Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis teknik edukasi untuk meningkatkan keterampilan bantuan hidup dasar pada orang awam: A literature review Mulyati, Pipit Sri; Melastuti, Erna; Wahyuningsih, Indah Sri; Rochmati, Dwi Heppy
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1127

Abstract

Background: Basic Life Support (BLS) skills play a crucial role in emergency situations, such as sudden cardiac arrest and accidents, where timely and appropriate first aid can save lives. Although public awareness of the importance of BLS has increased, many laypeople still lack adequate knowledge and practical skills to perform BLS effectively. Purpose: To formulate effective educational techniques to improve basic life support skills in the general public. Method: A literature review was conducted by searching articles from Scopus, PubMed, and Google Scholar databases using a combination of keywords such as "Basic Life Support education," "CPR training for the general public," "Basic Life Support," "BLS education for the general public," and "non-medical first aid training." The articles analyzed were full-text articles in Indonesian and English, published between 2014 and 2024, specifically addressing BLS educational methods for the non-medical population. Twenty-five articles meeting the inclusion criteria were analyzed using a thematic analysis approach. Results: Educational methods such as lectures, simulations, educational videos, and comic-based media were proven effective in improving BLS skills in the general public. These findings were consistent across various groups, including students, teachers, parents, and the general public, indicating that a structured educational approach can improve community preparedness. Conclusion: Education on basic life support (BLS) skills plays a very important role in increasing community preparedness in dealing with emergency situations, especially cardiac arrest and accidents.   Keywords: Basic Life Support; Education; Lay People.   Pendahuluan: Keterampilan bantuan hidup dasar (BHD) memiliki peran penting dalam situasi darurat, seperti henti jantung mendadak dan kecelakaan, di mana tindakan pertolongan pertama yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan nyawa. Meskipun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya BHD terus meningkat, banyak orang awam masih belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melakukan tindakan BHD secara efektif. Tujuan: Untuk merumuskan teknik edukasi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan bantuan hidup dasar pada orang awam. Metode: Penelitian literature review dengan penelusuran artikel dari basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kombinasi kata kunci seperti “Basic Life Support education”, “CPR training for lay people”, “Bantuan Hidup Dasar”, “edukasi BHD untuk masyarakat awam”, dan “pelatihan pertolongan pertama non-medis”. Artikel yang dianalisis adalah artikel full-text berbahasa Indonesia dan english, diterbitkan dalam rentang waktu 2014–2024, dan secara khusus membahas metode edukasi BHD pada populasi non-medis. Sebanyak 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan thematic analysis. Hasil: Edukasi seperti ceramah, simulasi, video edukasi, dan media berbasis komik telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan BHD pada masyarakat umum. Temuan ini konsisten di berbagai kelompok, termasuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat umum yang menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang terstruktur dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Simpulan: Edukasi tentang keterampilan bantuan hidup dasar (BHD) memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, khususnya henti jantung dan kecelakaan.   Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar; Edukasi; Orang Awam.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PRILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA Muhadi, Rismawati; Melastuti, Erna; Wahyuningsih, Indah Sri
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan Plasmodium yang terdiri dari banyak spesies, namun yang pada umumnya menyebabkan malaria adalah Plasmodium vivas, Plasmodium Falcifarum, Plasmodium Malariae, Plasmodium ovale. Penyakit malaria dituarkan oleh nyamuk Anopheles yang di dalam tubuhnya mengandung Plasmodium. Penyebaran dan endemitas Malaria anagt dipengaruhi oleh keberadaan tempat perindukan nyamuk Anopheles sebagai vektor penular Metode : Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study, dimana penelitian deskriptif hanya memberikan gambaran, sedangkan analitik digunakan untuk mencari hubungan antara pengetahuan dan sikap pasien rawat jalan tentang pencegahan penyait malaria di klinik ASA Enterop Kota Jayapura. . Instrumen penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan Anlisis Univariat dan Analisis Bivariat dengan Uji statistik Chi-squere Hasil: pengetahuan baik terhadap prilaku pencegahan penyakit malaria dengan kategori baik sebanyak 57 responden (54,0%) dan responden yang memiliki pengetahuan sedang terhadap prilaku pencegahan penyakit malaria dengan kategori baik sebanyak 5 responden (8,0%). Sedangkan responden yang memiliki pengetahuan baik terhadap pencegahan penyakit malaria dengan kategori kurang sebanyak 1 responden (4,4%) dan responden yang memiliki pengetahuan sedang terhadap pencegahan penyakit malaria sebanyak 5 orang (5,0%). Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan masyarakat terhadap prilaku pencegahan penyakit malaria.Terdapat hubungan antara sikap masyarakat terhadap prilaku pencegahan penyakit malaria. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, pencegahan penyakit malaria
Improving Verbal Communication in Stroke Patients After Lip Exercise and Blowing Pipe Intervention Suyanto, Suyanto; Kurniawan, Eko; Melastuti, Erna
Media Keperawatan Indonesia Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/mki.8.3.2025.187-192

