Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN MELALUI METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS VIII SMPN 06 NANGA PINOH Suyatmin, Suyatmin; Anggorowati, Kurnia Dyah
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v12i1.3369

Abstract

Abstract: This research aims to improve learning outcomes for physical education, sports and health on Health material, namely the Dangers of Promiscuity, through the Student Team Achievement Division (STAD) Method for class VIII students at SMPN 06 Nanga Pinoh, in particular. The form of this research is classroom action research using a cycle model. The cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The number of class VIII students at SMP Negeri 06 Nanga Pinoh is 26 students. Based on research results from pre-cycle, cycle I and cycle II. In the pre-cycle the percentage of student learning was 17.39% and in the first cycle 30.44% with the number of students categorized as complete being 7 students, in the second cycle 91.30% with the number of students categorized as complete being 24. Increase from pre-cycle to cycle I and cycle II were 13.05% and 60.86%. Based on the research results, it can be concluded that there has been an increase in learning outcomes through the Student Team Achievement Division (STAD) method of learning physical education, sports and health, especially regarding the dangers of promiscuity in class VIII students at SMPN 06 Nanga Pinoh.Keyword : Learning Outcomes, Student Team Achievement Division (STAD) Method Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan meningkatkan hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada materi Kesehatan yaitu Bahaya Pergaulan Bebas.melalui Metode Student Team Achievement Division (STAD) Pada siswa kelas VIII SMPN 06 Nanga Pinoh, Khususnya. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model siklus. siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 06 Nanga Pinoh 26 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dari prasiklus, siklus I dan siklus II. Pada prasiklus persentase pembelajaran siswa 17,39 % dan siklus I 30,44 % dengan jumlah siswa yang masuk kategori tuntas adalah sebesar 7 siswa, pada siklus II 91,30 % dengan jumlah siswa yang dikategorikan tuntas sebanyak 24. Peningkatan dari prasiklus ke siklus I dan siklus II adalah 13,05 % dan 60,86 %. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan meningkatkan hasil belajar melalui  metode Student Team Achievement Division (STAD) pembelajaraan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, khususnya pada materi bahaya pergaulan bebas pada siswa kelas VIII SMPN 06 Nanga Pinoh.Kata Kunci : Hasil Belajar, Metode Student Team Achievement Division (STAD)
MANFAAT BERMAIN UNTUK MENGEMBANGKAN ASPEK SOSIAL DAN EMOSI ANAK USIA DINI Halipah, Siti; Suyatmin, Suyatmin
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v4i1.1958

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang berusia sejak lahir sampai dengan 6 tahun. Anak usia dini memiliki beragam karakteristik salah satunya yaitu sifat egosentris. Dari sifat tersebut dapat menghambat aspek perkembangan sosial emosional. Tidak ada anak yang tidak suka untuk bermain,untuk itu dengan cara bermain anak usia dini dapat mengembangkan aspek sosial emosionalnya. Banyak sekali manfaat bermain untuk perkembangan anak usia dini salah satunya yaitu untuk mengembangkan sosial emosional anak usia dini. Manfaat bermain dalam perkembangan sosial adalah dalam bermain anak ajarkan untuk saling membantu, saling memberi, saling berbagi dan gotong royong selain untuk perkembangan sosial bermain juga bermanfaat untuk perkembangan emosi yaitu dengan bermain anak dapat menyalurkan emosinya seperti senang, sedih,marah, dan kecewa. Anak juga dilatih untuk mengendalikan dirinya dari keinginan sekaligus serana untuk relaxsasi. Dengan bermain anak juga dapat menjalin komunikasi yang baik dengan teman sebaya dan dengan lingkingan sekitar anak.
PENERAPAN MEDIA GAMBAR BERGERAK TERHADAP KREATIVITAS ANAK USIA DINI DI PAUD BUKIT RAYA Aula, Bainatul; Kartini, Kartini; Suyatmin, Suyatmin
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/mkjpaud.v4i2.2460

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi karena bertujuan untuk mengetahui peningkatan : (1) Bagaimanakah perkembangan kreativitas anak sebelum diterapkan media gambar bergerak di PAUD Desa Bukit Raya, (2) Adakah peningkatan kreativitas anak setelah melakukan penerapan media gambar bergerak di PAUD Desa Bukit Raya, (3) Adakah perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan media gambar bergerak di PAUD Desa Bukit Raya.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian dengan menggunakan metode eksperimen jenis penelitian pre eksperimental dengan menggunakan one grup pretest-posttest. Subjek yang di gunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik di PAUD Bukit Raya di Desa Bukit Raya kecamatan Tanah Pinoh Barat. Teknik pengumpulan data di dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan uji normalitas data dan hipotesisi atau uji t dengan rumus Paired Sample t Test.Berdasarkan hasil yang sudah dianalisis dari kelas eksperimen terdapat peningkatan terhadap kreativitas anak sebelum dan sesudah menggunakan media gambar bergerak. Hal ini ditunjukan dari hasil rata-rata nilai pre-test sebesar 11.39 sebelum dilakukannya treatment dan hasil rata-rata nilai post-test sebesar 27.52 setelah dilakukannya treatment. Maka dari hasil analisis tersebut penelitian dapat menyimpulkan bahwa dengan menggunakan media gambar bergerak terdapat peningkatan terhadap kreativitas anak usia dini. Kata kunci : media gambar bergerak, kreativitas anak usia dini
ANALISIS KEBIASAAN BERBAHASA IBU DI RUMAH TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 2 SDN 26 MENTATAI BELOYANG Oktaviana, Oktaviana; Mastiah, Mastiah; Suyatmin, Suyatmin
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i1.1901

