Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Agrivet

Respon kualitas hasil tomat cherry (Lycopersicum cerasiforme mill.) terhadap penggunaan teknologi Sonic Bloom dengan berbagai pupuk daun Wuryani, Sri; Herastuti, Heti; Supriyanto, Dedik
Jurnal Agrivet Vol 18, No 1 (2014): (Juni 2014)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v18i1.672

Abstract

The objective of this research was to determine theappropriate foliar fertilizer in the use of Sonic Bloom Technology to the yield quality of tomato cv. cherry (Lycopersivcum cerasoforme Mill.) Split plot design with two factors was set in this experiment. The main plot was Sonic Bloom Technology (with and without Sonic Bloom) and the sub plot was four kinds of foliar fertilizer (Sonic Bloom Fertilizer, Growmore, Bayfolan, Hyponex). The quality parameters observed were number of open stomata, weight and diameter of tomato, color, moisture, content of total sugar and ascorbic acid . The result of this research showed that there was no interaction between Sonic Bloom Technology utilization and foliar fertilizer. Almost all quality parameters showed that treatments of Sonic Bloom are significantly higher than treatments without Sonic Bloom, except for color and moisture. Meanwhile, all quality parameters were not influenced by the kind of foliar fertilizer.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh teknologi Sonic Bloom dan macam pupuk daun terhadap kualitas hasil tanaman tomat cherry. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan lapangan dengan menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Sebagai petak utama yaitu: menggunakan teknologi Sonic Bloom dan tanpa menggunakan Sonic Blom, sedangkan petak anakan yaitu macam pupuk daun terdiri atas pupuk Sonic Bloom, Grow More, Bayfolan, dan Hyponex. Parameter yang diamati meliputi, jumlah stomata membuka, diameter, berat, dan warna buah, kadar air, kadar gula dan kandungan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara penggunaan teknologi Sonic Bloom dan penggunaan berbagai pupuk daun. Semua parameter kualitas menunjukkan hasil yang lebih tinggi dengan menggunakan Sonic Bloom, kecuali untuk warna dan kadar air. Penggunaan macam pupuk daun tidak berpengaruh pada semua parameter kualitas.
Quality response of tomato cherry (Lycopersicum cerasiforme mil ) to the use of Sonic Bloom technology and various foliar fertilizer Sri Wuryani; Heti Herastuti; Dedik Supriyanto
Jurnal Agrivet Vol 20, No 1 (2014): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v20i1.4632

Abstract

The objective of this research was to determine the appropriate foliar fertilizer in the use of Sonic Bloom Technology to the yield quality of tomato cv. cherry (Lycopersivcum cerasoforme Mill.) Split plot design with two factors was set in this experiment. The main plot was Sonic Bloom Technology (with and without Sonic Bloom) and the sub plot was four kinds of foliar fertilizer (Sonic Bloom Fertilizer, Growmore, Bayfolan, Hyponex). The quality parameters observed were number of open stomata, weight and diameter of tomato, color, moisture, content of total sugar and ascorbic acid . The result of this research showed that there was no interaction between Sonic Bloom Technology utilization and foliar fertilizer. Almost all quality parameters showed that treatments of Sonic Bloom are significantly higher than treatments without Sonic Bloom, except for color and moisture. Meanwhile, all quality parameters were not influenced by the kind of foliar fertilizer.Keywords : Sonic Bloom, Foliar Fertilizer, Cherry Tomato
Yields response and quality of Naruto sweet potato (Ipomoea batatas L.) to nitrogen and kalium fertilizer application Siwi Hardiastuti Endang Kawuryan; Heti Herastuti
Jurnal Agrivet Vol 18, No 2 (2012): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v18i2.4652

Abstract

The purpose of this experiment was to determine the best nitrogen and kalium fertilizer dosage to increase yields and quality of sweet potato. The experiment was conducted at Bandongan Kulon, Ngablak, Magelang, Central Java Province during the period of May up to October 2005, on latosol soil and 1,300 m height. A factorial experiment of 3×3 factors was employed, where the treatments were arranged in Randomized Block Design with three replicates. The first factor was nitrogen fertilizer dosage that consisted of three levels, i.e.: 46 kg N/ha equal with 100 kg Urea/ha, 92 kg N/ha equal with 200 kg Urea/ha and 138 kg N/ha equal with 300 kg Urea/ha. The second factor was kalium fertilizer dosage that consisted of three levels, i.e.: 60 kg N/ha equal with 100 kg KCl/ha, 120 kg N/ha equal with 200 kg KCl/ha and 180 kg N/ha equal with 300 kg KCl/ha. The result of the research showed that no interaction between nitrogen and kalium fertilizer dosage on the number of tuber per plant, weight of tuber per plant and weight of tuber per sample, but they increased yields quality significantly. Nitrogen 92 kg/ha and Kalium 180 kg/ha produced the highest sucrose contents, Nitrogen fertilizer 138 kg/ha and Kalium fertilizer 60 kg/ha produced the highest tuber starch, Nitrogen fertilizer 46 kg/ha and Kalium fertilizer 120 kg/ha produced the highest β–karoten.Keywords: Nitrogen, kalium, fertilizer, sweet potato
THE EFFECTS OF LIQUID ORGANIC FERTILIZER VARIOUS AND Trichoderma Sp. ON THE GROWTH AND YIELD OF RED CABBAGE (Brassica oleraceae var. capitata forma rubra L.) Ceria Dika Pertiwi; Heti Herastuti; Susilowati .
Jurnal Agrivet Vol 25, No 1 (2019): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v25i1.4144

