Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MOTIVASI KERJA DENGAN TINGKAT KEDISIPLINAN PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD. OTANAHA KOTA GORONTALO Sabirin B. Syukur; Rini Asnawati; Tri Gunawan Sidiki
Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.081 KB) | DOI: 10.31314/zijk.v7i2.1152

Abstract

Discipline is the most important operative function of human resource management. The factors affecting work discipline are motivation; work motivation is very important in efforts to uphold and improve discipline and have the responsibility to provide optimal and quality nursing services. The purpose of this research was to determine the correlation of work motivation with the level of discipline of nurses in the inpatient room of RSUD Otanaha, Gorontalo city. The design uses quantitative descriptive with cross sectional study approach. The population in this research was 32 nurses by sampling using total sampling so that the number of samples was 32 respondents. The statistical test uses Chi square. With a p value of 0.012 smaller than α <0.05, Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that there is a significant correlation between Work Motivation and the Discipline Level of Nurses in the Inpatient Room of RSUD Otanaha, Gorontalo city.
EFEKTIVITAS TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI PERSEPSI TERHADAP KEMAMPUAN PASIEN DALAM MENGENDALIKAN HALUSINASI MENGGUNAKAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL (HBM) Firmawati Firmawati; Sabirin B. Syukur
-
Publisher : program studi ilmu keperawatan fakultas ilmu kesehatan universitas muhammadiyah gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.111 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the effectiveness of therapy activity of perce ptual stimulation group on the patient's ability to control hallucinations using Health Belief Model (HBM) approach at RSUD Tombulilato Bone Raya Sub-district, Bone Bolango District. The research design used is Nonequivalent Control Group Design. The sample in this study of 11 people for the control group and 11 people for the intervention group. The results showed that there was a difference of therapy of perceptual stimulation group activity on the patient's ability to control hallucinations using Health Belief Model (HBM) approach at Tombulilato District Hospital Bone Raya District Bone Bolango P value = 0,002 (P <0,005)
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PADA PASIEN YANG DI RAWAT DI RUANG PERAWATAN KHUSUS RSUD MM DUNDA LIMBOTO Sabirin B. Syukur; Rini Asnawati; Putri Indarwati Nusi
Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 8, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.157 KB) | DOI: 10.31314/zijk.v8i2.1108

Abstract

This research was carried out at the MM. DundaLimboto Hospital. The purpose was to determine the relationship between communication skil of nurses and the level of anxiety of  patient’s family. The design was analityc observational with cros sectional study approach. The samples were 60 samples. The data was analyzed by using a Chi square statistical test. The result showed that there is a significant relationship between communication of nurses and the level of anxiety of patient’s family with p value = 0,00 (<a0,05). Thus Ha was accepted and Ho was rejected.
LEVEL OF KNOWLEDGE AND TEACHER ATTITUDE IN HANDLING SYNCOPE IN SMA NEGERI 1 TAPA SUB-DISTRICT TAPA DISTRICT BONE BOLANGO Pipin Yunus; Sabirin B. Syukur
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16963

Abstract

Syncope merupakan suatu keadaan hilangnya kesadaran dan kekuatan tubuh seorang individu yang terjadi secara mendadak, serta disertai dengan pemulihan kondisi individu tersebut. Guru sekolah merupakan pemberi pertolongan pertama yang cepat dan tepat pada siswa–siswi yang mengalami sinkop untuk mencegah kondisi korban lebih buruk. Kebaruan penelitian karena meneliti tentang tingkat pengetahuan dan sikap guru dalam penanganan sinkop di sekolah SMA Negeri 1 Tapa Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap guru dalam penanganan sinkop di sekolah. Metode penelitian ini menggunakan jenis Descriptive dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling  dengan 34 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan terbanyak yaitu baik dengan jumlah 21 responden (61,8%) dan pengetahuan yang kurang 13 responden (38,2%). Sikap yang terbanyak 24 responden (70,6%) dengan sikap kurang baik dan 10 responden (29,4%) dengan sikap baik. Kesimpulannya pengetahuan harus berbanding lurus  dengan sikap keterampilan agar jika terjadi kejadian sinkop dapat di tangani dengan cepat dan tepat.                   Kata Kunci :Pengetahuan; Sikap; Penanganan Sinkop; Guru.AbstractSyncope is a state of a sudden loss of consciousness and bodily strength of an individual, accompanied by the recovery of the individual's condition. School teachers are quick and precise first aid givers to students who have syncope to prevent the victim's condition from getting worse. The novelty of the research is that it examines the level of knowledge and attitudes of teachers in handling syncope in the school of SMA Negeri 1 Tapa, Tapa District, Bone Bolango Regency. The purpose of the study was to determine the level of knowledge and attitudes of teachers in handling syncope in schools. This research method uses a descriptive type with a Cross-Sectional approach. Sampling using the Total Sampling technique with 34 respondents. Data collection using questionnaire sheets. The results of the study found that the most knowledge was good, with 21 respondents (61.8%) and less knowledge of 13 respondents (38.2%). The most attitudes were 24 respondents (70.6%) with a bad attitude and 10 respondents (29.4%) with a good attitude. In conclusion, knowledge must be directly proportional to the attitude of skills so that in the event of a syncope event, it can be handled quickly and precisely
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH PEPAYA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BILATO Sulistiani A. Ilohuna; Fadli Syamsuddin; Sabirin B. Syukur
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.954 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i1.861

