Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF THE CLASSDOJO PLATFORM AS E-LEARNING MEDIA AT THE KHALIFAH ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL PALU Saepudin Mashuri; Rosmayanti; Djaid Ahmad
Paedagogia: Jurnal Pendidikan Vol 11 No 2 (2022): PAEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/pdg.Vol11.Iss2.325

Abstract

This study is related to the application of information and communication technology in the field of education, namely the use of digital learning media classdojo in elementary school. This research focuses on how to implement calassdojo as an e-learning medium at the Islamic Elementary School of the Khalifah Palu? Its aim is to reveal the application of classdojo as e-learning platform to digitally shape and monitor behavior and achievement of students in learning. This research uses a qualitative method with a case study approach through data collection techniques; namely: interviews, observations and documentation. The findings of this research indicate that the process of applying classdojo in the learning process for the first class students at Islamic Elementary School of the Khalifah Palu is running well according to the operational standards of this application. The indicators are reflected in students' proficiency in using the classdojo application while participating in e-learning with digital communication tools, such as: undroid, tablet, and account. In addition, through the classdojo application, teachers and parents can control learning activities, behavior and students’ achievements directly on the feature menu that has been made at the planning stage. The use of the classdojo platform received positive responses from teachers, students and parents as well as reflecting the digital literacy culture of students at the Islamic Elementary School of the Khalifah Palu.
Sakaya: Balia Tradition Transformation in The Kaili Tribe Community of Palu, Central Sulawesi Hatta Fakhrurrozi; Saepudin Mashuri; Ilham Dwitama Haeba; Ulfun Khoirotun
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 24, No 2 (2022): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v24i2.17238

Abstract

The social changes of the Palu community after the 2018 disaster affected the values, attitudes, behaviors, and perspectives of some religious groups in society, which in turn forced the Balia tradition to transform as an adaptive step. This qualitative research aims to find the transformation of Balia by using an ethnographic approach. The research location was in the cities of Palu and Sigi. The sample was determined twice using the snowball technique and convenience sampling, which resulted in five respondents. Data was collected using depth interviews and analyzed using triangulation. This study found that Balia has transformed into a new form adapted to the community's needs and demands, called Sakaya. The term Sakaya is intended for someone who can be a medium or a means of communication with supernatural beings. Sakaya is not a colossal ritual but a personal ritual. The transformation occurs in the second aspect of Balia and does not leave the primary aspect. As a result, these rituals have become more effective, efficient, inexpensive, and easily accessible to the public. Another finding of this research is that the function of the Sakaya is extended beyond Balia, which includes economic, social, and political aspects, which makes it more acceptable in the social life of the Kaili tribal community.  Perubahan sosial masyarakat Palu pasca bencana 2018 berdampak pada nilai, sikap, perilaku, dan cara pandang sebagian kelompok agama di masyarakat, yang pada gilirannya memaksa tradisi Balia bertransformasi sebagai langkah adaptif. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menemukan transformasi Balia dengan menggunakan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian berada di kota Palu dan Sigi. Penentuan sampel dilakukan sebanyak dua kali dengan teknik snowball dan convenience sampling, yang menghasilkan lima responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan triangulasi. Kajian ini menemukan bahwa Balia telah menjelma menjadi bentuk baru yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, yang disebut Sakaya. Istilah Sakaya ditujukan untuk seseorang yang mampu menjadi media atau sarana komunikasi dengan makhluk gaib. Sakaya bukanlah ritual kolosal, melainkan ritual pribadi. Transformasi terjadi pada aspek sekunder Balia dan tidak meninggalkan aspek primer. Alhasil, ritual-ritual tersebut menjadi lebih efektif, efisien, murah, dan mudah dijangkau oleh masyarakat. Temuan lain dari penelitian ini adalah bahwa fungsi Sakaya diperluas di luar Balia, yang meliputi aspek ekonomi, sosial, dan politik, yang membuatnya lebih dapat diterima dalam kehidupan sosial masyarakat suku Kaili.
Implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students on Multicultural Insight at State Vocational High School: Implementasi Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila Berwawasan Multikultural di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Hasriani, Hasriani; Alhabsyi, Firdiansyah; Mashuri, Saepudin; Akbar, Alfian; Mudaimin, Mudaimin; Nurmalasari, Nurmalasari
Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/moderasi.Vol5.Iss2.348

