Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KARAKTERISTIK PENGGUNAAN LAHAN KELURAHAN MANGGAR BARU KOTA BALIKPAPAN Agus Fitrianto; Suheriah Mulia Devi; Reny Rachmawati
Jurnal Arsitektur Display Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur Display
Publisher : Display Architecture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.467 KB)

Abstract

Kota Balikpapan berada di pesisir teluk Balikpapan, potensi pertumbuhan ekonomi dan penduduk sangat pesat. Kawasan pesisir kota menjadi kawasan yang paling cepat perubahannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengidentifikasi karakteristik tutupan lahan, kemudian dilanjutkan dengan (2) mengidentifikasi karakteristik pola penggunaan lahan, dan penelitian ditutup dengan (3) mengidentifikasi karakteristik Kawasan tepi air Kelurahan Manggar Baru. Penelitian ini menggunakan alat analisis spasial menggunakan software Arcgis menggunakan data satelit Sentinel 2. Penelitian ini menemukan bahwa pada tepi air, tanaman Mangrove telah menurun sebesar 45% dari total tepi air Kelurahan Manggar Baru. Hal ini dapat mengakibatkan alih fungsi lahan tepi air akan terus terjadi dan permukiman akan mendominasi seluruh kawasan. Kelurahan Manggar Baru menunjukkan terdapat 5 tipe kemiringan lahan yaitu memiliki elevasi 0%-8% yang lebih dari 40% dari total kawasan, kemudian disusul 8%-hingga 15% terdapat 20% dari total Kelurahan Manggar Baru. Klasifikasi pola penggunaan lahan pada Kelurahan Manggar Baru yaitu didominasi oleh permukiman penduduk, kemudian tanaman, yang kedua adalah tambak dan Mangrove yang memiliki area rendah dalam penggunaan lahan.
LANSEKAP LAPANGAN TENIS INDOOR BALIKPAPAN DARI PRESFEKTIF KONTUR, SIRKULASI DAN VISUAL Suheriah Mulia Devi; Ahyar Nuri Huda; Almi Shiddiqqy
Jurnal Arsitektur Display Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur Display
Publisher : Display Architecture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.391 KB)

Abstract

Kota Balikpapan tumbuh menjadi Kota Modern dengan kelengkapan infrastruktur dasar dan infrastruktur penunjang yang bermacam-macam. Kota dituntut untuk memberikan pelayanan infrastruktur yang berkelanjutan dalam aspek infrastruktur jalan, gedung, ruang terbuka hijau hingga infrastruktur transportasi. Pengelolaan yang berkelanjutan ditujukan agar fasilitas yang telah dibangun dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting lapangan Tenis Indoor Balikpapan dalam aspek Analisa tapak dalam arsitektur. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian kualitatif dengan presfektif kontur, sirkulasi dan visual. Penelitian ini menemukan bahwa Lapangan Tennis Indoor Balikpapan memiliki kekuatan dalam memaksimalkan perancangan akses sirkulasi, dan kontur, namun terdapat kelemahan pada aspek visual yaitu tapak tidak memiliki nilai positif visual dari luar dan dari dalam
PERSPEKTIF MASYARAKAT SETEMPAT DALAM MITIGASI BANJIR DI PASAR SEPINGGAN KOTA BALIKPAPAN Suheriah Mulia Devi; Derie Annisa; Maya Agustini
Jurnal Arsitektur Display Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur Display
Publisher : Display Architecture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir sering kali terjadi di Kota Balikpapan pada musim penghujan tiba. Area yang paling sering terpapar banjir salah satunya adalah area Kelurahan Sepinggan Kota Balikpapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif Masyarakat terkait bencana banjir, mitigasi dan adaptasinya. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan kajian literatur. Temuan penelitian ini yaitu perspektif masyarakat tentang penyebab banjir di area sekitar Pasar Sepinggan bervariasi tergantung pada pengalaman lokal dan pengetahuan yang dimiliki. Untuk saat ini tindakan pemerintah fokus ke infrastruktur sedangkan untuk pemahaman ke masyarakat belum sepenuhnya memahami untuk berkontribusi dalam hal menanggulangi banjir di area tersebut.
Gambaran penerapan tanggapan darurat kebakaran di Kantor Desa Bukit Raya Suheriah Mulia Devi; Miyanda Putri Siswanto
Abdimas Siliwangi Vol. 7 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v7i2.21274

Abstract

Fires in the workplace cause quite serious damage, both in terms of material and loss of life. A fire emergency response system in the workplace is very important and needs to be implemented to minimize the potential hazards and risks of fire in the workplace. This study aims to provide an overview of the Implementation of the Fire Emergency Response System at the Bukit Raya Village Office. This study used a qualitative research method by collecting data through interviews with 2 informants consisting of the village secretary and village staff, Bukit Raya village. The results of this study indicate that there is no emergency response system policy in the Bukit Raya village office such as a passive fire protection system and an inadequate active protection system and there is no formation of an emergency response team, evacuation route facilities, evacuation route directions, gathering points and no inspection and maintenance of the active protection system in the form of APAR in the Bukit Raya village office.
Implementasi BIM 5D pada Pekerjaan Beton Bertulang pada Proyek Pembangunan Gedung Tower SSC di Balikpapan Arman Sulfian Dani; Reno Pratiwi; Suheriah Mulia Devi
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1108