Abstract

Red cabbage is one of the vegetables that has a lot of nutrition content and it has a high economic value. This research aims to examine liquid organic fertilizer various and Trichoderma sp. on the growth and yeild of red gabbage (Brassica oleraceae var. capitata forma rubra L.). The research was conducted in May until July 2017 at Weron, Umbulharjo Village, Cangkringan, Sleman. This research used randomized complete block design (RCBD), 4 x 2 with four replications. The first factor was various of liquid organic fertilizer consists four variances: without liquid organic fertilizer, cow urine, bamboo root, and glereside. The second factor was Trichoderma sp. consists two variancese: without Trichoderma sp., and with Trichoderma sp. The observation result was analyzed by using Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The result showed that there were an interaction between liquid organic fertilizer various and Trichoderma sp. on the plant height at 42 days (the days after planting), the leaves number at 42 days (the days after planting), the root lenght, the roots number, and the crop weight of red cabbage. The treatment combination of cow urine and Trichoderma sp. gave the best crop weight compared to other treatments. There was no significant effect on vitamin C and vitamin A content in the red cabbage.Keyword: red cabbage, liquid organic fertilizer, Tricoderma sp.
PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM PUPUK DAUN DAN MEDIA TANAM PADA TANAMAN ANGGREK Dendrobium sp. Lailan Aulia Nadhiroh; Heti Herastuti; Tuti Setyaningrum
Jurnal Agrivet Vol 28, No 1 (2022): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v28i1.6028

Abstract

Anggrek Dendrobium sp. merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sangat popular dan digemari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji interaksi antara macam pupuk daun dengan media tanam, macam pupuk daun yang paling baik, dan macam media tanam yang paling baik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek Dendrobium sp. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Petak Utama (Main Plot) adalah pupuk daun yang terdiri atas empat aras yaitu Gandasil D, Growmore Biru, POC Supra, dan POC Nasa. Anak Petak (Sub Plot) adalah media tanam yang terdiri dari tiga aras yaitu pakis, sabut kelapa, dan batang kayu. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan pupuk daun Gandasil D dengan media pakis memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah akar. Perlakuan macam pupuk daun memberikan hasil yang sama baik pada semua parameter. Penggunaan media batang kayu memberikan hasil terbaik pada parameter panjang akar.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Kotoran Hewan dan Agensia Hayati Istiqomah, Salsabela Allam; Herastuti, Heti; Padmini, Oktavia Sarhesti; Khairunisa, Laras
Jurnal Agrivet Vol 30, No 2 (2024): AGRIVET (In Progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12064

Abstract

Budidaya tomat dengan pupuk kimia tanpa pupuk organik dapat menurunkan produktivitas lahan. Pemupukan kimia secara berlebihan membawa dampak negatif berupa pencemaran tanah sehingga perlu dilakukan pemupukan berimbang dengan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis pupuk kotoran hewan dan agensia hayati dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Metode penelitian lapangan (3 x 3) + 1 kontrol disusun dengan RAKL. Faktor pertama, jenis pupuk kotoran hewan yaitu sapi, kambing, dan ayam masing-masing 20 ton/ha. Faktor kedua, jenis agensia hayati yaitu Trcihoderma sp., Mikoriza, dan PGPR masing-masing 20 g/tanaman. Analisis menggunakan Sidik Ragam taraf 5% dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Untuk membandingkan antara perlakuan dengan kontrol dilakukan Uji Kontras Orthogonal. Terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan jenis pupuk kotoran hewan ayam dengan jenis agensia hayati Mikoriza. Jenis pupuk kotoran hewan ayam memberikan hasil lebih baik pada parameter jumlah daun 21 HST, 28 HST, dan 35 HST; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol. Jenis agensia hayati Mikoriza memberikan hasil lebih baik pada parameter tinggi tanaman; diameter batang; jumlah daun; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol.
PENGARUH APLIKASI BENZYL AMINO PURIN (BAP) DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME Putri, Virga Aulia Nasikhah; Herastuti, Heti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10740

