Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS MASALAH PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA DI KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Hariati Biahimo; Andi Akifa; Ani Retni
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.58 KB)

Abstract

Latar belakang Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan salah satu atau kedua mempelai masih dibawah umur 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria. Indonesia termasuk negara dengan persentase pernikahan usia muda tinggi di dunia (ranking 37). Posisi ini merupakan angka tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja. Sementara untuk wilayah Kabupaten Gorontalo termasuk dalam urutan ke 1 berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Gorontalo, pada tahun 2020 jumlah remaja yang menikah pada usia 12-19 tahun berjumlah 3.898. berdasarkan data tersebut dari 16 kecamatan yang ada di kabupaten gorontalo bahwa Kecamatan Limboto berada di urutan kedua setelah kecamatan boliyohuto dalam kasus pernikahan dini yaitu sebanyak 92 orang. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengenai masalah pernikahan dini pada remaja yaitu faktor penyebabnya dikecamatan limboto kabupaten gorontalo. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menjadi faktor dominan pernikahan dini adalah faktor kemauan sendiri, pendidikan dan ekonomi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF PADA BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA BIRU Pratiwi Dita Putri Naito; Harismayanti Harismayanti; Ani Retni
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v1i2.1361

Abstract

ASI eksklusif sangat penting bagi kelangsungan hidup bayi. Namun saat ini banyak ibu tidak memberikan ASI esklusif pada bayi hal ini karena dipengaruhi beberapa faktor yaitu pendidikan, pengetahuan, umur serta pekerjaan ibu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI esklusif pada bayi 0-6 bulan. Desain penelitian cross sectional dengan uji chi square. Jumlah populasi 206 ibu dengan jumlah sampel 72 ibu, tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian dengan analisis chi square menunjukan nilai pValue=0.022<0.05 usia ibu dengan pemberian ASI esklusif, pValue=0.134>0.05 pendidikan ibu, pValue=0.000<0.05 pengetahuan ibu dan pValue=0.028<0.05 pekerjaan ibu dengan pemberian ASI esklusif. Sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara usia, pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI esklusif dan tidak terdapat hubungan pendidikan ibu dengan pemberian ASI esklusif pada bayi 0-6 bulan. Saran diharapkan kepada ibu yang mempunyai balita agar tetap memberikan ASI esklusif pada anak karena pentingnya ASI bagi anak untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, ASI mengandung zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh anak.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPATUHAN PERSONAL HYGIENE PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO Sulistiyawaty Putri a. Umar; Firmawati Firmawati; Ani Retni
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Mei : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1341.41 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. Hampir 1% penduduk didunia menderita skizofrenia selama hidup mereka. Dampak dari skizofrenia dapat mengakibatkan seseorang mengalami ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas. Selain itu dampak yang muncul adalah Personal Hygiene yang Menurun pada pasien skizofrenia. Hal terjadi akibat ada perubahan proses pikir sehingga kemampuan untuk aktivitas perawatan diri menjadi menurun yang akan mempengaruhi kemandirian perawatan diri pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan personal hygene pada pasien skizofrenia. Desain penelitian menggunakan survey analitik dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan 57 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukan responden dengan Komunikasi terapeutiknya baik yaitu berjumlah 36 responden (63,2%) dan komunikasi terapeutik Kurang berjumlah 21 responden (36,8%), Personal Hygiene baik berjumlah 12 responden (21,1%). cukup 21 responden (36,8%) dan Kurang 24 responden (41,1%%). Hasil analisis menggunakan uji chi square dengan nilai p value=0,000(<0,05) menunjukkan bahwa terdapat hubungan komunikasi terapeutik dengan kepatuhan personal hygene pada pasien skizofrenia. Sehingga dalam melakukan perawatan pada pasien skizofrenia dibutuhkan tingkat komunikasi terapeutik yang baik agar dapat meningkatkan rasa kepercayaan pasien serta dapat memberikan pengaruh dan sugesti yang membuat keadaan pasien menjadi lebih baik dari segi psikologis
Penerapan Pemberian Kompres Jahe Untuk Menurunkan Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester III Di Ruang Poli Rsud M.M Dunda Limboto Ani Retni; Harismayanti; Sudirman, Andi Nuraina; Daud, Ayu Wulandari
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2024: EDISI KHUSUS II
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ayu Wulandari Daud,S.Kep, Penerapan Pemberian Kompres Jahe Untuk Menurunkan Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester III Di Ruang Poli Rsud M.M Dunda Limboto. Di bimbing oleh Ns.Ani Retni,M.Kep. Penyebab nyeri punggung pada ibu hamil dikarenakan semakin besarnya kandungan di dalam perut yang mengakibatkan titik tengah gravitasi ibu berubah didepan, sehingga saat ibu berdiri tulang punggung bagian bawah melengkung ke bawah. Perubahan postur tubuh pada kehamilan trimester III, karena menyesuaikan dengan perubahan pusat gaya berat. Nyeri punggung yang tidak diberikan penanganan dapat mengakibatkan perburukan kualitas hidup ibu hamil dalam beraktivitas sehari-hari akan terhambat (imobilisasi) karena ada rasa tidak nyaman pada punggung. Ketidaknyamanan yang dirasakan ibu akan membuat tubuh beradaptasi, apabila tubuh tidak mampu beradaptasi maka akan menimbulkan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui penerapan pemberian kompres jahe untuk menurunkan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di ruang poli RSUD M.M Dunda Limboto. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pra- eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 responden, teknik pengumpulan data yakni menggunakan lembar observasi, dan Pengukuran Skala Nyeri Menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikan atau nilai Pvalue yaitu 0,000 yang berarti 0,000<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya penerapan pemberian kompres jahe untuk menurunkan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di ruangan poli RSUD MM.Dunda Limboto. Kata Kunci: Penerapan, Pemberian Kompres Jahe, Nyeri, Ibu Hamil, Timester III
Analisis Karakteristik Ibu Hamil Dengan Hasil Pemeriksaan HBsAg Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Harismayanti; Ani Retni; Riska Amalia Ina
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.27494

