Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Dampak Anxiety Berlebih (Studi Kasus : Tekanan Pembelajaran Pada Mahasiswa) Moch. Rafli Romadon; Ariel Gymnastiar Inzaghi; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami studi kasus anxiety(kecemasan) yang berlebihan pada mahasiswa yang dipicu oleh tekanan akademik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggai pengalaman mahasiswa yang menjalani perannya sebagai mahasiswa . Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, mengungkap faktor faktor yang berkontribusi pada anxiety dan strategi koping yang mereka gunakan. Hasil menunjukan bahwa axiety pada mahasiswa dipengaruhi oleh faktor kognitif, lingkungan, proses belajar, usia dan jenis kelamin, serta mekanisme koping. Tekanan akademik yang berlebihan, distorsi kognitif, pengalaman traumatis, kurangnya dukungan sosial, serta kesulitan beradaptasi di lingkungan kampus menjadi faktor pemicu utama terjadinya kecemasan berlebih. Mahasiswa yang diteliti enerapkan strategi koping yang beragam, mulai dari diskusi dengan teman hingga mencari hiburan melalui membaca dan menonton. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang anxiety pada mahasiswa pekerja dan menekankan perlunya perhatian terhadap kesejahteraan mental mereka.
Dinamika Quarter Life Crisis pada Masa Dewasa Awal Dinda Dewi Santri; Cholifatun Nurrochmah; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i1.1706

Abstract

Quarter life crisis merupakan. fase transisi yang dialami oleh individu pada masa dewasa awal yaitu rentan usia 18 hingga 29 tahun, krisis ini ditandai dengan eksplorasi identitas, instabilitas, fokus pada diri sendiri, perasaan in-between, dan berbagai kemungkinan dalam hidup. Tujuan dalam penelitian adalah untuk memahami dinamika quarter life crisis yang dialami individu usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan jenis penelitian kualitatif. Pengambilan data pada penelitian menggunakan Teknik observasi dan wawancara mendalam. Analisis penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif dengan uji keabsahan melalui teknik triangulasi. Informan dalam penelitian berjumlah tiga orang dengan karakteristik, dewasa awal usia 20-21 tahun, berjenis kelamin laki-laki atau Perempuan, mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan mengalami dinamika quarter life crisis yang beragam dengan respon yang berbeda. Partisipan mengatasi krisis tersebut dengan berbagai strategi koping, seperti eksplorasi diri melalui aktivitas sosial dan akademik, mencari dukungan sosial dari keluarga dan teman, serta pengelolaan emosi dengan cara menenangkan diri dan fokus pada hal-hal positif.
Studi Fenomenologi Burnout pada Mahasiswa yang Kuliah dan Bekerja Putu Abel Andreas; Satria Fajar Firmansyah; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena burnout pada mahasiswa yang menjalani peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja, dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode fenomenologi. Burnout didefinisikan sebagai kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental akibat tekanan yang berkelanjutan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga subjek yang memiliki latar belakang pekerjaan dan pendidikan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout pada mahasiswa pekerja dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian, kemampuan adaptasi, dan manajemen waktu, serta faktor eksternal seperti tekanan lingkungan kerja dan kurangnya dukungan sosial. Strategi yang digunakan mahasiswa untuk mengatasi burnout meliputi pengelolaan prioritas, motivasi diri, serta manajemen waktu yang efektif. Selain itu, ditemukan bahwa lingkungan kerja yang mendukung dan apresiatif dapat membantu mengurangi risiko burnout. Penelitian ini juga mengungkap tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam membedakan peran mereka sebagai mahasiswa dan pekerja, yang dapat menyebabkan krisis identitas. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan perusahaan sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan profesional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi institusi pendidikan dan tempat kerja untuk lebih memahami kebutuhan mahasiswa pekerja serta mengurangi risiko burnout.
Pemaknaan Kebahagiaan (Studi Kasus pada Remaja Korban Broken Home) Siti Aminah Fitriana sari; Lita Adilia Putri; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1757

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami makna kebahagiaan bagi remaja dari keluarga broken home dan cara subjek menghadapi tantangan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, tiga remaja akhir (17-20 tahun) menjadi informan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, lalu dianalisis dengan Miles dan Huberman serta analisis tematik. Hasilnya, remaja memaknai kebahagiaan dari interaksi sosial dan aktivitas yang disukai, seperti menggambar dan berkumpul dengan teman. Meskipun sedih karena masalah orang tua, subjek berupaya agar kesedihan tidak mengganggu kebahagiaan dan mencari kebahagiaan di luar rumah. Hubungan positif dengan teman dan keluarga turut meningkatkan kebahagiaan, menunjukkan resiliensi kuat
Tingkat Psychological Well Being pada Relawan Lalu Lintas di Wilayah Blitar Raya Moch Irfan Murtadlo; Hengki Hendra Pradana; Nur Ida Fitria
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1910

