Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelaksanaan Identifikasi Pasien Terhadap Pencegahan Kesalahan Dalam Pemberian Obat di RSUD Otanaha Kota Gorontalo Sabirin B. Syukur; Windrawati ismail
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 3 (2023): Juli : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v1i3.2058

Abstract

Introduction: Patient identification is helpful to ensure that patients receive the necessary level of care and are appropriate according to their medical needs. In addition, patient identification can help prevent the occurrence of medical errors or other unforeseen circumstances that can negatively affect the patient. Purpose: To conduct an analysis of the Implementation of Patient Identification of Prevention of Errors in Medication Administration. Research Methods: this type of observational and descriptive research. The subjects of this study were nurses. Research results: from the implementation of patient identification there are 4 identifications that are still often not carried out namely Saying greetings Not Carrying Out 67%, Mentioning names and what Not Carrying Out 78%. Ask the patient/patient's family to state the name of the patient. Not Implementing 11%. Say thank you Don't Implement 67%. But in administering the drug there were no errors: Conclusion: that there are still nurses who do not carry out all the standard patient identification procedures. Suggestion: nurses identify patients when administering drugs so that they can carry out all stages of identification according to the SOP that has been provided.
Efektivitas Metode Tim Dalam Pelayanan Asuhan Keperawatan Diruang Perawatan Interna RSIA Siti Khadidjah Kota Gorontalo Treziani Nurfadila Sopyan; Sabirin B. Syukur
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2024: EDISI KHUSUS II
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Treziani Nurfadila Sopyan,S.Kep, Efektivitas Metode Tim Dalam Pelayanan Asuhan Keperawatan Diruang Perawatan Interna Rsia Siti Khadidjah Kota Gorontalo. Di bimbing oleh Ns. Sabirin B. Syukur, M.Kep. Dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas, perlu menggunakan sistem pemberian pelayanan asuhan keperawatan yang mendukung praktik keperawatan profesional serta berpedoman pada standar yang ditetapkan oleh manajer dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai (Hasibuan, 2019). Metode penugasan yang terdiri dari lima yaitu metode fungsional, metode tim, metode primer, metode kasus dan metode keperawatan tim- primer. Salah satu bentuk pelayanan keperawatan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan adalah memberikan rasa tanggung jawab perawat yang lebih tinggi sehingga terjadi peningkatan kinerja kerja dan kepuasan pasien. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode tim pelayanan asuhan keperawatan di ruang perawatan interna RSIA Siti Khadidjah Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Studi Kasus (Asuhan Keperawatan). Populasi penelitian adalah Perawat yang berada di ruang Interna Rsia Siti Khadidjah Kota Gorontalo. Sampel dalam penelitian ini adalah 7 responden terdiri dari 1 Kepala Ruangan dan 6 Perawat pelaksana, teknik pengumpulan data yakni melakukan observasi dan menggunakan lembar kuisioner. Berdasarkan hasil Analisis Deskriptif di dapatkan dari hasil kuesioner bahwa 7 responden dari 91 pernyataan didapatkan 66 dijawab sangat setuju (ss), dan 25 penyataan yang dijawab setuju, hasil uji statistik di dapatkan nilai Pvalue yaitu 0,035 yang berarti 0,035<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh metode tim dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di Ruang interna RSIA Siti Khadidja Kota Gorontalo. Kata Kunci: Metode Tim, Pelayanan Asuhan Keperawatan
Peran Kepala Ruangan Sebagai Supervisor Terhadap Kinerja Perawat Dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Di Ruang Interna RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo Lihawa, Tri Sulistianingsih; Sabirin B. Syukur; Rini Asnawati
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v11i1.27886

Abstract

ABSTRAK Tri Sulistianingsih Lihawa, S.Kep, Peran Kepala Ruangan Sebagai Supervisor Terhadap Kinerja Perawat Dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Di Ruang Interna RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Di bimbing oleh Ns. Sabirin B. Syukur, M.Kep Peran utama seorang kepala ruangan adalah mengelola seluruh sumber daya di unit perawatan untuk menghasilkan pelayanan yang bermutu. Kepala ruangan bertanggung jawab untuk melalukan supervisi pelayanan keperawatan pada pasien di ruang perawatan yang dipimpinnya. Dalam hal ini diperlukan evaluasi pelaksanaan supervisi terutama mengenai kompetensi dari supervisor dalam melaksanakan supervisi yang berupa masukan dari perawat pelaksana dan pengaruhnya terhadap kualitas kinerja perawat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap Peran Kepala Ruangan Sebagai Supervisor Terhadap Kinerja Perawat Dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Di Ruang Interna RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang bekerja diruang interna, sampel pada penelitian ini adalah 16 orang perawat yang bekerja di ruangan interrna RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Instrumen penelitian menggunakan wawancara, dan Kuesioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner supervisi kepala ruangan dan kuesioner kinerja perawat. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (α)<0,05. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa peran kepala ruangan baik sebanyak 8 responden (50%) dan peran kepala ruangan cukup sebanyak 8 responden (50%). kinerja perawat baik sebanyak 9 responden (56%) dan kinerja perawat cukup sebanyak 7 responden (44%). Hasil uji statistik didapatkan hasil dengan nilai , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Peran Kepala Ruangan Sebagai Supervisor Terhadap Kinerja Perawat Dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Di Ruang Interna Rsud Dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Kata Kunci: Peran Kepala Ruangan, Kinerja Perawat, Asuhan Keperawatan
Efektifitas Pemberian Aromaterapi Lavender dan Relaksasi Benson terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasien Fraktur di Ruang Bedah RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Agnes Doki; Fadli Syamsuddin; Sabirin B. Syukur; Siti Qomaria Usu
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v4i3.9244

Abstract

Introduction: Pain in fracture patients is a major problem that often occurs and can disrupt the physical and psychological condition of the patient. Pain management generally uses pharmacological therapy, but can cause side effects if used long-term. Therefore, non-pharmacological interventions such as lavender aromatherapy and Benson relaxation are needed, which are considered safe, easy to implement, and effective in reducing pain intensity and increasing patient comfort during treatment. Methods: This study used a quantitative method with a pre-experimental design through a pretest-posttest approach. A sample of 30 respondents was selected using a purposive sampling technique. Respondents were divided into two intervention groups, namely lavender aromatherapy and Benson relaxation. Pain scale measurements were carried out using the Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis was carried out using the Wilcoxon Signed Rank Test to determine differences before and after the intervention. Results: The results showed that before the intervention, most respondents experienced severe pain. After the intervention, there was a decrease in the pain scale to moderate pain in both groups. The significance value for the lavender aromatherapy group was p = 0.001 and for the Benson relaxation group p = 0.000, indicating a significant effect on pain reduction. The average pain reduction in the lavender aromatherapy group was 2.67, while in the Benson relaxation group it was 2.80. Discussion: Lavender aromatherapy and Benson relaxation have been shown to be effective in reducing pain scales in fracture patients. Benson relaxation showed slightly superior results because it was able to provide a deeper relaxation effect through breathing regulation and the body's physiological responses. These two interventions can be alternatives in non-pharmacological pain management and support improving the quality of nursing care.