Abstract

This project's objective is to create students' character in line with the values ​​of Pancasila which have been inherited since the founding of Indonesia. This field survey using the case study method targets schools that have implemented a uniform independent learning curriculum across all classes Document analysis, observations, and interviews were used as data gathering methods.This research shows that the P5 project at SMKN 1 Palu has successfully promoted multicultural values such as tolerance, empathy, cooperation, and appreciation of diversity among students of different religions and cultures. Students can express their cultural identity and appreciate differences through various activities such as art exhibitions, work performances, and interactive learning in class. This research concludes that the P5 project can effectively strengthen multicultural values for the school environment includes students from various religions and cultures. This study suggests the need for continued support and collaboration between schools, families, communities, and the government to ensure the success of implementing P5 in schools. By synergizing with all stakeholders, we can encourage pupils should participate actively in efforts to maintain harmony of diversity and national resilience of the Indonesian nation.
Analisis Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatkan Pola Kepemimpinan Santri di Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo Kabupaten Sigi Mega Ria; Saepudin Mashuri; Adawiyah Pettalongi
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpe.v2i1.1864

Abstract

Pondok Pesantren memiliki ciri khas yang berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Karena proses pendidikan dan pembelajaran berlangsung jauh lebih lama dibanding sekolah lain pada umumnya. Pondok pesantren juga merupakan wadah untuk melanjutkan pendidikan anak dari lingkungan keluarga serta wadah untuk melatih jiwa kepemimpinan santri melalui organisasi. Oleh karena itu, manajemen organisasi santri yang baik mutlak diperlukan dalam mengelola setiap kegiatan santri baik dalam proses pendidikan formal maupun non formal. Pondok Pesantren Putri Alkhairaat Kampus Madinatul Ilmi Dolo keberadaannya dan tujuan utama adalah langkah antisipasi menanggulangi kesenjangan dan kelangkaan ulama serta kader pemimpin Islam dengan kapasitas keulamaan tataran menengah, khususnya sebagai kader siap pakai di tingkat regional seperti tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Pedesaan. Padahal seperti diketahui posisi kapasitas ulama dan kader pemimpin semacam ini sangat sentral dan strategis dewasa ini dalam ruang lingkup kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai suatu patron sosok kehidupan atau figur panutan dalam masyarakat lapisan menengah ke bawah. Dengan itu keberadan Pondok Pesantren Putri Alkhairaat kampus Madinatul Ilmi Dolo dengan tujuan dan targetnya yang jelas ini, seyogianya perlu diinformasikan secara luas kepada semua pihak agar ada rasa keterpanggilan dan kepedulian untuk menempatkan kehadiran dan kebutuhannya sebagai keperluan kita bersama, tidak diletakkan hanya pada satu pihak sebagai yang paling bertanggung jawab yang pada hakekatnya pengelola pondok adalah hanya sekedar pengemban amanat dan kita bersama adalah pemilik dan penanggungjawab atas eksistensi keberadaannya.(Abd.Manan,2022).
Critical Examination of the School Environment in Terms of Augmenting Motivation Among Students in Junior High Schools in Palu Putri, Aulia; Mashuri, Saepudin; Kahar, M Iksan; Salahudin, Salahudin; Dulumina, Gunawan B
Paedagogia: Jurnal Pendidikan Vol 14 No 1 (2025): PAEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/pdg.Vol14.Iss1.755

Abstract

This study aims to determine whether there is an influence of the school environment on the learning motivation of students at Negeri 9 Palu. The research method used in this study is quantitative. The instrument in this study uses a questionnaire. The research data that has been collected is analyzed with the help of a computer program using statistical product and service solution (SPSS), and the results of the hypothesis test are analyzed using a simple linear regression test. The results of the study show a calculated t value of 7.727> t table 1.986. With a significant value of 0.001 < 0.005. The results of this study can also be seen in the coefficient of determination that the contribution of the influence of the variable (X), namely the school environment, to the variable (Y), namely learning motivation, is 41%. The conclusion of the results of this study shows that there is a significant influence of the school environment on the learning motivation of students in the subject of Islamic Religious Education at SMP Negeri 9 Palu. This finding emphasizes the importance of a supportive and engaging school environment in fostering students' motivation to learn, particularly in subjects like Islamic Religious Education. Future research could explore additional factors that may further enhance learning motivation in this context.
Avoiding Social Discord via Islamic Religious Education Rooted in Multiculturalism Islamic Religious Education Hasra, Ratni; Arief Sah, Moh.; Mashuri, Saefudin; Ubadah, Ubadah
Maharot : Journal of Islamic Education Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/maharot.v9i1.2078

