Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH KRONIS DENGAN INTERVENSI AFIRMASI POSITIF: ANALYSIS OF NURSING CARE IN CHRONIC LOW SELF-ESTEEM PATIENTS WITH POSITIVE AFFIRMATION INTERVENTIONS Hasanah, Nurul; Piola, Wiwi Susanti
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Januari - Juni 2023
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v11i1.396

Abstract

Introduction: A person with chronically low self-esteem is at risk of withdrawing from social circles. So it is necessary to be given long-term therapy to control his self-confidence by intervening positive affirmations. Method: The research method uses a case study design with a nursing process approach. The subjects in this study were 3 patients in the working area of the Central City Health Center of Gorontalo City with a diagnosis of chronic low self-esteem Data collection techniques were obtained from interviews and distribution of questionnaires to see differences in signs and symptoms of chronic low self-esteem in patients before positive affirmation intervention and after positive affirmation intervention. The study was conducted during a 3-day visit. Results: The results of this study showed that after being given the Positive Affirmation technique intervention, results were obtained In Nn.HM and Mr.YD experienced a decrease in signs and symptoms of Chronic Low Self-Esteem, the patient calmed down and felt more comfortable than before. While in Ms.NM only a slight change in signs and symptoms experienced after being given this intervention, because there was no good cooperation between the patient's parents who were busy working with patients at home. Conclusion: This study shows that after the intervention of the Positive Affirmation technique is given a decrease in signs and symptoms in patients with Chronic Low Self-Esteem so that the intervention of the Positive Affirmation technique can be used as one of the interventions in patients with Chronic Low Self-Esteem.
FACTORS INFLUENCING THE ACHIEVEMENT OF PERSONAL SOCIAL DEVELOPMENT OF PRESCHOOL CHILDREN AT PEMBINA LIMBOTO STATE KINDERGARTEN Piola, Wiwi Susanti; Sudirman, Andi Akifa; Blongkod, Ma'ratul Jannah
Jambura Nursing Journal Vol 7, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v7i2.33425

Abstract

Preschoolers experience a crucial developmental period filled with significant changes in various aspects of their lives. Social development in children is essential to pay attention to because it will impact how they socialize in later life, which is influenced by several factors. The purpose of this study was to determine the factors influencing the achievement of personal-social development in preschool-aged children. The research method used in this study was a quantitative analytical survey design with a cross-sectional approach. This study was conducted at Pembina Limboto State Kindergarten from September 2024 to January 2025. A sample of 56 respondents was taken using the cluster sampling technique, the number of samples was divided into 4 groups for each age representative. The results of the study showed that from the number of respondents as many as 56 preschool children, most common parenting style was the democratic category with 48 respondents (85.6%), authoritarian parenting with 4 respondents (7.1%), and permissive parenting with 4 respondents (7.1%). The most common peer group was the medium category with 36 respondents (64.3%), the high category with 15 respondents (28.6%), and low category with 4 respondents (7.1%). The most common growth and development stimulation was the good category with 52 respondents (92.9%), and the less category with 4 respondents (7.1%). The most common personal and social category was the normal category with 52 respondents (92.9%), and the suspect category with 4 respondents (7.1%). In conclusion, the most influential factor was growth and development stimulation, with a correlation of 0.731, which indicates a strong positive influence. This means that the better the growth and development stimulation a child receives, the more normal their personal and social development will be.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO DALAM PENYEDIAAN FIRST AID KIT DI DALAM MOBIL Wiwi Susanti Piola; Dewi Modjo; Agustiar Darmawan Bagu; Noval Rahman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v1i1.1025

Abstract

Tindakan mempersiapkan alat-alat keselamatan atau alat pertolongan pertama menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan sehingga dapat meminimalisir keadaan yang lebih parah saat terjadi kecelakaan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dosen Universitas Muhammadiyah Gorontalo dalam penyediaan first aid kit dalam mobil. Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional data yang dikumpulkan melalui lembar observasi dan kusioner. dengan sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 responden dengan tehnik random sampling. Hasil Penelitian. Ada pengaruh pengetahuan, pengalaman dan lingkungan fisik dosen dalam penggunaan first aid kit didalam mobil. Kesimpulan: pengetahuan, pengalaman dan lingkungan fisik sangat mempengaruhi perilaku dosen dalam melakukan pertolongan pertama padakecelakaan.
Teknik Self Healing Mencegah Post Power Syndrome dan Menjaga Kesehatan Jiwa di Desa Mongolato Firmawati, Firmawati; Biahimo, Nur Uyuun I.; Piola, Wiwi Susanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.11371

