LM. Fid Aksara
Jurusan Teknik Informatika Universitas Halu Oleo

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMANFAATAN OPEN SOURCE OWNCLOUD SEBAGAI MEDIA PENYIMPANAN DATA BERBASIS CLOUD COMPUTING Firmansyah Amin; LM. Fid Aksara; Sutardi Sutardi
semanTIK Vol 5, No 1 (2019): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.892 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v5i1.5205

Abstract

Cloud Computing technology can be a solution to overcome the problem of storing data on a computer that is often used by many people. One of them is the OwnCloud application service. OwnCloud is an open source software, which means that anyone can use it for free and change the contents of the service. With the concept of cloud storage, users who access OwnCloud must log in first to access data located in the cloud storage. By utilizing a WiFi network to access OwnCloud, all forms of data sharing and synchronization can be accessed on the features provided.Difficulties of staff, lecturers and students to share study program data become difficulties that hinder activities in the academic community. So the results of this study conclude that OwnCloud services can be an efficient solution in managing files if implemented on a centralized campus.Keywords—Cloud Computing, Cloud Storage, Storage, OwnCloudDOI : 10.5281/zenodo.3066822
PERBANDINGAN METODE SIMPLE QUEUES DAN QUEUES TREE UNTUK OPTIMASI MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN MIKROTIK (STUDI KASUS: PENGADILAN TINGGI AGAMA KENDARI) Abdul Malik; LM Fid Aksara; Muh. Yamin
semanTIK Vol 3, No 2 (2017): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.104 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v3i2.3133

Abstract

Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kendari merupakan suatu lembaga peradilan, penggunaan internet di lingkungan PTA Kendari memiliki mobilitas yang sangat tinggi, baik digunakan untuk unduh/unggah berkas, dan penggunaan fasilitas internet yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas jaringan internet yang ada di Kantor PTA Kendari sebagai upaya untuk optimalisasi jaringan agar menghasilkan kualitas jaringan internet yang lebih baik.Metode Simple Queues merupakan cara pembatasan dengan menggunakan pembatasan sederhana berdasarkan data rate, dan metode Queues Tree cara pembatasan dengan menggunakan pembatasan yang kompleks, karena dikelompokkan berdasarkan protocol, ports atau kelompok IP Address. Kedua metode tersebut diterapkan secara bergantian pada mikrotik. Pada setiap metode yang akan diterapkan, akan di analisis dengan menggunakan aplikasi wireshark, parameter QoS yang terdiri dari Packet Loss, Delay, dan Throughput.Pengujian yang dilakukan terhadap client yang berjumlah lima (5) dan lima belas (15) yang terhubung ke access point. Skenario pengujian yang dilakukan yakni kondisi unduh dan unggah data. Dari hasil pengujian diperoleh hasil penelitian, Queues Tree memiliki nilai throughput, delay, packet loss yang lebik baik dibandingkan Simple Queues.Kata kunci—Simple Queues, Queues Tree, Quality of Service (QoS), Bandwidth
PENERAPAN PROTOKOL ROUTING PROAKTIF OLSR PADA JARINGAN MOBILE AD HOC NETWORK (MANET) MENGGUNAKAN RASPBERRY PI UNTUK TRANSFER FILE Rico Dwi Kurniawan; Muh. Yamin; LM. Fid Aksara
semanTIK Vol 5, No 1 (2019): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.488 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v5i1.6303

