Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Terhadap Pencegahan Diare Pada Siswa/Siswi Di Sd Negeri 10 Sri Tiga Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin Tahun 2019 Asbon, Nur
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v6i2.445

Abstract

Penelitian berawal dari anggapan bahwa kurangnya sarana prasarana, pengetahuan siswa dan sikap siswa akan mempengaruhi perilaku hidup sehat pada siswa kelas V dan VI di Sekolah Dasar Negeri 10 Sri Tiga Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan Secara signifikan antara variabel dependen dan variabel inependen. Desain penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Dimana variabel dependen (perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pencegahan diare) dan variabel indenpenden (sarana prasarana, pengetahuan, dan sikap) dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas 5 dan 6 SD N 10 sri tiga kecamatan sumber marga telang banyuasin pada bulan februari 2019 sebanyak 68 siswa.Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 sebanyak 68 siswa. Hasil analisis mnunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sarana prasarana, pengetahuan, dan sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat terhadap pencegahan diare di SD N 10 Sti Tiga Kecamatan Sumber Marga Telang Banyuasin tahun 2019. Disarankan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi prevebtif untuk menurunkan angka kejadian diare dan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Masyarakat Dalam Pembuatan Jamban Sehat Pada Program STBM di wilayah kerja Puskesmas Bayung Lincir Kabupaten MUBA tahun 2020 Asbon, Nur
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v7i2.446

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) atau dikenal juga dengan nama Community Lead Total Sanitation (CLTS) merupakan program pemerintah dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta mengimplementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar berkesinambungan dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 (Notoatmodjo, 2017) Data yang diperoleh dari pengamatan peneliti di wilayah kerja Puskesmas Bayung Lincir Kabupaten MUBA tahun 2019 sudah 75 persen yang memiliki jamban sehat yaitu tidak mengotori permukaan tanah di sekelilingnya, tidak mengotori air permukaan tanah disekitarnya, tidak mengotori air tanah disekitarnya, tidak terjangkau oleh serangga, tidak menimbulkan bau, mudah digunakan dan dipelihara, sederhana desainnya dan murah. Berdasarkan latar belakang diatas dan melihat masih sedikitnya pembuatan jamban, maka penulis tertarik untuk mengambil permasalahan, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Masyarakat Dalam Pembuatan Jamban Sehat Pada Program STBM di wilayah kerja Puskesmas Bayung Lincir Kabupaten MUBA tahun 2020” Penelitian ini menggunakan metode survei analitik, dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana variabel independen (pengetahuan, sikap dan tindakan) dan variabel dependen (jamban sehat) diukur secara bersamaan (Notoatmodjo, 2014).. Besaran Sampel menggunakan rumus Notoatmodjo 2014 dan Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling yaitu ibu rumah tangga pada saat penelitian dan memenuhi kriteria sampel dapat di jadikan sampel yaitu sejumlah 90 ibu rumah tangga. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan tindakan secara simultan dengan motivasi masyarakat dalam pembuatan jamban sehat pada program STBM di wilayah kerja Puskesmas Bayung Lincir Kabupaten MUBA tahun 2020. Kepada pimpinan puskesmas dapat memberikan lebih banyak penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama mengenai penggunaan dan pentingnya jamban sehat, serta memberikan sumbangsih pemikiran untuk memotivasi masyarakat agar memiliki jamban sehat di rumah
Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Keberhasilan Kader dalam Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis di Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Tahun 2021 Asbon, Nur
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v8i2.447

Abstract

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk Mansonia, Anopheles, Culex, Armigeres. Cacing tersebut hidup di saluran dan kelenjar getah bening dengan manifestasi klinik akut berupa demam berulang, peradangan saluran dan saluran kelenjar getah bening. Pada stadium lanjut dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, Upaya penemuan penderita filariasis Tahun 2004 di Indonesia diperkirakan 6 juta orang terinfeksi filariasis dan dilaporkan lebih dari 8.000 orang di antaranya menderita kronis filariasis terutama di pedesaan. Kriteria kabupaten/ kota endemis filaria bila Mf. Rate ≥ 1% disalah satu atau lebih lokasi survei maka kabupaten / kota tersebut ditetapkan sebagai daerah endemis yang harus dilaksakan pengobatan massal, Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional untuk mengetahui hubungan penegetahuan, sikap, pendidikan serta tindakan, dengan sampel 77 orang yang diambil secara systimatic random sampling. Data diambil dengan cara wawancara pada responden dan instrumennya menggunakan lembar kuesioner, hasil penelitian ini diolah atau dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara penegathuan (p value, 0,004), sikap (p value, 0,007), pendidikan (p value, 0,002), dan tindakan (p value, 0,005). dengan keberhasilan kader dalam pemberian obat filariasis di Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Tahun 2021. Saran Pihak Puskesmas Talang Kelapa, perlu melakukan penyuluhan secara teratur tentang filariasis guna meningkatkan pengetahuan kader maupun masyarakat untuk tercapaian program POPM
PERBEDAAN PENGETAHUAN, SIKAP, TINDAKAN TERHADAP KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH MELALUI PENYULUHAN PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA KAYUAGUNG TAHUN 2023 Putri, Ririn Noviyanti; Emalilian, Emalilian; Irdan, Irdan; Purwanto, Medy; Asbon, Nur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25233

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah yang umum dijumpai terutama di Negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia di mana dampak dari anemia tersebut dapat menurunkan produktivitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah. Penyuluhan merupakan salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah dalam menurunkan angka kejadian anemia pada remaja. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan One Groups Pretest-Posttest Design. Populasi dalam pengabdian ini adalah siswi remaja putri di SMA Negeri 3 Kayuagung dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media Poster terhadap pengetahuan tentang pencegahan Anemia terhadap ramaja putri di SMA Negeri 3 Kayuagung Tahun 2023, nilai p value = 0,000 ? 0,05. Kesimpulan bahwa ada pengaruh media poster terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan anemia pada remaja putri di SMA Negeri 3 Kayuagung tahun 2023. Diharapkan dapat rutin memberikan informasi dan edukasi tentang anemia & pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri di SMA Negeri 3 Kayuagung.