Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Sistem Evaluasi Perkembangan Motorik Anak Usia Dini Berbasis Website Menggunakan Algoritma Decision Tree (C4.5) Diani Fitri Supriadi; Andin Eka Safitri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10165

Abstract

Perkembangan motorik anak usia dini merupakan aspek penting yang harus dipantau untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal. Di PAUDQ Aisyah, proses evaluasi perkembangan motorik masih dilakukan secara manual menggunakan lembar observasi sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama, berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, serta menghasilkan penilaian yang bersifat subjektif antar guru. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem evaluasi perkembangan motorik anak usia dini berbasis website dengan memanfaatkan algoritma Decision Tree (C4.5) sebagai metode klasifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data observasi, pra-pemrosesan data, pembentukan model Decision Tree menggunakan perhitungan entropy, information gain, split information, dan gain ratio, dilanjutkan dengan implementasi sistem berbasis website menggunakan Python Framework Django dan basis data MySQL. Dataset yang digunakan terdiri atas data observasi perkembangan motorik anak yang dibagi menjadi data pelatihan dan data pengujian untuk mengevaluasi performa model menggunakan confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu melakukan klasifikasi perkembangan motorik anak secara otomatis ke dalam kategori yang telah ditentukan sehingga membantu guru melakukan evaluasi dengan lebih cepat, objektif, dan terstruktur. Selain itu, visualisasi pohon keputusan yang dihasilkan memudahkan pengguna dalam memahami dasar pengambilan keputusan klasifikasi. Implementasi sistem ini juga meningkatkan efisiensi pengelolaan data, penyusunan laporan perkembangan anak, serta mendukung proses monitoring perkembangan motorik secara digital sehingga dapat menjadi solusi bagi lembaga pendidikan anak usia dini dalam meningkatkan kualitas evaluasi perkembangan peserta didik.
Aplikasi Sistem Penunjang Keputusan Penilaian Karyawan Terbaik Berbasis Website dengan Metode Mabac Rahmawati; Andin Eka Safitri; Oke Hariansyah; Ahmad Mutholib
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v5i2.1603

Abstract

Penilaian karyawan terbaik di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan Microsoft Excel dan masukan dari manajer, yang sangat rentan terhadap unsur subjektivitas, inkonsistensi penilaian, serta potensi bias keputusan. Kondisi konvensional tersebut memunculkan kebutuhan yang sangat mendesak akan adanya sistem pendukung keputusan terintegrasi yang mampu memberikan penilaian secara objektif, transparan, dan berbasis data terstruktur. Penelitian ini bertujuan secara khusus untuk merancang dan membangun aplikasi sistem pendukung keputusan berbasis web menggunakan metode Multi-Attributive Border Approximation Area Comparison (MABAC) guna menilai kinerja karyawan Non-ASN secara lebih akurat, efisien, dan berkeadilan. Pengembangan sistem ini menerapkan kerangka kerja rekayasa perangkat lunak SDLC model Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan mendalam, perancangan sistem berorientasi objek menggunakan UML, perancangan basis data relasional melalui ERD dan LRS, implementasi kode program menggunakan bahasa PHP dan database MySQL, serta pengujian fungsionalitas sistem secara menyeluruh. Fungsionalitas utama aplikasi dirancang untuk mengelola data kepegawaian, mengelola kriteria penilaian beserta pembobotannya, memasukkan nilai matriks keputusan, mengeksekusi perhitungan matematis otomatis berbasis algoritma MABAC, hingga menyajikan laporan pemeringkatan akhir yang komprehensif. Hasil pengujian fungsional menggunakan black-box testing menunjukkan bahwa seluruh modul aplikasi berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan fungsionalitas yang diharapkan. Implementasi metode MABAC pada pengolahan data 47 pegawai Non-ASN di BSSN berhasil memberikan rekomendasi peringkat karyawan terbaik yang valid, andal, dan konsisten, di mana alternatif A5 menduduki peringkat pertama dengan perolehan skor akhir tertinggi sebesar 0,1240. Kehadiran sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkan objektivitas, efisiensi waktu, serta transparansi proses evaluasi kinerja di lingkungan instansi.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS DALAM PENGEMBANGAN PROYEK INFORMATIKA BERBASIS MASALAH MENGGUNAKAN SCRATCH PADA REMAJA MUSHOLLA AL-IKHLAS PONDOK PETIR Shelvi Eka Tassia; Andin Eka Safitri; Nurhasanah
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity aimed to introduce basic programming and develop collaborative problem-solving skills among adolescents at Musholla Al-Ikhlas, Pondok Petir, through collaborative learning and project-based learning using Scratch. The activity involved 30 adolescents aged 13–18 years and was conducted on 6–8 May 2026. A descriptive qualitative approach was applied through observation, interviews, documentation, and questionnaires. The initial condition showed that approximately 80% of participants had never interacted with basic programming, while only about 20% had access to a personal computer or laptop at home. The activity consisted of observation, preparation, material delivery and modelling, discussion, practice and project development, mentoring, and evaluation. Participants worked collaboratively to develop simple Scratch projects, including educational animation, interactive quiz games, object-motion simulations, and interactive animated stories. The implementation encouraged active participation, task division, peer support, creativity, and problem-solving. The activity also showed high interest in coding, with approximately 90% of participants expressing strong interest. The main constraints were differences in computer familiarity, varying levels of understanding, and limited mentoring time. Overall, collaborative learning integrated with Scratch provided a practical learning environment for introducing computational concepts and strengthening collaborative skills in a community setting.