Abstract

The wireless network's users are increasingly used compared to wired networks. One of the developments of wireless networks is the existence of a technology called Ad Hoc network. Ad Hoc network is a solution where mobile devices such as laptops, tablets, smartphones, etc. can communicate with each other without the support of network infrastructure in the form of access points or means of supporting data transmission. Mobile Ad Hoc Network (MANET) is a multi-hop wireless network consisting of a collection of dynamic mobile nodes.Along with the development of technology, MANET began to be developed in anticipation if the central infrastructure of a network cannot be used. In this network, each node is a router that functions to determine the route that is closest to the nodes that communicate. Each node on the MANET network is also mobile so it is possible to be free to move, but this has an impact on the topology which keeps changing along with the movement of nodes.  In the test carried out file transfer is applied to the scenario of MANET infrastructure testing with three nodes with two conditions, namely the condition of the absence of interference with the MANET network and the condition when there is interference with the MANET network. file transfer testing on the MANET network can work in accordance with nature and network conditions that MANET has, but from the results of the analysis, the file transfer speed will decrease as the gateway nodes increase on the communication route between the node server and the client. Keywords—MANET, File Transfer Protocol (FTP), Optimized Link Stated Routing (OLSR)DOI : 10.5281/zenodo.2650753
ANALISIS PERFORMASI WIRELESS MESH MENGUNAKAN PROTOKOL HYBRID WIRELESS MESH PROTOCOL (HWMP) PADA JARINGAN MOBILE AD HOC NETWORK(MANET) Muhammad Darman Saleh; Muh. Yamin; LM Fid Aksara
semanTIK Vol 5, No 1 (2019): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.007 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v5i1.6106

Abstract

The growing development of wireless technology in communication between users requires high-quality networks. This study aims to design a network and as a test parameter on the Wireless Mesh Network (WMN) using the routing protocol Hybrid Wireless Mesh Protocol (HWMP). This network is connected by using several access points that have been modified using OpenWRT software. The test parameters to be carried out are by testing the performance of the HWMP routing protocol in self-configure and self-healing as well as some supporting data from Throughput and Jitter. The data generated by using several access points and two (2) users produce data whereon self-configure can be done very quickly, unlike the case with self-healing which requires more time, the effect of inadequate access point location gives rise to network performance, not yet maximal, the existence of routing HWMP affects Throughput and Jitter generated by the user if the exchange of information in the condition always changes from one place to another. The average result of self-configuration is 100 bytes / 64ms, self-healing is 100 bytes / 187ms. Users of bandwidth 1 and 2 are 5,930 Kbyte / s and 5,210,170 Kbyte / s. Jitter values for users 1 and 2 are 1.554 ms and 1,699 ms. Throughput on users 1 and 2 is 0.283 Mbit / s and 4 Mbit/s. Keywords—WMN, HWMP, Firmware openWRT, Self-Configure, Self-Healing DOI : 10.5281/zenodo.3233134
ANALISIS PERBANDINGAN RSSI PADA ACCESS POINT LINKSYS WAP54G, TP-LINK WA5110G DAN D-LINK DWL-G700AP Yessi Alfrida Syahputri; Muh. Yamin; LM Fid Aksara
semanTIK Vol 3, No 1 (2017): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.109 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v3i1.2587

Abstract

Kebutuhan akan koneksi internet terutama Wi-Fi sangat diminati oleh pengguna layanan internet, karena teknologi Wi-Fi sangat relatif mudah untuk diimplementasikan dan memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk dapat mengaksesnya kapan dan dimana saja. Untuk dapat terhubung dengan Wi-Fi dibutuhkan sebuah perangkat yaitu Access Point. Ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi cakupan area yang yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal maka semakin luas jangkauannya.Sinyal yang diterima oleh Receiver dapat diukur menggunakan nilai RSSI atau Receive Signal Strength Indicator. RSSI adalah sebuah ukuran kekuatan sinyal radio yang diterima oleh receiver. Nilai RSSI ini merupakan kualitas sinyal yang diterima Receiver dalam jarak tertentu. Pengukuran RSSI dilakukan pada Laboratorium Sistem Informasi dan Programming Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo dengan bantuan tools InSSIDer yang ter-install pada PC dimana dilakukan pengujian terhadap 3 jenis ketinggian Access Point, yaitu 50 cm, 150 cm dan 210 cm serta menggukan 3 vendor Access Point berbeda yaitu Linksys WAP54G, TP-Link WA5110G dan D-Link DWL-G700AP.Hasil akhir dari Penelitian adalah ketinggian 50 cm memberikan pancaran sinyal yang lebih baik daripada ketinggian 150 cm dan 210 cm. Selain itu vendor Access Point merk TP-Link WA5110G memberikan pancaran sinyal yang lebih kuat dan stabil dibandingkan dengan merk yang lain. Kata kunci— Receive Signal Strength Indicator (RSSI), Access Point, Wi-Fi, InSSIDer
ANALISIS QUALITY of SERVICE (QoS) JARINGAN INTERNET BERBASIS WIRELESS LAN PADA LAYANAN INDIHOME Anggita Nindya Wisnu Wardhana; Muh. Yamin; LM Fid Aksara
semanTIK Vol 3, No 2 (2017): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.201 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v3i2.3200

