Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Musamus Journal of Architecture

Asmat Art Centre di Agats Kabupaten Asmat (Pendekatan Arsitektur Post Modern) Henry Soleman Raubaba; Muchlis Alahudin; Theresia Avilla Gedoe
Musamus Journal of Architecture Vol 2 No 02 (2020): Musamus Journal of Architecture - April 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asmat is famous for its culture, namely wood carving and dance. There are two major events held each year in October and June. Types of activities and competitions include traditional traditional dance and statue auction demonstrations intended for adults, sculpture for the school level, socio-drama, decorative boat maneuvers and others. With the increase in activities and the number of artists every year and there is no place that can accommodate all artistic activities. so that we need a forum that becomes the center of art activities or the Asmat Art Center in Agats Asmat with a post modern architectural approach. The research method that I use is descriptive method. Data collection techniques through observation, interviews and literature study from related agencies such as the Asmat Regency Culture and Tourism Office, Asmat Regency BAPPEDA, Asmat Regency Public Works Office and other related agencies which contain data on the types of activities and the number of actors, maps and building rules. The standard building book about the museum space. The results of the design of the Asmat Art Center were designed with a post modern architectural approach, namely the combination of two modern and traditional styles of Asmat culture, namely Rumah adat Jew. Where to consider balance, esthetic and unity.
Perumahan Ekslusif Cendrawasih Permai di Merauke Anton Topan; Muchlis Alahudin; Sugeng Pujo Raharjo
Musamus Journal of Architecture Vol 2 No 02 (2020): Musamus Journal of Architecture - April 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merauke is a district that is located in the southernmost part of Papua province and the most eastern part of the territory of the Republic of Indonesia. The wealth of tourism assets which is a combination of natural scenery and cultural uniqueness is also abundant. So far, the tourist attraction in Wasur National Park is still not sufficient to make it a tourist destination that can attract tourists. So that in this area, facilities that can help tourists with information, accommodation and transportation services are needed, including lodging, restaurants, travel agency, recreational park, souvenir shop, and so on. The method used is the descriptive method (to describe), namely: a method for looking for elements, characteristics and characteristics or phenomena. This method begins by collecting data and analyzing data using field survey techniques, comparative studies, literature studies, interviews / questionnaires, site analysis and building analysis. Where the data and analysis obtained can be used as a reference in the design of the tourist area in Wasur National Park, Merauke Regency. The result of this research is to get a container (Tourist Area in Wasur National Park) which is comfortable and can create harmony between humans and nature.
PUSAT REHABILITASI PASCA STROKE DI MERAUKE Handri Mustamu; Muchlis Alahudin; Yohannes Putra Perkasa Sinambela
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5893

Abstract

Pusat Rehabilitasi Pasca Stroke merupakan tempat rehabilitasi sesudah terkena stroke, sebuah fasilitas dimana pasien diberikan fasilitas, 24- jam pelayanan. Permasalahan umum orang yang terkena stroke di merauke adalah masyarakat dan mengonsumsinya, olahan makanan yang berupa daging, gorengan dan makanan lainnya, bila di konsumsi secara berlebihan akan memicu beberapa penyakit, salasatunya adalah memicu adanya kolesterol dan membawanya ke penyakit stroke. Keberadaan pusat rehabilitasi pasca stroke ini diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan sembuh bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang Pusat Rehabilitasi Pasca Stroke dengan pendekatan Aritektur Healing Environment, menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data dokumentasi dan objek penelitian, serta data pendukung, berupa standar, buku, dan jurnal. Data yang diperoleh akan digunakan sebagai acuan untuk merancang Pusat Rehabilitasi Pasca Stroke di Merauke. Dengan pendekatan Arsitektur Healing Environment. Dengan luas tanah 8 hektar dengan 5 fasilitas, (1) Fasilitas kesehatan, (2)sarana ibadah, (3) Fasilitas taman , (4) Fasilitas pelayanan stroke, (5)Sarana penunjang. Pendekatan Arsitektur Healing Environment diterapkan untuk kenyamanan pasien, antara lain dengan mengoptimalkan bukaan atau ventilasi dan pencahayaan alami.
E-Sport Center Indra Kusuma Irja; Henry Soleman Raubaba; Muchlis Alahudin
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5904

