Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBINAAN ASPEK AKUNTANSI KEUANGAN DALAM MEMBUAT LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KELOMPOK PKK ANGSOKA SATYA BHAKTI DESA SUDAJI KABUPATEN BULELENG Nyoman Suandana; Ketut Gunawan; I Gde Made Metera; Ni Ketut Adi Mekarsari; Made Madiarsa; Gede Arnawa; Gede Suardana; Nyoman Resmi; Ni Putu Sri Wati; Dewa Nyoman Arta Jiwa; Luh Artaningsih
Jnana Karya Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.222 KB)

Abstract

PkM Pembinaan Aspek Akuntansi Keuangan dalam membuat laporan pertanggungjawaban Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti Desa Sudaji Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng didasari pemikiran bahwa Tata kelola pembukuan dan pertanggungjawaban pengurus belum baik. Hal ini disebabkan oleh Keterbatasan Sumber daya manusia dan sarana dan prasarana yang dimiliki. Berangkat dari permasalahan yang dialami Mitra Kerja maka solusi yang ditawarkan antara lain : a. Melengkapi kemampuan pengurus Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti Desa Sudaji dalam mengelola transaksi keuangan sebagai dasar awal pembuatan laporan keuangan; b. Menambah kemampuan pengurus Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti Desa Sudaji dalam menyelesaikan dan menghasilkan laporan keuangan melalui penerapan siklus akuntansi; c. Melengkapi kemampuan pengurus Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti Desa Sudaji dalam membuat laporan keungan sebagai bagian dari laporan pertanggung jawaban keuangan. Adapun target luaran yang akan dihasilkan melalui program pengabdian masyarakat ini adalah: a. Peningkatan Kemampuan Pengurus dalam pembukuan yang meliputi penjurnalan, pembuatan buku besar, neraca saldo; b. Peningkatan Kemampuan Pengurus dalam pembuatan laporan keuangan melalui neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Modal serta dapat membuat laporan pertanggungjawaban pengurus. Pelaksanaan program diawali dengan tahap persiapan, penyadaran, pengkapasitasan dan pelatihan, pembinaan, pendampingan, pelembagaan, dan evaluasi. Melalui Kegiatan ini para pengurus dan anggota Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti Desa Sudaji memiliki kemampuan dalam membuat laporan keuamngan sehingga mampu membuat pembukuan Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti Desa Sudaji. Selain itu para pengurus Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti memiliki kemampuan dalam memanage usahanya dalam bentuk kemampuan manajemen tata Kelola yang meliputi tata Kelola personalia, produksi dan pemasaran. Hasil observasi terhadap antosiasme mitra kerja menunjukkan sebanyak 87,8 % (36 peserta) memiliki antusiasme yang tinggi, 7,3 % (3 peserta) memiliki antusiasme yang sedang, dan 4,8 % (2 peserta) memiliki antusiasme yang rendah. Sedangkan evaluasi keberlanjutan program menunjukkan 98,55% mitra kerja menyatakan bahwa sangat mendukung program PkM untuk dilanjutkan.
PEMBINAAN KELOMPOK PKK ANGSOKA SATYA BHAKTI DALAM MANAJEMEN USAHA DAN PRODUKSI DUPA SATYA BHAKTI DESA SUDAJI Ketut Gunawan; Nyoman Suandana; Ni Ketut Adi Mekarsari; Gde Made Metera; Ni Nyoman Resmi; Ni Putu Sri Wati; Gede Arnawa; Dewa Nyoman Arta Jiwa; Luh Artaningsih; I Made Madiarsa; Gede Suardana; M G A Kurniawan
Jnana Karya Vol 1, No 01 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.508 KB)