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan keadaan dimana individu berkembang secara mental, fisik, sosial dan spritual, sehingga individu dapat menyadari kemampuannya, mengatasi tekanan, mampu bekerja secara produktif serta dapat memberikan kontribusi untuk komunitasnya. Koping individu yang tidak dapat berkembang dengan baik dapat menyebabkan gangguan jiwa. Gangguan jiwa dapat dibagi menjadi 2 yaitu gangguan jiwa berat dan gangguan mental emosional. Gangguan mental emosional merupakan keadaan yang mengindikasikan individu sedang mengalami perubahan psikologis. Gangguan ini dapat menjadi gangguan yang lebih serius apabila tidak berhasil ditanggulangi. Salah satu gangguan mental ini adalah post power syndrome. post power syndrome adalah gejala-gejala pasca/setelah kekuasaan. Gejala ini umumnya terjadi pada individu yang sebelumnya mempunyai kekuasaan atau pernah menjabat suatu jabatan. Ketika sudah tidak menjabat lagi, seketika terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang kurang stabil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang “Teknik Self Healing mencegah Post Power Syndrome dan Menjaga Kesehatan Jiwa di Desa Mongolato”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2023 pukul 10.00 s.d 12,00 WITA. Kegiatan ini mengahdirkan masyarakat Desa Mongolato yang menjadi sasaran ddan target untuk diberikan penyuluhan kesehatan. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gorontalo.  Pentingnya penyuluhan ini untuk masyarakat dapat mencegah post power syndrome serta dapat menjaga kesehatan jiwa. Kata Kunci: Post Power Syndrome, Kesehatan Jiwa, Self Healing  ABSTRACT Mental health is a condition where individuals develop mentally, physically, socially and spiritually, so that individuals can realize their abilities, overcome pressure, are able to work productively and can contribute to their community. Individual coping that cannot develop properly can cause mental disorders. Mental disorders can be divided into 2, namely severe mental disorders and mental emotional disorders. Emotional mental disorders are conditions that indicate individuals are experiencing psychological changes. This disorder can become a more serious disorder if it is not treated successfully. One of these mental disorders is post power syndrome. post power syndrome is the symptoms of post/after power. This symptom generally occurs in individuals who previously had power or had held a position. When he is no longer in office, immediately visible symptoms of mental or emotional instability. This service activity aims to provide counseling on "Self Healing Techniques to prevent Post Power Syndrome and Maintain Mental Health in Mongolato Village". This activity was carried out on January 16 2023 at 10.00 to 12.00 WITA. This activity presented the people of Mongolato Village who were the target to be given health education. This activity also involved Gorontalo Muhammadiyah University students. The importance of this counseling for the community can prevent post power syndrome and can maintain mental health. Keywords: Post Power Syndrome, Mental Health, Self Healing
Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Penanganan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo Piola, Wiwi Susanti; Sudirman, Andi Akifa; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Maga, Cindy S.
Zaitun : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/zijk.v12i1.3086

Abstract

Pengetahuan tenaga kesehatan mengenai gizi pada anak stunting sangatlah penting karena tingkat pelayanan gizi akan sejalan dengan tingkat pengetahuan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengetahuan tenaga kesehatan tentang penanganan stunting pada balita. Desain penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi tenaga kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah yaitu sebanyak 37 orang, jumlah sampel sebanyak 37 orang atau total sampling yaitu 37 orang. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan tenaga kesehatan tentang penanganan stunting di Puskesmas Kota Tengah yang tertinggi yaitu pengetahuan baik sebanyak 36 orang (97,3%) dan yang terendah yaitu pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (2,7%). Kesimpulan sebagian besar tenaga kesehatan memiliki pengetahuan baik tentang penanganan stunting. Saran bagi petugas kesehatan agar tetap menjaga dan meningkatkan pengetahuan terkait stunting sehingga dalam penanganan stunting di wilayah kerja dapat di tangani secara optimal.
Efektivitas Pemberian Terapi Mindfulness terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Remaja yang Mengalami Bullying di SMA Negeri 1 Telaga Wiwi Susanti Piola; Sri Wulan Amelia C. Muda
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.485

