Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Pengawasan dan Komunikasi Interaktif Terhadap Upaya Meningkatkan Disiplin Taruna Amirullah Amirullah; Sahar Saleh; Sandy Wahyu Purnomo; Henni Sutryani
Alignment:Journal of Administration and Educational Management Vol 5 No 1 (2022): Alignment:Journal of Administration and Educational Management
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/alignment.v5i1.3833

Abstract

This study aims to analyze the influence of supervision, communication, and both on cadets' discipline at the Marine Science Training and Education Center (BP2IP) Tangerang. This study used a descriptive-analytical method, the population in this study were all cadet students at BP2IP Tangerang, Banten. This research data use three variables, namely: supervision (X1), communication (X2), and discipline development (Y). The results of this study indicate that the supervision variable carried out by the Tangerang Shipping Science Education and Training Center has an achievement level of 75.10%, the communication variable has an achievement level of 71.93%, and the discipline coaching variable has an achievement level of 75.56%. In conclusion, the supervision, communication, and discipline development for cadets at the Shipping Science Education and Training Center (BP2IP), Tangerang, has a significant effect. It has been carried out well by the Tangerang Shipping Science Training and Education Center.. Keywords: Discipline, Communication, Supervision, Youth.
Pengaruh Pengetahuan, Pengawasan dan Kelengkapan Sarana Pengelolaan Sampah Awak Kapal terhadap Perilaku Pencegahan Pencemaran Laut di Pelabuhan Nursyamsu Nursyamsu; Ade Mardani Putra; Astri Kustina Dewi; Henni Sutryani
Quantum Teknika : Jurnal Teknik Mesin Terapan Vol 4, No 1 (2022): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jqt.v4i1.15696

Abstract

In Indonesia, marine pollution is a common problem. Ship personnel operating in ports often contribute to marine pollution. This study aimed to determine the impact of crew behavior in relation to the prevention of marine pollution on their knowledge, supervision, and completeness of their waste management facilities. The methodology of this research is quantitative. With the help of SmartPLS version 3.0, the analysis used in this work takes a structural approach to the Equation Model. A total of fifty crew members who participated in the study were randomly selected from the pool of participants. In addition, participants in this study were randomly selected by distributing questionnaires to the crew at Merak Harbor. According to research findings, the behavior of seafarers in preventing marine pollution in ports is influenced by their knowledge, supervision, and quality of infrastructure.
Penggunaan Peralatan Navigasi untuk Menghindari Terjadinya Kecelakaan Kapal Henni Sutryani; Astri Kustina Dewi; Isnanto Ramadhan Wibowo
Journal Marine Inside Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.324 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v3i1.28

Abstract

Penggunaan peralatan navigasi sejatinya rutin dilakukan oleh seorang mualim jaga ketika melaksanakan tugas penjagaan di anjungan. Kecelakaan kapal dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya adalah kurangnya optimalnya mualim jaga mengoperasikan peralatan navigasi di atas kapal ketika kondisi atau situasi jarak pandang bernavigasi buruk. Penggunaan peralatan navigasi harus dilakukan dengan pengetahuan seorang perwira jaga mengenai peralatan navigasi, serta pengetahuan akan aturan-aturan COLREG 1972 sehingga perwira jaga dapat menghindar dari terjadinya kecelakaan kapal dalam situasi dan kondisi apapun. Adapun waktu dam tempat penelitian ini adalag pada saat praktek laut (PRALA) di atas kapal. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan data primer yang mana diperoleh langsung dari observasi/pengamatan pada saat melaksanakan tugas jaga di atas kapal, mendokumentasikan pada saat penjagaan di atas kapal dan melakukan wawancara dengan mualim jaga pada saat melaksanakan tugas jaga di anjungan. Dan data sekunder yang diperoleh dari data yang sudah ada di atas kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwira jaga memahami penggunaan alat navigasi untuk mengantisipasi kecelakaan namun belum bisa melakukan perawatan peralatan navigasi dengan optimal. Tindakan perwira jaga sesuai dengan aturan 8, 9, dan 19 COLREG 1972.
IMPLEMENTASI SISTEM REMUNERASI BADAN LAYANAN UMUM PADA POLITEKNIK PELAYARAN BANTEN Adnan; Amirullah; Henni Sutryani; Vidiana Anggeranika
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i1.59