Abstract

The calculation of construction cost estimates by planning consultants generally still relies on Microsoft Excel. This conventional method is prone to errors due to inaccuracies in data interpretation and the complexity of building design calculations. Such conditions may result in significant discrepancies, potentially leading to cost overruns. Therefore, a more efficient and accurate approach to cost estimation is required, one that can also present project information comprehensively. This study aims to compare the calculation results of volume and Cost Budget Plan (RAB) for reinforced concrete works between the conventional method used by planning consultants and the Building Information Modeling (BIM) 5D method. The research was conducted as a case study on the SSC Tower Building Project in Balikpapan using Autodesk Revit software to generate BIM-based cost estimates. The results indicate that the difference in volume calculation for reinforcement and concrete works is 0%, and the difference in cost estimation for reinforced concrete works is also 0%. This finding suggests that the BIM 5D method produces results consistent with those of the conventional consultant method. In conclusion, BIM 5D application in cost estimation provides results as accurate as the conventional method, with added advantages in visualization, interactive project information, and efficiency in the decision-making process.
Analisis Keterlambatan Proyek Pembangunan Gudang dengan Precedence Diagram Method (PDM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) Putra Chandra Rachmat Alim; Reno Pratiwi; Suheriah Mulia Devi
Jurnal Talenta Sipil Vol 9, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v9i1.1110

Abstract

Construction project delays are a common issue that significantly affect cost, quality, and completion time. This condition occurred in the construction of the PT Telkom Closed Warehouse in Balikpapan, which was originally planned to be completed within 90 calendar days but experienced a 28-day delay, resulting in a total completion time of 118 days. The delay was mainly caused by weak supervision and the absence of a structured planning method from the beginning. This study aims to analyze critical activities using the Precedence Diagram Method (PDM) and to calculate the probability of project completion using the Program Evaluation and Review Technique (PERT). The analysis results indicate that concrete structure work, wall installation, flooring, roofing, and mechanical-electrical work were identified as critical path activities. In addition, the PERT method provided an overview of the probability of achieving the actual project schedule. The conclusion of this research emphasizes that the application of PDM and PERT can help contractors plan schedules more accurately, reduce the risk of delays, and optimize the use of project resources.
EVALUASI QUANTITY TAKE-OFF DAN ESTIMASI BIAYA BERBASIS BUILDING INFORMATION MODELING PADA STRUKTUR BAWAH JEMBATAN PULAU BALANG Muhammad Rifky Dimiko; Reno Pratiwi; Suheriah Mulia Devi
STORAGE: Jurnal Ilmiah Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/storage.v5i3.9019

Abstract

Ketepatan quantity take-off menjadi bagian penting dalam penyusunan estimasi biaya proyek jembatan karena perbedaan kuantitas yang relatif kecil dapat menghasilkan selisih biaya yang besar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan volume beton, berat penulangan, dan estimasi biaya antara hasil perhitungan konsultan dan quantity take-off berbasis Building Information Modeling pada pekerjaan struktur bawah Proyek Pembangunan Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek. Elemen yang dianalisis meliputi pile cap, abutmen, dan pier. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan studi kasus. Model dikembangkan menggunakan Autodesk Revit 2025 berdasarkan Detail Engineering Design dan gambar penulangan. Model diklasifikasikan setara Level of Development 350 untuk tujuan quantity take-off desain dan divalidasi melalui pemeriksaan bentuk, dimensi, elevasi, material, serta konfigurasi tulangan terhadap dokumen proyek. Volume dan berat material dari model dikalikan dengan harga satuan pekerjaan yang sama dengan perhitungan konsultan. Persentase deviasi dihitung dengan menggunakan hasil konsultan sebagai nilai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan volume beton berbasis BIM sebesar 7.856,61 m³ dan volume konsultan sebesar 7.980,50 m³, dengan deviasi 123,89 m³ atau 1,552%. Berat penulangan berbasis BIM sebesar 1.288.896,49 kg dan hasil konsultan sebesar 1.323.863,47 kg, dengan deviasi 34.966,98 kg atau 2,64%. Estimasi biaya berbasis BIM sebesar Rp106.501.240.602,40, sedangkan estimasi konsultan sebesar Rp108.425.279.653,20. Selisih estimasi mencapai Rp1.924.039.050,80 atau 1,775%. Nilai tersebut merupakan selisih estimasi dan belum menunjukkan penghematan aktual karena belum dibandingkan dengan as-built quantity serta biaya akhir proyek. Hasil quantity take-off BIM juga bergantung pada kelengkapan pemodelan kait, panjang penyaluran, sambungan lewatan, tulangan tambahan, dan elemen konstruktif lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa BIM dapat digunakan sebagai alat verifikasi kuantitas dan estimasi biaya, tetapi hasilnya tetap memerlukan audit model dan pemeriksaan terhadap dokumen teknis.