Abstract

Dalam memajukan perekonomian keluarga, Kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti melaksanakan usaha berupa usaha dupa Satya Bhakti. Kegiatan usaha yang dijalankan selama ini oleh kelompok mitra memiliki berbagai permasalahan terutama di bidang manajemen usaha dan produksi. Permasalahan antara lain: pembukuan biaya keluar masuk usaha, pembagian tugas dalam organisasi kelompok, dan belum memahami tentang menjalankan roda organisasi, serta jangkauan pemasaran dupa yang masih berada di internal desa Sudaji. Permasalahan manajemen produksi yaitu tidak tersedianya label usaha yang baik dan kreatif sebagai ciri khas varian dupa yang dihasilkan karena minimnya ilmu tentang pemasaran. Solusi yang diberikan berupa: 1) pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, pelatihan dan pendampingan branding dan labeling, 3) pelatihan dan pendampingan pemasaran, dan 4) pelatihan dan pendampingan tentang akses pemodalan perbankan. Program PkM ini menggunakan metode PALS yang diaplikasikan melalui berbagai tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap penyadaran, tahap pelatihan, tahap pendampingan, dan tahap evaluasi. Tim PkM memandang perlu untuk melakukan pembinaan terhadap kelompok PKK Angsoka Satya Bhakti dalam manajemen usaha dan pemasaran. Transfer Ipteks yang diberikan mampu meningkatkan kualitas produk, kuantitas, diversifikasi dan kemampuan mitra meningkat dalam mengolah dan berwirausaha melalui produk yang dihasilkan.
MANAJEMEN PENGELOLAAN DAN ADMINISTRASI BUMDES GIRI AMERTHA, DESA SAMBANGAN, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Gede Suardana; Gede Arnawa; Ketut Gunawan; I Gde Made Metera; I Nyoman Suandana; Ni Ketut Adi Mekarsari; Ni Nyoman Resmi; Ni Putu Sri Wati; Dewa Nyoman Arta Jiwa; Luh Artaningsih; I Made Madiarsa
Jnana Karya Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa sebagai bagian wilayah dari sebuah kabupaten, memiliki otonomi asli. Walaupun dalam batasan otonomi asli, desa dapat membangun kemampuan sumber daya ekonomi dan keuangannya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Dengan mengelola sumber daya lokal berupa sumber daya manusia (penduduk), sumber daya modal (uang), sumber daya alam (tanah, air, hutan) dan sumber daya sosial. Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Permasalahan utama yang dihadapi BUMDesa Giri Amertha adalah manajemen keuangan dan terbatasanya pengetahuan tentang sistem akuntansi. Solusi yang diberikan yaitu : 1) pelatihan dan pendampingan manajemen pengelolaan BUMDesa, 2) pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan. Pembinaan dan pelatihan dipandang perlu untuk dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pengelolaan kemampuan SDM dalam bidang system pelaporan keuangan. Transfer Ipteks yang diberikan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan BUMDesa serta sistem pelaporan keuangan.
UPAYA LITERASI MANAJEMEN USAHA DAN LAPORAN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN PROFITABILITASBERKELANJUTAN DI KELOMPOK WANITA TANI DESA SILANGJANA Ketut Gunawan; Nyoman Suandana; Ni Ketut Adi Mekarsari; Ni Putu Sriwati; Gede Arnawa; Dewa Nyoman Artajiwa; Gede Suardana; I Made Madiarsa; I Gde Made Metera; Luh Artaningsih
Jnana Karya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PKM Manajemen usaha dan dukungan laporan keuangan bagi Kelompok Usaha Tani Desa Silangjana Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng didasari pemikiran bahwa tatamanajemen usaha dan dukungan laporan keuangan belum terlaksana dengan baik disebabkan oleh keterbatasan kemampuan sumber daya manusia. Solusi yang ditawarkan adalah: 1)Melakukan pelatihan manajemen usaha yang meliputi: manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen sumberdaya manusia dan manajemen keuangan; 2) Melakukan pelatihan penyusunan laporan keuangan yang meliputi laporan posisi keuangan (neraca),laporan laba rugi dan laporan arus kas. hasil yang diharapkan melalui program pengabdian masyarakat ini adalah: 1) tatakelola KWT dengan manajemen usaha yang baik; 2) KWT memiliki laporan keuangan yang baik. Hasil yang dicapai: Pengurus dan anggota KWT mampu mengelola usaha dengan penerapan manajemen usaha dan mampu membuat laporan keuangan yang akan mendukung usaha KWT Desa Silangjana.
Integrasi Pendidikan Karakter Melalui Permainan Tradisional di PAUD Luh Artaningsih; I Gede Arya Wiradnyana; Komang Agus Budhi Arya Pramana
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v3i2.2425

Abstract

Perkembangan anak pada masa usia dini tidak hanya ditunjukkan untuk penumbuhan dan pengembangan domain kognitif saja, namun juga pengembangan karakter. Pengembangan karakter melalui jenjang PAUD penting dilakukan karena anak pada usia dini sedang berapa pada usia emas dimana perkembangan otak anak berjalan sangat pesat. Hal ini menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan karakter pada anak. Karakter yang dimiliki pada usia dini tentunya akan sangat mempengaruhi prilaku anak ketika menginjak usia dewasa sehingga nantinya mereka dapat menunjukkan perilaku terpuji kepada orang tua, perilaku sebagai warga negara yang baik serta perilaku saat berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam jenjang PAUD adalah melalui aktivitas bermain yang dilakukan anak. Secara lebih khusus aktivitas permainan yang dikaji dalam penelitian ini dan diyakini dapat digunakan pada jenjang PAUD untuk mengintegrasikan pendidikan karakter adalah permainan tradisional. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan mengkaji buku-buku maupun sumber bacaan lain yang relevan dengan objek yang diteliti, yaitu: pendidikan karakter pada anak usia dini dan permainan tradisional. Hasil penelitian ini menemukan bahwa permainan tradisional dapat diintegrasikan untuk mengembangkan karakter pada anak usia dini. Permainan tradisional yang memuat aspek-aspek sosial dapat mengembangkan nilai karakter kerjasama, suka akan keteraturan, hormat menghormati, balas budi dan sifat malu. Disamping itu, permainan tradisional jugs mengandung berbagai macam nilai karakter seperti kejujuran, sportivitas, kegigihan dan gotong royong.
PERAN PERMAINAN EDUKATIF DALAM MENGEMBANGKAN EKONOMI KREATIF PADA ANAK USIA DINI Luh Artaningsih
Widya Kumara: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyakumara.v2i2.1565

Abstract

Pendidikan anak usia dini tidak hanya memberikan layanan dalam pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, tetapi juga pengembangan kreativitas. Namun, realita penyelenggaraan pendidikan saat ini justru seolah tidak mengakomodasi pengembangan kreativitas anak. Bahkan lembaga pendidikan masih diasumsikan sebagai creative killer. Kondisi ini tentu sangat tidak diharapkan di tengah era ekonomi kreatif dimana sumber daya manusia menjadi faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Berdasarkan kondisi tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan peran permainan edukatif dalam mengembangkan ekonomi kreatif pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di di TK Eka Dharma, Kota Singaraja. Informan dalam penelitian adalah guru dan siswa kelas B di TK Eka Dharma. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan pencatatan dokumen. Data maupun informasi yang telah terkumpul dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh temuan bahwa permainan edukatif yang dilaksanakan di TK Eka Dharma melalui kegiatan-kegiatan: (a) bermain drama, (b) membuat kerajinan tangan, (c) bongkar pasang mainan lego, dan kegiatan menyanyi, menari serta melukis mampu menumbuhkan ekonomi kreatif pada diri anak.Kata kunci: anak usia dini, ekonomi kreatif, permainan edukatif.