Abstract

Hipertensi atau yang lebih di kenal masyarakat dengan sebutan penyakit darah tinggi yaitu terjadinya peningkatan tekanan darah. Jika hipertensi terjadi secara berkepanjangan, maka akan beresiko terjadinya penyempitan pembuluh darah, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Salah satu alternative pengobatan non farmakologis pada pasien hipertensi adalah pemberian jus buah papaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah papaya terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah pre-ekperimental, dengan desain penelitian one group pretest-posttes. Analisis data menggunakan uji paired sample t test. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan secara signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah diberikan jus buah pepaya dengan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 24,00 mmHg dan tekanan diastolik 16,00 mmHg, hal ini dikarenakan peranan kalium yang terkandung dalam buah pepaya, yang dalam mekanisme penurunan tekanan darah menyebabkan vasodilatasi yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir lebih lancar. Sehingga ini diharapkan pasien hipertensi dapat mengkonsumsi jus buah pepaya sebagai salah satu alternative yang aman untuk menurunkan tekanan darah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM MENCEGAH KECELAKAAN YANG TIDAK DIINGINKAN (KTD) DI RSUD Dr. M.M. DUNDA LIMBOTO Sabirin B. Syukur; Rona Febriyona; Paramita Husain
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.173 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i2.962

Abstract

Insiden keselamatan pasien terus mengalami peningkatan setiap tahun, kecelakaan yang tidak diinginkan (KTD) meningkat tiap tahunnya, hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu pendidikan perawat, beban kerja dan lingkungan kerja. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan (KTD) Di RSUD Dr.M.M.Dunda Limboto. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini perawat di ruangan Bedah dan Interna RSUD Dr.M.M.Dunda Limboto sebanyak 42 orang. Sampel berjumlah 42 orang dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil yang diperoleh ada pengaruh faktor pendidikan (p-value 0,019), beban kerja (p-value 0,016) dan lingkungan kerja (p-value 0,003) dengan keselamatan dan kesehatan kerja dalam mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan di RSUD Dr.M.M.Dunda Limboto. Diharapkan pendidikan, beban kerja dan lingkungan kerja dapat mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.
HUBUNGAN PENERAPAN SPIRITUAL DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE Lilis Hulumudi; Sabirin B. Syukur; Rosmin Ilham
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.119 KB) | DOI: 10.55606/jikg.v1i2.964

Abstract

Sebagai tenaga kesehatan, perawat berperan penting dalam memberikan asuhan keperawatan untuk pelayanan spiritual seperti membantu memberikan nasehat agama untuk meningkatkan semangat hidup pasien. Hal tersebut belum sepenuhnya diterapkan di rumah sakit, dan kebanyakan perawat memperhatikan kondisi fisik saja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan keperawatan spiritual dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan studi pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap pada bulan Desember yang berjumlah 54 orang. Jumlah sampel sebanyak 35 orang. Uji analisis data yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian uji analisis chi square didapatkan nilai p-value = 0,036 < dari nilai α 0,05 yang artinya ada hubungan antara penerapan spiritual dengan kepuasan pasien rawat inap di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie. Kesimpulan penelitian ini, kebutuhan pasien beranekaragam yang salah satunya adalah ibadah. Mendukung ibadah berarti perawat selalu ada untuk membantu atau memfasilitasi pasien dalam beribadah.. Adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penerapan spiritual dalam kesembuhan.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN PRINSIP ENAM BENAR PEMBERIAN OBAT DI RUANG BEDAH DAN DI RUANG INTERNA RSUD Dr. M.M. DUNDA LIMBOTO Friska W. Olii; Sabirin B. Syukur; Harismayanti Harismayanti
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.711 KB)

