Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

INOVASI PEMBUATAN VAS BUNGA DARI KAIN BEKAS SEBAGAI SUMBER POTENSIAL PENDAPATAN MASYARAKAT U Usman; Vivin Fitryani; Muhammad Yamin
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v2i2.805

Abstract

Sampah adalah suatu benda atau bahan yang sudah tidak digunakan lagi oleh manusia sehingga dibuang. Stigma masyarakat terkait sampah adalah semua sampah itu kotor dan menjijikkan sehingga harus dibuang. Namun sebenarnya tidak semua sampah tidak berguna dan menjadi masalah. Jika dikelola dengan baik, ada beberapa jenis sampah yang bisa dimanfaatkan bahkan bernilai ekonomi. salah satunya adalah kain bekas. Sampah dari kain bekas ini dapat dirubah melalui sebuah proses menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat yang diistilahkan dengan upcycle, salah satunya menjadi vas bunga. Tim pengabdian Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Samawa (UNSA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan tujuan untuk menumbuhkan pengetahuan dan pemahaman ibu-ibu dan masyarakat dalam memanfaatkan kain bekas yang tidak terpakai menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat berupa vas bunga. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Badas pada hari Senin, 19 Agustus 2022. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diimplementasikan dalam dua tahapan, yaitu sosialisasi dan penyuluhan serta pelatihan pembuatan vas bunga. Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan punya bekal pengetahuan dan pengalaman yang baik berkaitan dengan kreativitas maka hal ini dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur, sebab produk ini memiliki nilai jual yang tinggi jika diolah melalui sentuhan seni yang baik. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan peluang kepada ibu-ibu dan masyarakat untuk berlatih membuat vas bunga secara tepat dan kreatif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN LIMBAH GELAS AIR MINERAL MENJADI PRODUK KERAJINAN UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Elly Karmeli; Vivin Fitryani; U Usman; Muhammad Jamta; Sri Rohayu
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v3i2.810

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengurangi limbah plastik di daerah Sumbawa khususnya Desa Pungkit Kecamatan Moyo Utara Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2020 dengan cara sosialisasi dan praktek langsung bersama ibu-ibu PKK Desa Pungkit Kecamat Moyo Utara. Proses pembuatan produk ini mulai dari pengumpulan limbah gelas air mineral, penyortiran limbah, pembersihan ring dari badan gelas, pencucian ring, pelilitan ring gelas dengan kawat twister serta penyatuan ring dengan proses anyam sehingga menjadi produk kerajinan yang dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK desa Pungkit untuk meningkatkan perekonomian di tengah Pandemi Covid-19.
STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK DI KABUPATEN SUMBAWA MELALUI PEMBUATAN PAKAN TERNAK MEMANFAATKAN LIMBAH MASYARAKAT S Suprianto; Nining Sudiyarti; U Usman; Andi Saputra; Winda Pratiwi
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v4i1.816

Abstract

Kabupaten Sumbawa adalah salah satu daerah yang memiliki potensi untuk pengembangan peternakan. Pembangunan peternakan merupakan salah satu bagian dari prioritas pembangunan daerah yang pada dasarnya adalah untuk menyediakan pangan yang berasal dari ternak baik kualitas maupun kuantitas. Peningkatan produksi ternak akan berhasil dengan baik, jika ketersediaan pakan dapat dipenuhi secara kualitas dan kuantitas yang tersedia secara kontinyu. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk mengetahui strategi peningkatan pendapatan peternak di Kabupaten Sumbawa melalui pembuatan pakan ternak memanfaatkan limbah masyarakat. Metode yang digunakan menggunakan sosialisasi dan pelatihan dan pendampingan. Penelitian dilaksanakan di Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa pada hari Sabtu, 15 Mei 2021. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukan bahwa limbah tanaman pangan memiliki potensi yang cukup besar sebagai makanan ternak. Berbagai metode yang dapat dilakukan dalam pengolahan bahan pakan, diantaranya silase, amoniasi dan penyusunan konsentrat. meliputi kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan tentang metode penyediaan dan pengolahan pakan bagi peternak dengan optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian yang sangat membantu peternak dalam penyediaan bahan baku pakan alternatif untuk hewan ternaknya. Penggunaan limbah tanaman pangan mempunyai keterbatasan seperti Kurangnya informasi yang bisa diperoleh mengenai teknik pengolahan dan pemanfaatan limbah pertanian, Kurangnya perhatian peternak terhadap ternak kambing dan kesibukan penduduk desa.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MASYARAKAT DALAM BERWIRAUSAHA DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM POTENSIAL DESA S Syafruddin; U Usman; Binar Dwiyanto Pamungkas; Ika Fitriyani; Rosyidah Rachman
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v4i2.819