Abstract

This study examines the methods used by Islamic Religious Education teachers to instill multicultural values aimed at preventing social conflict among students at SMA Negeri 1 Sigi. Johan Galtung’s conflict resolution theory and Albert Bandura’s social learning theory act as essential analytical frameworks to comprehend social conflict dynamics and the strategic role of IRE teachers. The study employs a qualitative case study method, gathering data via observation, interviews, and documentation. Data analysis employs the interactive model proposed by Miles and Huberman, with validity assured via triangulation of sources, theories, and methods. The results indicate that Islamic education based on multicultural principles and local knowledge can act as an effective tool not only for avoiding social discord but also for promoting a culture of harmony in a diverse society. This includes thoughtful discussions, incorporating religious values into social settings, fostering a fair educational atmosphere, engaging in interfaith and intercultural initiatives to improve positive interactions among groups, collaborative artistic endeavors that convert conflict into collective creativity, role-playing exercises that prepare individuals for peaceful reactions through practice, enhancing critical thinking and empathy, and demonstrating tolerance along with conflict resolution techniques. Educators engage not just in resolving conflicts (peace-making) but also in promoting a lasting culture of tolerance (peace-building) and ensuring order via inclusive regulations (peace-keeping), serving as role models and supporting inclusive settings (reciprocal determinism). This study provides a model for merging Pancasila values with Islamic education on a national scale and supplies a structure for teaching methods that harmonize religious.
Kesiapan Adopsi Aplikasi Madrasah Land Di Era Metaverse (Studi Difusi Inovasi Pada Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Buol) Hasanah, Suci Uswatun; Mashuri, Saepudin; M. Nur, Mohammad Djamil; Alhabsyi, Firdiansyah
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpe.v2i2.2943

Abstract

Era metaverse merupakan paradigma yang dibangun di atas dasar kecanggihan teknologi dan telah memasuki banyak sektor kehidupan, salah satunya pada sisi pendidikan. Hal ini menuntut sebuah Lembaga Pendidikan harus melakukan transformasi guna memberikan pengalaman pembelajaran yang kreatif dan semakin efektif. Sebagai respon atas perkembangan teknologi sistem informasi tersebut, maka Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama telah mengembangkan suatu produk pendidikan berbasis virtual reality yang diberi nama Madrasah Land. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method menggunakan model convergent parallel. Lokasi penelitian adalah tujuh madrasah dari tingkat Ibtidaiyah hingga Aliyah, baik swasta maupun negeri se-Kota Buol dengan mengambil sampel 36 guru, 7 kepala madrasah, dan 3 pejabat struktural dari Kantor Kementerian Agama Kab. Buol. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan dua metode yaitu data kuantitatif dianalisis dengan regresi berganda menggunakan SPSS 28 For Windows dan data kualitatif dianalisis dengan SWOT yang akan divisualisasikan dengan diagram dan matriks. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial karakteristik inovasi yang berpengaruh secara signifikan hanya Trialability (X4), akan tetapi Secara simultan, karakteristik inovasi berupa Relative Advantage (X1), Compatibility (X2), Complexity (X3), Trialability (X4), dan Observability (X5) pada inovasi aplikasi Madrasah Land berpengaruh secara signifikan pada variabel kesiapan adopsi aplikasi Madrasah Land oleh stakeholder lingkungan Kementerian Agama Kab. Buol, yang juga banyak dipengaruhi oleh mandatory system yang berlaku berdasarkan data informan.
Implementasi Sistem Informasi Manajemen Dalam Meningkatkan Tata Kelola Akademik di MAN Biau Kabupaten Buol P, Sennawati; Nurdin, Nurdin; Mashuri, Saepudin
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpe.v3i2.3145