Abstract

Kabupaten Merauke memiliki banyak potensi atlet olahraga e-sport yang diikuti hampir dari setiap kalangan usia baik dewasa, remaja maupun anak-anak. Dengan melalui data dari Turnamen e-sport di Merauke telah diselenggarakan di beberapa café antara lain, ruko KNS III, café Mr. Bean, cafe Garasi, dan café YoungBucks. Berdasarkan data tersebut Merauke sebagai kabupaten yang aktif dalam melaksanakan ajang perlombaan. Sehingga tujuan dari penelitian ini perlu adanya “Perancangan e-sport center” sebagai salah satu penunjang kebutuhan akan prasarana tempat latihan dan bertanding bagi atlet-atlet yang akan bertanding baik atlet Merauke itu sendiri atau atlet dari luar Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara dan kuesioner, dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian serta beberapa data literatur dari buku, jurnal dan google mengenai standar dan peraturan yang berkaitan. Sarana dan prasarana yang dirancang meliputi fasilitas gedung utama e-sport center dan sarana penunjang. E-sport center dengan pendekatan Arsitektur futuristic merupakan suatu perancangan fasilitas dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi atlet daerah Kabupaten Merauke. Hal ini dihadirkan dari bangunan yang dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang dengan menggunakan material bangunan modern dan pabrikasi, seperti penggunaan penutup atap GFRC, serta memaksimalkan bukaan penghawaan dan pencahayaan alami ke dalam bangunan.
Wisata Kawasan Kampung Bhinneka Tunggal Ika Tanah Miring SP2 Andre A.C Paulus; Anton Topan; Muchlis Alahudin
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5907

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan salah satu daerah majemuk dengan penduduk yang terdiri dari suku, ras, agama dan budaya yang berbeda-beda didalamnya. Walaupun begitu Merauke memiliki masyarakat yang memiliki Persatuan dan Kesatuan bangsa yang kuat dengan keragaman didalamnya yang saling berdampingan begitu juga kehidupan yang ada di kampung Yasa Mulya, distrik Tanah Miring yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Merauke, menjadi kampung bhinneka tunggal ika. Untuk mewujudkan program tersebut, saat ini kampung Yasa Mulya mulai merencanakan dan membangun sarana prasarana kampung bhinneka tunggal ika. Tujuan penelitian ini adalah Merancang suatu kawasan menjadi Ikon Kampung Bhinneka Tunggal Ika dengan pendekatan Arsitektur Simbolik. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskritif dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara pada pihak kantor distrik Tanah Miring dan Kantor Kampung Yasa Mulya dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Hasil dari data yang diperoleh digunakan sebagai acuan menentukan jenis kebutuhan ruang dan jenis kegiatan. Perancangan Wisata Kawasan Kampung Bhinneka Tunggal Ika dengan luas 10 Ha di bagi menjadi 4 yaitu; (1) Fasilitas Pengelola, (2) Fasilitas Keagamaan, (3) Fasilitas Kebudayaan, (4) Fasilitas Penjunjang.
PADEPOKAN PERGURUAN IKATAN KELUARGA SILAT PUTRA INDONESIA KERA SAKTI Yustian Yhosua Iandhana Giay; Muchlis Muchlis Alahudin; Henry Soleman Raubaba; Atiza Nurhuzna
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6087

Abstract

Pencak silat merupakan seni bela diri asli bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman teknik, manfaat serta nilai-nilai luhur yang patut untuk dilestarikan keberadaannya. Perguruan Kera Sakti, merupakan perguruan seni bela diri yang bernaung di bawah IPSI. Perguruan Kera Sakti berdiri pada tanggal 15 Januari 1980 di Kota Madiun. Perguruan Kera Sakti masuk ke Papua pertama kali di Merauke tepatnya di kampung Waninggap Kai (Semangga 3) mulai pada tanggal 5 juli 1989 berkembang terus hingga tahun 1999 memiliki 5 ranting dan saat Jumlah ranting mencapai 16 dan jumlah anggota 1.202 orang. Saat ini Perguruan Kera Sakti belum memiliki pusat pelatihan. Tujuan penelitian adalah Merancang padepokan perguruan Kera Sakti di Merauke dengan menerapkan pendekatan neo-vernakular. Metode Penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskritif. Pendekatan deskritif merupakan suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Sarana dan prasarana yang dibangun pada padepokan Kera Sakti ini meliputi fasilitas gedung olahraga, gedung latihan, hunian atlit, kantor pengelola, mushola, kapel, toko, gedung serbaguna, gedung fitnes dan sauna, peralatan olahraga, cafetaria, ruang genset, serta pos jaga. Perancangan Padepokan Kera Sakti ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernacular dan menggunakan filosofi yang diambil dari lambang Kera Sakti yang dapat terlihat pada site plan.
Pusat Dukungan Odha DI Merauke (Pendekatan Arsitektur Modern) Martinus Karpus Kora; Muchlis Alahudin; Biatma Syanjayanta
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v3i1.6174

