Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi IPFS untuk Mengurangi Gas Fee Smart Contract Ethereum pada Aplikasi Penggalangan Dana Hutomo Sakti Kartiko; Tedy Rismawan; Ikhwan Ruslianto
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v9i2.61876

Abstract

Blockchain merupakan teknologi buku besar yang bersifat decentralized. Blockchain memiliki protokol consensus sebagai kesepakatan bersama dalam pengelolaan basis data. Contoh penerapan blockchain yaitu ethereum. Kelebihan ethereum yaitu dapat menjalankan program atau aturan yang disebut sebagai smart contract. Proses perubahan data pada ethereum memerlukan biaya transaksi atau gas fee. Nilai gas fee ini fluktuatif menyesuaikan gas fee terendah saat ini, kepadatan jaringan dan kompleksitas transaksi. Smart contract ethereum tidak efisien untuk menyimpan data yang berukuran besar karena semakin besar data yang disimpan maka semakin kompleks transaksi yang perlu dilakukan. Untuk meningkatkan efisiensi gas fee smart contract maka dilakukan sebuah penelitian dengan menerapkan InterPlanetary File System (IPFS). Teknik yang digunakan yaitu mengkombinasikan teknologi IPFS dengan smart contract ethereum untuk mengurangi kompleksitas transaksi ketika proses penyimpanan data penggalangan dana ke smart contract ethereum. Penerapan IPFS pada aplikasi penggalangan dana membutuhkan gas fee 0,00311847-0,003379868 ETH dengan kecepatan transaksi 12-36 detik. Berdasarkan pengujian sebanyak 40 kali dengan data yang berbeda, penerapan IPFS dapat menurunkan gas fee dengan rata-rata hingga 94,39% dan kecepatan transaksi sistem yang menerapkan IPFS lebih besar 13,55% dari sistem yang tidak menerapkan IPFS.
SISTEM MANAJEMEN PENGAIRAN PADA BUDIDAYA TANAMAN ANGGUR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) Sabang Firdaus; Tedy Rismawan; Uray Ristian
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3s1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3s1.3389

Abstract

Terdapat beberapa kondisi yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan tanaman anggur di daerah tropis, salah satunya adalah kelembapan tanah. Pengendalian untuk menambah nilai kelembapan tanah dapat dilakukan dengan menyiramkan air. Penyiraman secara manual memiliki kendala yaitu perlu memantau kondisi kelembapan tanah secara berkala. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem berbasis Internet of Things yang dapat melakukan pemantauan kondisi kelembapan tanah dan mengendalikan penyiraman tanaman anggur secara otomatis. Pada penelitian ini, ESP32 digunakan sebagai mikrokontroler, sensor soil moisture digunakan untuk mengukur kelembapan tanah, dan relay digunakan untuk kendali solenoid valve dan pompa air. Website digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran, status kendali, serta memasukkan jadwal penyiraman. Sistem akan melakukan penyiraman saat nilai kelembapan tanah ≤60%, atau saat nilai kelembapan tanah 61-74% serta waktu sesuai dengan jadwal masukkan pengguna. Hasil pengujian pengukuran kelembapan tanah oleh sensor pertama, sensor kedua, dan sensor ketiga mendapatkan nilai error rata-rata sebesar 2,24%, 1,68%, dan 1,11%. Rata-rata waktu respon on pada relay1, relay2, relay3, dan relay pompa adalah 2,32 detik, 2,68 detik, 2,67 detik, dan 3,41 detik. Sedangkan rata-rata waktu respon off adalah 2,62 detik, 2,61 detik, 2,73 detik, dan 3,76 detik. Dengan waktu respon tersebut, tanaman akan tersiram lebih lama, sehingga kelembapan tanah bisa melebihi 75%.
Penerapan Fuzzy Mamdani Pada Sistem Klasifikasi Kualitas Telur Bebek Berbasis Arduino Prastika, Ranny; Nirmala, Irma; Rismawan, Tedy
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol 9, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v9i1.53060

Abstract

Telur bebek adalah jenis telur yang memiliki sumber protein tinggi. Pada pemanfaatannya, dapat diolah menjadi kue, telur asin dan obat – obatan. Agar menghasilkan olahan yang berkualitas, maka proses pemilahan kualitas telur perlu dilakukan. Dalam implementasinya, membagi telur berdasarkan tingkat kualitas masih dilakukan secara manual menggunakan indera penglihatan manusia. Pada penelitian ini, dikembangkan sistem yang dapat melakukan klasifikasi terhadap kualitas telur bebek. Sensor yang digunakan adalah load cell dan LDR sebagai pembaca nilai bobot serta intensitas cahaya. Untuk pengambilan keputusan dalam klasifikasi kualitas telur digunakan metode fuzzy mamdani. Data dari sensor digunakan sebagai variabel masukkan, sedangkan variabel keluaran berupa kualitas telur, yaitu baik dan buruk. Pengujian dilakukan pada 40 data sampel telur bebek menggunakan metode fuzzy mamdani dan terdapat 37 data sampel yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hasil pengujian dengan menggunakan confusion matrix didapatkan tingkat akurasi sebesar 92.5%.
Alat Bantu Navigasi Tunanetra Menggunakan Modul GPS Dan Sensor Ultrasonik Berbasis Raspberry Pi Rizky, Sri; Rismawan, Tedy; Nirmala, Irma
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol 9, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v9i1.54323

