Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENINGKATAN LITERASI CYBER SECURITY AWARENESS BAGI UMKM DI DIY Priantinah, Denies; Juliani, Dian; Taman, Abdullah
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol. 4 No. 2 (2025): HIKMAYO : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v4i2.287

Abstract

Currently, MSMEs are still less aware of the dangers associated with digital transactions. Cybersecurity literacy for MSMEs in the Special Region of Yogyakarta (DIY) Province is conducted to protect against the increasingly complicated threat of cybercrime. The main objective of this activity is assistance and education on cybersecurity procedures in digital transactions. Cyber attack simulations and practical instructions on the use of security software, including firewalls, antivirus programs, and Virtual Private Networks (VPNs), were among the techniques used. The program participants consisted of 42 MSMEs from various backgrounds. They showed significant improvement in their knowledge of digital security. The profile of the participants and the impact of the mentoring program implementation were analyzed. While most of the participants were from the culinary industry and the majority used WhatsApp as their main business platform, the program also successfully covered MSMEs from various business sectors. Despite the difficulties in the digital era, the mentoring program helped MSME players become more aware of cybersecurity, which is crucial to maintaining the viability and competitiveness of their businesses.
Training on Using the Petanimilenial.id Financial Accounting Application to Improve Financial Accountability Among Millennial Farmers Mustikawati , RR. Indah; Juliani, Dian; Sari, Ratna Candra; Priantinah, Denies; Taman, Abdullah
Journal of Islamic Economy and Community Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No.2 2025
Publisher : FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiecem.2025.6.2.2769

Abstract

Digital transformation in the agricultural sector is an important requirement for achieving efficiency, transparency, and sustainability in farming businesses. However, low financial literacy and technological skills remain major obstacles for millennial farmers in managing their finances professionally. This community service activity aims to improve the financial accountability and digital capabilities of millennial farmers through training and assistance in using the Petanimilenial.id application. The program was implemented in Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, involving the millennial farmer community as partners. The implementation method included socialization, technical training, implementation assistance, and participatory evaluation using questionnaires. The results of the activity showed a significant increase in digital financial recording capabilities, understanding of application-based financial recording, and the preparation of simple financial reports. The overall average evaluation score of 4.27 (excellent category) indicates that the Petanimilenial.id application is considered easy to use, relevant to farming needs, and effective in improving financial accountability. The evaluation results show that this activity needs to be continued or further developed, with an average score of 4.73. In addition, this activity encourages an increase in farmers' confidence in making decisions based on financial data. This program proves that technology-based assistance can strengthen the financial literacy and professionalism of young farmers, while also being a concrete step towards sustainable agricultural digitalization in the modern economic era.
Good Income Generating Governance: Model Tata Kelola Kewirausahaan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum Priantinah, Denies; Juliani, Dian; Hafidz, Sholeh; Sayekti, Fitria Ningrum; Purwita, Citra
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v10i1.29743

Abstract

Latar Belakang: Perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) dihadapkan pada tuntutan untuk mencapai kemandirian finansial melalui pengelolaan kegiatan income generating yang profesional dan berkelanjutan. Perubahan status kelembagaan memberikan otonomi keuangan yang luas, namun juga memunculkan tantangan baru dalam tata kelola, sumber daya manusia, serta sinkronisasi kebijakan. Kondisi ini menuntut model tata kelola yang mampu menyeimbangkan fungsi akademik dan orientasi bisnis dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengelolaan income generating pada perguruan tinggi negeri berbadan hukum serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Hasil penelitian diharapkan dapat merumuskan model Good Income Generating Governance (GIGG) sebagai kerangka konseptual pengelolaan pendapatan universitas yang berkelanjutan.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengelola unit usaha dan pejabat keuangan di lingkungan PTN-BH. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Validitas diperoleh melalui triangulasi sumber untuk menjamin keandalan hasil.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar unit kerja telah memiliki struktur dan pedoman formal dalam pengelolaan income generating, namun penerapannya belum seragam. Keterlibatan pimpinan dan pemanfaatan aset fisik menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan produktif. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia profesional, kompleksitas birokrasi, serta ketidakpastian regulasi. Temuan utama menunjukkan pentingnya reformasi kelembagaan melalui integrasi unit usaha, penguatan kapasitas pengelola melalui pelatihan dan sertifikasi, serta digitalisasi sistem pelaporan keuangan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menawarkan konsep Good Income Generating Governance (GIGG) sebagai model tata kelola kewirausahaan perguruan tinggi yang mengintegrasikan prinsip entrepreneurial university, triple helix collaboration, dan good governance. Model ini memberikan kontribusi baru dalam literatur manajemen pendidikan tinggi dengan menekankan keseimbangan antara orientasi akademik dan keberlanjutan ekonomi lembaga.