Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Shelf Life Of Smoked Cockatua Fish (Scarus sp) At Room Temperature Pinamangun, Megga Ferrem; Salindeho, Netty; Taher, Nurmeilita; Dotulong, Verly; Pongoh, Jenki; Kaparang, Josefa Tety
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 12 No. 3 (2023): EDISI ESPTEMBER-DESEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jpkt.v12i3.54392

Abstract

The research aims to determine the water content, protein content, pH, ALT, and organoleptics of parrot fish using coconut shell fumigants. The method used in this research is very exploratory research, the data is analyzed descriptively testing the data in the research data in the form of images (Histograms). The parameters used in this research are analysis of water content, protein content, pH, ALT, and organoleptics. From the research carried out, it was found that parrot fish was smoked using coconut shell fuel, and the storage time of 0 days, 2 days, and 4 days was presented in the form of a histogram and then discussed. The results of the first stage organoleptic test showed that the panelists preferred smoked parrot fish. The results of the second stage of the organoleptic test showed that the panelists preferred smoked parrot fish. The water content with the highest results is Parrotfish A1 water content 55.85%, A2 62.38% and A3 44.20%) ALT results from 0 days of storage have an average value of A1 (22 × 102 CFU/g) and 2 days have an average value of A2 (28 × 102 CFU/g) and then 4 days of storage had an average value of A3 (28 × 102 CFU/g) Smoked Parrot Fish Protein Content at 0 days of storage was 3.84. 3. The highest pH of smoked Parrot Fish was found for a storage period of 4 days, namely 7 Keywords: Parrot Fish (Scarus sp), Water Content, Protein Content, Organoleptic Abstrak Tujuan dari penelitian adalah mengetahui kadar air, kadar protein, pH, ALT, organoleptik dari ikan kakatua menggunakan bahan pengasap tempurung kelapa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian sangat eksploratif, data di analisis secara deskriptif pengujian data dalam penelitian data dalam bentuk gambar (Histogram). Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: analisis kadar air , kadar protein, pH,ALT, dan organoleptik. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa Ikan kakatua dengan cara pengasapan dengan menggunakan bahan bakar tempurung kelapa lama penyimpanan 0 hari , 2 hari dan 4 hari yang di peroleh di sajikan dalam bentuk Histogram kemudian di bahas. Hasil uji organoleptik tahap satu menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai ikan kakatua asap. Hasil uji oranoleptik tahap dua menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai ikan kakatua asap. kadar air dengan hasil tertinggi yaitu Ikan Kakatua A1 kadar air 55.85% , A2 62.38% dan A3 44.20%) hasil ALT penyimpanan 0 hari memiliki nilai rata–rata A1 ( 22 × 102 CFU/g) dan 2 hari memiliki nilai rata–rata A2 (28 × 102 CFU/g ) dan selanjutnya penyimpanan 4 hari memiliki nilai rata–rata A3 ( 28 × 102 CFU/g) Kadar Protein Ikan Kakatua asap pada penyimpanan 0 hari 3.84. 3. pH Ikan Kakatua asap tertinggi terdapat pada lama penyimpanan 4 hari yaitu 7 Kata Kunci: Ikan Kakatua (Scarus sp) , Kadar Air, Kadar Protein, pH, ALT, Organoleptik
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK AIR MENDIDIH TEPUNG BUAH MANGROVE Sonneratia alba Tahulending, Chintya; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Damongilala, Lena; Harikedua, Silvana D.; Pongoh, Jenki; Salindeho, Netty
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.34511