Abstract

Stroke patients frequently experience verbal communication impairments due to orofacial muscle weakness and reduced respiratory control. These conditions significantly affect their quality of life and social interactions. This study aimed to evaluate the effectiveness of lip exercise and blowing pipe interventions in improving verbal communication among stroke patients. A pre-experimental study with a pre-test and post-test design was conducted at a public hospital's inpatient ward. A total of 21 stroke patients were selected using purposive sampling. The intervention group received a structured program of lip exercise and blowing pipe therapy twice daily for 5 days. Verbal communication ability was measured using the Frenchay Dysarthria Assessment (FDA) scale. Data were analyzed using a paired t-test. There was a significant improvement in verbal communication scores in the intervention group (p < 0.05), while no significant changes were observed in the control group. The combined therapy demonstrated effectiveness in enhancing articulation, breath control, and overall verbal expression. Lip exercise and blowing pipe interventions are effective, simple, and low-cost therapies that significantly improve verbal communication in stroke patients.
PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP NYERI KANULASI ARTERIOVENA FISTULA (AVF) PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS Wahda, Azza Husnu; Sulistyaningsih, Dwi Retno; Melastuti, Erna
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Operasi yang disebut arteriovenous shunt, atau AV shunt, adalah menyambungkan (anastomosis) arteri dan vena pada lengan atau bagian tubuh lainnya untuk memberikan akses ke hemodialisis. Tujuan hemodialisis adalah untuk memperbaiki kelainan biokimiawi darah yang disebabkan oleh fungsi ginjal yang terganggu. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan mesin hemodialisis. Pada pasien yang menjalani prosedur hemodialisis dengan menggunakan kanulasi Arteriovenosa Fistula (AVF), teknik pernapasan yang benar sangat penting karena dapat membantu menjaga kestabilan fisiologis dan mengurangi rasa cemas yang bisa muncul selama prosedur Selain tari nafas panjang tehnik lain yang bisa dilakukan diantaranya adalah kompres dingin Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap nyeri kanulasi Arteriovena Fistula (AVF) pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode Penelitian: Desain yang digunakan adalah Quasi Experimental Design atau eksperimen semu, di mana terdapat kelompok kontrol dengan rancangan menggunakan model Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi yang akan di ambil dalam penelitian yang akan penulis lakukan adalah pasien yang menjalani hemodilisis di RSI Sultan Agung Semarang sebanyak 116 Hasil penelitian: Ada Pengaruh pemberian kompres dingin terhadap nyeri saat kanulasi Arteriovena Fistula (AVF) Pada pasien hemodialisis di RSI Sultan Agung Semarang, hasil p-value sebesar 0,000 < 0,05. Ada perbedaan dalam efektivitas pemberian kompres dingin terhadap nyeri saat kanulasi Arteriovena Fistula (AVF). Kata kunci: kompres dingin, nyeri kanulasi Arteriovena Fistula (AVF)
Hubungan Tingkat Ansietas Terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Miocard Infark Melastuti, Erna
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.119 KB) | DOI: 10.32534/jik umc.v10i1.1968

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Miocard infark merupakan penyakit myocardial ditandai dengan terhambatnya aliran darah di arteri koroner yang menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen sehingga terjadi infark. Serangan infark biasanya diikuti oleh reaksi psikologis seperti ansietas, depresi, dan nyeri dada kardiak karena dapat mengakibatkan terjadinya sekresi kortisol yang diatur oleh cortex di sistem saraf pusat. Metode: Desain penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hubungan tingkat ansietas terhadap skala nyeri diuji nonparametrik dengan uji korelasi Gamma. Hasil:Hasil penelitian menunjukkan 30 responden sebagian besar responden berusia 46 – 55 tahun sebanyak 50,0%, dengan karakteristik pendidikan responden terbanyak SD sejumlah 50,0%. Frekuensi tertinggi tingkat ansietas yaitu cemas ringan dengan jumlah 50,0%, dan skala nyeri yang banyak dirasakan oleh responden yaitu nyeri sedang sejumlah 60,0%. Simpulan: Hasil antara tingkat ansietas terhadap skala nyerimenunjukkan adanya hubungan tingkat ansietas terhadap skala nyeri pasien miocard infark. Kata kunci:Miocard Infark, Tingkat Ansietas, Skala Nyeri
HUBUNGAN SPIRITUAL WELL-BEING TERHADAP STRES PASIEN HEMODIALISIS Kinasih, Puji Setya; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6742

Abstract

Latar belakang: Pasien yang menjalani hemodialisis rentan mengalami stres akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi secara terus-menerus. Spiritual Well-Being berperan penting dalam membantu pasien beradaptasi serta menurunkan tingkat stres selama menjalani terapi jangka panjang. Tujuan: Studi ini menganalisis hubungan spiritual well-being terhadap stres pasien hemodialisis. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Spiritual Well-Being Scale (SWBS)  kuesioner Perceived Stress Scale (PSS). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar responden memiliki spiritual well-being kategori tinggi, serta stres kategori sedang. Hasil analisis menunjukan terdapat hubungan signifikan antara spiritual well-being terhadap stres (p< 0,05) dengan arah korelasi negatif, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi spiritual well-being, maka semakin rendah stres pada pasien hemodialisis. Kesimpulan: Spiritual well-being berhubungan signifikan terhadap stres pada pasien hemodialisis. Intervensi keperawatan yang mendukung aspek spiritual perlu dipertimbangkan untuk membantu pasien mengelola stres selama menjalani terapi.
PENGARUH TERAPI KOMBINASI MOBILISASI DINI DENGAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP NYERI POST OPERASI PADA PASIEN CHOLELITHIASIS Rahmila, Sri Salma; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6827

Abstract

Latar belakang: Nyeri post operasi merupakan masalah yang sering dialami pasien cholelithiasis setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat mobilisasi dini, memperlambat pemulihan, serta menurunkan kenyamanan pasien. Selain terapi farmakologis, perawat berperan penting dalam pemberian intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, salah satunya kombinasi mobilisasi dini dan aromaterapi lemon. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi kombinasi mobilisasi dini dengan aromaterapi lemon terhadap nyeri post operasi pada pasien cholelithiasis. Metode: menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 36 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann–Whitney. Hasil: rata-rata tingkat nyeri kelompok perlakuan menurun dari 3,78 ± 0,428 menjadi 2,28 ± 0,575 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan yang bermakna (p < 0,05) dengan kekuatan efek sangat kuat. Pada kelompok kontrol, perubahan tingkat nyeri tidak bermakna (p > 0,05). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah intervensi (p < 0,05), sehingga terapi kombinasi mobilisasi dini dengan aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri pascaoperasi pada pasien cholelithiasis. Kesimpulan: menunjukkan bahwa kombinasi mobilisasi dini dan aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri post operasi pada pasien cholelithiasis dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.
PENGARUH TERAPI KOMBINASI RELAKSASI AUTOGENIK DAN SLEEP HYGIENE TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN HEMODIALISIS Khusna, Ima Rotul; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6828

Abstract

Latar Belakang: Gangguan tidur merupakan keluhan yang sering dialami pasien hemodialisis akibat akumulasi toksin uremik, ketidaknyamanan prosedur, perubahan ritme aktivitas, dan stres psikologis. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, keseimbangan emosional, dan kualitas hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kombinasi relaksasi autogenik dan sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sebanyak 44 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan terapi kombinasi relaksasi autogenik dan sleep hygiene dua kali seminggu selama 20 menit setiap sesi. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden pada kelompok perlakuan memiliki kualitas tidur buruk (95,5%). Setelah diberikan terapi, kualitas tidur meningkat menjadi kategori baik (86,4%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Pada kelompok kontrol, kualitas tidur tidak menunjukkan perubahan yang bermakna. Kesimpulan: Terapi kombinasi relaksasi autogenik dan sleep hygiene berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pasien hemodialisis, sehingga direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara rutin dalam praktik klinik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SESAK NAPAS PADA PASIEN HEMODIALISIS Mustafiatun, Siti; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i2.6880

Abstract

Latar belakang: Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan keadaan yang berkembang secara bertahap dan menyebabkan fungsi ginjal semakin menurun pengganti ginjal berupa hemodialisis. Salah satu keluhan yang sering dialami pasien hemodialisis adalah sesak napas (dispnea), yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kelebihan volume cairan dan anemia. Studi ini tujuan untuk memahami berbagai faktor yang berkontribusi terhadap sesak napas pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang berpengaruh terhadap gejala sesak napas pada pasien yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini menerapkan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang memanfaatkan  data sekunder dari catatan medis. Terdapat sebanyak  211 pasien yang sesuai kriteria inklusi. Variabel yang dianalisis mencakup Interdialytic Weight Gain (IDWG) sebagai tanda kelebihan cairan dan konsentrasi hemoglobin sebagai penanda anemia. Pengolahan data dilakukan secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hampir semua pasien mengalami sesak napas. Mayoritas responden memiliki kategori IDWG baik, namun masih ditemukan pasien dengan IDWG berisiko. Berdasarkan kadar hemoglobin, sebagian pasien berada pada kategori anemia sedang. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Overload cairan dan anemia berperan penting terhadap sesak napas, sehingga pemantauan IDWG dan manajemen anemia perlu ditingkatkan.