Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGENALAN METODE JARIMATIKA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA Fatmawati, Agustin; Ralmugiz, Uke; Zulfikar, Ryan Nizar; Aba, Maria Martini; Rukman, Nia Kurniaty; Syarief, Nur Hasanah
Jurnal Abdimas Bencoolen Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/abdimas.v2i2.36658

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk mengenalkan metode jarimatika untuk anak-anak Boneana. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu metode transfer ilmu jarimatika dan metode talking stick modifikasi. Metode transfer ilmu diberikan untuk mengenalkan dasar-dasar metode berhitung menggunakan jarimatika setelah itu dipraktikan oleh anak-anak dengan menggunakan metode talking stick. Talking stick merupakan metode berbasis game sehingga dapat menambah semangat belajar. Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak yang terdiri atas peserta didik jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah menunjukkan antusiasme dalam belajar mandiri matematika. Pengenalan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan menggunakan metode jarimatika telah dilaksanakan dengan lancar.
BAYANGAN KONSEP SISWA PADA MATERI POLA BILANGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA Syarief, Nur Hasanah; Agustin Fatmawati; Uke Ralmugiz
JP2MS Vol 7 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jp2ms.7.1.10-19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bayangan konsep siswa pada materi pola bilangan berdasarkan kemampuan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas VIII yang dipilih berdasarkan kemampuan matematikanya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi memiliki bayangan konsep yang sesuai dengan konsep matematika atau konsep pola bilangan. Namun, bayangan konsep siswa berkemampuan rendah tidak sesuai dengan konsep matematika pola bilangan.
Unlocking Higher Order Thinking With React Strategy: An Effective Solution For 21st Century Learning Nizar Zulfikar, Ryan; Ralmugiz, Uke; Fatmawati, Agustin; Aba, Maria Martini; Syarief, Nur Hasanah; Ketty, Febi
JTMT: Journal Tadris Matematika Vol 6 No 1 (2025): Volume 6, Issue 1, June 2025
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jtmt.v6i1.3722

Abstract

The study conducted quantitative research using a True Experimental Design approach known as Pretest-Posttest Control Group Design, involving all grade X students of Senior High School. Cluster Random Sampling was used to select the experimental and control classes. Normality and variant homogeneity tests were conducted. Data analysis utilized a 5% significance level and paired sample t-test for hypothesis testing. Results indicated the REACT strategy effectively improved students' higher-order thinking skills. In the control class, a significant difference was found between pre-test and post-test scores, as well as in the experimental class. Observation sheet assessments showed an average score of 87.5, confirming successful application of the REACT strategy in the learning process. Therefore, the analysis demonstrates the superiority of the REACT strategy over conventional methods in enhancing the higher-order thinking skills of grade X students at Senior High School.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA MODEL P3E BERORIENTASI METODE EKSPERIMEN UNTUK MELATIH KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN CRITICAL THINKING SKILLS SISWA SEKOLAH DASAR Khasna, Fenny Tanalinal; Fatmawati, Agustin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i3.1190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan bahan ajar dengan model P3E berorientasi metode eksperimen untuk melatihkan keterampilan proses sains dan critical thinking skills siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada kelas IV di Sd Gmit no.7 Oebufu Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu pendefinisian (difine), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (desiminate). Teknik analisis data yang digunakn adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar berada pada kategori layak dengan rata-rata setiap aspek antara 3.1 sampai 3.8, (2) bahan ajar berada pada kategori sangat praktis berdasarkan respon guru dengan rata-rata 90%, dan respon siswa 93%, dan (3) efektif berdasarkan perolehan rata-rata N-gain dapat diketahui perolehan rata-rata untuk data N-gain keterampilan berpikir kritis sebesar 0,80, sedangkan keterampilan proses sains sebesar 0,72 dengan kategori tinggi.
PELATIHAN PEMBUATAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING Azizah Sormin, Masdelima; Priyo Utomo, Dwi; Baiduri, Baiduri; Fatmawati, Agustin; Sofyan Samosir, Benny
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.%p