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat psychological well-being pada relawan lalu lintas (pak ogah) di wilayah Blitar Raya. Kondisi ekonomi yang tidak menentu dapat berdampak pada kondisi psikologis yang dapat memengaruhi psychological well being relawan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur berdasarkan enam aspek psychological well-being menurut Ryff, yaitu penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, kemandirian (autonomy), penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pengembangan diri. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika psychological well being yang baik dari ketiga subjek penelitian dengan melalui aspek-aspek psychological well being pada relawan lalu lintas.
Guidance and Counseling, Academic Pathology, Social Interaction, Higher Education. Defi Astriani; Hengki Hendra Pradana
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 3 No. 1 (2026): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v3i1.9164

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena patologi akademik melalui analisis pola interaksi sosial di lingkungan perguruan tinggi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku maladaptif dalam struktur birokrasi dan relasi kuasa yang menghambat iklim akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap dosen dan mahasiswa di universitas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyalahgunaan otoritas, konflik interpersonal terselubung, dan kakuya hierarki birokrasi menjadi faktor utama pemicu stres serta penurunan kesejahteraan psikologis warga kampus. Temuan ini menegaskan bahwa patologi akademik bukan sekadar masalah individu, melainkan isu sistemik yang memerlukan intervensi strategis. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya revitalisasi peran bimbingan konseling melalui model konseling ekosistemik. Praktisi konselor pendidikan diharapkan tidak hanya fokus pada pemulihan mental individu, tetapi juga berperan sebagai mediator dan advokat dalam memperbaiki dinamika organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan literatur bimbingan konseling di level pendidikan tinggi.
Sastra dan Kesehatan Mental: Kajian Literature Review Agus Yulianto; Redhitya Wempi Ansori; Hengki Hendra Pradana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara sastra dan kesehatan mental melalui pendekatan literature review. dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di masyarakat modern yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, perkembangan teknologi digital, serta dinamika kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data yang diperoleh dari berbagai riset yang telah dipublikasikan dan terindeks; Google Scholar, SINTA, Portal Garuda, Scopus, dan lainnya yang relevan dengan topik penelitian.Data disajikan secara objektif dan terstruktur. Rentang penelitian mulai tahun 2016 hingga 2026. Tahapan Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, evaluasi, dan memberikan interpretasi secara kritis. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, yaitu dengan memilah kembali hasil temuan dengan seksama dan teliti. Hasil kajian menunjukkan bahwa sastra tidak hanya sebagai media hiburan tetapi, sastra mampu membangun rasa empati, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta mendukung releksi pemulihan diri pasca trauma. Selain itu, kesehatan mental menjadi topik yang mampu membangun sebuah narasi dalam sebuah karya sastra baik berupa prosa, puisi, atau karya sastra kontemporer. Sehingga dapat dikatakan bahwa sastra dan kesehatan mental memiliki peran masing-masing tetapi saling melengkapi. Dalam kajian ini, sastra dan kesehatan memiliki kaitan, antara lain: representasi kesehatan mental dalam karya sastra, sastra sebagai media terapi, dan sastra mampu meningkatkan kesadaran kesehatan mental.
Analisis Relevansi Tradisi Weton Pernikahan terhadap Keharmonisan Rumah Tangga: Studi Fenomenologi Desa Tumpang Bagus Nugroho; Nur Ida Fitria; Dinda Dewi santri; Hengki Hendra Pradana
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat Jawa, tradisi weton masih menjadi salah satu pertimbangan adat dalam menentukan kecocokan pasangan sebelum menikah. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tradisi weton pernikahan dengan keharmonisan rumah tangga pada masyarakat Jawa di era modern. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tiga keluarga. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pasangan suami istri bersuku Jawa yang menjadikan tradisi weton sebagai pertimbangan dalam pernikahan, telah menjalani pernikahan minimal lima tahun, memanfaatkan teknologi digital, bersedia berbagi pengalaman secara mendalam, dan berdomisili di Desa Tumpang. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan memandang tradisi weton pernikahan tidak memiliki hubungan sebab akibat dengan keharmonisan rumah tangga. Keharmonisan rumah tangga lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti saling memahami, memiliki tujuan bersama, komunikasi yang efektif, saling percaya, empati, kejujuran, kemampuan menyelesaikan masalah, menjaga perasaan pasangan, serta saling memaafkan.