Abstract

Corona virus adalah kumpulan virus yang dapat menginfeksi sistem pernapasan. covid-19 yang terjadi mulai tahun 2019 telah menyebabkan banyak kematian di beberapa wilayah di dunia termasuk di Indonesia. Salah satu keluhan yang banyak terjadi di tengah masyarakat adalah penurunan pendapatan yang dialami selama masa pandemi covid-19, tidak terkecuali pada masyarakat Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa. Tujuan pengabdian kepada masyarakat agar masyarakat di Kelurahan Brang Biji memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sumberdaya alam potensial yang bernilai ekonomis rendah menjadi produk olahan yang memiliki harga jual tinggi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa pada tanggal 8 November 2021. metode yang digunakan dalam skema pengabdian kepada masyarakat yang meliputi tiga tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil kegaitan pengabdian menunjukan pentingnya kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki sehingga dapat menjadi sumber pendapatan, mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah belimbing wuluh menjadi produk olahan berupa manisan dan masyarakat dapat membangun tempat-tempat usaha pengolahan belimbing wuluh secara mandiri sehingga produk manisan yang dihasilkan dapat dijual ke pasar konsumen
PENGUATAN KARAKTER WIRAUSAHA PADA MASYARAKAT DESA PLAMPANG MELALUI OPTIMASI PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI PRODUK KERAJINAN Subhan Purwadinata; Nining Sudiyarti; U Usman; Vivin Fitryani; K Kurniawansyah
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v3i2.843

Abstract

Sampah menjadi permasalahan kehidupan manusia. Padahal selain dampak negatif yang ditimbulkannya, sampah memiliki potensi untuk menghasilkan banyak keuntungan. Sampah memiliki peluang untuk dimanfaatkan dan bernilai ekonomi ketika paradigma masyarakat tentang sampah diubah dari yang awalnya hanya menganggap sampah sebagai sisa yang tidak berguna menjadi produk kerajinan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Plampang Kecamatan Plampang pada tanggal 14 September 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter wirausaha pada masyarakat melalui optimasi pengolahan sampah menjadi produk kerajinan. Indikator ketercapaian program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah yang tidak berguna menjadi produk kerajinan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT CEGAH COVID-19 MELALUI PEMBAGIAN MASKER DAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI KELURAHAN BRANG BIJI SUMBAWA Subhan Purwadinata; A Ambarwati; Vera Agustia Pratiwi; Elly Karmeli; U Usman
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v5i1.960

Abstract

Di masa pandemi Covid-19 ini, kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan masih rendah, termasuk masyarakat di kawasan urban perkotaan yang minim pemahaman terhadap masalah kesehatan. Diperlukan adanya tindakan yang dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat guna mencegah penyebaran covid-19. Langkah penyelesaian terhadap permasalahan tersebut salah satunya dalam bentuk program pemberdayaan maka Universitas Samawa Sumbawa Besar melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (KKN-GNRM) dengan memberdayakan masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama mahasiswa KKN-GNRM ini dilakukan dalam bentuk pemberdayaan kepada kelompok masyarakat yang kesadarannya terhadap protocol kesehatan masih rendah. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dengan diskusi, tanya jawab dan ceramah serta secara langsung melalui tahapan perencanaan program, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan yaitu melakukan pembagian masker sambil memberikan pencerahan dalam bentuk ceramah kepada masyarakat dan diskusi terkait Covid-19 dan diskusi bersama masyarakat mengenai lokasi penyemprotran disinfektan yang paling efektif agar dapat mengurangi potensi penularan Covid-19. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan dalam bentuk pembagian masker dan penyemprotan desinfektan kepada masyarakat memberikan dampak terhadap terputusnya mata rantai penyebaran covid-19 dan terbukti adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam melakukan isolasi, deteksi dini dan melakukan proteksi dasar yaitu melindungi diri dan orang lain. Ada peningkatan kesadaran untuk sering mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau menggunakan hand sanitizer di masa pandemic ini, menggunakan masker dan tidak menyentuh area muka sebelum mencuci tangan, serta menerapkan etika batuk dan bersin dengan baik.
ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SEPEDA MOTOR SCOOPY DI PT. ASTRA MOTOR SUMBAWA BESAR Nia Kurniasih; I Nyoman Sutama; U Usman
Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Ekonomi & Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jeb.v11i3.1411

Abstract

This study aims to analyze the level of demand elasticity regarding changes in the price of Honda Scoopy motorbikes at PT. Astra Motor Sumbawa Besar 2017-2021. Type of this study was a descriptive with a quantitative approach, namely the study that aims to describe the elasticity of demand for changes in the price of Honda Scoopy motorbikes at PT. Astra Motor Sumbawa Besar that occur as they are, supported by data in the form of numbers generated from actual conditions. In this study, the data used was obtained from sales reports documents for Honda Scoopy motorbikes at PT. Astra Motor Sumbawa Besar 2017-2021. The data collected was analyzed using the concept of elasticity of demand which was calculated based on the value of the demand elasticity coefficient to determine the impact of price increases on demand for Honda Scoopy motorbikes at PT. Astra Motor Sumbawa Besar 2017-2021. The results of this study showed that the level of elasticity of demand for Honda Scoopy motorbikes at PT. Astra Motor Sumbawa Besar 2017-2021 was in the elastic category. This can be known based on the value of the demand elasticity coefficient for Honda Scoopy motorbike at PT. Astra Motor Sumbawa Besar in 2017-2021 is greater than 1 (e > 1). This result means that every 1 percent change in price, it will cause a change in quantity demanded of more than 1 percent.