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat memiliki tujuan melatih para mahasiswa PPG dalam pembuatan LKPD berbasis PBL (Problem Based Learning) guna untuk mempersiapkan perencanaan pembelajran lebih efektif. Dengan adanya pelatihan ini kiranya menambah ilmu khususnya bagi guru-guru yang sedang dan akan mengikuti PPG baik itu prajabatan maupun dalam jabatan. Peserta pelatihan kurang lebih 30 orang. Dalam hal ini peserta merupakan mahasiswa PPG dalam jabatan tahun 2023 dengan program pendidikan matematika. Rencana kegiatan diantaranya: 1) memberikan penjelasan terkait LKPD, 2) mengkaitkan PBL ke dalam LPKD, 3) melatih pembuatan LKPD, 4) Diskusi sebagai tindak lanjut dalam pembuatan LKPD. Berdasarkan penelitian sebelumnya terkait pengembangan LKPD diperoleh hasil rata-rata baik dan dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran khususnya bagi mahasiswa PPG. Oleh karena itu kita tergerak melanjutkan melaksanakan PKM pelatihan pembuatan LPKD berbasis PBL. Diperoleh hasil dari PKM diantaranya para peserta sangant antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir pelatihan berlangsung. Dan dapat disimpulkan dari 30 orang peserta guru pendidik terdapat 80% guru sudah mampu dalam pembuatan LKPD sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ampuh. Luaran PKM berupa Publikasi Jurnal Nasional ber ISSN
Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru di Sekolah Dasar Negeri 2 Kecamatan Adonara Timur Abdul Syahril Muh; Ryan Nizar Zulfikar; Uke Ralmugiz; Maria Martini Aba; Nia Kurniaty Rukman; Agustin Fatmawati; Nur Hasanah Syarief
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i2.2271

Abstract

Salah satu kesulitan penulisan karya ilmiah yang dialami oleh guru adalah pengembangan ide atau pemikiran menjadi sebuah tulisan karya ilmiah. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan penulisan artikel ilmiah dalam bentuk laporan penelitian maupun penulisan artikel dalam jurnal ilmiah. Kegiatan ini dilakukan dengan membuat pemaparan materi dan pelatihan karya ilmiah pada guru-guru SDN 2. Subjek pengabdian ini adalah guru Sekolah dasar Negeri 2 Kecamatan Adonara Timur. Pelaksanaan kegiatan melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan, observasi, penentuan teknis pelaksanaan, pelaksanaan program dan evaluasi. Permasalahan yang terjadi bagi para guru di Sekolah Dasar Negeri 2 yaitu mengalami kesulitan dalam rendahnya motivasi menulis, pemahaman tentang teknik penulisan, kesulitan mengumpulkan dan mengelola data, kurang menguasai teknologi, tidak tersedianya buku referensi, kurang berfungsinya kegiatan kelompok kerja guru. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa apa yang menjadi masalah yang dialami oleh para guru dapat diberikan solusi dengan baik. Dari hasil kegiatan pengabdian pelaksanaan mendapatkan suatu jawaban bahwa minat para guru pelatihan untuk mengetahui tentang penulisan karya tulis ilmiah sangat besar dan para guru sangat antusias dalam mengikuti pelatihan berlangsung dengan adanya beberapa pertanyaan dan pemahaman tentang penulisan karya tulis ilmiah. Guru dan kepala sekolah dalam pelatihan telah mampu dan memahami metode penulisan karya tulis ilmiah dan buku yang diberikan oleh pemateri dengan baik penerapan pada saat tugas pembuatan karya tulis ilmiah.
Penerapan Konsep Pembelajaran Mendalam Berbasis Budaya Lokal Melalui Workshop Guru Matematika Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Agustin Fatmawati; Dwi Priyo Utomo; St. Muthmainnah Yusuf; Masdelima Azizah Sormin
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v4i1.2979

Abstract

Abstrak: Kupang merupakan ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki budaya lokal yang perlu dilestarikan. Upaya ini dapat dilakukan melalui dunia pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kompetensi guru matematika dalam menerapkan pembelajaran matematika yang menggunakan pembelajaran mendalam serta berbasis budaya lokal sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop selama dua hari dan melibatkan 10 orang guru matematika di Kota Kupang. Metode yang digunakan meliputi pemberian materi konseptual, diskusi, praktek perancangan pembelajaran serta refleksi. Instrumen pengumpulan data terdiri atas tes, angket respon dan wawancara semi terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai penerapan pembelajaran mendalam berbasis budaya lokal dengan rata-rata skor pretest 71 dan rata-rata hasil posttest 82,3. Hasil angket menunjukkan respon guru berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata skor 4,56. Hal ini mengindikasikan bahwa workshop dinilai relevan, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran matematika. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa guru menjadi lebih percaya diri dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, aktif dan berorientasi pada kemampuan berpikir kritis siswa melalui integrasi budaya lokal. Meskipun demikian, guru juga mengidentifikasi keterbatasan waktu dan perlunya pendampingan lanjutan sebagai tantangan dalam implementasi. Abstract: Kupang, the capital of East Nusa Tenggara Province, boasts a rich local culture that deserves preservation. This can be achieved through education. This activity aims to improve mathematics teachers' competency in implementing mathematics learning using in-depth learning and based on local culture as an effort to improve students' critical thinking skills. The activity was carried out as a two-day workshop and involved 10 mathematics teachers in Kupang City. The methods used included providing conceptual material, discussions, learning design practices, and reflection. Data collection instruments consisted of tests, response questionnaires, and semi-structured interviews. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding of the application of in-depth learning based on local culture with an average pretest score of 71 and an average posttest result of 82.3. The questionnaire results showed that teachers' responses were in the very good category with an average score of 4.56. This indicates that the workshop was considered relevant, useful, and appropriate to the needs of mathematics learning. The interview results revealed that teachers became more confident in designing contextual, active, and critical thinking-oriented learning through the integration of local culture. However, teachers also identified time constraints and the need for further mentoring as challenges in implementation.
Mengukur Efektivitas Model Problem Solving terhadap Daya Nalar Matematis Siswa Agustin Fatmawati; Defita Udin
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i3.4675

