p-Index From 2021 - 2026
0.817
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Marine Inside
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN BUKU PELAUT DI KANTOR KESYAHBANDARAN UTAMA TANJUNG PRIOK. Susiarni Magdalena; Arief Hidayat Tumanggor; Ageng Premadi; Asnawi; Boedi Prihandono; Fauhidzi Zulistian; Vania Prada Anindya
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i2.94

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah faktor kunci dalam memastikan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelayanan buku pelaut online di Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok selama 10 bulan menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil penelitian menunjukkan nilai IKM tertinggi pada prosedur pelayanan dan kepastian biaya, masing-masing sebesar 3,66 (sangat baik). Sebaliknya, nilai IKM terendah terdapat pada tanggung jawab petugas dalam pembatasan kuota berkas, yaitu 2,94 (baik). Rata-rata nilai IKM adalah 3,44 dengan konversi 86,03 (sangat baik). Temuan ini menunjukkan prosedur pelayanan sudah jelas dan memadai, namun peningkatan masih diperlukan pada aspek tanggung jawab petugas.
Digitalisasi Layanan Tiket Di Pelabuhan Merak: Analisis Implementasi, Dampak, Dan Evaluasi Statistik Terhadap Efisiensi Operasional Fauhidzi Zulistian; Syairi Anwar; Rahmat Santoso; Yollanda Octavitri
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.172

Abstract

Digitalisasi layanan tiket penyeberangan menjadi instrumen penting dalam peningkatan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan transportasi laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi sistem tiket digital di Pelabuhan Merak serta menganalisis pengaruhnya terhadap kecepatan pelayanan, kepuasan pengguna, dan efektivitas operasional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 210 responden pengguna jasa penyeberangan Merak–Bakauheni. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan observasi waktu antrean, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, analisis faktor eksploratori, korelasi Pearson, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tiket digital secara nyata mampu mempercepat proses pelayanan, mengurangi waktu antrean, serta meningkatkan akurasi data manifest dan transparansi layanan. Variabel kemudahan penggunaan, keandalan sistem, dan kecepatan layanan terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan kecepatan layanan sebagai faktor dominan. Meskipun demikian, keterbatasan infrastruktur jaringan dan variasi tingkat literasi digital pengguna masih menjadi tantangan dalam implementasi layanan digital secara optimal. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola pelabuhan dan pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi penguatan layanan digital penyeberangan yang inklusif dan berkelanjutan. The digitalization of ferry ticketing services has become a critical mechanism for improving operational efficiency and service quality in maritime transportation. This study aims to evaluate the implementation of a digital ticketing system at Merak Port and examine its effects on service speed, user satisfaction, and operational effectiveness. A quantitative approach was employed by involving 210 ferry passengers on the Merak–Bakauheni route. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and queue-time observations, and analyzed using validity and reliability tests, exploratory factor analysis, Pearson correlation, and multiple linear regression. The findings indicate that digital ticketing significantly enhances service efficiency by reducing queue times, improving manifest data accuracy, and increasing service transparency. Ease of use, system reliability, and service speed were found to have a significant influence on user satisfaction, with service speed emerging as the most dominant factor. However, limitations related to network infrastructure and varying levels of digital literacy among users remain key challenges. This study provides practical insights for port operators and policymakers in developing inclusive and sustainable digital ferry service strategies.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN SDM NAUTIKA GENERASI Z DI POLTEKPEL BANTEN Henni Sutryani; Yollanda Octavitri; Susiarni Magdalena; Fauhidzi Zulistian
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) nautika Generasi Z di Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi, hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan dan kurikulum, lingkungan akademik dan sosial, teknologi dan digitalisasi, serta motivasi dan pengembangan diri berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kapasitas operasional taruna/i. Secara spesifik, faktor pendidikan dan kurikulum memberikan kontribusi positif dengan koefisien regresi sebesar 0,244. Angka ini mengindikasikan bahwa relevansi kurikulum, penerapan metode pembelajaran kolaboratif, serta keselarasan materi ajar dengan kebutuhan industri maritim merupakan elemen krusial dalam membentuk kemampuan profesional taruna/i. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan sejumlah strategi optimalisasi pengembangan SDM maritim Generasi Z. Strategi tersebut meliputi modernisasi sistem pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan industri, penguatan kolaborasi lintas akademik, penciptaan iklim pendidikan yang suportif dan kompetitif, pemanfaatan teknologi secara produktif di bawah bimbingan instruktur, serta penguatan program karakter, kepemimpinan, dan etika profesional. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan strategis bagi institusi pendidikan maritim dalam mencetak SDM Generasi Z yang kompeten, berdaya saing, dan adaptif terhadap dinamika pelayaran modern.   This study aims to analyze the determinant factors influencing the competency development of Generation Z nautical Human Resources (HR) at the Maritime Polytechnic of Banten (Poltekpel Banten). Employing a quantitative approach with regression analysis, the research reveals that education and curriculum, the academic and social environment, technology and digitalization, along with motivation and self-development, significantly affect the enhancement of the cadets' operational capacities. Specifically, the education and curriculum factor provides a positive contribution with a regression coefficient of 0.244. This figure indicates that curriculum relevance, the application of collaborative learning methods, and the alignment of learning materials with maritime industry demands are crucial elements in shaping the cadets' professional abilities. Based on these findings, the study formulates several optimization strategies for developing Generation Z maritime HR. These strategies include modernizing industry-oriented learning systems, strengthening cross-academic collaboration, creating a supportive and competitive educational climate, utilizing technology productively under instructor guidance, and reinforcing character, leadership, and professional ethics programs. Ultimately, these findings are expected to serve as a strategic foundation for maritime educational institutions in producing competent, competitive, and adaptive Generation Z human resources capable of navigating the dynamics of the modern shipping industry.
The Influence of port concession schemes on the performance of port business entities in Indonesia: A systematic literature review Fauhidzi Zulistian; Syairi Anwar; Rudi Harun Irwansyah; Rahmat Santoso
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.228

