Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FACTORS AFFECTING THE LACK OF STUDENTS OUTCOMES IN LEARNING ENGLISH AT SMP NEGERI 8 SAMPOLAWA Anggun; Wa Ode Hanafiah; Esa Penilta Amiruddin
Jurnal Akademik FKIP Unidayan Volume 10, Nomor 2, Mei 2022
Publisher : Jurnal Akademik FKIP Unidayan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/fkip.v10i2.1057

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah faktor apa yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa dalam belajar Bahasa Inggris di SMP Negeri 8 Sampolawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa dalam belajar Bahasa Inggris di SMP Negeri 8 Sampolawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif subyek penelitian ini terdiri dari 22 siswa pada kelas VIII. Intrumen yang di gunakan pada penelitian ini adalah panduan wawancara. Analisis data yang di gunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarkan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Inggris berada pada kategori rendah. Ada tiga faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa yang bersumber dari faktor luar yaitu: 1) faktor keluarga, termasuk pendidikan orang tua, hubungan antar angota keluarga, atmosfer dalam rumah dan status ekonomi. 2) faktor sekolah, termasuk strategi guru dalam mengajar, fasilitas dan infrastruktur, hubungan siswa dan guru, tingkat kesulitan materi belajar dan atmosfer dalam kelas. 3) lingkungan termasuk partisipai dalam kegiatan social, hungan dengan tetangga dan teman sekelas.
PROBLEMS AND SOLUTIONS IN TEACHING ENGLISH (A CASE AT SMP NEGERI 1 BAUBAU) Risa Melati; Wa Ode Hanafiah; La Dunifa
English Education Journal Volume 8, Number 2, November 2022
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/e2j.v8i2.1077

Abstract

The problem statements of this research were: (1) what kind of teachers’problems in teaching English at seventh grade of SMP Negeri 1 Baubau; and (2) how do teachers overcome the problems in teaching English at seventh grade of SMP Negeri 1 Baubau. The purpose of the research were: (1) to reveal the kind of teachers problems in teaching English at seventh grade of SMP Negeri 1 Baubau; and (2) to find out the solutions the teachers overcome the problems in teaching English at seventh grade of SMP Negeri 1 Baubau. This research was a qualitative research by applying a qualitative description method. The subjects of this research were ten students of the seventh grade and a teacher of SMP Negeri 1 Baubau. The instruments used were observation, interview, and document study. The technique of data analysis used were data collection, data reduction, data presentation (display data), and conclusion. Based on findings in this research, the result showed that the seventh grade English teacher faced problems when teaching English, they are lack of motivation, lack of vocabulary, lack of time allocation and lack of facility. Based on the problems, teachers took solutions to overcome these problems by creating a pleasant atmosphere, being fun teacher, using song, drama, vocabulary game and code switching, simplifying materials, increasing time allocation, as well as providing facilities in school.
ANALYZING THE LINGUISTIC FEATURES OF ENGLISH TEACHER TALK AT SMP NEGERI 1 BATAUGA Eka Sari; Wa Ode Hanafiah; La Dunifa
Jurnal Akademik FKIP Unidayan Volume 10, Nomor 3, September 2022
Publisher : Jurnal Akademik FKIP Unidayan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/fkip.v10i3.1066

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah apa ciri linguistik dari teacher talk guru bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Batauga? Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan gambaran tentang teacher talk guru bahasa Inggris dan untuk mendeskripsikan jenis teacher talk guru dalam interaksi antara guru dan siswa di kelas. Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan desain deskriptif kualitatif yang menggambarkan dan menganalisis kondisi subjek penelitian yang sebenarnya berdasarkan data yang diperoleh. Subjek penelitian adalah guru bahasa Inggris SMP Negeri 1 Batauga kelas VIII. Data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, dokumen dan wawancara. Data analisis melalui tiga tahapan yang diadopsi dari Miles and Huberman; reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ciri linguistic guru SMP Negeri 1 Batauga di tunjukkan dengan karakteristik linguistic yang sering digunakan oleh guru. Sebagian besar guru menggunakan secara umum dan tag question dan juga lebih banyak menggunakan pengulangan, pertanyaan umum, dan menggunakan penyesuaian linguistik untuk pembicaraan yang dapat dipahami siswa seperti parafrasa dan pengulangan.
AN ANALYSYIS OF SPEAKING ANXIETY BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 1 BAUBAU Wa Ode Hanafiah; Syamsul Una; Riezky Yulanda Putri
English Education Journal Volume 9, Number 1, May 2023
Publisher : English Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/e2j.v9i1.1245