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana implementasi sistem remunerasi Badan Layanan Umum di Politeknik Pelayaran Banten dengan menggunakan teori implementasi yang dikembangkan oleh George Edward III. Pemberian remunerasi ini didasarkan pada capaian kinerja (Key Performance Indicator), yakni dengan menandatangani kontrak kinerja. Jika remunerasi diterapkan dengan benar, diharapkan para pegawai akan meningkatkan kinerjanya sehingga pelayanan terhadap masyarakat akan meningkat menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini antara lain, dalam menerapkan sistem remunerasinya Politeknik Pelayaran Banten telah melakukan langkah-langkah seperti: menyusun tim penyusun remunerasi, penetapan kelas jabatan, penetapan penilaian kinerja perorangan dan proses pencatatan dan pembayaran remunerasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa realisasi kontrak kerja dalam implementasi sistem remunerasi di lingkungan Poltek Pelayaran Banten merupakan hal utama yang perlu dilaksanakan. Mengingat penilaian kinerja dalam remunerasi didasarkan pada capaian kerja masing-masing karyawan dan dosen. Mengoptimalkan komunikasi melalui media yang mudah diakses seluruh dosen dan karyawan untuk sosialisasi terkait remunerasi baik melalui penyampaian saat apel pagi dan melalui media whatsapp group pegawai. Sosialisasi kebijakan BLU yang mudah diakses para dosen dan karyawan, memberikan kemudahan pada sumber daya manusia di lingkungan Poltek Pelayaran Banten untuk memahami kebijakan remunerasi secara lebih baik. Sedangkan Peningkatan koordinasi antar bidang dan kesesuaian disposisi di Politeknik Pelayaran Banten diperlukan untuk menunjang komunikasi dua arah sebagai landasan efektivitas implementasi sistem remunerasi dalam lembaga agar selalu terjadi kesesuaian antara disposisi yang diberikan dengan nota kebijakan sistem remunerasi BLU.
Analisis tubrukan KM Leuser saat proses olah gerak labuh jangkar di Teluk Lamong Nursyamsu; Tumanggor, Arief Hidayat; Sutryani, Henni; Anggeranika, Vidiana; Agustien, Puspa Gina
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.126

