Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH MENTAL HEALTH DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN GEN Z DI KOTA BANDUNG Sandini, Dwi; Mubarok, Ade; Mulyanti, Dwinta; Drajat, Devi Yuniati; Faturochman, Ersha
Jurnal Sains Manajemen Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Sains Manajemen
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsm.v6i2.1788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mental health dan work life balanceterhadap turnover intention pada karyawan Gen Z di Kota Bandung. Metode penelitian yangdigunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioneryang disebarkan kepada 200 responden yang bekerja di berbagai sektor di Kota Bandung. Analisisdata dilakukan dengan teknik regresi linier berganda untuk melihat pengaruh mental health danwork life balance terhadap turnover intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MentalHealth memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap Turnover Intention di kalangan karyawanGen Z. Semakin baik kondisi kesehatan mental karyawan, semakin tinggi kemungkinan merekamemiliki niat untuk berhenti. Demikian pula, Work Life Balance memiliki pengaruh yang lebihkuat terhadap Turnover Intention. Ini berarti bahwa karyawan yang merasa memiliki Work LifeBalance mereka lebih cenderung memiliki niat untuk mencari peluang kerja yang lebih baik.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya perhatian perusahaan terhadap mental health dan worklife balance karyawan sebagai strategi untuk mengurangi tingkat turnover intention, terutama dikalangan karyawan Gen Z
Warbita Crunch: Inovasi Brownies Ubi, Super Tipis Sebagai Stimulus Peningkatan Produktivitas UMKM Karang Taruna Cidawolong II Yayu Rahayu; Dwinta Mulyanti; Bayu Bambang Perdana; Risdayanti Imelda Nurhasanah; Santi Kania Miftahul Inayah
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v8i1.2197

Abstract

Desa Cidawolong II, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, memiliki potensi ubi ungu yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk meningkatkan nilai tambah serta mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, tim pengabdian masyarakat ARS University memperkenalkan inovasi Warbita Crunch, yaitu brownies ubi ungu super tipis, dengan melibatkan Karang Taruna Cidawolong II sebagai mitra utama. Metode pelaksanaan meliputi survei potensi lokal, sosialisasi, pelatihan, serta pembuatan inovasi produk olahan ubi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan produksi, terciptanya produk unggulan desa, serta terbentuknya struktur usaha berbasis komunitas. Program ini meningkatkan motivasi kewirausahaam dan pengembangan UMKM berbasis potensi lokal melalui inovasi produk dan pemberdayaan komunitas.
Clean Energy Reform: The Correlation Between Carbon Tax on Production Costs and Emissions of Power Plants Dwinta Mulyanti; Rofily Putriyandari; Abdul Rohman; Novi Nurcahyani
Pattimura Proceeding 2026: Proceeding of the 3rd International Conference of International Conference on Business and Eco
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pcst.2026.iconbe.p246-259

Abstract

This study examines the relationship between carbon tax payments, electricity production costs, and carbon emission indicators in coal-fired power plants (PLTU) in Indonesia following the implementation of the carbon tax policy in 2022. Using post-implementation operational data, this study applies a descriptive and associative quantitative approach, acknowledging the potential endogeneity and mechanical relationships embedded in emission-based fiscal variables. The results indicate that carbon tax payments are not significantly associated with electricity production costs, suggesting that cost structures remain dominated by coal prices and operational efficiency. In contrast, a strong positive association is observed between carbon tax payments and carbon emission intensity, reflecting the mechanical linkage between emission-based taxes and emission indicators rather than policy effectiveness. These findings imply that the current carbon tax in Indonesia functions primarily as a fiscal and emission-reporting instrument, rather than an effective environmental control mechanism. The study highlights the need for complementary policies, technological upgrades, and more robust empirical designs to properly evaluate the environmental effectiveness of carbon taxation
Analisis Kesiapan Infrastruktur Administrasi Perpajakan Dan Akseptabilitas Pajak Karbon: Tinjauan Pustaka Sistematis Renita Rahmawati; Dwinta Mulyanti; Rofily Putriyandari
Jurnal Financia Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Financia
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/yd8jh875

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan infrastruktur administrasi dan persepsi pemangku kepentingan terhadap rencana implementasi pajak karbon di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA, penelitian ini menyeleksi 21 artikel ilmiah sebagai sampel melalui kriteria inklusi dan eksklusi yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pajak karbon masih menghadapi tantangan berupa regulasi teknis yang belum optimal, keterbatasan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), koordinasi antarlembaga yang lemah, serta rendahnya kapasitas administrasi dan literasi publik. Selain itu, persepsi pelaku usaha dan masyarakat dipengaruhi oleh kekhawatiran dampak ekonomi, keadilan distribusi beban, transparansi tata kelola, dan tingkat kepercayaan kepada pemerintah. Untuk meningkatkan efektivitasnya, studi ini merekomendasikan penerapan bertahap, mekanisme revenue recycling, penguatan sistem MRV, koordinasi lintas sektor, dan edukasi publik yang berkelanjutan. Kesimpulannya, keberhasilan pajak karbon di Indonesia sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur administrasi, kepastian regulasi, dan dukungan pemangku kepentingan demi mencapai pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.