Abstract

The problem statement of this research was what types and factors effecting the english-speaking anxiety of tenth grade students of SMA Negeri 1 Baubau. The objective of this research was to identify what types and factors effecting the speaking anxiety of grade tenth students of SMA Neeri 1 Baubau. This research used the qualitative research design. The subject of this research was the grade tenth students at SMA Negeri 1 Baubau in the odd semester 2022/2023. The data was obtained by observation and interview then was analyzed by the researcher with three steps: data reduction, data display, and draw conclusion or verification. This research found that there were three types and factors that effected the grade tenth students’ speaking anxiety of SMA Negeri 1 Baubau. For types anxiety there were communication apprehension, test anxiety, and fear of negative evaluation. And for factors anxiety, there were afraid of making mistakes, lack of vocabulary, and lack of confident.
Forms and Functions of Indonesian-English Code Switching: A Case Study of Elites in Makassar City Wa Ode Hanafiah
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 5 No. 3 (2022): September
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.712 KB) | DOI: 10.34050/elsjish.v5i3.23155

Abstract

The phenomenon of code switching is one of the many social contexts that can help any interaction with the transition from one language to another. The aims of this research are to find out the general patterns of linguistic configuration and socio-pragmatic functions of Indonesian-English code switching. This research used descriptive qualitative and quantitative and the data were collected from 40 elites of different professions in four different types of interactions; seminars, meetings, dialogues on TV, and chitchats employing a direct observation technique including recording and jotting down, and questionnaires. The result of this research is demonstrated that code switching is a crucial phenomenon for a multilingual society. It plays a significant role in governing the social interaction of the community because it has a very wide spectrum of socio-pragmatic implication which significantly contribute to the lives of man whether as an individual being or as a social one
Edukasi Pentingnya Belajar Bahasa Inggris dan Matematika di Tingkat Sekolah Menengah Pertama dalam Menghadapi Era Globalisasi Maya Nurlita; Nining Syafitri; Wa Ode Hanafiah; Rahmatia Rahmatia; Dian Lestari; Azis Azis; Herlawan Herlawan; Sanaria Maneba; Baharudin Adu; Asti Wahyuni B.
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v2i1.1643

Abstract

Di tengah kemajuan teknologi dan konektivitas global yang semakin berkembang pesat, pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era globalisasi. Bahasa Inggris dan Matematika adalah dua mata pelajaran yang mendominasi dalam kurikulum pendidikan. Bahasa Inggris menjadi bahasa global yang digunakan dalam berbagai konteks, termasuk komunikasi bisnis, teknologi, sains, dan budaya. Sementara itu, Matematika adalah bahasa universal yang digunakan untuk memecahkan masalah, menganalisis data, dan memahami fenomena alam serta teknologi. Kegiatan edukasi pentingnya belajar bahasa Inggris dan Matematika di tingkat sekolah menengah pertama dalam menghadapi era globalisasi di MTsN 1 Buton Selatan telah dilaksanakan pada tanggal 7 September 2023. Kegiatan PkM dihadiri oleh 15 siswa-siswi dan 1 guru kelas. Pelaksanaan kegiatan ini dibuka oleh kepala sekolah mitra yakni kepala MTsN 1 Buton Selatan, dilanjutkan dengan penjelasan materi tentang pentingnya belajar bahasa Inggris dan Matematika. Materi ini diberikan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang tersebut untuk bekal di masa depan. Setelah penyampaian materi, kemudian dibuka sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta terlihat antusias dan aktif selama mengikuti kegiatan hingga akhir kegiatan. Pada akhir kegiatan, peserta mengisi angket yang berisi penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan PkM. Berdasarkan hasil analisis terhadap angket tersebut, diperoleh bahwa sebagian besar peserta menyatakan setuju bahwa pentingya belajar bahasa Inggris dan Matematika dalam menghadapai era globalisasi.
Kampanye Anti-Bullying di SMA: Pendekatan melalui Media Sosial Nining Syafitri; Wa Ode Hanafiah; Rahmatia Rahmatia; Baharudin Baharudin; Sanaria Maneba; Asti Wahyuni B.; Dian Lestari; Baharudin Adu; Sardiana Sardiana; Esa Penilta Amiruddin; Saifullah Saifullah
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v2i1.1649