Abstract

Insiden tubrukan kapal masih menjadi salah satu permasalahan serius dalam keselamatan pelayaran, khususnya pada perairan sempit dan area labuh jangkar dengan lalu lintas padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya tubrukan KM Leuser saat proses olah gerak labuh jangkar di Teluk Lamong, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer berupa wawancara dengan nakhoda dan awak kapal serta observasi langsung, dan data sekunder berupa dokumen, berita acara, serta literatur terkait keselamatan pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insiden tubrukan dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor alam berupa arus dan angin kencang, serta faktor human error yang meliputi perencanaan pelayaran yang kurang optimal dan pengambilan keputusan saat olah gerak. Selain itu, kondisi kepadatan area labuh jangkar turut memperbesar risiko terjadinya tubrukan beruntun. Penelitian ini menekankan pentingnya perencanaan olah gerak yang matang, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi yang efektif dengan pihak terkait untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan referensi dalam upaya peningkatan keselamatan pelayaran, khususnya pada proses labuh jangkar di perairan sempit. Ship collision incidents remain a critical issue in maritime safety, particularly in narrow waters and congested anchorage areas. This study aims to analyze the contributing factors to the collision involving KM Leuser during anchoring maneuver operations in Lamong Bay, Surabaya. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing primary data obtained through structured interviews with the ship’s master and crew, as well as direct onboard and situational observations. Secondary data were collected from official incident reports, logbooks, regulatory documents, and relevant maritime safety literature. The findings reveal that the collision was primarily influenced by two major factors: environmental conditions, notably strong currents and high wind intensity, and human factors, including suboptimal voyage planning and inadequate decision-making during maneuvering operations. Additionally, high traffic density within the anchorage area significantly increased the likelihood of chain-reaction collisions. This study underscores the importance of comprehensive maneuvering and anchoring planning, enhancement of seafarers’ competence, and effective coordination with port authorities and related stakeholders. The results are expected to provide practical insights for improving navigational safety and risk mitigation during anchoring operations in narrow and congested waters.
Ship Anchoring Management Process In Guide Services Sutryani, Henni; Purnaningrarti, Indah; Octavitri, Yollanda; Kusharyanto, Kusharyanto
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition April - June 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The port is the first link and gateway in a logistics distribution between countries and islands. By using ports, logistics distribution becomes faster and more efficient than being done through flight paths which require relatively more expensive costs and require more land. The port will connect several modes of transportation and several parties involved in the logistics management of goods. Every form of entry and exit of goods through the port must follow the procedures and SOPs applicable within the area. One procedure that has an important influence is the regulation on the management of Ship Anchoring in a port. Ship Anchoring Management is an activity to regulate the traffic of ships that will unload and / or load in a port. The Ship Anchoring management process is also an important process that deserves attention because the process is a process that will connect directly the land, namely the port with the ocean, namely ships. All forms of bureaucracy will be carried out by supervisory officers, namely Syahbandar and port management. The bureaucracy involves official and legal complete information and information about goods or cargo to be transported or unloaded on ships or to ports. With the management of Ship Anchoring, of course, all guide service activities afterwards will be carried out systematically and regularly. The ship's docking management process on ships will also affect the loading and unloading time by stevedoring companies (PBM), warehousing rental time, and other costs in the form of operational loading and unloading activities. This study uses data analysis, namely the Analysis Hierarchi Process (AHP) with respondents in the form of informants from the Indonesian port of Tanjung Priok, related Syahbandar parties, field officers, and stevedoring company managers. With the AHP method, it will produce a priority scale of several problems found from collecting facts in the field. This study produces the most influential party of the problem of ship anchoring management in a ship that will dock at Tanjung Priok port, namely by the Tanjung Priok Port Syahbandar, while the factors that cause these problems are law enforcement factors and rules that apply when carrying out ship anchoring management at Tanjung Priok Port Jakarta.
Optimalisasi Olah Gerak Kapal dalam Pelayaran menghadapi Cuaca Buruk di Kapal Sutryani, Henni; Rikardo, Dapid; Galib, Ihsan
Journal Marine Inside Vol 4. No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.554 KB) | DOI: 10.62391/ejmi.v4i1.43

Abstract

Kemampuan olah gerak kapal dalam menghadapi cuaca buruk diperlukan untuk menjaga keselematan crew dan juga kapal. Pengetahuan, pengalaman, persiapan, serta pengaturan optimalisasi dari crew dan peralatan sangat diperlukan untuk mengolah gerak kapal dalam menghadapai cuaca buruk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata terutulis dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data menggunakan wawancara langsung terhadap subyek, data tertulis, dan observasi langsung di kapal. Hal ini akan meningkatkan kemampuan dalam bernavigasi saat menghadapi cuaca buruk di kapal. Praktek layar yang dilakukan penulis di kapal MV. Tanto Bersama mengenai upaya meningkatkan kemampuan bernavigasi dalam menghadapi cuaca buruk terjadi selama praktek layar. Pembahasan yang dibahas dalam kaya ilmiah terapan ini adalah Nahkoda memberikan pengarahan secara berkala terhadap para mualim dalam menghadapi cuaca buruk, mengenal karakter dan kemapuan kapalnya. Pekerjaan yang dilakukan mualim setelah mendapatkan arahan dari nahkoda. Crew yang diberi tugas oleh mualim saat terjadinya cuaca buruk yang dihadapi oleh kapal. Hal ini membuat gerak kapal menjadi optimal dan bahaya yang ditimbulkan menjadi lebih kecil dan terhindarnya dari kerusakan kapal. Simpulan yang dapat diambil adalah pengetahuan awak kapal dan kurangnya drill dalam mengolah gerak kapal saat cuaca buruk dapat mengakibatkan perbedaan pengetahuan, keterampilan terhadap awak kapal dan juga dapat menimbulkan bahaya terhadap awak kapal dan kapal. Adapun saran penulis adalah selalu diadakannya pengarahan, pelatihan atau drill terhadap seluruh awak kapal dalam menghadapi cuaca buruk.