Abstract

Mangrove Sonneratia alba merupakan jenis mangrove yang banyak terdapat di pesisir Wori Kabupaten Minahasa Utara. Ekstrak pelarut organik seperti metanol, etilasetat dan heksana dari buah S. alba yang diambil di lokasi ini sudah diteliti memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. data tentang metabolit sekunder dari ekstrak air mendidih dari buah mangrove ini masih sangat kurang dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kandungan  metabolit sekunder pada ekstrak air mendidih  dengan lama ekstraksi yang berbeda  dari mangrove S.alba yang dikeringkan pada suhu 500 C didalam kabinet dryer.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara kualitatif berdasarkan ada atau tidaknya komponen metabolit sekunder didalam sampel, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih.Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ekstrak air mendidih selama 5,10, dan 15  menit baik untuk cara pengeringan cabinet  dryer mengandung semua komponen metabolit sekunder yang diuji yaitu fenolik, flavonoid, tannin, saponin, flavonoid dan alkaloid, sedangkan tidak mengandung  steroid dan triterpenoid.
Aktivitas Antioksidan Daun Muda Mangrove Sonneratia alba Segar Asal Pesisir Desa Wori Sulawesi Utara : Antioxidant Activity of Fresh Young Leaves Mangrove Sonneratia alba from Coastal Wori Village North Sulawesi Dotulong, Verly; Montolalu, Lita; Reo, Albert
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 12 No.1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.12.1.2024.51673

Abstract

The results of research on S. alba  antioxidants collected from the coast of Wori Village, North Sulawesi, especially about S. alba  leaves that have undergone drying have very strong antioxidant activity, so far there have been no research reports on antioxidants in young leaves that have not been dried (fresh) from the location of Wori Village.  The purpose of this study was to explore the antioxidant potential of fresh young leaves of S.alba  mangroves  collected on the coast of Wori Village, North Sulawesi. The method used in this study is exploratory, the data is analyzed descriptively, the treatment used is the length of extraction time of 5, 10, 15, 20, 25 and 30 minutes with boiling water, the test parameters used are antioxidant activity using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) and supporting parameters, namely yield, phytochemistry qualitatively and total phenol content using the Folin-Ciocalteau method. The results obtained were as follows: the highest yield was found at 30 minutes extraction time which was 30.97%, phytochemical components detected at all extraction time were alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and phenolics, the highest total phenol content was found at 15 minutes extraction time of 0.7388 ± 0.044 mg GAE / g, the strongest antioxidant activity of 15 minutes straction with IC value50DPPH = 21.05±2.95 μg / ml. In general, it can be concluded that the best treatment is the duration of extraction time in boiling water for 15 minutes because it has the highest total phenol content and the samllest IC50DPPH value. Kata kunci:  young leaves of S.alba, boiling water extract, antioxidant activity Hasil penelitian tentang antioksidan S.alba yang dikoleksi dari pesisir Desa Wori Sulawesi Utara khususnya tentang daun S.alba yang sudah mengalami pengeringan mempunyai aktivitas antioksidan tergolong sangat kuat, selama ini belum ada laporan penelitian tentang antioksidan dalam  daun muda yang belum dikeringkan (segar) dari lokasi Desa Wori ini.    Tujuan penelitian ini adalah menggali potensi antioksidan daun muda mangrove S.alba  segar yang dikoleksi di Pesisir Desa Wori Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara deskriptif, perlakuan yang digunakan adalah lama waktu ekstraksi 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit dengan air mendidih, parameter uji yang digunakan adalah aktivitas antioksidan  menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) serta parameter pendukung yaitu rendemen, fitokimia secara kualitatif dan kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteau. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut:  rendemen tertinggi terdapat pada lama ekstraksi 30 menit yaitu 30,97%, komponen fitokimia yang terdeteksi pada semua lama waktu ekstraksi adalah  alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan fenolik,  kandungan total fenol tertinggi terdapat pada lama waktu ekstraksi 15 menit yaitu sebesar 0,7388 ± 0,044 mg GAE/g, aktivitas antioksidan terkuat straksi 15 menit dengan nilai IC50DPPH= 21,05±2,95 µg/ml. secara umum dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah lama ekstraksi waktu dalam air mendidih selama 15 menit karena mempunyai kandungan total fenol tertinggi dan nilai IC50 DPPH terkecil. Kata kunci:  daun muda S.alba, ekstrak air mendidih, aktivitas antioksidan ma waktu ekstraksi adalah  alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan fenolik,  kandungan total fenol tertinggi terdapat pada lama waktu ekstraksi 15 menit yaitu sebesar 0,7388 ± 0,044 mg GAE/g, aktivitas antioksidan terkuat straksi 15 menit dengan nilai IC50DPPH= 21,05±2,95 µg/ml. Secara umum  dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah lama ekstraksiwaktu  dalam air mendidih selama 15 menit karena mempunyai kandungan total fenol tertinggi dan nilai IC50DPPH terkecil. Kata kunci :   daun muda S.alba, ekstrak air mendidih, aktivitas antioksidan
Kandungan Total Fenol dan Aktivitas Antioksidan Buah Mangrove Sonneratia alba yang Dikeringkan dalam Kabinet Dryer Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Harikedua, Silvana Dinaintang; Damongilala, Lena Jeane
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.2.2023.53748

Abstract

The purpose of this study was to determine the total phenol content and antioxidant activity of Sonneratia alba mangrove fruit dried at 50°C in a cabinet dryer with different extraction times. The method used in this study was exploratory, the data were analyzed descriptively, the treatment used was the extraction time of 5, 10 and 15 minutes in boiling water, the test parameters used were the total phenol content using the Folin-Ciocalteau method and antioxidant activity using the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). The results obtained were as follows: the highest total phenol value was found in the 10-minute extraction time treatment, namely 23.7851 mg GAE/g; the strongest antioxidant activity was found in the 10-minute extraction time, namely 5.25 ppm. From the data obtained, it can be concluded that the best treatment is the extraction time in boiling water for 10 minutes. Keywords:    Fruit, S. alba, boiling water extraction, total phenol, antioxidant activity Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan buah mangrove Sonneratia alba yang dikeringkan pada suhu 50°C di dalam kabinet dryer dengan lama ekstraksi yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara deskriptif, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih, parameter uji yang digunakan adalah kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteau dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: nilai total fenol tertinggi ditemukan pada perlakukan lama ekstraksi 10 menit yaitu 23,7851 mg GAE/g; aktivitas antioksidan terkuat ditemukan pada lama ekstraksi 10 menit yaitu 5,25 ppm. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah lama ekstraksi dalam air mendidih selama 10 menit. Kata kunci:  Buah S. alba, ekstrak air mendidih, total fenol aktivitas antioksidan.
Qualitative Phytochemical Analysis of Gracilaria verrucosa from North Sulawesi Waters Luringunusa, Ekklesia; Sanger, Grace; Sumilat, Deiske A.; Montolalu, Roike Iwan; Damongilala, Lena J.; Dotulong, Verly
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.48777

Abstract

The research aims to determine the phytochemical content such as phenolics, flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, steroids, and triterpenoids found in the seaweed G. verrucosa. Seaweed G. verrucosa taken from the waters of North Sulawesi, Nain Village, North Minahasa, was extracted by maceration for 24 hours at room temperature, repeated 3 times using 96% ethanol solvent. The analysis in this study consisted of seven test parameters such as phenolic compounds, flavonoids, tannins, saponins, steroids, triterpenoids, and alkaloids. The results of the analysis showed that the secondary metabolites of G. verrucosa contained phytochemical compounds such as phenols, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and alkaloids, and no triterpenoid compounds were found. It was concluded that G. verrucosa which grows in the waters of North Sulawesi, Nain Village, can function as functional food, and medicine because it has natural bioactive compounds. Keywords: Phytochemical content, Gracilaria verrucosa, secondary metabolites Abstrak Penelitian bertujuan mengetahui kandungan fitokimia seperti fenol, flavanoid, tanin, saponin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid yang terdapat pada rumput laut G. verrucosa.  Senyawa metabolit sekunder yang umum terdapat pada tanaman adalah senyawa terpenoid, alkaloid, fenolik, streroid, saponin, tannin. Rumput laut G. verrucosa yang di ambil dari perairan Sulawesi Utara Desa Nain Minahasa Utara di ekstraksi dengan cara maserasi selama 24 jam pada suhu ruang di ulangi sebanyak 3 kali menggunakan pelarut etanol 96 %. Analisis pada penelitian ini terdiri dari tujuh parameter pengujian seperti senyawa fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, triterpenoid dan alkaloid. Hasil analisis menunjukan bahwa kandungan metabolit sekunder dari G. verrucosa mengandung senyawa fitokimia seperti fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, alkaloid dan tidak ditemukan adanya senyawa triterpenoid. Hal ini disimpulkan bahwa G. verrucosa yang tumbuh di perairan Sulawesi utara Desa Nain dapat berfungsi sebagai pangan fungsional, obat-obatan karena memiliki senyawa bioaktif alami. Kata kunci: Kandungan fitokimia, Gracilaria verrucosa, metabolit sekunder  
Macro And Micro Nutrients in The Soil of The Mangrove Forest Area, Bunaken Marine Park Anwar, Chairil; Wonggo, Djuhria; Mongi, Eunike; Dotulong, Verly
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60807

