Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN STRUKTUR PONDASI PADA JEMBATAN DESA BAWAH LAYUNG KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT M. Mulyadiansyah; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Ekawati Laily Ramadhani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i1.1203

Abstract

Jembatan dibangun bertujuan untuk memudahkan para pejalan kaki atau pengendara kendaraan supaya bisa melintas dengan mudah. Disisi lain, pembangunan jembatan ini akan menimbulkan dampak serta manfaat bagi masyarakat setempat dari segi ekonomi maupun sosial. Dengan meningkatnya jumlah penduduk jembatan lama menjadi kurang memadai, sehingga direncanakan pembangunan kembali Jembatan Desa Bawah Layung dengan menggunakan pondasi tiang pancang (spun pile). Tujuan penelitiaan ini menganalisa serta membandingkan hasil perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi. Menganalisa daya dukung dan penurunan tiang pancang menggunakan metode (Meyerhof 1976) dengan data tanah bore hole (bore log) N-SPT.
PENGARUH SERAT BATANG PISANG TERHADAP SIFAT FISIS TANAH LEMPUNG LUNAK Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Darisna Wardanu; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1439

Abstract

Tanah lempung lunak merupakan jenis tanah dengan karakteristik daya dukung rendah, konsolidasi lambat, dan sifat plastisitas tinggi, yang dapat menimbulkan permasalahan pada konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat batang pisang terhadap sifat fisis tanah lempung lunak, serta menentukan komposisi serat batang pisang yang ideal dalam upaya stabilisasi tanah. Serat batang pisang digunakan sebagai bahan stabilisasi alami dan ramah lingkungan dengan variasi komposisi 1%, 2%, dan 3%, serta dilakukan pemeraman selama 3 dan 7 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi kadar air, berat jenis, berat volume, batas-batas Atterberg (batas cair, batas plastis, dan indeks plastisitas), serta analisa saringan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan serat batang pisang mampu menurunkan kadar air dan meningkatkan berat jenis serta indeks plastisitas tanah. Komposisi terbaik ditunjukkan oleh campuran tanah dengan serat batang pisang sebesar 1% dan pemeraman selama 3 hari, yang menghasilkan nilai indeks plastisitas tertinggi sebesar 15,73%. Dengan demikian, serat batang pisang berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah alternatif yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan sifat fisis tanah lempung lunak.
PENGARUH CAMPURAN SERBUK KAYU ULIN TERHADAP SIFAT FISIS TANAH LEMPUNG LUNAK KABUPATEN BARITO KUALA Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Ananda Rahmad Febryan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1467

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penambahan serbuk kayu ulin terhadap sifat fisis tanah lempung lunak di Kabupaten Barito Kuala. Tanah lempung lunak yang memiliki plastisitas tinggi dan daya dukung rendah sering menjadi kendala dalam konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan stabilisasi menggunakan limbah serbuk kayu ulin dengan variasi campuran 10%, 15%, dan 20% serta masa pemeraman 3 dan 7 hari. Pengujian meliputi kadar air, berat jenis, batas Atterberg, dan analisis saringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu ulin menurunkan kadar air rata-rata dan indeks plastisitas tanah lempung lunak. Nilai batas cair (LL) turun dari 81,09% (tanpa campuran) menjadi 61,50% (campuran 10% peram 7 hari). Batas plastis (PL) juga menurun dari 50,63% menjadi 41,72% pada campuran 20% peram 3 hari, dan indeks plastisitas (IP) turun dari 29,25% menjadi 14,54% pada campuran 20% peram 7 hari. Kesimpulannya, serbuk kayu ulin dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi yang efektif dan ramah lingkungan untuk memperbaiki sifat fisis tanah lempung lunak.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH PEDESAAN (STUDI KASUS: DESA LOKRAWA) Ekawati Laily Ramadhani; Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Emma Ruhaidani; Dyah Pradhitya Hardiani; Ichwan Setiawan; Nazwal Aqli
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1468

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia untuk keperluan rumah tangga, industri, dan sektor publik. Desa Lokrawa, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala memiliki sumber air dari Sungai Lokrawa, namun distribusinya belum merata sehingga sebagian wilayah belum terlayani. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ketersediaan air baku, memproyeksikan kebutuhan hingga tahun 2040, serta merumuskan rekomendasi pengelolaan. Data primer diperoleh dari pengukuran debit sesaat sungai menggunakan metode pelampung dan penampang melintang, sedangkan data sekunder meliputi jumlah penduduk dan peta desa. Hasil pengukuran menunjukkan debit sesaat Sungai Lokrawa sebesar 40,41 m³/detik. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2040 mencapai 1.132 jiwa dengan kebutuhan air domestik 60 liter/orang/hari, ditambah kebutuhan non-domestik (5%) dan kehilangan air (15%), sehingga total kebutuhan diperkirakan 1,941 liter/detik. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas sumber air, menunjukkan potensi pasokan yang sangat mencukupi. Rekomendasi meliputi konservasi daerah imbuhan, edukasi masyarakat tentang perlindungan sumber air, serta pembentukan kembali lembaga pengelola sistem air bersih untuk menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan. Dengan pengelolaan tepat, Sungai Lokrawa mampu memenuhi kebutuhan air bersih desa secara berkelanjutan.
PEMBUATAN BATA SEMEN MENGGUNAKAN LIMBAH BATU BARA BOTTOM ASH PLTU ASAM-ASAM SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT HALUS Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Muhammad Fitriansyah; Khusnul Khatimah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1470

Abstract

Bottom ash merupakan limbah dari proses pembakaran batu bara yang termasuk limbah berbahaya bagi lingkungan sehingga memerlukan pengelolaan yang tepat untuk memanfaatkan bottom ash. PLTU Asam-Asam sejauh ini memanfaatkan sebagian bottom ash sebagai lapisan jalan dalam pembuatan akses jalan. Pada penelitian ini bottom ash PLTU Asam-Asam dimanfaatkan sebagai bahan campuran pengganti agregat halus pada bata semen sebagai alternatif lain guna mengurangi limbah. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas yang digunakan yaitu variasi persentase bottom ash sebesar 0%, 50%, 70%, dan 100% dari berat pasir. Hasil dari penelitian ini, nilai penyerapan air terendah terjadi pada persentase bottom ash 0% yaitu sebesar 3,961%, sedangkan penyerapan air tertinggi terjadi pada persentase bottom ash 100% yaitu sebesar 14,356%. Hasil pengujian kuat tekan umur 28 hari pada bata semen variasi bottom ash 0% yaitu sebesar 105,33 Kg/cm2, variasi bottom ash 50% yaitu 84 Kg/cm2, variasi bottom ash 70% yaitu 70,67 Kg/cm2, dan variasi bottom ash 100% yaitu 64 Kg/cm2. Bata semen dengan persentase bottom ash 0% termasuk kedalam kategori mutu I (satu), bata semen dengan persentase bottom ash 50% dan 70% termasuk kedalam kategori mutu II (dua), sedangkan bata semen dengan persentase bottom ash 100% termasuk kedalam kategori mutu III (tiga)