Abstract

Tunanetra merupakan gangguan atau hambatan dalam fungsi indera penglihatan. Tunanetra memiliki keterbatasan dalam orientasi mobilitas, yang di mana tunanetra kurang dalam mengetahui apa yang ada didekatnya, akibatnya tunanetra tidak dapat pergi tanpa ada orang awas yang mendampingi. Selain itu, orang tua atau wali dari tunanetra juga tidak membiarkan tunanetra bepergian sendirian. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan alat bantu tunanetra yang dapat memberikan informasi halangan yang berada di sekitar tunanetra dan informasi keberadaan tunanetra. Dalam penelitian ini, dibangun sebuah alat bantu tunanetra menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi halangan di sekitar tunanetra yang menggunakan alat ini dan modul GPS untuk memberikan informasi keberadaan pengguna. Raspberry Pi memproses data tersebut, memberikan umpan balik audio kepada pengguna, dan mengirim data ke database untuk ditampilkan di website. Hasil dari pengujian didapatkan rata-rata ketepatan pada sensor ultrasonik depan sebesar 97,57%, ultrasonik kiri sebesar 98,78%, dan ultrasonik kanan sebesar 98,1%. Selain itu, pada pengujian pembacaan titik koordinat sesuai dengan lokasi alat bantu untuk tunanetra menggunakan modul GPS Neo-6M dapat memberikan lokasi dengan selisih ketepatan horizontal sejauh 5,14 m.
SISTEM OTOMATISASI SUHU DAN GAS AMONIA DALAM BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) BERBASIS INTERNET OF THINGS Suprayoga, Rifqi Dwi; Rismawan, Tedy; Kustiati
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 7 No. 1 (2024): JIRE APRIL 2024
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v7i1.999

Abstract

Banyak orang mulai membudidayakan maggot BSF sebagai pakan ternak, tetapi maggot BSF dapat mengalami mati muda apabila sumber makanan terlalu panas atau dingin dan gas amonia terlalu tinggi. Dibutuhkan sistem yang dapat melakukan otomatisasi suhu dan gas amonia sesuai kebutuhan maggot BSF agar terjaga kualitasnya. Dalam penelitian yang dilakukan telah dibuat sebuah sistem berbasis Internet of Things yang bisa melakukan otomatisasi suhu dan gas amonia dari jarak jauh melalui koneksi internet dan dipantau melalui website. Sistem ini menggunakan sensor DHT11 dalam membaca suhu serta sensor MQ135 dalam membaca gas amonia. Sistem ini dapat dikendalikan secara manual untuk melakukan on/off pada pompa air, pemanas udara dan kipas angin sesuai keinginan pengguna, serta secara otomatis yang apabila suhu dan gas amonia pada wadah komposter maggot BSF berada di luar parameter nilai minimum dan maksimum suhu dan gas amonia. Rata-rata hasil pengujian tahap ke-1 dan ke-2 pada suhu wadah komposter maggot BSF adalah 31,26°C dan 31,16°C. Rata-rata hasil pengujian tahap ke-1 dan ke-2 pada gas amonia wadah komposter maggot BSF adalah 6,51 PPM dan 5,45 PPM. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat menjaga suhu dan kadar gas amonia pada wadah komposter maggot BSF tetap stabil dalam rentang suhu 30-35°C dan kadar gas amonia tidak lebih dari 20 PPM.
Implementasi Sistem Celengan Elektronik Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor Berbasis Arduino MEGA 2560 Putri, Nabila Adinda Dwi; Nirmala, Irma; Rismawan, Tedy
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v10i2.81315