Abstract

Penggunaan layanan Internet yang beragam sifatnya secara bebas dapat mengakses semua aplikasi yang ada dalam internet. Penyebabnya bandwidth yang ada telah terambil banyak untuk memenuhi user pertama dan kedua karena untuk melihat video secara online atau download yang membutuhkan bandwidth yang cukup besar, sehingga untuk user ketiga mengalami delay.Salah satu penyedia layanan ISP di Indonesia yang sering digunakan adalah Telkom Speedy dimana saat ini memiliki produk IndiHOME yang menawarkan paket layanan komunikasi dan data seperti telepon rumah, televisi interaktif, dan juga internet. Koneksi internet yang ditawarkan oleh produk IndiHOME berkisar dari 1-100 Mbps dan dapat digunakan oleh pengguna secara nirkabel atau Wireless dalam memenuhi kebutuhannya.Dalam penerapan jaringan berbasis nirkabel harus memiliki sebuah standar layanan atau yang dikenal sebagai Quality of Service. QoS adalah kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan trafik yang melewatinya.Hasil dari penelitian ini merupakan data pengukuran QoS pada layanan IndiHome 10 Mbps yang memberikan kesimpulan bahwa IndiHome 10 Mbps sudah cukup stabil tetapi sangat dipengaruhi oleh gangguan (noise) dimana jumlah pengguna yang sangat banyak dapat menurunkan nilai QoS.Kata kunci—Quality of Service (QoS), IndiHome, Wireless LAN, Wireshark
ANALISIS KINERJA LAYANANJARINGAN INTERNET WIRELESS LAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY OF SERVICE (STUDI KASUS : JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA UHO) Muhammad Irwan Syahib; LM Fid Aksara; LM Bahtiar Aksara
semanTIK Vol 3, No 2 (2017): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.488 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v3i2.3682

Abstract

Penerapan teknologi WLAN harus memiliki sebuah standar atau yang dikenal sebagai QoS(Quality of service).QoS adalah kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan trafik yang melewatinya. Terdapat beberapa parameter yang dipakai untuk menentukan kualitas dari jaringan WLAN di antaranya delay, throughput dan packet loss.Penelitianini menganalisa nilai QoS pada jaringan WLAN Jurusan Teknik Informatika UHO. Pengambilan data dilakukan berdasarkan 3 parameter QoSyaituThroughput, Delay dan Packet Loss dengan 3 skenario pengujian yaitu, Download, Upload dan Streaming.Berdasarkan nilai QoS yang dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa nilai QoS jaringan WLAN pada Jurusan Teknik Informatika UHO sangat buruk sehingga penulis merekomendasikan perbaikan topologi untuk memperbaiki nilai-nilai QoS yang buruk.Setelah uji topologi rekomendasi dapat disimpulkan bahwa nilai QoS topologi rekomendasi yang dihasilkan jauh lebih bagus dibanding nilaiQoS awal pada Jurusan Teknik Informatika. Kata kunci—Download, Quality of Service, Streaming, Upload, Wireless LAN.
IMPLEMENTASI KEAMANAN SERVER PADA JARINGAN WIRELESS MENGGUNAKAN METODE INTRUSION DETECTION AND PREVENTION SYSTEM (IDPS) (STUDI KASUS : TECHNO’S STUDIO) Muhammad Sadam Husain; LM Fid Aksara; Natalis Ransi
semanTIK Vol 4, No 2 (2018): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1150.922 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v4i2.4310