Abstract

Pendidikan harus diorientasikan pada peningkatan mutu pelayanan agar mendorong semangat belajar peserta didik dan menghasilkan output pendidikan yang bermutu. Dari hal tersebut, dengan pengetahuan lembaga pendidikan telah memunculkan konsep dan strategi baru dalam memberikan layanan pada pengguna jasa pendidikan. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem informasi manajemen (SIM) untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih efektif dan efisien. Pada Fokus Penelitian peneliti meliputi tiga aspek diantaranya : 1) Bagaimana Perencanaan Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Tata Kelola Akademik di MAN Biau? 2) Bagaimana Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Tata Kelola Akademik di MAN Biau? 3) Bagaimana Evaluasi Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Tata Kelola Akademik di MAN Biau? Yang mana penelitian ini ditujukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses perencaaan, pelaksanaan serta evaluasi sistem informasi manajemen dalam meningkatkan Tata Kelola Akademik di MAN Biau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, adapun jenis penelitian ini berupa fenomenologis dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yaitu: 1) Perencanaan Sistem Informasi Manajemen dilakukan pada saat Rapat Kerja tepatnya pada awal tahun ajaran baru yang menghasilkan perencanaan sebagai berikut; Merumuskan Tujuan SIM, Menentukan Sasaran SIM, dan Menentukan Media/aplikasi SIM yang akan digunakan. 2) Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen yang meliputi; Proses implementasi SIM yaitu EMIS, SIMPATIKA, RDM, dan SIMSAPRAS. 3) Evaluasi Sistem Informasi Manajemen berdasarkan penilaian yang berorientasi pada pengukuran tingkat kualitas sistem informasi manajemen meliputi; Akurasi data, Tepat waktu, dan Relevansi data serta faktor pendukung dan faktor penghambat pada penerapan sistem informasi manajemen.
Peran Serta Masyarakat dalam Implementasi Manajemen Partisipatif di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu kalsum, ummi; Rusdin, Rusdin; Mashuri, Saepudin; Mohammad Djamil M Nur
Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Integrasi Manajemen Pendidikan (JIMPE)
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jimpe.v3i2.3189

Abstract

Pentingnya peran aktif masyarakat dalam pendidikan dan menyatakan bahwa masyarakat tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subyek dari pendidikan. Pendekatan manajemen partisipatif yang diimplementasikan di MA Alkhairaat Pusat Kota Palu menunjukkan kepercayaan pada partisipasi aktif dan peran serta masyarakat dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Berkenaan dengan hal tersebut, maka uraian dalam tesis ini berangkat dari masalah Bagaimana peran serta masyarakat dalam implementasi manajemen partisipatif di MA Alkhiraat Pusat Kota Palu? Dan apa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam implementasi manajemen partisipatif di MA Alkhiraat Pusat Kota Palu? Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data pelalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen partisipatif di MA Alkhiraat Pusat Kota Palu membutuhkan keterlibatan aktif dan kolaborasi dari semua pihak terkait. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam implementasi manajemen partisipatif di MA Alkhiraat Pusat Kota Palu memerlukan peningkatan komunikasi dan informasi, pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, kemitraan dengan komunitas lokal dan lembaga sosial, serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya pendekatan manajemen partisipatif yang holistik dan berfokus pada kolaborasi untuk meningkatkan mutu pelayanan akademik dan keberhasilan pendidikan di MA Alkhiraat Pusat Kota Palu.
SPIRITUAL BASE OF PESANTREN FOR BUILDING MULTICULTURAL AWARENESS IN INDONESIA CONTEXT Mashuri, Saepudin; Futaqi, Sauqi; Sulhan, Ahmad
Islam Futura Vol 24 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v24i1.17141

Abstract

This study examines the spiritual base of Pesantren, which is essential in building multicultural awareness. In Indonesia, Pesantren is an Islamic religious education institution emphasizing spirituality's importance. Pesantren is also closely related to various social and religious aspects. This study aims to find a spiritual base and its utilization in building multicultural awareness. This research uses a phenomenological qualitative study with data collection through observation, interviews, and documentation. The research was conducted for 1.5 years, from 2018-2019. Observations were made for a week every month. Interviews were conducted with 16 informants at site A and 13 at site B. Data analysis used a constant comparative model. From the results of the study, there are several significant findings: 1) Kiai's view of the spirituality of Islamic boarding schools related to multiculturalism is based on the monotheism of humanity; 2) Pesantrens have spiritual capital that comes from Sufistic teachings (Sufism) and interacts spirally with multiculturalism; 3) multicultural values are born from spiritual values that are grown and summarised in three categories of values, namely fundamental values, personal values , and social values; and 4) spiritual-multicultural interactions that continue to make students more multicultural competent. Multicultural awareness built through intense spirituality can birth "selfless multiculturalism"; an authentic multicultural attitude.