Abstract

Celengan merupakan wadah yang digunakan untuk menyimpan uang sebagai sarana menabung. Pada celengan tradisional, satu-satunya cara untuk mengambil uang yang ditabung adalah dengan memecahkan celengan tersebut. Sedangkan celengan modern umumnya sudah dilengkapi dengan kunci atau kode pin sehingga lebih mudah mengambil uang. Namun, jika pengguna tidak dapat mengendalikan pengeluaran, celengan ini memerlukan waktu lebih lama untuk terisi sampai penuh. Selain itu, kedua celengan ini tidak dapat menghitung total uang yang terkumpul secara otomatis. Pada penelitian ini, dibangun sistem celengan elektronik yang dapat mengatur target uang tabungan serta dapat mengetahui total uang dalam tabungan. Untuk mengetahui nominal uang yang dimasukkan ke dalam celengan, diterapkan klasifikasi nominal uang dengan metode K-NN (K-Nearest Neighbor). Sensor yang digunakan ialah sensor warna TCS3200 guna membaca nilai RGB uang dan dua sensor infrared untuk mendeteksi uang yang masuk dan jika celengan sudah penuh. Data dari sensor TCS3200 digunakan sebagai data uji untuk klasifikasi K-NN. Uang yang digunakan yaitu pecahan 10.000, 20.000, 50.000 dan 100.000 dari tahun emisi 2016 dan 2022. Berdasarkan hasil uji terhadap 40 data menggunakan confusion matrix, diperoleh tingkat akurasi tertinggi sistem senilai 95% pada data latih campuran dengan nilai K=5.
Sistem Kendali Dan Pemantauan Filter Air Berbasis Mikrokontroler NodeMCU ESP32 Wardani, Ayu; Rismawan, Tedy; Suhardi, Suhardi
JUPITER (Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Komputer) Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Ilmu dan Teknologi Komputer (JUPITER)
Publisher : Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10556455

Abstract

Air bersih menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat, namun aktivitas manusia yang tidak bijak menimbulkan pencemaran air pada sumber-sumber air, mengakibatkan krisis air bersih. Saat ini, metode penyaringan manual masih dominan, memakan waktu dan tenaga. Oleh karena itu, seiring perkembangan teknologi, diperlukan solusi yang lebih efisien. Dalam konteks ini, dikembangkan sistem penyaringan air bersih otomatis dengan pemantauan real-time berbasis website. Sistem ini menggunakan media penyaring seperti pasir silika, pasir aktif, pasir karbon aktif, dan pasir zeolit, serta NodeMCU ESP32 sebagai mikrokontroler. Sistem ini dilengkapi dengan sensor turbidity untuk mendeteksi kekeruhan air dan sensor pH untuk mengukur tingkat keasaman pada setiap tahapan proses penyaringan air. Pengujian dilakukan menggunakan sampel utama dari air sumur bor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menyaring air sumur bor dengan baik, dengan hasil nilai kekeruhan dari 12,5 NTU menjadi 4,6 NTU, dan nilai keasaman dari 6,82 menjadi 6,79.
Sistem Pemantauan dan Kendali Penyiraman pada Budi Daya Buah Jambu Biji Kristal berbasis Internet of Things YUDATAMA, ARBI; RISMAWAN, TEDY; SUHARDI, SUHARDI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 11, No 4: Published October 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v11i4.1061

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan membangun sistem Internet of Things (IoT) untuk pengendalian penyiraman otomatis pada perkebunan Jambu Biji Kristal di Pondok Paman Petani, Pontianak. Sistem ini memantau kelembaban tanah dan mengatur kendali penyiraman melalui aplikasi Android. Sistem ini diaplikasikan pada dua tanaman Jambu Biji Kristal. Hasil eksperimen menunjukkan sensor resistive soil moisture memiliki error rata-rata 0,97% dan 0,98% untuk dua tanaman Jambu Biji Kristal. Waktu respon katup solenoid valve pada penyiraman tanaman pertama adalah 1,35 detik saat terbuka dan 1,33 detik saat tertutup. Pada tanaman kedua, waktu respon katup saat terbuka adalah 1,41 detik dan saat tertutup adalah 1,32 detik. Waktu respon pompa air untuk dinyalakan adalah 1,38 detik dan untuk dimatikan adalah 1,31 detik. Dari hasil pengujian, sistem yang diusulkan dapat digunakan untuk memantau kelembaban tanah dan mengatur penyiraman.Kata kunci: Jambu Biji Kristal, Penyiraman, Internet of Things, Android ABSTRACTThis research aims to develop an Internet of Things (IoT) system for automated irrigation control in the Crystal Seed Guava plantation at Pondok Paman Petani, Pontianak. The system monitors soil moisture and regulates irrigation control through an Android application. This system was applied to two Crystal Seed Guava plants. The experimental outcomes reveal that the resistive soil moisture sensor has an average error of 0.97% and 0.98% for two Crystal Seed Guava plants, respectively. The solenoid valve response time for the first plant during irrigation is 1.35 seconds when open and 1.33 seconds when closed. For the second plant, the valve response time when open is 1.41 seconds and when closed is 1.32 seconds. The water pump activation response time is 1.38 seconds, while the deactivation response time is 1.31 seconds. From the test results, the proposed system can be used to monitor soil moisture and regulate watering.Keywords: Crystal Seed Guava, Irrigation, Internet of Things, Android
Sistem Pemantauan Kesehatan Kambing Berdasarkan Suhu Tubuh dan Detak Jantung Berbasis Internet of Thing Sibarani, Yohana Oktavia; Rismawan, Tedy; Nirmala, Irma
Journal of Computer System and Informatics (JoSYC) Vol 6 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josyc.v6i1.5012