Abstract

ABSTRAK RISKA AKMALIA INA. Analisis karakteristik ibu hamil dengan hasil pemeriksaan HBsAG di wilayah kerja Puskesmas Limboto. Dibimbing oleh HARISMAYANTI sebagai ketua dan ANI RETNI sebagai anggota. Infeksi hepatitis B (HBV) pada ibu hamil telah menjadi perhatian dunia karena penularan yang paling sering terjadi di seluruh dunia, hepatitis B memiliki dampak yang tidak baik pada ibu hamil seperti penularan pada janin dalam kandungan, kelahiran premature, keguguran, infeksi hepatitis B setelah lahir. Seluruh ibu hamil memiliki resiko mengalami hepatitis B karena beberapa faktor seperti usia ibu hamil, paritas, pendidikan dan riwayat imunisasi TT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur, riwayat imunisasi TT, paritas serta pendidikan dengan hasil pemeriksaan HBsAG. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 321 orang dengan jumlah sampel sebanyak 76 orang. Teknik Pengambilan Sampel digunakan teknik purposive sampling, Instrumen penelitian menggunakan Buku KIA dan lembar Demografi. Data dianalisis dengan uji Uji Chi Square dengan kemaknaan α sebesar 5% (p < 0.05). Hasil penelitian menunjukan umur ibu hamil dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue 0.151, riwayat imunisasi TT dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue 0.000, paritas dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue 0.007, pendidikan dengan kejadian HBsAg diperoleh nilai Vpalue0.049. yang berarti terdapat hubungan riwayat imunisasi TT, paritas serta pendidikan dengan hasil pemeriksaan HBsAG sedangkan tidak terdapat hubungan umur dengan hasil pemeriksaan HBsAG. Untuk pihak puskesmas memberikan edukasi pada ibu hamil tentang HBsAG sehingga ibu hamil dapat melakukan pencegahan dengan cara melengkapi status imunisasi TT serta melakukan persalinan difasilitas kesehatan, makanan yang dikomsumsi dimasak sampai matang dan menghindari kontak dengan hewan peliharaan. Untuk ibu hamil melakukan pencegahan dengan cara melakukan semua anjuran dari tenaga kesehatan agar tidak mudah terinfeksi HBsAG+. Kata Kunci: HBsAG, Ibu Hamil, Imunisasi TT, Pendidikan, Paritas, Umur.
Perbedaan Tingkat Nyeri Metode Konvensional dan Eracs pada Ibu Post SC di Ruang Nifas Rsia Sitti Khadijah Kota Gorontalo Ani Retni; Fahmi A. Lihu; Dwi Safira Putri S. Giu; Dwi Nur Octaviani Katili
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2025): September: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i3.4853

Abstract

The pain level of Post SC patients varies, depending on the perception and pain threshold of each patient. Post SC patients will experience pain in the incision area wound because it is caused by tears in the front abdominal wall tissue. This study aims to determine the difference in pain levels between conventional methods and the ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Section) method in post-SC mothers in the Postpartum Room of RSIA Sitti Khadijah Gorontalo City. The design of this study was quantitative with a cross-sectional approach, involving 40 respondents selected using purposive-sampling technique. The instrument used was an observation sheet to measure pain levels using the Numeric Rating Scale (NRS). The results showed that the highest level of maternal pain post SC conventional method was moderate pain as many as 13 people (65.0%), mild pain as many as 4 people (20.0%) and the lowest was severe pain as many as 3 people (15.0%). While the highest level of maternal pain post SC Eracs method was mild pain as many as 16 people (80.0%), moderate pain was 4 people (20.0%) and there were no respondents who experienced severe pain. The P value obtained was 0.001 <0.05. In conclusion, the ERACS method is more effective in reducing pain intensity than conventional methods, allowing patients to recover faster and start early mobilization.