Abstract

The use of computer networks uses the current wireless media that provides significant information that allows others to access the connection because they do not use cables.Techno's Studio is a company engaged in technology and is a company that uses wireless technology as one of the important components in the activities of everyday employees. Therefore, server security issues on wireless networks become very important, because without any security support can lead to system failure and can be a gap in the occurrence of hacking.The IDPS method (Intrusion Detection & Prevention System) is used as an attack detection and prevention system by blocking Internet Protocol (IP) attackers. The results obtained from this research is the use of Snort and IPTables as a server security system on the wireless network successfully overcome the type of attack on ICMP ports, FTP, SSH, TELNET, and HTTP using various tools of attackers such as angry IP scanner, FileZilla, Putty, Mozilla Firefox, and Zenmap.Keywords— Server, Wireless, Intrusion Detection & Prevention System (IDPS), Snort, IPTables DOI: 10.5281/zenodo.1407864
ANALISIS PERBANDINGAN QOS (QUALITY OF SERVICE) PADA MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN METODE PCQ (PER CONNECTION QUEUE) DAN HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) Hardiman Hardiman; LM Fid Aksara; Subardin Subardin
semanTIK Vol 4, No 1 (2018): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2505.597 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v4i1.4035

Abstract

Penggunaan internet secara masal mengakibatkan menurunya performansi jaringan seiring dengan bertambahnya   pengguna jaringan. Cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi penurunan performansi jaringanyaitu dengan melakukan manajemen bandwidth. Manajemen bandwidth sangat penting dalam pengaturan    alokasi  bandwidth    yang  akan  diberikan  kepada  user  untuk menghindari perebutan alokasi bandwidth yang ada di jaringan.Mikrotik memiliki QoS yang digunakan untuk mengatur penggunaan bandwidth secara rasional. Penelitian ini memberikan  perbandingan  pembagian  bandwidth  dengan   dua metode  yang berbeda. Metode yang digunakan adalah Per Connection Queue (PCQ)dan Hierarchical Token Bucket (HTB). PCQ pada queue type adalah salah satu fitur dari MikroTik untuk membantu memanage trafficrate dan traffic packet. Hiearachical Token Bucket (HTB) merupakan jenis aplikasi yang digunakan untuk membatasi akses menuju ke port/IP tertentu tanpa mengganggu trafik bandwidth pengguna lain.Hasil yang didapatkan adalah dapat dilihat bahwa kualitas jaringan dengan menggunakan metode antrian HTB (Hierarchical Token Bucket) lebih optimal, di bandingkan dengan metode PCQ (Peer Connection Queue) hal ini dikarenakan semua client akan mendapatkan kuota bandwidth sesuai dengan rule yang diterapkan pada bandwidth management.Kata kunci— HTB, PCQ, QoS
ANALISA KEAMANAN JARINGAN WLAN DENGAN METODE PENETRATION TESTING (STUDI KASUS : LABORATORIUM SISTEM INFORMASI DAN PROGRAMMING TEKNIK INFORMATIKA UHO) Imam Kreshna Bayu; Muh. Yamin; LM Fid Aksara
semanTIK Vol 3, No 2 (2017): semanTIK
Publisher : Informatics Engineering Department of Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.013 KB) | DOI: 10.55679/semantik.v3i2.3436

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal yang sulit terpisahkan dari kehidupan manusia di era sekarang ini. Salah satu contoh teknologi informasi dan komunikasi tersebut adalah Wireless Local Area Network (WLAN) atau disebut juga teknologi jaringan lokal nirkabel.Penelitian ini menggunakan metode Penetration Testing, yang bertujuan melakukan analisis terhadap sistem keamanan teknologi WLAN yang sudah diterapkan di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. Dalam menganalisa keamanan jaringan WLAN dilakukan dengan metode Penetration Testing dimana bentuk serangan terhadap jaringan disimulasikan, salah satu sistem operasi yang memiliki spesifikasi yang tepat dalam hal tersebut adalah Kali Linux.Hasil penelitian ini menunjukkan keamanan jaringan yang dimiliki oleh jaringan WLAN Laboratorium Sistem Informasi dan Programming Teknik Informatika Universitas Halu Oleo masih memiliki banyak celah untuk dieksploitasi dimana hasil penelitian yang dilakukan bahwa dari empat jenis serangan, hanya satu yang berstatus gagal yaitu pada jenis serangan Cracking the Encryption. Selain itu pada pengujian Attacking The Infrastructure dan Man In The Middle, jaringan WLAN belum memberi keamanan kepada user yang terkoneksi agar tidak mendapatkan gangguan pada saat mengakses layanan internet.Kata kunci— Penetration Testing, Wireless LAN, Kali Linux.