Abstract

Bullying di sekolah menengah atas (SMA) telah menjadi masalah sosial serius yang berdampak negatif terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan mental siswa. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai bullying melalui kampanye anti-bullying berbasis media sosial. Metode yang digunakan adalah pembuatan konten edukatif dan interaktif di platform seperti Instagram dan TikTok. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang bullying serta partisipasi aktif dalam kampanye. Kampanye ini berhasil membangun solidaritas siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman. Kesimpulannya, media sosial efektif sebagai platform kampanye untuk mengurangi bullying di kalangan remaja.
Menjadi Generasi Emas: Pentingnya Pendidikan di Era Digital Rahmatia Rahmatia; Wa Ode Hanafiah; Nining Syafitri; Baharudin Adu; Sanaria Maneba; Dian Lestari; Baharudin Baharudin; Sardiana Sardiana; Esa Penilta Amiruddin; Saifullah Saifullah
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v2i2.1790

Abstract

Perkembangan era digital yang masif menuntut generasi muda memiliki literasi pendidikan dan teknologi untuk bersaing secara global. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya pendidikan sebagai fondasi meraih peluang yang baik di era digital. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi melalui presentasi power point interaktif, dilanjutkan sesi tanya jawab untuk mendiskusikan tantangan dan solusi penerapan pendidikan berbasis digital. Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme peserta dalam menyimak materi, ditandai partisipasi aktif selama diskusi serta peningkatan kesadaran akan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran. Kesimpulannya, pendidikan di era digital tidak hanya memerlukan penguasaan teknis, tetapi juga pembentukan karakter kritis, kreatif, dan adaptif sebagai pondasi Generasi Emas 2045. Kegiatan ini menjadi stimulus awal bagi siswa untuk memanfaatkan kemajuan digital secara positif guna mendukung keberhasilan pendidikan berkelanjutan.
Pemanfaatan Artificial Intelligence Secara Bijak dalam Penulisan Artikel Ilmiah bagi Mahasiswa Tingkat Akhir Azis Azis; Rahmatia Rahmatia; Wa Ode Hanafiah; Baharudin Baharudin; Artati Iriana; Nety Nety; Nining Syafitri; Hidayat Hidayat
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v3i2.2070

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi telah membawa perubahan signifikan terhadap praktik penulisan ilmiah mahasiswa, khususnya dalam penyusunan kerangka artikel, pengembangan ide, serta penyempurnaan struktur bahasa akademik. Meskipun demikian, penggunaan AI yang tidak disertai pemahaman konseptual dan kesadaran etika akademik berpotensi menimbulkan pelanggaran integritas ilmiah serta melemahkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi AI dan kesadaran integritas akademik mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dayanu Ikhsanuddin dalam memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 dengan melibatkan 20 mahasiswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyadaran mengenai konsep dan batasan AI dalam konteks akademik, pelatihan praktik penggunaan AI sebagai alat bantu penulisan, serta refleksi kritis terhadap hasil yang dihasilkan sistem. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa mengenai fungsi AI sebagai alat pendukung, bukan pengganti proses intelektual, serta meningkatnya kesadaran untuk melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap setiap output yang digunakan dalam karya ilmiah. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa mengabaikan prinsip kejujuran ilmiah dan kemandirian berpikir.
Penerapan Aplikasi ANNASH21 dalam Analisis Naskah Soal untuk Pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah di SD, SMP, dan SMA Desa Siontapina, Kecamatan Lasalimu Selatan Rasmuin Rasmuin; Wa Ode Hanafiah; Rahmatia; Abdurrahman Askois; Baharudin Adu; Sardiana; Nining Syafitri; Sanaria Maneba; Aprilia Dwi Wulandari
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v3i2.2083

Abstract

Ujian akhir sekolah merupakan bagian penting dari proses evaluasi pembelajaran karena hasilnya menjadi salah satu dasar dalam penentuan capaian belajar siswa. Oleh sebab itu, pengelolaan ujian perlu dilakukan secara baik, termasuk dalam penyusunan dan analisis kualitas butir soal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi AnNaSH21 untuk menganalisis naskah soal pada pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah di SD, SMP, dan SMA di Desa Siontapina, Kecamatan Lasalimu Selatan. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi penggunaan aplikasi, serta diskusi dan tanya jawab, dengan melibatkan 22 orang guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif selama proses berlangsung. Berdasarkan hasil angket evaluasi, sebagian besar peserta menilai aplikasi dan materi yang diberikan sangat layak, baik dari aspek kebahasaan, penyajian, maupun manfaatnya dalam mendukung analisis butir soal. Dengan demikian, implementasi aplikasi AnNaSH memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kompetensi guru pada aspek evaluasi pembelajaran, khususnya dalam analisis soal untuk pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah.