Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH TRIPOD POSITION TERHADAP PERUBAHAN SKOR DYSPNEA PADA PASIEN PPOK DI POLIKLINIK PARU RSU BANYUMANIK 2 SEMARANG Febriani, Nur Indah; Melastuti, Erna; Amal, Ahmad Ikhlasul
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 5, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit kronis progresif yang ditandai dengan hambatan aliran udara dan keluhan utama berupa dyspnea (sesak napas). Dyspnea yang tidak terkontrol dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi sesak napas adalah tripod position, yaitu posisi duduk condong ke depan untuk mengoptimalkan kerja otot bantu pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tripod position terhadap perubahan skor dyspnea pada pasien PPOK di Poliklinik Paru RSU Banyumanik 2 Semarang.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 pasien PPOK yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran tingkat dyspnea dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Modified Borg Dyspnea Scale. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed-Rank Test karena data tidak berdistribusi normal.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden berusia ≥60 tahun (51,4%) dan didominasi laki-laki (71,4%). Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami dyspnea kategori sedang (74,3%) dengan rata-rata skor 3,8 ± 1,6. Setelah diberikan tripod position selama 10–15 menit, sebagian besar responden mengalami dyspnea kategori ringan (68,6%) dengan rata-rata skor menurun menjadi 2,1 ± 1,1. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan tripod position terhadap penurunan skor dyspnea pada pasien PPOK.Simpulan: Tripod position berpengaruh signifikan terhadap penurunan skor dyspnea pada pasien PPOK di Poliklinik Paru RSU Banyumanik 2 Semarang dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan efektif dalam membantu mengurangi sesak napas.Kata kunci: PPOK, Tripod Position, Dyspnea, Modified Borg Dyspnea Scale, Intervensi Nonfarmakologis.
Pengalaman pasien myasthenia gravis yang menjalani therapeutic plasma exchange Wijayanti, Catur; Sulistyaningsih, Dwi Retno; Melastuti, Erna
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.2643

Abstract

Background: Myasthenia gravis is a rare autoimmune neuromuscular disorder that significantly impacts patients' quality of life due to fluctuating muscle weakness and the risk of myasthenic crisis. Therapeutic plasma exchange is one of the primary therapies used to manage acute exacerbations by removing pathogenic antibodies from the circulation. Purpose: To explore the lived experiences of patients with myasthenia gravis undergoing therapeutic plasma exchange from physical, psychological, social, cultural, and spiritual perspectives. Method: A qualitative study using a phenomenological approach was conducted involving nine participants diagnosed with myasthenia gravis who had undergone therapeutic plasma exchange more than once. Data were collected through in-depth face-to-face interviews and analyzed using Husserlian phenomenological analysis. Results: Participants reported physical symptoms including ptosis, diplopia, dysphagia, dyspnea, dysphonia, and limb weakness. During the procedure, common complaints were a sensation of coldness and fatigue, while post-therapy improvements included reduced shortness of breath, clearer voice, improved eyelid function, and increased muscle strength. Conclusion: The experiences of patients with Myasthenia Gravis undergoing Plasma Exchange Therapy are multidimensional. Holistic nursing care that addresses physical, psychological, social, cultural, and spiritual aspects is crucial to support treatment success and improve patient outcomes.   Keywords: Holistic Nursing Care; Myasthenia Gravis; Phenomenology; Patient Experience; Therapeutic Plasma Exchange.   Pendahuluan: Miastenia Gravis adalah gangguan neuromuskular autoimun langka yang secara signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien karena kelemahan otot yang berfluktuasi dan risiko krisis miastenia. Pertukaran Plasma Terapeutik adalah salah satu terapi utama yang digunakan untuk mengelola eksaserbasi akut dengan menghilangkan antibodi patogen dari sirkulasi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien Miastenia Gravis yang menjalani Pertukaran Plasma Terapeutik dari perspektif fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Metode: Studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dilakukan yang melibatkan sembilan partisipan yang didiagnosis dengan Miastenia Gravis yang telah menjalani Pertukaran Plasma Terapeutik lebih dari sekali. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka mendalam dan dianalisis menggunakan analisis fenomenologis Husserlian. Hasil: Partisipan melaporkan gejala fisik termasuk ptosis, diplopia, disfagia, dispnea, disfonia, dan kelemahan anggota tubuh. Selama prosedur, keluhan umum adalah sensasi dingin dan kelelahan, sementara perbaikan pasca-terapi meliputi berkurangnya sesak napas, suara yang lebih jernih, peningkatan fungsi kelopak mata, dan peningkatan kekuatan otot. Simpulan: Pengalaman pasien dengan Myasthenia Gravis yang menjalani Terapi Pertukaran Plasma bersifat multidimensional. Perawatan keperawatan holistik yang menangani aspek fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual sangat penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan hasil pasien.   Kata Kunci: Fenomenologi; Myasthenia Gravis; Pengalaman Pasien; Perawatan Keperawatan Holistik; Terapi Pertukaran Plasma.