Abstract

Abstract: Research faces students' difficulties in using Indonesian and students tend to use their mother tongue at school. The aim of the study was to determine the habits of mother tongue at home and the influence of students' mother language on the use of Indonesian at school. The research method uses a qualitative descriptive analytic approach. The research subjects were grade 2 Public Elementary School 26 Mentatai Beloyang. The object of research is the habit of mother tongue at home on the use of Indonesian in class. Data collection techniques using observation and interviews. Date analysis includes data reduction stage. Presentation of data and drawing conclusions. Checking the validity of data using technical triangulation. The results of research on mother tongue habits on the use of Indonesian in class 2 of Public Elementary School 26 Mentatai Beloyang found that on average students still use their mother tongue a lot during the learning process in class. Students are not used to using Indonesian in communicating or studying, so students are more dominant in using their mother tongue as the language of everyday communication at school. Conclusions from mother tongue habits at home on the use of Indonesian in class 2 0f SD Negeri 26 Mentatai Beloyang that children still use their mother tongue in class.Keywords: Habits, Mother Language, Elementary School Students. Abstrak: Penelitian ini didasari oleh siswa kesulitan dalam penggunaan bahasa Indonesia dan siswa cenderung menggunakan bahasa ibu di sekolah. Tujuan penelitian ini mengetahui kebiasaan siswa dalam berbahasa ibu di rumah dan pengaruh bahasa terhadap penggunaan bahasa Indonesia di sekolah. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian siswa kelas 2 SD Negeri 26 Mentatai Beloyang. Objek penelitian kebiasaan berbahasa ibu di rumah terhadap penggunaan bahasa Indonesia di kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data meliputi tahap reduksi data. Penyajian data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian tentang kebiasaan berbahasa ibu terhadap penggunaan bahasa Indonesia di kelas 2 SD Negeri 26 Mentatai Beloayang diketahui masih rata-rata siswa masih banyak menggunakan bahasa ibu pada saat proses pembelajaran di kelas. Siswa belum terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi maupun belajar, sehingga siswa lebih dominan menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di sekolah. Kesimpulan dari kebiasaan berbahasa ibu di rumah terhadap penggunaan bahasa Indonesia di kelas 2 SD Negeri 26 Mentatai Beloyang bahwa anak-anak masih menggunakan bahasa ibu di kelas.Kata Kunci: Kebiasaan, Berbahasa Ibu, Siswa Sekolah Dasar.
Penggunaan Media Lingkungan Dalam Pembelajaran IPA di Kelas IV SDN 11 Sengkuang Bora Ana, Lusi; Khoiri, Ahmad; Suyatmin, Suyatmin
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 3 No. 2 (2025): MEI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v3i2.3895

Abstract

Abstract: This research is based on the use of Environmental media in science learning. The purpose of the study was to determine the use of Environmental media in science learning in the fourth grade of SDN 11 Sekuang Bora. Research methods using qualitative descriptive qualitative approach. Research subject class teacher and fourth grade students SDN 11 Sekuang Bora. Object of research the use of Environmental media in science learning. Data collection techniques using interviews and documentation. Data analysis includes data reduction, data exposure and conclusion. Checking the validity of data using triangulation techniques. The results obtained that the learning steps using Environmental media that is to explain what material is learned, observation or observe directly what is learned. The learning steps carried out by teachers and students are based on Lesson Plan guidelines used by teachers in using Environmental media. Teachers use Environmental media in science learning such as plants, animals, and rocks around the school in explaining the material to students. The use of Environmental media in science learning is known that fourth grade teachers apply directly in the process of learning science in everyday life by studying the objects studied. Teachers use direct learning methods in introducing the environment to students by observing objects directly. The use of Environmental media in the science learning process has a good impact on students ' interest and knowledge in learning. Keywords: Environmental Media, Learning, Science Abstrak: Penelitian ini didasari oleh penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran IPA. Tujuan penelitian mengetahui penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN 11 Sekuang Bora. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriftif kualitatif. Subjek penelitian guru kelas dan siswa kelas IV SDN 11 Sekuang Bora. Objek penelitian penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, paparan data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian diperoleh bahwa langkah-langkah pembelajaran menggunakan media lingkungan yaitu menjelaskan materi apa yang dipelajari, observasi atau mengamati secara langsung apa yang dipelajari. Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa berdasarkan pedoman RPP yang digunakan guru dalam menggunakan media lingkungan. Guru menggunakan media lingkungan dalam pembelajaran IPA seperti tumbuhan, hewan, dan batu-batuan yang ada di sekitar sekolah dalam menjelaskan materi kepada siswa. Penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran IPA diketahui bahwa guru kelas IV mengaplikasikan secara langsung dalam proses pembelajaran IPA dalam kehidupan sehari-hari dengan mempelajari objek yang dipelajari. Guru menggunakan metode pembelajaran langsung dalam mengenalkan lingkungan kepada siswa dengan mengamati objek secara langsung. Penggunaan media lingkungan dalam proses pembelajaran IPA memberikan dampak yang baik terhadap minat dan pengetahuan siswa dalam belajar. Kata Kunci: Media, Lingkungan, Pembelajaran IPA