Abstract

HIV / AIDS is a global problem. Statistical data on the number of people with HIV / AIDS in Merauke is increasing from (in 2010 to 2013). People with HIV / AIDS have not received adequate health care facilities and support. Meanwhile, discrimination against people with HIV / AIDS still applies in society. The purpose of this study is; (1) designing PLHIV Support Centers in Merauke that are equipped with supporting facilities, and (2) planning and designing precisely so that there is no discrimination against PLWHA with a Tropical Modern Architecture Approach.
Pabrik Pakan Ternak Adrianus Herman Jamlean; Muchlis Alahudin; Jeni Paresa
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v3i1.6176

Abstract

The term industry is often identified with all human economic activities that process raw goods or raw materials into semi-finished goods or finished goods. From this definition, the term industry is often referred to as manufacturing activities. The animal feed industry is an industry that carries out processing, testing of feeds and promotion of animal feed produced to farmers in increasing livestock production of higher quality. Data collection in research is very important to answer the problem in research. The method used is through written questions submitted to the informant (Head of the Livestock Service Office). In this case, the data collection methods that researchers use in this study, namely observation and interviews. Research interview is a research method which includes collecting data through direct question and answer interaction between interviewer (researcher) and respondent (informant) to gather as much information as possible on the problem under study.
Merauke Electronics And Iinformation Technology (Pendekatan Desain Arsitektur Kontemporer) Andi Alfian Rivaldi; Anton Topan; Muchlis Alahudin
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v4i1.6180

Abstract

Ketergantungan manusia akan teknologi elektronik dan IT terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dari masa ke masa. Tak terkecuali dengan kota Merauke, di kota rusa ini teknologi elektronik dan IT begitu erat kaitannnya dengan kehidupan masyarakat kota .Dengan banyaknya kebutuhan elektronik dan IT kemudian menjamurlah banyak toko elektronik dan IT yang tersebar di beberapa titik di kota Merauke. Hal ini memberi efek positif dan negatif bagi kota Merauke sendiri sendiri. Masyarakat merasa kurang nyaman dalam eksplorasi produk karena letaknya yang tersebar, Di sisi yang lain, permintaan barang elektronik dan IT di kota Merauke terus meningkat dan berkembang pesat dari tahun ke tahun. Untuk mengantisipasi efek negatif yang terjadi dan mengembangkan efek positif dari fenomena di atas, maka dibutuhkan sebuah pusat elektronik dan IT di Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi langsung terhadap objek yang diteliti serta kuisioner. Selain itu data dari berbagai sumber berupa literature mengenai peraturan perancangan pusat perbelanjaan, buku, laporan dan jurnal. Hasil data yang di peroleh di gunakan sebagai acuan penentuan jenis kebutuhan ruang serta wujud bangunan dan fasade ME&IT. Perancangan Merauke Electronics And Information Technologi (ME&IT) pada daerah sektor perdagangan dan jasa Serta di fokuskan pada perdagangan dan promosi, Penerapan pendekatan desain Arsitektur Kontemporer akan di implementasikan pada bangunan terkhususnya pada penggunaan struktur serta material yang menyelubungai bangunan. Keserasian makna “light and culture” antara pencahayaan dan perpaduan budaya sehingga kesan yang ingin di capai dapat tersampaikan
Perpustakaan Universitas Musamus Merauke (Pendektan Desain Arsitektur Post Modern) Nur Halimah; Muchlis Alahudin; Yashinta I.P Hematang
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v4i1.6182

Abstract

Perpustakaan Universitas Musamus merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh pihak Universitas untuk para pengunjung baik yang datang sebagai tamu universitas ataupun civitas akademika universitas musamus. Perancangan perpustakaan ini dapat memberikan fasilitas yang baik demi kenyamanan bagi para pengunjung dengan menerapkan unsur filosofi perancangan Buku, Musamus, Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tema Buku sebagai jendela dunia serta pendekatan desain Arsitektur Post Modern. Penelitian menggunakan metode deskriptis yaitu untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat. Metode deskriptis dilakukan melalui: survey, permintaan data, dokumentasi dan wawancara. Dimana data yang di peroleh akan menjadi acuan pada desain Perpustakaan. Jumlah mahasiswa Universitas Musamus sampai tahun 2017 adalah 10.388 mahasiswa, Luas tapak Perpustakaan Universitas Musamus 19.500 m2 (1.9 Ha). Menggunakan pendekatan desain Arsitektur Post Modern seperti memasukkan unsur lokal lainnya seperti adanya ukiran bentuk berpori yang melambangkan salah satu ciri dari musamus itu sendiri pada secondry skin dan juga tiang- tiang menyerupai bentuk tifa menuju pintu masuk bangunan, memaksimalkan pencahayaan alami (skylight), memperbesar bukaan (bukaan dapat ditembus oleh cahaya dan udara, udara dapat mengalir dalam bangunan dengan baik, penataan/pola tata masa bangunan dan peletakkan vegetasi diharapkan dapat memecah kecepatan angin.