling of fear that is unclear and unsupported by the situation. Individuals who feel anxious will feel uncomfortable or afraid, but do not know why this condition occurs. Anxiety has no clear identifiable stimulus. The purpose of educating the public is to increase pregnant women's knowledge about the impact of anxiety before childbirth and how to handle it. The method of implementation is through outreach activities to the public, especially pregnant women, about the impact of anxiety before childbirth. This activity involves third trimester pregnant women in the Dasan Kolo environment. With 24 participants. The results obtained were that 25% of pregnant women understood the impact of anxiety before childbirth and how to prevent and treat it Keywords: increase in knowage; impact of anxiety; third trimester pregnant women