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui implementasi model pembelajaran Problem Solving. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Penelitian melibatkan 23 siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik tes, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif untuk menggambarkan perkembangan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Solving mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada seluruh indikator yang diukur. Pada siklus I, rata-rata skor siswa pada indikator memahami masalah mencapai 75,36 (kategori tinggi), merencanakan penyelesaian 63,76 (kategori sedang), melaksanakan rencana penyelesaian 57,60 (kategori sedang), dan memeriksa kembali hasil 50,00 (kategori sedang). Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II, seluruh indikator mengalami peningkatan, yaitu memahami masalah menjadi 95,6 (kategori sangat tinggi), merencanakan penyelesaian menjadi 95,6 (kategori sangat tinggi), melaksanakan rencana penyelesaian menjadi 91,3 (kategori sangat tinggi), dan memeriksa kembali hasil menjadi 84,8 (kategori tinggi). Temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran Problem Solving efektif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Mathematical Reasoning of Prospective Mathematics Teachers in Solving Numeracy Problems Agustin Fatmawati; Uke Ralmugiz; Nur Hasanah Syarief
Jurnal Inovasi Matematika Vol. 4 No. 2 (2022): Inovasi Matematika
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.249 KB) | DOI: 10.35438/inomatika.v4i2.343

Abstract

Mathematical reasoning is one of the fundamental things in solving mathematical problems. This study was conducted aimed at describing the mathematical reasoning of students of the Mathematics Education study program in solving numeracy problems at the level of understanding, level of application, and level of reasoning. Numeracy questions were given to the research subjects and then interviews were conducted with 6 subjects. The data analysis techniques used follow the technical stages of data analysis including data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the activity at the formulating stage included the identification of significant variables and formulating mathematical situations using symbols. At the stage of working on the activity of the subject is to perform calculations and draw simple conclusions. Meanwhile, at the stage of interpreting and evaluating, the subject's activity is to evaluate mathematical results and interpret mathematical results into the context of the problem. At the level of application, Activities at the formulating stage include the identification of significant variables, making appropriate assumptions, translating problems into mathematical representations and recognizing aspects in the corresponding problem. The activity of the subject at the stage of work includes performing simple calculations, applying strategies for solving problems, and cultivating geometric representations. The activity of the subject at the stage of interpreting and evaluating includes the evaluation of mathematical results and interpreting the results into the context of the problem. At the level of reasoning activity at the formulating stage is to identify significant variables, understand and explain the relationship between the language of the context and the language of symbols, as well as represent the situation into the model. Activities at the stage of work include processing the information presented on the drawings to solve problems, performing calculations, drawing simple conclusions, and making generalizations.
The Process of Translating a Linear Program Problem into A Mathematical Representation Nur Hasanah Syarief; Agustin Fatmawati
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jpm.v10i1.20506

Abstract

This research aims to describe the representation translation process in solving linear programming problems. The representation translation process will be explained at each stage of problem-solving according to Polya. The types of representation that will be explained are algebraic, numerical, graphic, and verbal. This research uses a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of two mathematics education students taking linear programming courses. Both subjects are students with high mathematical abilities who have good communication skills so that researchers can explore more in-depth information about the representation translation process. The instrument in this research is a linear program test which consists of two problems. The research results showed that subject 1 (S1) and subject 2 (S2) fulfilled three stages of problem-solving, namely understanding the problem, making a plan, and implementing the plan. Both subjects used all four representations in solving problems. The translation process that occurs starts with exploring sources, compiling initial knowledge, building targets, and determining suitability.