Abstract

The purpose of this study is to determine the pH level and macro and micronutrient content in the soil of the mangrove forest area in Bunaken Marine Park, Meras Village, Wori District, North Sulawesi Province. Soil samples were collected from both dry soil and waterlogged soil. The samples were then taken to the laboratory for analysis of macro- and micronutrients as well as pH levels. The analysis used includes: Nitrogen (N) analysis following SNI 7763:2018, section 6.6.1; Phosphorus (P) analysis following SNI 7763:2018, section 6.7; Elements K, Ca, Fe, Mg, Cu, Zn, B, Mn, and Mo analyzed using IK-1.13 Method for Determination of Metal Minerals in Food and pH analysis using SNI 01-2891-1992. The research results show that the pH values of dry and waterlogged soil are 6.67 and 6.0, respectively, which are considered good categories. The macro-nutrient analysis results for N, P, K, and Mg are classified as good because they exceed the minimum requirements set by SNI 7763:2024. However, the Ca element is classified as not good as it exceeds the maximum limit specified by SNI 7763:2024. For micro-nutrients, Fe (Iron) content is 13,682 ppm, which falls under the good category since it is below the maximum limit of 15,000 ppm as per SNI 7763:2024. Zn (Zinc) content is 0.4807 ppm, which is also considered good, as it does not exceed the maximum limit of 5,000 ppm as per SNI 7763:2024. Keywords: Meras Mangrove Forest, Nutrients, pH. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan pH, unsur hara makro dan mikro pada tanah kawasan hutan mangrove taman laut Bunaken desa Meras kecamatan wori propinsi sulawesi utara. Pengambilan sampel tanah diambil pada tanah yang kering dan tanah yang tergenang air. Sampel tanah dibawa ke laboratorium untuk dianalisa unsur hara makro, mikro dan pH. analisa yang digunakan adalah Analisa N dengan SNI 7763:2018 butir 6.6.1. Analisa P dengan SNI 7763:2018 Butir 6.7. unsur K, Ca Fe dan Mg, Cu, Zn, B, Mn dan Mo dengan metode IK-1.13 Penentuan Mineral Logam pada Pangan dan Non Pangan. Dan pH dengan metode SNI 01-2891-1992. Hasil penelitian bahwa nilai pH tanah kering dan tergenang adalah pH 6,67 dan 6,0. Termasuk kategori baik.  Hasil Analisa unsur makro yaitu N, P, K dan Mg adalah adalah katgori baik karena melebihi syarat minimum dari SNI 7763:2024, sedangkan nilai Ca kategori tidak baik karena melebihi batas maksimum SNI 7763:2024.  Unsur mikro Fe adalah 13682 ppm termasuk kategori baik karena mempunyai nilai lebih rendah dari 15.000 ppm sebagai batas maksimum dari SNI 7763:2024. Unsur Zn adalah 0.4807 ppm termasuk kategori baik karena tidak melebihi batas maksimum 5.000 ppm sebagai batas maksimum dari SNI 7763:2024. Kata kunci: Hutan Mangrove Meras, unsur hara, pH