Abstract

Kinerja perawat dalam upaya keselamatan pasien berhubungan erat dengan pencengahan KTD. Kesalahan pemberian obat merupakan kesalahan utama dan sering tidak dilaporkan. Dampak dari kekeliruan bisa berupa cedera ringan, berat bahkan kematian. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat di ruang Interna dan ruang Bedah RSUD. Dr. M.M Dunda Limboto seperti pengetahuan, lama kerja, beban kerja dan ketersediaan SPO. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, lama kerja, beban kerja dan ketersediaan SPO terhadap kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian di dapatkan bahwa berdasarkan faktor menunjukan bahwa mayoritas responden yaitu dengan kategori patuh. Kesimpulan dalam penelitian ini di dapatkan nilai dari masing-masing hubungan yaitu hubungan antara faktor pengetahuan terhadap kepatuhan perawat nilai p=0,044, hubungan antara faktor lama kerja terhadap kepatuhan perawat nilai p=0,018, hubungan antara faktor beban kerja terhadap kepatuhan perawat nilai p=0,013, hubungan antara faktor ketersediaan SPO terhadap kepatuhan perawat nilai p=0,025 dengan α<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara pengetahuan, lama kerja, beban kerja dan ketersediaan SPO perawat terhadap kepatuhan perawat.
PERAN PERAWAT DALAM KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH OTANAHA GORONTALO Ayu Sutraviani Talib; Sabirin B. Syukur; Fadli Syamsudin
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 1 No. 2 (2023): April : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.334 KB)

Abstract

Keselamatan pasien dijadikan prioritas yang utama dalam pelayanan kesehatan dan pelayanan keperawatan sekaligus sebagai aspek paling penting dari manajemen yang berkualitas. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran perawat dalam keselamatan pasien. Desain penelitian deskriptif. Jumlah populasi sebanyak 34 perawat yang berada di ruang anak, bedah dan interna. Jumlah sampel sebanyak 34 perawat atau total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran perawat dengan kategori baik sebanyak 31 orang, berdasarkan pada dimensi peran perawat care giver sebagian besar baik sebanyak 34 orang, dimensi coordinator sebagian besar baik sebanyak 31 orang dan dari dimensi collaborator sebagian besar baik sebanyak 31 orang. Rata-rata 34 orang perawat melakukan enam (6) goals patient safety. Sehingga disimpulkan bahwa sebagian besar peran perawat di RSUD Otanaha berada pada kategori baik dan melakukan enam (6) goals patient safety. Saran diharapkan perawat agar tetap melakukan enam (6) goals patient safety secara jujur demi keselamatn pasien serta untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik.
PERAN ADVOKASI PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. HASRI AINUN HABIBIE Sabirin B. Syukur; Andi Nur Aina Sudirman; Sindi Rafliani Harun
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 1 No. 2 (2023): April : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.928 KB) | DOI: 10.55606/innovation.v1i2.941

Abstract

Dalam proses keperawatan perawat memiliki berbagai peran, salah satunya adalah sebagai advokasi pasien. Advokasi merupakan tindakan profesional perawat untuk melakukan dukungan dan perlindungan kepada pasien.sehingga asuhan keperawatan yang diberikan sesuai dengan prosedur tindakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peran advokasi perawat di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian perawat berjumlah 42 responden dengan jumlah sampel 42 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa perawat yang memiliki kualitas peran advokasi baik berjumlah 35 responden (83,3%) penilaian ini termasuk pada indikator membela hak pasien, mediator antara pasien dengan tenaga kesehatan lain, bertindak atas nama pasien dan melindungi keputusan pasien. Perawat dapat bekerja profesional dan fokus pada perlindungan hak-hak pasien dan keluhan pasien didengar. Diharapkan instansi rumah sakit dapat ,e,berikan seminar atau pelatihan untuk menambah pengetahuan perawat mengenai hak dan kewajiban pasien.