Abstract

Usia remaja merupakan salah satu periode rentan terhadap permasalahan sosial seperti bullying yang salah satunya dapat mengakibatkan gangguan kecemasan. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan tingkat kecemasan adalah terapi Mindfullness. Tujuan penelitiaan ini untuk melihat efektifitas terapi Mindfullness dalam menurunkan tingkat kecemasan pada remaja yang mengalami Bullying di SMA Negeri 1 Telaga. Metode pada penelitiaan ini menggunakan desain quasi-experiment one group prestest – post test dengan Paired T Test untuk melihat perbedaan antara skor Pretest dan Postest dan Uji N-Gain Score untuk melihat perbandingan dan peningkatan efektifitas terapi. subjek penelitian berjumlah 24 orang yang dipilih secara acak dan mengalami kecemasan akibat bullying. Hasil penelitian ini secara jelas menunjukkan kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi mindfulness mengalami peningkatan ke arah lebih baik dimana terjadi penurunan kecemasan berat ke kecemasan sedang dan kecemasan sedang ke kecemasan ringan. Hasil menunjukkan Penerapan terapi Mindfulness Efektif dalam menurunkan kecemasan pada remaja yang Bullying di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo menunjukkan nilai p-value 0,000<0.05 dan N-Gain score 0.84 ≥ 0,7. Diharapkan institusi pelayanan dan pendidikan kesehatan khususnya keperawatan dapat menerapkan terapi Mindfullnes untuk mengatasi kecemasan terutama pada korban bullying di Sekolah
Penerapan Terapi Diversional Pada Pasien Harga Diri Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo Vidya Salsabilla Taib; Nur Uyun I. Biahimo; Wiwi Susanti Piola; Firmawati Firmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15110

Abstract

ABSTRACT Low self-esteem is negative thoughts and feelings towards oneself so that sufferers feel a loss of self-confidence, pessimism and worthlessness in their lives..One intervention to support situational low self-esteem is diversional therapy. The aim of this research isidentifying self-esteem before and after being given diversional therapy to patients with low self-esteem in the working area of the Limboto Community Health Center, Gorontalo Regency. The research method used in this research is experimental design (one group pre-test post-test design). From the results of this research, it can be seen that the mean value of the pre test is 13.20 and the post test is 17.00, the standard deviation of the pre test is 000 and the post test is 422, the standard error of the pre test is 1.033 and the post test is 3.682, and the total data is 10 for the pre test and post, as well as the Sig value. 2-tailed is 0.002 0.05, meaning there is a significant influence between the pre-test and post-test. There is an influence of the application of diversional therapy on patients with low self-esteem at the Limboto health center, Gorontalo district. It is hoped that the results of this research can become a reference and add information about diversional therapy in patients with low self-esteem. Keywords: Low Self-Esteem, Diversional Therapy  ABSTRAK Harga diri rendah adalah suatu pemikiran dan perasaan negatif terhadap diri sendiri sehingga penderita merasakan hilangnya rasa percaya diri, pesimis dan tidak berharga dikehidupannya. Salah satu intervensi pendukung harga diri rendah situasional yaitu terapi diversional. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi harga diri sebelum dan setelah diberikan terapi diversional terhadap pasien dengan harga diri rendah di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah experimental design (one group pre-test post-test design). Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai mean pre test yakni 13,20 dan post test 17,00 standar devisiasi pre test yakni 000 dan post test 422, standar eror pre test 1,033 dan post test 3,682, serta jumlah data sebesar 10 untuk pre test dan post, serta nilai Sig. 2-tailed adalah 0,002 0,05 artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pre test dan post test.Terdapat pengaruh penerapan terapi diversional pada pasien harga diri rendah di puskesmas limboto kabupaten gorontalo. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dan menambah informasi tentang Terapi diversional pada pasien harga diri rendah. Kata Kunci: Terapi Diversional, Pasien, Harga Diri Rendah
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN PENGGUNAAN HOTPACK UNTUK MENURUNKAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DIAGNOSA MEDIS DEMAM THYPOID DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD PROF. DR. H. ALOEI SABOE, KOTA GORONTALO Piola, Wiwi Susanti; Indrianingsih, Sofiyah Tri; Sudirman, Andi Akifa; Suleman Tute, Delvi Mayorina
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.127