Abstract

The goat is one of the species of livestock that has many benefits. Goat benefits become one of the important aspects of keeping goats healthy. Predicting diseases in goats is quite difficult because of the lack of medical experts in the field to check the health condition of the goats. The research has created a system that can determine the health of goats based on their body temperature and heart rate. The system is designed to make it easier for farmers to monitor their health and perform early treatment when there are sick goats. The data used in this study is the normal body temperature and heart rate of the goat. This research uses NodeMCU as a microcontroller and also a sensor. The sensors used are the DS18B20 temperature sensor and the MAX30102 heart rate sensor. The system can measure both temperature and heart rate at the same time. The test results showed an average data error on the measurement of the DS18B20 sensor and the MAX30102 sensor. In these measurements, the average error of the sensor was 0.77% and the sensor MAX30102 was 2.23%. The data from the monitoring of this sensor will be displayed on the website so that it can be viewed by the user.
SISTEM OTOMATISASI AEROPONIK INDOOR PADA TANAMAN SAWI BERBASIS INTERNET OF THINGS Hannan, Abdul; Rismawan, Tedy; Sari, Kartika
Jurnal Teknologi dan Sistem Tertanam Vol 6, No 1 (2025): Vol 6 No 1, January 2025
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jtst.v6i1.4846

Abstract

Abstract The increasing global population growth poses serious challenges in meeting the world's food needs, and one promising solution is to increase productivity and efficiency in agriculture through Internet of Things (IoT) technology. In order to achieve this, this study aims to develop and implement an Internet of Things (IoT)-based automation system for indoor aeroponic farming, specifically designed to cultivate mustard flowers, utilizing advanced LED Grow Light technology for optimal growth conditions, a capacitive soil moisture sensor to detect uneven condensation of nutrients, and a pH sensor to maintain the balance of nutrient solution. The NodeMCU ESP32 microcontroller, alongside the Arduino platform, serves as the central control unit of the system, autonomously monitoring and regulating the growth environment. The findings demonstrate how effectively this technology can detect and adjust plant growth parameters, such as air temperature (99.24%), water temperature (98.63%), nutrient content (96.50%), water height (94.20%), and water pH (98.88%). In addition, the system successfully provides lighting using an L.E.D. Grow Light that is on for 12 hours every day, and effectively detects condensation unevenness, which then provides notifications via Telegram. The increased efficiency achieved by this system shows great potential in supporting efforts to fulfil global food needs through IoT technology. Keywords: Aeroponics, IoT, LED Grow Light, pH Sensor, Agriculture Automation. Abstrak Pertumbuhan populasi global yang terus meningkat menimbulkan tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia, dan salah satu solusi yang menjanjikan adalah dengan meningkatkan produktivitas serta efisiensi dalam pertanian melalui teknologi Internet of Things (IoT). Untuk mencapai hal ini, penelitian difokuskan pada pengembangan dan penerapan sistem aeroponik dalam ruangan berbasis IoT yang bertujuan untuk meningkatkan budidaya tanaman sawi, dengan memanfaatkan LED Grow Light untuk pencahayaan optimal, capacitive soil moisture sensor untuk mendeteksi ketidakmerataan pengembunan nutrisi, serta sensor pH untuk menjaga keseimbangan larutan nutrisi. Sistem ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 dan Arduino sebagai pusat kendali untuk memantau dan mengontrol lingkungan tumbuh secara otomatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memantau dan mengendalikan kondisi tanaman dengan akurasi tinggi, seperti suhu udara (99,24%), suhu air (98,63%), kandungan nutrisi (96,50%), tinggi air (94,20%), dan pH air (98,88%). Selain itu, sistem ini berhasil memberikan pencahayaan menggunakan LED Grow Light yang menyala selama 12 jam setiap hari, serta mendeteksi ketidakmerataan pengembunan dengan efektif, yang kemudian memberikan notifikasi melalui Telegram. Peningkatan efisiensi yang dicapai oleh sistem ini menunjukkan potensi besar dalam mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan global melalui teknologi IoT. Kata Kunci: Aeroponik, IoT, LED Grow Light, Sensor pH, Otomatisasi Pertanian.