Abstract

Port concession schemes have emerged as a primary policy instrument for the Indonesian government to accelerate infrastructure development, enhance operational efficiency, and stimulate private sector participation in the maritime sector. Following the enactment of Shipping Law No. 17 of 2008, Indonesia's port governance transitioned from a service port to a landlord port model, wherein Port Authorities act as regulators while Port Business Entities (Badan Usaha Pelabuhan/BUP) operate facilities via concession agreements. Despite the widespread adoption of these arrangements, their actual impact on port performance, investment realization, and service quality remains contested. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) to evaluate the influence of concession schemes on BUP performance in Indonesia. Drawing on scientific journals, regulatory documents, and international publications, the analysis reveals that concessions generally foster infrastructure modernization, operational efficiency, and service competitiveness. However, significant hurdles persist, including regulatory ambiguities, disputes over concession durations, asset transfer complexities, tariff determinations, and institutional friction. Ultimately, the findings indicate that the success of port concessions extends beyond contractual terms, demanding robust governance, regulatory consistency, and performance-based monitoring. This paper concludes with strategic recommendations to refine concession policies, thereby securing the long-term competitiveness and sustainability of Indonesian ports.   Skema konsesi pelabuhan kini menjadi salah satu kebijakan andalan pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan efisiensi operasional, dan menarik keterlibatan sektor swasta di industri maritim. Sejak disahkannya UU Pelayaran No. 17 Tahun 2008, sistem tata kelola pelabuhan kita beralih dari model service port ke landlord port. Dalam sistem ini, Otoritas Pelabuhan berperan sebagai regulator, sedangkan fasilitasnya dioperasikan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) lewat perjanjian konsesi. Meski skema ini sudah banyak diterapkan, efektivitasnya terhadap peningkatan kinerja pelabuhan, masuknya investasi, dan kualitas layanan masih sering diperdebatkan. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk melihat sejauh mana pengaruh skema konsesi tersebut terhadap kinerja BUP di Indonesia. Berdasarkan telaah terhadap berbagai jurnal ilmiah, dokumen regulasi, dan publikasi internasional, terlihat bahwa pemberian konsesi secara umum membawa dampak positif. Infrastruktur pelabuhan menjadi lebih modern, operasional lebih efisien, dan layanannya makin berdaya saing. Namun, di lapangan masih terdapat sejumlah hambatan besar. Beberapa di antaranya adalah aturan yang masih ambigu, perdebatan soal masa berlaku konsesi, rumitnya proses serah terima aset, penetapan tarif, hingga masalah koordinasi antarlembaga. Temuan ini menegaskan bahwa kesuksesan konsesi pelabuhan tidak bisa hanya mengandalkan isi kontrak hitam di atas putih. Diperlukan tata kelola yang kuat, aturan yang konsisten, serta pengawasan yang benar-benar berbasis pada pencapaian kinerja. Sebagai penutup, kajian ini memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperbaiki kebijakan konsesi, demi menjaga daya saing dan keberlanjutan pelabuhan Indonesia di masa depan.