Abstract

Demam Typhoid merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran cerna dengan gejala demam satu minggu atau lebih. Demam atau suhu tubuh yang tinggi dapat di turunkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara kompres air hangat untuk menurunkan suhu tubuh. Salah satu diagnosa dari demam thypoid yakni hipertermi. Hipertermia adalah suhu tubuh meningkat di atas rentang normal tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada anak yang mengalami demam thypoid dengan fokus kasus penanganan hipertermia dengan pemberian hotpack terhadap penurunan suhu tubuh. Metode penelitian yang di lakukan yaitu kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada 2 orang anak dengan diagnosa medis demam thypoid yang dirawat di ruang perawatan anak RSUD. Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan hotpack dapat berpengaruh menurunkan suhu tubuh pada anak dengan demam thypoid.
Hubungan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Seimbang Dan Berkualitas Dengan Status Gizi Bayi 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Batudaa Alit Caesar Apriyanto Poiyo; Zuriati Muhamad; Wiwi Susanti Piola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.663

Abstract

Status gizi bayi usia 6–12 bulan merupakan indikator penting kesehatan dan tumbuh kembang anak. Di wilayah kerja Puskesmas Batudaa, meskipun cakupan layanan kesehatan tinggi, prevalensi gizi kurang dan buruk masih ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) seimbang dengan status gizi bayi usia 6–12 bulan. Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan pendekatan kuantitatif analitik, Desain ini dipilih karena mampu menggambarkan hubungan antara variabel independen dan dependen secara simultan dalam satu waktu pengukuran, sehingga sesuai untuk mengidentifikasi keterkaitan praktik MP-ASI dengan status gizi bayi. Sampel berjumlah 46 bayi dipilih menggunakan teknik two stage cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,6% responden memiliki praktik pemberian MP-ASI baik, 34,8% sedang, dan 32,6% kurang. Status gizi bayi terdiri dari 47,8% normal, 45,7% kurang, dan 6,5% buruk. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pemberian MP-ASI seimbang dengan status gizi bayi (p = 0,008). Disimpulkan bahwa kualitas MP-ASI seimbang berperan penting dalam menentukan status gizi bayi Temuan ini mengindikasikan bahwa bayi yang menerima MP-ASI dengan kualitas gizi seimbang cenderung memiliki status gizi yang lebih baik dibandingkan bayi dengan praktik pemberian MP-ASI yang kurang optimal. Diperlukan intervensi edukatif yang terfokus pada peningkatan kualitas MP-ASI di tingkat keluarga dan komunitas, Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas, dalam menyusun strategi edukasi gizi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Hubungan Pengetahuan Dan Budaya Dalam Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Di Puskesmas Limboto Prisilia Husain; Zuriati Muhamad; Wiwi Susanti Piola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.805

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesehatandan tumbuh kembang bayi. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia, khususnya di wilayah kerjaPuskesmas Limboto, masih belum optimal. Rendahnya praktik pemberian ASI eksklusif dipengaruhi olehberbagai faktor, di antaranya pengetahuan ibu dan budaya yang berkembang di masyarakat. Tujuan Penelitian :untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi di PuskesmasLimboto. Metode Penelitian : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 3–6 bulan di wilayah kerja PuskesmasLimboto sebanyak 42 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner pengetahuan, budaya, dan pemberian ASI eksklusif. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian : Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki budaya yang mendukung pemberian ASIeksklusif sebanyak 23 orang (54,8%), sedangkan ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 19 orang(45,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu denganpemberian ASI eksklusif dan terdapat hubungan yang signifikan antara budaya dengan pemberian ASI eksklusifdengan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan : penelitian ini adalah pengetahuan dan budaya memilikihubungan yang signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Limboto.