Abstract

Edamame merupakan kedelai hijau yang memiliki biji lebih besar dan rasa lebih manis. Kebutuhan kedelai edamame meningkat setiap tahunnya. Meskipun demikian, besarnya permintaan tidak sebanding dengan produktivitas kedelai edamame sehingga memerlukan upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik dari pemberian konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) menggunakan 3 aras yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan faktor kedua yaitu dosis pupuk bokashi kotoran ayam 7,5 ton/ha, 10 ton/ha, 12,5 ton/ha. Dalam 1 unit percobaan terdapat 10 tanaman dan kontrol sehingga diperoleh 300 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam pada parameter bobot biji dan hasil dalam 1 hektar. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, luas daun 42 HST, dan bobot polong. Perlakuan dosis pupuk bokashi kotoran ayam 10 ton/ha memberikan hasil tebaik pada parameter tinggi tanaman 14 HST, jumlah cabang primer 28 dan 42 HST, dan waktu muncul bunga.
PERTUMBUHAN, HASIL, DAN KUALITAS BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DAN DOSIS PUPUK KOMPOS Rahmawati, Olin; Herastuti, Heti; Wirawati, Tutut
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.11045

Abstract

Produksi bunga matahari (Helianthus annuus L.) yang berkualitas dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara makro dan mikro saat pertumbuhan. PGPR merupakan pupuk hayati yang mengandung bakteri menguntungkan di perakaran tanaman yang dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara. Pengaplikasian PGPR dan pemberian pupuk kompos merupakan upaya untuk meningkatkan produksi bunga potong. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kompos yang paling baik untuk pertumbuhan, hasil, dan kualitas bunga matahari. Percobaan polibag menggunakan metode yang disusun dengan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan di setiap perlakuannya. Faktor pertama yaitu konsentrasi PGPR, terdiri dari tiga taraf yaitu PGPR 5 ml/l, PGPR 10 ml/l, dan PGPR 15 ml/l. Faktor kedua dosis pupuk kompos, terdiri dari tiga taraf yaitu pupuk kompos 10 ton/ha, pupuk kompos 20 ton/ha, dan pupuk kompos 30 ton/ha. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antar perlakuan PGPR dan pupuk kompos. Perlakuan PGPR 10 ml/l memberikan hasil yang baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan lama kesegaran bunga. Perlakuan pupuk kompos 20 ton/ha memberikan hasil yang baik pada parameter jumlah daun, waktu muncul bunga utama, dan bobot 100 biji. Pupuk kompos 30 ton/ha memberikan hasil paling baik pada lama kesegaran bunga.
PENINGKATAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DENGAN PUPUK GUANO DAN MENGATUR WAKTU PEMANGKASAN TUNAS AIR Habibah, Ulyatus Sa’adah Al; Herastuti, Heti; Wirawati, Tutut; Kawuryan, Siwi Hardiastuti Endang
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.13979

Abstract

Produktivitas tomat di beberapa daerah masih cukup rendah karena kesuburan tanah yang semakin berkurang akibat penggunaan pupuk kimia terus menerus dan penerapan pemangkasan pada tomat yang tidak tepat. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengevaluasi dosis pupuk guano serta waktu pemangkasan tunas air yang optimal terhadap hasil tanaman tomat. Penelitian dilakukan pada Maret hingga Juni 2024 di Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Metode percobaan lapangan dibuat dengan menerapkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama ialah dosis pupuk guano dengan tiga tingkat, yakni 25, 30, dan 35 g per tanaman. Faktor kedua ialah waktu pemangkasan tunas air dengan tiga tingkat, yakni 21, 28, dan 35 hari setelah tanam (HST). Data yang didapatkan di analisis dengan memakai Sidik Ragam. Apabila ada pengaruh yang signifikan antar perlakuan, analisis diteruskan dengan uji DMRT pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya kombinasi pupuk guano sebanyak 35 g per tanaman dengan waktu pemangkasan tunas air pada 21 HST menghasilkan performa terbaik pada parameter bobot buah per tanaman serta bobot buah per petak. Pemberian pupuk guano sebanyak 35 g per tanaman juga memberikan hasil yang konsisten baik pada parameter umur muncul bunga pertama, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per hektar dan jumlah buah total. Waktu pemangkasan tunas air pada 21 HST memberikan hasil terbaik pada jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per hektar, dan jumlah total buah.
PENGARUH APLIKASI BENZYL AMINO PURIN (BAP) DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME Putri, Virga Aulia Nasikhah; Herastuti, Heti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10740

Abstract

Edamame merupakan kedelai hijau yang memiliki biji lebih besar dan rasa lebih manis. Kebutuhan kedelai edamame meningkat setiap tahunnya. Meskipun demikian, besarnya permintaan tidak sebanding dengan produktivitas kedelai edamame sehingga memerlukan upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik dari pemberian konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) menggunakan 3 aras yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan faktor kedua yaitu dosis pupuk bokashi kotoran ayam 7,5 ton/ha, 10 ton/ha, 12,5 ton/ha. Dalam 1 unit percobaan terdapat 10 tanaman dan kontrol sehingga diperoleh 300 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam pada parameter bobot biji dan hasil dalam 1 hektar. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, luas daun 42 HST, dan bobot polong. Perlakuan dosis pupuk bokashi kotoran ayam 10 ton/ha memberikan hasil tebaik pada parameter tinggi tanaman 14 HST, jumlah cabang primer 28 dan 42 HST, dan waktu muncul bunga.